Petualangan dan Cinta (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lingkungan
Lolos moderasi pada: 3 October 2014

Setibanya di tenda lau kawar kami bergegas kembali melaksnakan sholat berjamaah yang dipimpin oleh fahmi. Setelah makan malam selesai kami mulai agenda berikutnya yaitu membuat lingkaran dan membakar kayu dengan api yang cukup menghangatkan kami, dan ketika orang terbesar yang diangungkan itu datang namanya pak sucipto yang jauh jauh datang dari Jakarta untuk mengisi acara pada agenda Fire Night. Pak sucipto menegaskan kenapa saya meminta kalian untuk mendengarkan saya disini dan tidak di dalam ruangan itu karena saya ingin kita semua merasa lebih dekat lagi dengan alam dan tuhan penciptanya, saya ingin ada yang berbeda makanya saya katakan kepada panitia bahwa acara ini diusahakan berada di outdoor semua dan jika ada pun di dalam hanya sekali sekali jika memang keadaan di luar tidak memungkinkan, bukankah begitu para pemuda pencinta alam!!! Dengan tegas pak sucipto mengatakan “Saya bangga ini merupakan kegiatan kali pertama dari seluruh mapala dan baru mapala sumatera ini yang mengadakan acara yang seperti ini saya sangat setuju ketika dani menghubungi saya dan membicarakan program kerja mereka ini saya sangat begitu antusias dan sangat tertarik, kalau bisa ini dapat bergantian setiap tahunnya dari masing masing organisasi mapala yang datang pada saat ini untuk melakukan kegiatan yang serupa dan memperkenalkan budaya alam yang ada di daerah tersebut, langsung saja disini saya ingin merenungkan sedikit cerita ketika saya masih beranjak remaja ketika itu kehidupan keluarga kami memang cukup dan kedua orangtua saya mampu untuk membiayai kuliah kami anak-anaknya. Hingga ketika saya sedang mengikuti suatu ekspedisi jalanan sebagai seorang sukarelawan di kota ketika saya kuliah dulu tepatnya ketika itu kami sedang mengumpulkan kaum marjinal dan yang kurang mampu, saya melihat dengan tragis seorang anak kecil yang ketika itu sudah jam 3 pagi harus berkeliaran di jalan dengan mengumpulkan kardus kardus bekas bahkan mengutip sisa sisa nasi di jalanan yang mungkin kita saja sudah mau muntah mencium aromanya tetapi dia malah membawa sisa sisa makanan itu membawanya pulang ke rumah. Saya sangat terkejut ketika melihat keadaan rumah yang begitu tidak lanyak untuk dihuni dengan tumpukan-tumpukan kardus dan sampah yang bertebaran di dalam rumah tua itu, saya melihat seorang bapak yang terbujur lemah tak berdaya, Agus menceritakan bahwa ayahnya sudah setahun terakhir begini, karena lumpuh maka agus yang menggantikan bapak menjadi pemulung setiap pulang sekolah agus harus kerja agar agus bisa membeli obat buat bapak dan membeli makanan buat kami semua, dengan kesederhanaan hidup dan ketegaran itu agus terus bekerja keras buat menghidupi 2 adik, ibu dan bapaknya, Ibunya juga sudah tua yang bekerja sebagai tukang cuci keliling namun sejak bapaknya sakit agus melarang ibunya bekerja dan tetap untuk di rumah merawat bapak dan adik adiknya yang ketika itu juga masih sekolah kelas satu dan tiga SD sementara agus yang baru kelas 6 sd sudah harus melawan getirnya kehidupan tanpa bantuan seseorang yang peduli terhadap mereka itu lah kejamnya hidup, Bahkan yang lebih sedih lagi ketika saya melihat satu-satunya foto yang terletak di atas pembaringan ayahnya, saya melihat bahwa ayahnya adalah seorang mantan veteran namun kenapa mereka tidak dianggap dan seolah olah pemerintah tidak melihat hal itu, agus dan adik-adiknya merupakan anak dari istri keempatnya karena bapaknya sudah empat kali menikah namun pernikahannya gagal semua karena istri istrinya terdahulu tidak bisa menerima bapak agus yang hanya seorang pekerja kuli bangunan ketika mereka pergi satu persatu dan akhirnya bertemu dengan ibu agus pada usia senja dan melahirkan 3 orang anak yang memang hanya itu dimiliki bapaknnya sebab dari istri pertama hingga ketiganya memang tidak memiliki anak. Saya sangat sedih melihat keadaan mereka maka ketika itu saya dan kawan kawan saya membantu kehidupan mereka bertahun tahun saya ajarkan bagaimana agus tumbuh menjadi seorang anak yang mandiri, perkasa dan tangguh tanpa harus masuk ke dalam jurang ketidakadilan yang selama ini menimpa keluarga mereka hingga kini agus telah sukses dan berhasil bahkan dalam kehidupan sehari hari kalian mungkin sudah mengenalnya bukan? Dialah Agus Wendi yang selama ini diam diam menjelma menjadi seorang pengusaha dan semua barang barang produksinya diekspor ke luar negri bahkan kita sendiri untuk membeli sepatu buatannya cukup mahal bukan, tetapi kalau sama saya jelas tidak.. bhahahah” tawa pak sucipto begitu meledak yang seakan akan mengejutkan kami semua disaat kami diam terhanyut mendengarkan ceritanya, “itu lah kehidupan nak, kalian semua sudah saya anggap seperti anak saya sendiri begitu lah kehidupan tidak selamanya yang di atas akan selalu di atas dan tidak selamanya yang di bawah tetap di bawah itu semua tergantung usaha, doa dan ini Hati, kita semua tidak akan hidup damai kalau kita tidak memiliki hati yang bersih dan ketakwaan yang penuh kepada sang pencipta kita maka dari sekarang benahi hati, benahi pikiran tuliskan impian dan cita cita dan jangan lupa dengan usaha dan doamu maka semua akan terasa indah tetapi meskipun kita bermain denggan alam jangan lupa bahwa mencintai sesama dan peduli sesama itu merupakan kebahagiaan yang akan menghilangkan sakit di hati ketika kita mengalami kepedihan, Mungkin kalian sudah cukup puas mendengar cerita saya ini dan saya harap kedepannya saya sudah melihat perubahan besar dari kalian semua untuk bumi pertiwi kita ini betul tidak…?” Serempak kami semua menjawab “iya” dengan penuh antusias dan membara… “Baik saya rasa cukup dari saya Hidup Mahasiswa dan hidup Mapala”,

Dan ketika selesai acara betemu sapa dengan pak sucipto kami duduk duduk bernyayi bersama dengan ditemani oleh api unggun dan ada beberapa teman yang sudah packing karena besok pagi tepatnya setelah subuh kami akan begerak ke atas mendaki gunung Sinabung, Dan selesai pak sucipto memberikan arahan sedikit kepada saya dan teman’teman panitia yang lain untuk persiapan besok pagi beliau langsung pergi meninggalkan kawasan danau lau kawar karena jam terbang beliau memang sangat padat, tetapi sejatinya beliau memang ayahnya anak mapala karena beliau jauh jauh rela datang dari Jakarta tanpa bayaran apapun dan hanya dibalas dengan ucapan terimakasih dan sebuah jaket kulit. Beliau tetap tersenyum bangga kepada kami dan beliau sungguh seorang ayah yang teladan dan tak akan terlupakan.

“Dan, kamu gak tidur, besok kan kita udah harus berangkat pagi”, tegur serin pada dani. Serin teman satu organisai aku, dia memang perhatian banget sama aku gak tau kenapa sampai segitunya bahkan ketika aku ngobrol dengan teman perempuaan dari peserta kegiatan dia sangat tidak suka, keliatan sekali bahwa dia cemburu.
“Hello, dan kamu denger gak sih dari tadi ditanyain kok diem terus”,
“iya denger kok aku belum ngantuk rin, kamu duluan aja deh cewek biasanya kan paling ribet”.
“Tapi sejatinya serin gak ribetnya” bela dimas, yang kalau diliat dari sisi manaapun ketahuan banget kalau dia naksir berat sama serin tapi cukup kaum adam aja yang ngerti ngeliatnya… haha.
“Ya udah deh kami duluannya kalo gitu aku dah 5 watt ni. Kalo kamu memang suka tidur kali ya loli”,
“huaa terserah deh cina yang penting besok urusan konsumsi jangan lupa kamu yang masak airnya” tegas loli sambil berlalu.
“Dasar si tomboy, itu memang kaya emak aku kali lah suka ngatur bah” si miko menimpali,
“Menut kau ya dan, si raras yang dari itb itu gimana?” Miko sejatinya memang cowok batak jelas nama lengkapnya Miko Marpaung anaknya asik dan kocak kalo lagi suka buat lelucon teman kompaknya jelas cina dan agung, mereka bertiga kalo udah ngumpul doyan banget sama yang namanya guyonan ntah apa aja dibahas yang gak lucu pun bisa jadi lucu kalo sudah mereka bertiga yang mengolahnya.
“Si raras anaknya asik kok, meskipun cewek tapi tahu banget tentang struktur lingkungan tau tata cara peletakan dan nyambung ntu sama kamu kayaknya”,
“bah kau bilang kayaknya jelas dan pastilah kau kawan, dari awal ngeliat dia udah cantik, berani dan mandiri banget, dia teknik lingkungan itb dan kamu teknik mesin sudah lah kalau ku bilang cocok lah itu hahaha”
“lucu ku dengar kalau kau logat batak tak cocok sama mu kawan, bhahahaha”,
“kalau kau dan, ada gak yang kau suka di antara mereka” selidik cina yang logatnya juga sama kaya miko Cuma rada beda sedikit sebenarnya namanya ahmad chinoluth, unik seunik wajahnya, kulitnya putih matanya sipit hidungnya mancung bisa dibilang kalau dia seperti artis dari Negara korea itu memang peranakan sih ayahnya korea dan ibunya Nias, dan dia juga termasuk jadi sorotannya karena kecakepan dan kegigihannya sayangnya dia gak mungkin bisa macem macem ataupun cari yang lain ngelirik sedikit aja bisa putus bola matanya karena Tia yang merupakan salah satu panitia sudah menjadi tunangannya ternyata mereka udah pacaran lama banget dari SMA loh, meskipun gak satu sekolah tapi itulah jodoh mempertemukan dimana aja.

“Aku sendiri menganggap biasa saja semuanya cin, belum dapet chemistrinya”,
“hadeh gak percaya aku, aku mah tau kamu dani” celetuk agung yang nongol membawakan kopi buat mereka, “si dani di luar aja bilang enggak tapi di dalam udah nangkring ntu virus merah jambunya. Hahahahaha, jangan lah kau gantung gantung anak orang bos, kau itu tampan, manis lagi berwibawa punya aura yang buat cewek klepek klepek gak hanya pintar akademis pintar organisasi, agamanya apa lagi tapi bukan dani namanya kalau tidak menggantungi cewek cewek yang mengejar ngejarnya. Aku kenal baik itu dan bahkan disini cewek cewek itu juga suka deketin kau, tapi si nenek sihir serin langsung aja buat peraturan yang membuat mereka gak bisa macem macem sama dani, asli ya neee’ juga aku liat serin itu”. Tegas miko ngeluarin unek uneknya, kau tau lah dan, dari dulu tak pernah aku suka cewek seperti nenek sihir gitu, Cuma dimas lah ntah apa yang dia suka dari si nenek sihir itu.
“Udah deh gak baik ngomongin orang, bergunjing itu setan berarti udah menguasi setengah pikiran kita my bro miko, tenang aja aku tau kok cara ngadepinnya, santai aja mamen”
“Aku ke toilet dulu ya, oia udah kamu cek kan cina para peserta udah pada istirahat di tenda ya? Ia ada beberapa lah yang ijin ke toilet tadi ough ya sudah kalau kalian capek nanti banguni saja aku biar gantian kita tugas jaganya”
“siap komandan” tugas cina dan miko yang bertugas jaga malam..

Ketika di toilet tanpa sengaja karena sudah terburu buru dani menabrak seseorang dan ia langsung terjatuh, “maaf ya aku tadi gak liat, kirain gak ada orang tadi, ayo aku bantu bantu”. “Udah gak kenapa juga kok, aku baik aja”, karena gelap jadi tidak terlalu jelas kelihatannya itu wajah siapa. Aku temani ke tendanya, “udah gak usah udah sama tira dia udah nunggu, kamu keysha”
“Iyaa, ini dani loh key, ya ampun karena gelap jadi gak jelasnya kok belum tidur?”
“gak bisa.. dingin”
“Aku kasih jaket mau?”
“gak usah”, (hening)
“Key, udah belum buruan dong gak tahan aku ni…”
“Iya key kesana tir, key duluan ya dan…”
“berlalu secepat itu kah” batin dani “udah jarang banget bisa ngobrol sama kamu key”,
“key, hati hati loh” teriak dani,
“tenang key aman sama aku” jelas tira sambil tertawa… dani baru sadar sedari tadi bahwa ada tira yang udah memperhatikan mereka.

Tepatnya pukul 02.00 wib pagi setelah beberapa rekan kami melaksanakan sholat tahajud, kami berkumpul dan melaksanakan doa bersama sebelum kami berangkat menuju gunung sinabung. Semua pada mengisi absen hanya ada beberapa panitia yang sakit dan yang ditugas untuk menunggu dan menjaga tenda.

Awal perjalanan kami lalui dengan melewati perkebunan/ladang penduduk yang berisi berbagai tanaman buah maupun sayuran, yang begitu terlihat subur dan sangat menyejukan mata melihatnya rasanya aku ingin sekali memetik sayuran dan buah buahan itu, “Indah banget ya dani” tiba tiba dani mengagetkan lamunan dani. “Iya keren banget kan cika, dilihat dari atas sini pemandangannya. Disana kamu temui gak Suasana begini, ooh pasti banyak ya cik”
“Hahahahaha, kamu gimana sih udah kamu yang nanya kamu sendiri yang ngejawab, iya kalo disana banyak dan dilihat dari atas gunung dengan ditemani cahaya rembulan itu rasanya bahagia banget sambil merasakan udara gratis yang dianugerahi Allah sungguh sangat bersyukur deh dani, top banget deh sama agenda panitia ini”.
“kok kamu jadi puitis gitu cik, kamu suka nulis puisi ya?”
“Lah, kamu gak tau di Unb aku kan jurusan Sastra dan, kalo soal puitis mah itu udah makanan sehari hari euy.”
“Wah, Aku juga suka nulis, bisa dong belajar sedikit ilmunya sama kamu cik.”
“Boleh aja tapi gak gratis ya”,
“hahahah” tawa mereka berbarengan..
Tiba tiba suara agung mengejutkan tawa mereka, “Dan, tukar posisinya kamu yang ada di depan”, Aku jaga disini
“Lah kenapa emangnya gung, kan lebih bagus posisinya begini, kamu kan udah lebih sering mendaki sinabung ketimbang aku”
“Iya, masalahnya gak tahan aku denger suara serin ntu, nyerocos mulu dari tadi, kelihatannya gak seneng kalo kamu gabung sama teman’ cewek ini, bisa pecah gendang telingaku dengerin dia nyerocos mulu sob”.
“Ah, si agung mah ngeganggu pembicaraan urang dengan dani”,
“Maaf ya neng cika, si dani biar di depan aja, kan neng cika bisa ngobrol sama aa’ agung, hahahaha”
“Agung, diliat lihat boleh juga ni” batin cika yang memang suka banget tebar pesona sama para awowok.
“Ya udah aku kedepannya, kamu yang bener gung jangan betingkah mas bro..”
“Siap Komandan…” senyum agung puas, sengaja sih sebenernya nyuruh dani ke depan biar dia bisa deket sama cika, yang diam diam membuatnya terpesona.
“Mas bro agung nape senyam senyum ente, si bimo sama dimas juga disono kan?”
“Iaa dan, di depan mereka…” teriak agung Jengkel.

karena masih sedikit Gelap, Ketika berjalan menuju ke depan, dani tidak sengaja menendang seseorang.
“Aduh, kok ditendang emang gak keliatan apa kalo lagi benerin tali sepatu ni”,
“Maaf, aku gak ngeliat ni mau jalan ke depan, maaf ya”
“Oh dani, kamu emang tadi dimana…”
“Aku di barisan belakang, ini tira yaa..”
“Iyaa, Key kamu gak kenapa kenapa kan kakinya…”
“Lah, itu kaki Key yang ketendang, Maaf ya key Dani gak sengaja gak keliatan tadi.. sekali lagi maaf ya key”,
“Ia gak apa kok dan, key juga salah tadi udah berhenti gitu aja di tengah jalan”
“Sakit gak key, biar dani obatin..”
“gak kok, udah santai aja dani..”
“Ya udah lanjut lagi jalannya jangan sampai kita ketinggalan sama teman yang lain, biar dani temani kalian aja”.
“Dani, Ternyata Gunung Sinabung itu indahnya kalau di Sumatera Barat hanya ada jam gadang yang bisa liat pemandangan kota padang beda dengan disini”,
“Iya, jelas lah key, kalau aku di jakarta banyak sih tempat yang fantastik seperti ini hampir di pulau jawa banyak yang begini tapi di daerah jawanya ya, kalau di jakarta sendiri yang ada macet dah, kalo lu tipe orang yang gak suka macet’an gak betah sama polusi udara yang mencemari dan gak suka sama sesaknya manusia yang bejibun mending lu gak usah ke jakarta dah”, tira menjelaskan dengan logat jakartanya…
“Maaf ya, aku sok bilang lu lu gitu keceplosan Key, kalu disini kan beda ya ngomongnya mesti aku, dan kamu gitu yaaa… makannya dari awal kesini aku udah nyesuaian, tapi tira pernah denger orang manggil Kau, kedengerannya kasar banget..”
“hahaha, gitu ya tir, tapi bukan bermaksud kasar ya tira, itu lah sumatera utara Kau itu kalo diorang batak udah sopan, jadi kau itu berarti Kamu beda daerah beda lagi bahasanya”,
“Iya dani bener, tir emang begitu lah di sumatera ini kalau kamu main ke padang itu juga beda lagi ntar gaya bahasanya…”
“Kita harus syukuri Indonesia ini memang Negara yang kaya akan beraneka ragam bahasa dan budaya… itu harus diingat loh” jelas dani ke tira yang ketika itu serius banget mandangi dani.

Tidak Terasa Ketika Pagi mulai menyapa mereka, Tepatnya Pukul 10 pagi akhirnya mereka merasakan bau Belerang yang menyambut hangat kedatangan Mereka ke puncak Sinabung, “Sungguh sangat Beautiful and WonderFull” teriak Tapei, “Tapi setidaknya Rinjani masih lebih menakjubkan kawan” jelasnya kepada semua rekan rekannya
Mereka semua tertawa Mendengar perkataan tapei. “rasanya juga ingin menaklukan Rinjani, kita tunggu sajalah teman teman Cendrawasih memanggil kita agar bisa merasakan saljunya Rinjani, bukan begitu kan teman”, lirik fahmi kepada tapei dan kinang sambil tersenyum puas.

Cerpen Karangan: Lie Eli
Blog: Lieeliblogspot.com

Cerpen Petualangan dan Cinta (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Mujahid Jatuh Cinta

Oleh:
Ponselku berdering tanda panggilan masuk, Andi incoming call tertera dilayar LCD ponselku. Ternyata sepupuku yang satu itu rupanya! Ku angkat, “Assalmu’alaikum Ndi?” “Wa’alaikumussalam mbak! Piye kabare mbak Rahma?” suara

Maafkan Aku (Part 2)

Oleh:
Bel berbunyi seperti biasa tetapi ini bel pulang, saat-saat yang membuat diriku cemas dengan perasaan ini akan terjadi ya akan terjadi sebentar lagi. “ayo Ran Jadikan ketematmu” sambil Mirza

White or Black?

Oleh:
“Yaraaaa… Cepat dikit dong! Udah jam tujuh kurang lima belas nih! Ntar telat!” Perkenalkan namaku Trisha Chiara biasa dipanggil Icha dan yang tadi kupanggil itu adalah Yara, dia adikku.

Still Memories

Oleh:
Seorang ahjumma mengambil sebuah kotak kotor yang telah berdebu di gudang rumahnya. Ia meniup pelan debu-debu, membuat debu-debu itu berterbangan. Dibukanya kotak itu perlahan. Diraihnya isi kotak itu. Beberapa

Tatapan Pertama Camer

Oleh:
Malam minggu terasa hambar seperti malam-malam biasanya bagiku. Karena cewek gue gak bisa ke luar malam hari. Acara malam mingguannya hanya via bbm. Untuk menghilangkan suntuk gue yang kesepian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *