Berawal Dari Pertunangan (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 March 2017

“Apa ma? Tunangan?” tanya gadis cantik ini yang tak percaya sambil menatap ke arah mamanya yang masih asyiknya memasak
“iya tunangan, emang kenapa sih? Kamu kan udah gede, jadi udah pas untuk tunangan” jawab sang mama yang masih asyiknya memasak
“iya marsya tahu kalau marsya udah gede, tapi kan marsya sekolah dan marsya masih mau fokus dulu sama pelajaran marsya” jelas gadis tersebut yang tak lain adalah marsya
“emangnya kalau kamu udah tunangan nggak boleh sekolah? Dengar ya marsya, kalau nanti kamu udah tunangan kamu akan tetap sekolah seperti biasa. Lagian rencana ini udah ada dari kamu belum lahir”
“what! Kenapa bisa?”
“waktu itu teman dekat papa kamu mau pindah keluar negeri, jadi karena ingin tetap menambah hubungan yang dekat papa kamu sama temannya sepakat kalau nanti anak mereka lahir akan dijodohkan jika itu laki sama perempuan. Nah, waktu kalian lahir papa sama temannya senang banget pas lihat ternyata selama ini yang mereka dambahkan telah lahir. Ya udah, waktu itu kesepakatannya makin kuat aja dan direncanakan kalian dijodohkan saat kelas XII, jadi sekarang kamu siap-siap aja karena acara pertunangannya akan dilaksanakan besok sore” kata mama yang membuat marsya makin kaget
“apa? Besok sore? Ma, nggak bisa tunggu nanti selesai wisuda ya. Marsya lihat oranganya aja belum”
“loh kan udah kemarin waktu di hp papa”
“kan di hp bukan yang asli”
“udah deh marsya, mending sekarang kamu bantu mama beres-beres rumah untuk persiapan besok. Cepat ambil sapu sana” perintah mama
“nggak ah, kan ada kak marsel sama meilan jadi mama suruh mereka aja” tolak marsya yang langsung berdiri dan beranjak pergi
“e marsya, kok disuruh orangtua nggak mau. Mama nggak main-main lo, kamu mau bantah mama”
“ma, yang ingin pertunangan ini terjadi siapa? Papa kan! Terus yang setujuh siapa? Mama, kak marsel dan kak meilan kan! Jadi yang urus semua ini adalah mama, papa, dan kakak-kakak soalnya marsya nggak pernah ingin pertunangan ini terjadi”
“marsya… marsya”

“Tunangan? nggak mungkin! Aku kan baru kelas 2 SMA, masa udah tunangan?” inilah yang dipikirkan oleh gadis cantik ini yang mana sebentar lagi ia akan segera bertunangan dengan orang tak pernah ia lihat secara langsung. emang sih setelah melihat foto yang ditunjukan oleh papanya kemarin, ia dapat menilai kalau cowok itu cakep, tinggi, manis tapi ia juga harus lihat secara langsung. Sambil duduk di kursi dekat jendela, ia terus berpikir bagaimana nasibnya nanti setelah ia bertunangan? Apa kata teman-teman kalau meraka tauh ia akan bertunangan? Pasti satu sekolah akan gempar, secara marsya kan primadona di SMU tunas bangsa jadi otomatis ia akan menjadi buah bibir para teman-temannya.

Karena keasyikan melamun, ia tak sadar kalau dari tadi kakak perempuannya telah berdiri di dekatnya sambil memanggil namanya.
“marsya… lo dengar nggak sih. Kakak dari tadi itu capek manggil-manggil kamu terus, dan kamu nggak ada respon. Kamu kenapa sih? Masih mikirin soal pertunangan ya? Udah nggak usah dipikirin, kamu jalanin aja dulu kalau kamu nggak suka dengan dia baru kamu mundur. Kamu lihat orangnya aja belum” kata kak meilan menenangkan
“justru itu kak, aku kan belum lihat orangnya secara langsung jadi gimana harus kenalnya. Kalau nanti kenalnya saat udah pertunangan kan sama aja dengan bohong. Lagian kak aku itu masih mau fokus dulu sama sekolah aku, pacaran aja nggak pernah kepikiran apalagi tunangan” jawab marsya dengan lemas
“kakak ngerti perasaan kamu saat ini, tapi mau gimana ya soalnya ini udah jadi kesepakatan papa sama temannya. Jadi udah nggak bisa dinego lagi, udah ah nggak murung terus manding sekarang kamu mandi terus turun makan habis itu belajar. Okey adikku yang cantik!”
“okey”

Pagi itu suasana kelas sangat benar-benar menggangu telinga, bahkan walaun udah pakai headset tetap aja masih kedengaran. Merasa terganggu akhirnya marsya pun beranjak keluar dari kelasnya. Namun saat tiba di depan pintu, ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang sedang membawa tumpukan buku. Marsya pun terjatuh dan tertimpa oleh tumpukan buku tersebut. Melihat hal itu, pria tersebut segara membantu marsya berdiri sambil terus mengucapkan kata maaf. Melihat marsya yang hanya memegang sikunya karena kesakitan, akhirnya pria tersebut berusaha membantu. Namun tiba-tiba…

“he, lo kalau jalan liat-liat donk. Lo tauh nggak gara-gara lo siku gue sampai sakit kayak gini, kalau udah kayak gini emang lo mau tanggung jawab? Makanya kalau bawah buku jangan sampai tumpuk kayak gini donk, ujung-ujungnya lo nabrak orang juga” bentak marsya sambil menatap ke arah pria tersebut
“iya maaf, aku tauh aku salah makanya aku minta maaf. Aku mau tanggung jawab kok dengan luka disiku kamu. Kamu mau kan maafin aku” kata pria tersebut dengan sangat
“ya udah, tapi ingat ya lain kali lo jangan kayak gini lagi. Tapi kalau boleh jujur sih aku masih sedikit jengkel sama kamu, jadi kata-kata aku tadi aku tarik ulang dan aku nggak jadi maafin kamu. Dan untuk tanggung jawabnya nggak perlu aku bisa sendiri kok, okey” kata marsya yang membuat pria tersebut heran dengan perkataan marsya

Selesai berkata demikian marsya pun segera pergi tanpa ia pedulikan kalau nanti akan ada guru masuk atau tidak. Pria yang melihat marsya pergi dengan santainya hanya tampak heran dengan apa yang marsya katakan barusan, karena baru kali ini ia temui orang yang menarik kembali ucapannya apalagi untuk memaafkan. Karena masih terus memandang marsya walaupun udah hilang, pria tersebut tak tahu kalau ternyata temannya dari tadi berdiri di dekatnya. Karena merasa kesal, akhirnya temannya pun memanggilnya sambil menepuk bahunya.

“kevin! Ada apa sih? Dari tadi aku panggil-panggil kok mala diam aja, jangan bilang kamu habis lihat cewek cantik ya” tebak temannya kepada pria yang ternyata namanya adalah kevin
“enak aja, emangnya aku mandang cewek sampai segitunya. Iya benar aku memang lagi mandang cewek, tapi yang ini beda bukan cantiknya atau apapun. Tapi pokoknya bedalah” jawab kevin
“beda? Apanya yang beda? Kamu jangan bohong deh, bilang aja kalau kamu lagi mandang karena cantiknya”
“gilang, kali ini bukan cantiknya tapi kata-katanya itu yang membuat aku heran. Tadikan aku nggak sengaja nambrak dia karena aku bawah tumpukan buku ini, aku minta maaf dan dia juga udah maafin aku. Eh nggak lama kemudian dia bilang dia nggak jadi maafin aku dan kata-katanya tadi dia tarik ulang lalu langsung pergi. Makanya itu aku heran, kok ada orang kayak gitu ya udah maafin mala nggak jadi” jelas kevin
“kan setiap orang berbeda vin, nggak ada yang sama. Tapi cewek itu berani berkata jujur loh, dia berani bilang kalau sebenarnya dia belum bisa memaafkan kamu dari pada dia berdosa bohongi kamu mending dia kayak tadi”
“ya tapi berarti aku harus ngemis agar bisa dimaafin? Sebelumnya kan aku nggak pernah gitu lang”
“paling ini ujian, secara kamu kan belum pernah alami. Udah ah nggak usah dipikirin mending sekarang kita ke kelas nanti pas istirahat kita nyari tu cewek. Okey” tenang gilang
“okey”

Hari itu setelah mendengar bel istirahat, marsya pun segera menuju ke kantin untuk menisih perutnya yang sudah dari tadi melilit. Setelah sampai di kantin marsya pun segera memesan makanan dan mengambil bangku yang masih kosong. Sementara asyik-asyiknya makan, datanglah seorang pria yang tak lain adalah kevin. Melihat kevin yang datang tiba-tiba marsya pun terkaget dan tersedak, melihat itu kevin pun tak hanya tinggal diam ia segera menyodorkan minuman yang baru saja dibelinya dan akhirnya marsya pun meminumnya. Karena sudah merasa lega, marsya pun dengan suara yang lumayan keras membentak kevin

“lo gila ya, kalau gue mati gimana. Lo nggak ada habis-habisnya ya bikin gue sial, tadi nabrak sekarang kagetin. Besok apa lagi? Mau lo itu apa sih” bentak marsya dengan nada yang lumayan keras. Syukur kantin masih belum ramai
“gue nggak bermaksud kagetin lo, gue disini mau minta maaf sama lo. Dan gue harap lo terimah permohonan maaf gue karena sampai kapanpun lo nggak maafin gue, maka sampai kapanpun gue akan merasa bersalah sama lo” ucap kevin dengan nada pelan
“okey gue maafin lo, tapi hanya untuk masalah tadi. Untuk yang sekarang nanti gue pikir-pikir dulu ya” balas marsya yang langsung beranjak pergi
“tunggu, gue nggak mau kayak gini. Kenapa sih lo nggak bisa maafin gue? Kesalahan yang gue lakuin kan nggak sengajah, jadi gue mohon sama lo untuk maafin gue sekali ini aja. Please!” ucap kevin memohon
“ya udah gue maafin, tapi ingat ya lo jangan pernah lakuin seperti yang lo lakuin tadi” kata marsya
“makasih ya, kita boleh kenalan? Gue kevin” kata kevin sambil menyosorkan tangannya pada marsya
“marsya” ucap marsya tanpa menerimah salaman dari kevin dan berlalu pergi

Siang itu setelah pulang dari sekolah, marsya langsung bergegas ke rumah. Sesampai di rumah marsya mendapati suasana rumah yang ramai dan orang-orang yang tampak sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing. Marsya pun hanya diam terpaku dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia melihat kalau ruangan telah didekorasi dengan indah dan tempat di ruangan itu adalah tempat ia dan tunangannya akan berdiri nanti. Melihat marsya yang terdiam, kak meilan pun mendekatinya dengan perhatian karena ia tahu betul bagaimana perasaan marsya saat ini. Kak meilan pun segera membawa marsya kedalam kamar untuk menenangkannya. Setelah sampai di dalam kamar, marsya segera merebahkan dirinya di atas kasur sambil menangis terisak-isak.

“udah, kamu nggak boleh nangis kayak gini. Masa adik kakak yang cantik nangis, nanti mala jadi jelek loh!” hibur kak meilan
“kak, aku nggak ingin pertunangan ini terjadi. Aku masih mau fokus dulu sama belajar aku” kata marsya sambil terus melelehkan air mata
“kakak tahu, tapi mau gimana lagi. Ini itu sudah keputusan papa dan temannya. Pokoknya kamu yang sabar aja ya, dan kakak percaya kok kalau kamu itu masih mampu fokus sama belajar kamu.” tenang kak meilan
“tapi aku belum mau kak”
“marsya, dengar kakak. Papa lakuin ini karena papa sayang sama kamu, mungkin tunangan kamu itu anaknya baik jadi apa salahnya kalau dia jadi pendampingmu”
“kalau anaknya nggak baik, dan sering buat aku terluka”
“nggak mungkinlah sayang, kalau memang dia anaknya nggak baik udah jelas papa nggak mau dia jadi tunangan kamu. Udah ah nggak usah sedih lagi, sekarang saatnya kamu mandi dan kakak akan segera dandani kamu karena sebentar lagi acaranya mulai”

Setelah itu marsya pun segera beranjak mandi, sedangkan kak meilan segara menyiapkan alat make up. Sekitar setengah jam marsya mandi, akhirnya ia pun segera keluar dan bersiap-siap untuk di make up. Setelah ia selesai memakai baju tunangannya, ia pun segera di make up ole kak meilan. Setelah semuanya telah selesai, marsya dan kak meilan pun bersiap-siap untuk turun ke bawah karena tadi kak marsel datang memberitahu kalau prianya sudah datang dan acara sebentar lagi akan segera dimulai.

Cerpen Karangan: Cherli Sepriyanti Laondang
hay… aku cherli. aku bersekolah di SMA N 3 LUWUK dan aku tinggal di luwuk. selamat membaca kisah cerpenku.
salam kenal cherli

Cerpen Berawal Dari Pertunangan (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perasaan dan Hati

Oleh:
Perasaan dan Hati memang terlihat satu tapi tak selamanya bersatu. Seperti kisahku kali ini, aku adalah ibu rumah tangga yang notabennya seorang pekerja, ibu sekaligus istri dari suamiku yang

Jono Dan Sekuntum Bunga Daisy

Oleh:
Asap dari soto panas menghembus muka Jono yang kusam. Dia menyeruput kuahnya dengan hikmat di pojokan. Bisingnya kantin tidak menghalangi keringat Jono untuk menetes dari dahinya. Sendok berisi kuah

Karenamu

Oleh:
Desau angin berhembus merayap menyingkap jilbab neza malam ini. Getar hati akan getirnya kecewa masih segar terasa di bibir hatinya. Entah sejak kapan tetes bening dari mata menjamah pipinya

Tutup Botol

Oleh:
Sejak saat itu ruas jalan terasa sangat panjang. Perjalanan waktu dua kali lebih lama. Sejak ku dengar, “Jaga diri ya,” Panggil saja aku Nilam, dua bulan telah berlalu sejak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *