PHP – di PHP in


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 29 October 2012

“Rachel” teriak seseorang dari kejauhan. Rachel membalikan badannya dan menghentikan langkahnya.
“Marko? Ada apa?” tanya Rachel pada lelaki nafasnya terdengar ngosngosan itu.
“Gue, punya berita bagus buat Loe, sini ikut gue” Ucap Marko sambil menarik tangan Rachel. Deg, Rachel merasa jantungnya terpacu sangat kencang.
“Ada apa sih Ko? Ribet banget deh”
“Udah, diem. Pokoknya Loe ikutin gue Chel”
Rachel tertunduk, ia mengiyakan apa yang dikatakan Marko.
“Nah, ini Chel” ucap Marko sambil menunjukan pengumuman yang berisi Lomba Penulis muda di mading sekolah.
“Penulis Muda?” Rachel bergumam.
“Iya Chel, Gue tau kok Loe suka nulis. Ikutan yah, biar ngebanggain nama sekolah kita sekaligus orang tua Loe” Marko coba membujuk Rachel.
Rachel tampak kebingungan. Sebernarnya dia ingin sekali mengikuti lomba itu. Tapi setelah melihat biaya pendaftarannya yang lumayan mahal, ia mengurungkan niatnya.
“Jadi gimana Chel, maukan?” tanya Marko untuk kesekian kali.
Rachel menggeleng.
“Yah Chel, plislah ikut yah yah” Marko terus membujuk Rachel. Namun Rachel tetap pada pendiriannya.
“Yah, Chel kenapa gak mau ikut? Sayang loh bakat Loe masa mau loe pendem sendiri” keluh Marko.
“Mmm, sebenernya gue juga pengen ikut sih Ko, tapi” Rachel menghentikan ucapannya.
“Tapi apa Chel? Ayo bilang ke gue” kata Marko semangat.
“Kepo banget sih Ko, udah ah gue mau pulang keburu sore” kata Rachel sambil mulai melangkahkan kakinya.
“Eits, kepo itu perhatian loh artinya”. Langkah Rachel terhenti. Dia menoleh ke arah Marko.
“Whatever” Rachel melangkahkan kakinya kembali. Jauh di dalam hatinya ia sangat senang dengan perhatian Marko.
“Chel, Gue anterin pulang yah” tiba tiba Marko menarik tangan Rachel. Rachel bingung setengah mati. Ia tidak tau harus berkata apa.
“Iya” sepatah yang terucap dari mulut Rachel.
Akhirnya mereka pulang berdua. Rachel memang menantikan moment seperti ini. Sejak lama dia sudah menyukai Marko. Teman yang sudah 3 tahun sekelas dengannya. Meskipun Marko sering berganti ganti pacar Rachel tetap sabar dan ia percaya bahwa Marko akan jadi miliknya kelak.
“Makasih Ko” ucap Rachel seraya turun dari motor.
“Ia sama sama Chel, jangan bosen bosen yah dianterin sama gue hehe” goda Marko.
Rachel memanyunkan bibirnya.
******
“Gue jemput sekarang” ucap Marko diujung telpon.
Hah? Sekarang? Batin rachel. Dia langsung mempercepat kegiatannya. Karena ajakan Marko memang sangat mendadak.
“Rachel, temennya udah dateng tuh” teriak ibu Rachel.
“Ia Bu, bentar”
Rachel keluar dari kamarnya dan menuju teras depan. Benar saja Marko dengan motor gedenya telah standby.
“Lamseu Loe” ledek Marko.
“Abisnya Loe ngedadak” gerutu Rachel.
“Iye, yaudah naik, ntar telat lagi”
“Iye, bawel”
Untuk kedua kalinya mereka berangkat bersama. Sesampainya disekolah, Rachel melihat ada seseorang memperhatikan dia dan Marko. Dia adalah Nindya, mantan pacarnya Marko.
“Ko, kayaknya ada yang merhatiin kita tuh” kata Rachel sambil mengangkat kedua alisnya.
“Siapa?” tanya Marko heran. Ia melihat sekeliling.
“Itu tuh” Rachel coba mempertajam matanya ke arah Nindya.
“O, itu biarin aja. Yuk ah kita ke kelas” ajak Marko sambil menggenggam tangan Rachel.
Rachel tak bisa berbuat apalagi. Kali ini dia benar benar dalam fase yang sangat bahagia.Rasanya dia tak ingin melepaskan genggaman tangan Marko dari tangannya. Ini benar benar hari miliknya. Marko yang dulu tak pernah seperti ini, kini malah super perhatian. Dulu ia selalu mengharapkan hal ini hanya dalam khayalan semata. Namun kini benar benar terwujud.
“Jadi gimana Chel?” tanya Marko membuyarkan lamunan Rachel.
“Jadi apanya Ko?” Rachel balik bertanya.
“Soal lomba itu”
“tetep nggak Ko” Rachel memelankan suaranya.
“Emang kenapa sih Chel?” tanya Marko dengan tatapan yang serius.
“Enggak, Ko gak papa, udah ih woles jangan liatin serius gitu” Rachel memalingkan mata Marko yang sedang menatapnya serius.
“Masalah biaya Chel?” Marko tiba tiba bertanya seperti itu.
Rachel menghentikan langkahnya, ia menatap Marko sinis kemudian ia menghela nafas.
“Ya begitulah” jawab Rachel malas. Ia melanjutkan langkahnya.
“Itu sih gampang Chel, gue bisa atur” tutur Marko.
“Maksud Loe?” tanya Rachel sinis.
“Ya gampanglah, Gue bisa pake uang tabungan Gue buat biaya pendaftaran lomba Loe itu” jelas Marko.
Rachel terdiam sejenak.
Marko? Kenapa Loe perhatian banget sama Gue? Kenapa Loe ngebet banget Gue harus ikut lomba itu?
“Jadi gimana Chel? Mau kan?” tanya Marko untuk kesekian kalinya.
“Iya Gue mau”
Marko tampak sumringah kali ini ajakannya berhasil.
***
“Udah siap Chel? Jangan tengang yah, santai aja” ucap Marko sesaat sebelum lomba itu di mulai.
“Iya Chel, Loe santai aja, konsentrasi sama tulisan Loe jangan mikirin yang lain” tambah Faras sahabat Rachel.
“Iya sip. Kalian santai aja doain aku yang penting hehe” kata Rachel dengan senyum simpul.
“Itu sih selalu. Iya gak Ko?” tanya Faras sambil mencolek Marko.
“Iya dong” katanya dengan senyum tipis.
Rachel mengangguk dengan senyum tipis di wajahnya. Dia tampak senang orang yang Ia sanyangi ada mendampinginya.
“Udah di mulai Chel semangat yah” Faras memberi semangat sambil memeluk sahabatnya itu.
“Iya Chel semangat” tambah Marko seraya menggenggam tangan Rachel erat.
“Iya makasih” ucap Rachel sambil berlalu menuju ke ruangan lomba.
“Ini kisah seorang gadis remaja yang sedang jatuh cinta. Memang sudah lama dia jatuh cinta pada lelaki itu. Tapi ia tak pernah menyatakannya pada lelaki tersebut. Sering, lelaki itu berganti pasangan. Namun ia tetap tegar, ia yakin akan mendapatkan lelaki itu kelak. Suatu saat lelaki itu begitu perhatian kepadanya, hingga itu di buat melayang oleh perhatian lelaki itu. Dia tampak senang dengan perlakuan yang di berikan lelaki itu padanya. Meski belum ada kata yang terucap bahwa lelaki itu menyukainya. Tapi ia yakin bahwa lelaki itu benar benar menyimpan rasa yang sama seperti yang ia rasakan yaitu CINTA”
Mungkin itu simpulan dari goresan tinta yang Rachel tulis di kertas putih itu. Dia menceritakan kisahnya pada kertas yang tak berdaya ini. Tentang Mako dan perasaannya.
Lomba selesai dan ini saat yang di tunggu tunggu yaitu pengumuman Juara lomba tersebut. Rachel tampak gelisah. Ia juga tampak mencari cari sosok yang memberinya semangat untuk mengikuti lomba tersebut.
“Marko mana?” batinnya.
“Kenapa Chel, deg degan yah? Santai aja Gue yakin Loe pasti menang” ucap Faras sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
Rachel hanya tersenyum. Meski jauh di lubuk hatinya Ia terus mencari cari Marko.
“Juara 1 Lomba Penulis muda di raih oleh Rachel Anindya” kata Pembawa acara.
Rachel tersenyum senang, akhirnya dia mendapat juara 1. Berkat kerja kerasnya dan dukungan dari keluarga, sahabat, teman, dan terutama Marko. Rachel naik ke atas panggung dengan perasaan yang amat senang. Tapi, ada seseuatu yang mengganjal dihatinya. Dimana Marko? Pertanyaan itulah yang selalu keluar dari benaknya. Setelah menerima piala dan uang hadiah. Ia turun dari panggung dan menhampiri Faras sahabatnya.
“Cie, selamat yah Chel, gue bilang juga apa Loe pasti menang”
“Iya ras, makasih dukungannya” ucap Rachel dengan penuh kebingungan.
“Loe kenapa Chel?” tanya Faras heran.
“Marko dimana Ras?”
“Oh,si Marko, tadi katanya dia mau nemuin mantannya yang juga ikut lomba disini” jelas Faras.
“mantannya?” Rachel heran.
Faras menggangguk.
“Rachel, cie selamat yah” ucap Marko yang menghampiri Rachel tiba tiba dan mengulurkan tanggannya tanda memberi selamat.
Sesaat semua kebingungan Rachel hilang setelah mendengar suara lembut Marko. Ia tersenyum dan membalas uluran tangan Marko. Dan disaat itu lah Ia melihat sosok cewe yang tibatiba datang mengahpiri Marko dengan begitu mesranya.
“Oh, iya Chel, Ras, kenalin ini pacar baru Gue. Bukan baru sih tapi yang lama di perbaharui hehe. Oh iya dia juga ikut lomba ini loh. Makannya gue paksa Rachel buat ikut suapaya gue bisa ketemu dia hehe” kata Marko sambil mengenalkan cewe yang berada di sampingnya itu.
Deg. Hati Rachel serasa ada duri yang menancap sangat dalam.
Ia pun pergi meninggalkan percakapan yang hanya akan membuat hatinya semakin terluka. Ia tak menuju toilet tapi Ia menuju taman yang ada di belakang gedung tempat lomba itu diadakan. Ia mengeluarkan sahabat bisunya. Dan bercerita tentang apa yang ia rasakan.
Jadi ini mau Loe Ko? Jadi ini maksud dari perhatian Loe selama ini? Loe Cuma jadiin gue sebagai alat penghubung supaya Loe bisa deket lagi sama mantan pacar Loe. Gue gak nyangka Ko Loe bakal separah ini sama Gue. Gue benci Loe Ko, Benci gue benci PHP kayak Loe. Benci. Arrggh.
Dengan air mata yang mengalir ia menutup sahabat bisunya itu.

Cerpen Karangan: Fidya Istika
Facebook: Fidya Istika
Fidya anak kelas 1SMA.

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One Response to “PHP – di PHP in”

  1. alya says:

    ceritanya bagus

Leave a Reply