Perubahan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 January 2015

Aku Rio, cowok paling keren di sekolah tempatku menuntut ilmu. Hampir semua cewek tergila-gila melihatku. Tapi hanya satu yang dapat menarik hati dan perhatianku. Dia telah memikat hatiku. Namanya maya, Nama yang indah begitu pula dengan rupanya yang menawan mengikat hati. Dia murid kelas XI IPA 3, dia murid yang cantik yang pernah ku temui.

Di tangga sekolah tempatku biasa mengekspresikan isi hati. Di sanalah tempat biasa ku bernyanyi. Aku suka bernyanyi dan bermain basket. Kata Orang aku terlihat begitu tampan dan cool ketika hendak memasukan bola ke dalam ring, permainan basketku ini yang sering membuat kaum hawa tergila-gila padaku. Aku orang nya PD “percaya diri” dan ambisius dalam menggapai suatu hal, terutama hal yang sangat aku sukai dan ingin mendapatkannya. Aku memang sedikit jahil, nakal tapi aku ganteng dan pintar loh (kata orang) !!! hehehehe.

Teettt…!!! Bel istirahat berbunyi.
Aku sedang duduk-duduk di bangku di depan kelasku, menyanyikan lagu milik coboy junior sambil bersimpuh dengan mata terpejam “…Kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku, eeaaaa…” Tiba-tiba gadis yang bernama maya itu jalan melewati kelasku tepatnya di hadapanku, lalu aku bernyanyi lagi dengan sekuat mungkin agar dia mendengarnya. “Kau bidadari jatuh dari surga, hanya untukku, Mayaaa… hehehehe”. Ternyata benar, dia mendengarnya lalu berjalan menghampiriku dengan membawa sesuatu “Plakkk” tiba-tiba kurasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipiku. Ku merabanya dan ternyata es krim. Aku melihat ke arahnya dan memperhatikannya. Memperhatikan rupanya yang sangat manis, bahkan lebih manis daripada es krim itu. Tampak terlihat wajahnya yang memerah menahan amarah. “Apa-apaan ini, kamu bikin malu saja!!! kenapa sih kamu ini?” itu kata-kata yang keluar dari bibirnya. Aku hanya terdiam menyaksikan kepergiannya, semua orang melihat ke arahku, dengan serius mereka memperhatikanku, ada yang geleng-geleng, ada yang mangap, ada yang tertawa dan aku hanya bisa berkata dalam hati “kenapa aku tadi diam saja? Ihh dasar bodoh! kenapa aku tidak bisa berkata apa-apa padanya. Padahal aku sudah menyukainya sejak dulu, aku selalu mencari tahu semua tentang mu may, apa yang kau sukai dan yang kau benci semuanya coba ku mengerti” Tiba-tiba saja lamunanku buyar, seseorang menepuk pundakku, “yo, udahlah, ayo balik ke kelas, lupain cewek itu. Mungkin dia tidak menyukaimu, udah ayoklah!!!”
“yah.. tapi aku yakin dia pasti menyukaiku, lihat saja nanti, dia pasti akan jadi milikku. Ya udah ayo kita masuk!”. kami pun berjalan memasuki kelas.

Aku mulai berfikir, apa usahaku akan sia-sia? apa dia tidak menyukaiku, begitu banyak cara kulakukan untuk mendekatinya. Aku kan keren, kaya, apa yang kurang pada diriku? kalau dia tidak memperdulikanku lagi dan tidak menghargaiku, aku akan mencoba untuk melupakannya dan pergi dari dirinya.

Aku mulai berubah, aku menjadi pendiam dan cuek. aku tidak nakal dan usil lagi di kelas. Aku lebih sering menyendiri dan membaca buku-buku yang kusukai.

Saat istirahat, aku melihatnya di kantin. Tampak wajahnya menoleh ke arahku, tapi aku tidak menghiraukannya dan aku tidak pernah menyapa dan mengganggunya lagi. Dia memperhatikanku dengan tatapan aneh, tampak suatu pertanyaan yang terlihat di raut wajah eloknya itu. Tak lama, dia menanyakan suatu hal pada sobat karibku tanpa sepengetahuanku. “Hai den, si rio kenapa? Seperti ada yang berbeda pada dirirnya?” tanya maya kepada deni. “Entah, pikir aja sendiri. Kau gak sadar ya may? Apa segitunyakah dirimu? Kenapa kau perlakukan dia seperti ini may? Kau sebenarnya tahu kan kalau rio menyukaimu, dia terlalu menyukaimu may sampai-sampai semua yang ada pada dirimu coba ia mengerti. Semuanya tentang dirimu dia cari tahu, tapi apa balasan darimu? Kau malah membencinya. mungkin rio sudah lelah, lelah mengejar cintamu may”. “tapi kan den,” terhenti karena deni terus saja bicara. “Tapi apa? Kau tidak suka padanya? Kau membencinya? Kau itu emang cantik may.. tapi kau tidak tahu bagaimana cara menghargai perasaan orang lain. Hmmm… ya sudah lah… aku mau balik ke kelas dulu.” pergi meninggalkan maya sendiri, berharap agar dia menyadarinya. Maya hanya terdiam dan tertunduk melihat kepergian deni dengan ekspresi wajah yang menyesal.

Malam hari yang dingin ini deni datang ke kostan ku. Dia menceritakan semua yang terjadi hari itu. Aku terkejut dan tidak menyangka dia berkata seperti itu kepada maya. “Gilaaa kau ya den, kau bilang apa sama dia? Kalau hatinya terluka gara-gara perkataanmu itu gimana?” “Justru itu.. dengan itu dia akan sadar yo.. kalau sikap dia terhadapmu itu sudah kelewatan. Dia bentak kau di depan umum, dia lemparkan es krim ke wajahmu. Terus… dia tidak memikirkan bagaimana perasaanmu.” Aku hanya terdiam mendengar semua perkataan deni. Malam ini kami bercerita panjang.

Berminggu-minggu setelah perubahan sikapku kepada maya, aku dekat dengan teman cewek sekelasku “RISA”. Dia gadis yang baik dan sahabat yang baik pula. Dia mengetahui semua tentang kisahku. Kedekatanku dengannya pun terdengar hingga ke telinga maya. Dia menghampiriku ketika pulang sekolah. Dia menghampiriku di kelas, tapi aku berusaha menghindarinya. Aku berjalan melewatinya seakan tiada sosoknya disitu. Tiba-tiba maya mengatakan sesuatu ketika aku hendak pergi dari hadapannya. “kenapa kau berubah? kenapa kau begini?” langkahku terhenti mendengar perkataannya, sesuatu penyesalan timbul di benakku. “kau bukan rio yang dulu ku kenal.” Lanjutnya. Aku hanya diam. “kenapa rio? Jawaaab?” maya menghampiriku dan menatap mataku, tapi aku coba berpaling darinya. “Riooo…” dia menarik tanganku, lalu berbalik dan mengatakan sesuatu padanya. “kenapa maya? Kau tanya aku kenapa? Kau salah maya… inilah diriku, rio yang dulu bukanlah diriku. Dulu aku telah salah menyayangimu, sekarang aku sadar dan inilah diriku yang sebenarnya.. rio yang cuek, pendiam dan tidak perduli dengan siapa pun!!!”. aku mencoba menahan emosiku. “tidak rio.. kau berubah, kau bukan rio yang dulu ku kenal, ku mohon kembalilah.” tampak setetes air berlinang di ujung kelopak matanya. “lalu, rio yang kau dengar dulu seperti apa? ha?” bentakku. Tampak pecah airmata nya dan membasahi pipi mungilnya itu. Aku sangat merasa bersalah, hatiku rasanya hancur ketika melihatnya menangis. “Aku minta maaf rio, aku salah, aku memang tidak tahu bagaimana caranya menghargai perasaan orang lain. Tolong rio, maafkan diriku. Perubahanmu terasa asing bagiku.” “Bukannya dengan perubahanku ini justru hatimu merasa senang maya!!! tiada lagi yang mengejarmu, membuatmu malu.” “nggak yoo, aku mohon jangan begitu, aku salah, aku minta maaf. Jangan putuskan tali silaturrahim antara kita.” Aku memutuskan untuk memaafkannya. “baiklah, aku memaafkanmu dan melupakan segalanya.. aku juga minta maaf karna sudah membuatmu menangis.” Maya hanya tersenyum sambil menghapus airmatanya.

Aku mulai bersikap seperti biasa, terutama pada maya. Aku dan dia berteman seperti dulu tapi bedanya aku tidak terlalau dekat padanya. Aku tidak ingin dia merasa tidak nyaman.

Keesokan harinya saat anak-anak dari kelasku sedang olahraga di lapangan. aku dan teman-temanku sedang bermain bola dengan serunya. Tampak terlihat di pinggir lapangan gadis memakai pita biru di rambutnya yang tergurai panjang di hembus oleh angin itu berjalan ke arahku sambil membawa sesuatu. Dia maya gadis cantik jelita yang ku sukai, tampak dari jauh senyumannya yang membuatku terpana dan kurang konsentrasi dalam permainanku. Tetapi tiba-tiba salah satu di antara kami melempar bola dan “Brukkk…” suara pantulan begitu keras mengenai kepala maya lalu ia jatuh pingsan. Aku segera berlari ke arahnya dan membawanya ke UKS dan menunggunya hingga sadar. Beberapa menit aku menunggu akhirnya dia sadar juga. Aku segera memberikannya minum dan menanyakan bagaimana keadaanya. ”Bagaimana keadaanmu? Masih sakit? tanyaku dengan penuh perhatian.” “Sedikit”. “kenapa kamu berjalan ke arah lapangan?”
“Tadi aku ingin memberikan minuman ini padamu. Aku lihat kau sudah kelihatan lelah, jadi aku bawakan minum ini padamu. Dan sebagai permintaan maafku juga.”
“untuk apa minta maaf maya? Kau tidak ada salah padaku.” “sudah jelas aku yang salah rio. Aku tidak bisa mengerti sedikit tentang perasaanmu. Maafkan aku!”
“tidak. Kau tidak salah.. hanya saja aku yang terlalu berlebihan dan terlalu berharap.” “nggak rio. Aku yang salah… sesuatu yang kau rasakan padaku adalah naluri seorang manusia.” “Lalu?” tanyaku. “Aku juga merasakan hal yang sama, awalnya aku tidak menyadari hal itu dan tidak berani mengakuinya. Maafkan aku atas segala sikapku.”
Mendengar kata yang keluar dari bibir mungilnya itu membuat jatungku berdebar seakan mau copot. God tolonglah diriku ini. Aku tidak menyangka ternyata dia mempunyai rasa yang sama denganku.
“Apakah yang kau katakan itu benar maya? kau tidak berbohong kan.” Dia hanya mengangguk sambil tersenyum. Sikapnya membuatku bahagia dan merasa tenang.
“Terimakasih may, aku senang mendengarnya.” Ternyata perubahanku membuat sikapnya berubah kepadaku. Dan yang tak disangka lagi dia juga menyukaiku. Hari ini adalah hari yang membahagiakan buatku dan maya. Kami mempunyai perasaan yang sama. Dan disinilah kami dan cinta kami bersemi… di sebuah UKS.

Jika kau menyukai dan mencintai seseorang. Jangan takut untuk mengungkapkan… karena apabila kau belum mencobanya, kamu tidak akan tahu perasaannya sesungguhnya padamu….

Dan lakukanlah yang terbaik untuk orang yang kau sayang….

~Selesai~

Cerpen Karangan: Aisyah Rianda Gewa
Facebook: https://www.facebook.com/icha.haeir

Nama Lengkap: Aisyah Rianda Gewa
Nama panggilan: Icha
TTL: Medan, 21 september 1997
Umur: 16 thn.
Agama: islam
Sekolah: MAN 2 MODEL MEDAN

Cerpen Perubahan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Singkat Saat Seminar

Oleh:
Pagi itu, 10 maret 2014. Anak-anak SMAN 13 yang terletak di ujung kota Banda Aceh mengikuti upacara bendera, ya seperti biasanya kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari senin. (kegiatan

Bagian Dari Kejutan

Oleh:
Aku sheryl, gadis yang masih mengenakan seragam SMA. Hari ini adalah salah satu hari terbaik bagiku. 23 tahun yang lalu seorang gadis terlahir di dunia. Aku baru sadar hari

Doraemon Go

Oleh:
“Bu kan lusa Oil ada ulangan harian. Terus kalau Oil bisa dapat nilai tinggi, enggak ada hadiah gitu?” Sang Ibu sedang menggendong anak yang lebih kecil dari Oil itu

Sebuah Kata Untuk Riyanti

Oleh:
kenapa tidak ada yang tahu, apa yang terjadi pada diri wawan? Siang ini, matahari menunjukkan wujudnya bulat-bulat dan membuat sekujur tubuh wawan basah kuyup oleh keringat. Wawan tertunduk lemah

Randa Tapak (Dandelion)

Oleh:
Seperti dandelion, wanita itu rapuh. Seperti dandelion, wanita ingin diperhatikan. Seperti dandelion, wanita ingin dilindungi. Seperti dandelion yang tertiup angin, terombang ambing tak tentu arah. Fina. Gadis jelita penyuka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *