Pesan Untuk Dirimu Yang Mungkin Ada

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 29 December 2017

Aku sering memimpikan sebuah mimpi yang sama berulang kali. Namun, ada sebuah mimpi yang terus menggangguku. Aku pernah mengutarakan gejolak aneh yang kurasakan mulai dari mimpi itu sendiri hingga perasaan dan gejolak yang membebaniku kepada seorang teman.

Aku bermimpi bertemu dengan seseorang yang seolah sangat kukenal namun aku bahkan tidak mampu mengingat wajah atau menyebut namanya ketika aku terjaga. Saat itu aku dan dia, kami berada di sebuah taman bermain yang bahkan tidak ada satu pun orang di dalamnya. Kami berdua berlari untuk berteduh di sebuah komedi putar yang tidak bergerak ketika hujan tiba-tiba jatuh ke permukaan tanah. Aku senantiasa tidak pernah melepaskan pandanganku dari dirinya yang mencoba melindungiku dari derasnya hujan yang mengguyur kala itu dan tidak lupa dengan genggaman tangannya yang begitu erat menghangatkan tanganku.

Pandangannya beralih ke arahku yang tengah menggigil karena hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Aku penasaran kira-kira berapakah suhu kala itu. Dia berlutut di hadapanku dan menggenggam semakin erat kedua tanganku lalu meniupnya dengan hembusan nafasnya yang hangat. Aku merasakan kehangatan mengalir hingga ke denyut nadiku yang nyaris membeku. Dia menengadahkan wajahnya untuk melihat ke arahku. Nyaris aku melihat wajahnya namun sesuatu membuatku terjaga.

Aku terjaga dari tidurku karena suara petir yang benar-benar kuat. Aku mendapati diriku yang berlinangan air mata tanpa kuketahui alasannya. Hanya ada rasa sesak yang memenuhi dadaku. Berulang kali aku mencoba mengingatnya. Sebuah paras yang tersenyum padaku.

Sejak saat itu, segala hal yang kujalani menjadi begitu janggal. Aku seolah kehilangan sebuah kepingan kecil yang bahkan sekecil apa pun dirinya tetap diperlukan dalam puzzle yaitu diriku sendiri. Aku berharap bahwa mimpi yang kualami hanyalah sebuah mimpi pada umumnya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa hati kecilku tidak bisa menerimanya sebagai sebuah mimpi biasa. Aku selalu menangisi apa yang tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyataku itu. Bahkan ketika aku menuliskan untaian demi untaian ini kehangatan tidak pernah berhenti di kedua mataku. Air mata yang jatuh. Aku ingin mengirimkan sebuah pesan kepada seseorang yang mungkin tidak pernah ada.

Untuk dirimu yang menghiasi mimpiku. Untuk dirimu yang secara sadar menjadi bagian dari diriku. Untuk dirimu yang mungkin tidak pernah ada. Kamu mungkin hanyalah bagian dari fantasiku. Namun ada hal yang benar-benar kuinginkan darimu. Seandainya dirimu benar-benar sosok nyata, aku berharap suatu hari nanti aku akan menemukan dirimu. Biarlah aku yang menghampiri dirimu terlebih dahulu. Karena jika dirimu adalah takdir, aku akan mengenali dirimu. Aku akan mengenali dirimu bahkan hanya dari senyumanmu. Aku akan mengenali dirimu bahkan dari auramu yang memancarkan kehangatan bagi jiwaku. Dan tentu saja aku akan mengenalimu bahkan tanpa nama dan wajah yang kuketahui.

Namun jika kamu memang hanyalah bagian dari fantasi liar seorang gadis menyedihkan ini, aku ingin agar dirimu hadir sekali lagi dalam mimpi singkatku hanya sekedar untuk menyadarkanku dari angan kekanakan yang ada pada diriku. Bantu aku untuk terakhir kalinya. Meskipun mungkin kamu memang tidak pernah ada, satu hal yang harus diketahui bahwa ‘aku mencintaimu’ namun tentu saja aku akan tetap melangkah walau tanpa dirimu saat ini atau pun nanti.

“cinta…”

End.

Cerpen Karangan: Leiyn

Cerpen Pesan Untuk Dirimu Yang Mungkin Ada merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tulusku

Oleh:
Hembusan angin yang semilir pagi ini membuat tubuhku merasa sedikit kedinginan. “Dingin…” ujarku dalam hati sambil kupeluk tubuhku sendiri. Aku yang saat ini sedang duduk di bawah pohon depan

Catatan Untuk Dia

Oleh:
Minggu,9 Oktober 2011, 04:47 siang Baru saja aku terbangun dari tidur nyenyakku, lalu aku melihat jam dinding telah menunjukan pukul 04:38 siang, seketika aku langsung teringat kalau hari ini

Setengah Hati Yang Lain

Oleh:
Assalamualaikum… Namaku Naura. Hari ini tepat sepekan aku melepas masa lajang. Ya, seminggu yang lalu aku menikah dengan seorang pria. Sebut saja dia Zain. Zain adalah salah seorang anggota

Rangga (Part 2)

Oleh:
Entah mengapa setelah kejadian tadi sore, aku selalu terbayang wajahnya. Memang, sih… sudah lama aku menyukainya, tapi kali ini aku merasakan rasa yang lebih dari biasanya. “Ah, udahlah! Stop

I Miss You

Oleh:
Senja. Siluet orange membuat sepasang mata ini enggan memalingkannya. Senja. Semilir angin sepoi-sepoi membuat hati ini damai. Di kota ini Aku selalu menunggu kabar seseorang nan jauh di sana.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *