Pertemuan Yang Tak Terduga

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 April 2018

“Yuk!!” Ajakku kepada Firda, sahabatku.
Aku segera berjalan menuju ke kantin. “Eh.. kamu beli aja. Aku tunggu di sini!” Kataku. Aku malas harus antri hanya untuk membeli jajanan di kantin.

Oh ya!! Kenalin namaku Naya Reva Anggraini. Panggilanku Naya. Aku adalah seorang ketua OSIS di SMA NUSANTARA. Sebagai primadona di sekolah tentu saja banyak yang mengejarku (maaf sombong). Mulai dari kelas X sampai kelas XII. Kadang aku merasa risih dengan mereka yang mengikutiku sampai ke kelas XI IPS 1 (kelasku).

“Yuk, Nay!” Firda mengagetkanku.
“Yuk!”
Kami berjalan beriringan ke kelas. Saat melewati ruang kelas XII IPA 2, ada segerombolan laki-laki memanggilku.
“Naya!”
Aku hanya tersenyum. Lalu segera berjalan ke kelas bersama Firda. Karena setelah ini akan dimulai pelajaran.

Bel sekolah telah berbunyi. Siswa-siswi kelas XI IPS 1 termasuk aku segera berkemas. Saat aku sedang berjalan menyusuri koridor kelas menuju ke depan sekolah-supir pribadiku telah menjemputku-Firda memanggilku. Aku menoleh, “apa?” Tanyaku.
“Aku punya kenalan nih. Dia sekolah di sini. Cakep. Kelas XI IPA. Aku pernah terang-terangan bilang suka sama dia. Tapi sayang, dia masih belum bisa move on sama mantannya yang seorang ketua OSIS…”
“Ketua OSIS? Aku donk?” Potongku.
“Enggak lah. Mungkin dari sekolah lain. Mau nggak? Itung-itung buat kenalan. Kamu, kan, jomblo.”
Aku memelototinya. Firda terkikik pelan. “Terserah deh,” aku beranjak masuk mobil.
“Oke. Nanti aku hubungi dia.”
“Iya. Bye!” Mobilku meluncur pelan menuju ke jalan raya.

“Nay!! Naya!!” Aku menoleh ke belakang. Terlihat Firda berlari ke arahku. “Apa sih? Baru berangkat sekolah udah teriak-teriak!” Kataku kesal.
“Sorry, darling. Aku ada berita. Nanti si cowok yang mau aku kenalin pengin ketemu sepulang sekolah di taman belakang.”
“Apa dia udah kamu beritahu kalau kamu mau ngenalin aku ke dia?” Tanyaku.
Firda menggeleng. “Biar surprise. Kamu nggak tahu dia, dia juga nggak tahu kamu. Nanti aku temeni deh.” Kata Firda.
“Oke, thanks.” Lalu bel menandakan pelajaran pertama akan dimulai berbunyi. Aku dan Firda segera masuk kelas.

Sepulang sekolah..
Aku dan Firda telah sampai di taman belakang. Kami duduk di sebuah di bangku panjang di bawah pohon mangga yang rindang.
“Mana dia, Fir?” Tanyaku.
“Dia udah sms aku. Sepuluh menit lagi nyampe. Soalnya dia masih ganti seragam basket. Dia, kan, ikut ekstra basket.”
“Oh,” gumamku. Pandanganku tertuju kepada kantin yang masih buka setiap ada kegiatan ekstrakulikuler.
“Fir, aku ke kantin dulu ya. Gerah ni!” Pamitku.
Firda mengangguk. “Nitip minuman dingin satu ya?” Firda menyodorkan uang. Aku menerimanya dan segera berjalan ke kantin.

Sesampainya di kantin, aku segera membeli dua botol minuman dingin dan membayarnya. Lalu segera kembali ke taman belakang. Tiba-tiba aku merasa mengenali orang yang sedang berbicara dengan Firda. Ia menggunakan seragam basket. Tingginya. Aku mengerjapkan mata. Ah.. mana mungkin, pikirku. Aku berhenti lima meter di depan Firda. Kakiku lemas. Aku ingin lari sejauh-jauhnya. Tapi tak bisa. Minuman yang kubawa terjatuh membuat Firda dan cowok itu menoleh.

“Nay, ini dia cowok yang mau aku kenalin!” Kata Firda.
Aku tak bereaksi apa-apa. Aku tidak mampu berkata apa-apa.
“Ega..” suaraku tercekat.
“Naya..” katanya sama terkejutnya denganku.
Firda memandangku dan Ega bergantian, “kok kalian kenal?”
“Fir, dia mantanku yang aku belum bisa move on dari dia,” Ega memberi penjelasan.
Pandanganku kabur. Samar-samar aku mendengar Ega berteriak panik. “Fir, bantu aku ngangkat Naya ke UKS!!”

END

Cerpen Karangan: Ida Febrianty
Facebook: Ida Febrianty

Cerpen Pertemuan Yang Tak Terduga merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sunrise on Sunday

Oleh:
Setiap minggu aku selalu duduk di sebuah saung yang terletak di tepi pantai. Aku selalu berangkat jam lima dari rumah hanya untuk melihat matahari terbit. Selain melihat matahari terbit,

Di Bawah Rinai Hujan

Oleh:
Musim hujan telah datang, bahkan setiap hari pasti hujan. Kenalkan aku Fanny sesilia putri sekarang aku kelas x-a aku merupakan murid berprestasi di kelas itu dan aku memiliki dua

Awan Vs Jingga (Part 1)

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama Jingga melaksanakan Ospek di kampusnya. Tentu dengan segala perlengkapan yang dibawanya, yang mampu membuatnya mengatakan bahwa perlengkapannya saja sudah sangat aneh apalagi dengan Ospek

Malas Sekolah

Oleh:
“Hans… Bangun, sudah jam berapa sekarang, cepat bangun sekolah…” ibu hans dengan suara yang melengking mencoba membangunkan hans, padahal ibunya memanggil hans dalam situasi lagi memasak. Hans dengan muka

Mentari Terbit Di Hari Minggu

Oleh:
Mentari terbit di hari minggu. Terlihat Hasan hendak menancapkan colokan charger ponselnya ke kotak listrik, tiba-tiba saja Edo nyelonong masuk dan memanggilnya. “Hasaann!! Tahu Satria tidak?” teriaknya. Hasan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Pertemuan Yang Tak Terduga”

  1. Dinbel says:

    Sayang ya, konflik nya kurang & cerita nya terlalu singkat. Klo bisa tingkatin lagi ya say, biar lebih seru lagi cerpen nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *