Pilihan Yang Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 3 February 2017

Aku mungkin terlalu mengharapkan seseorang yang dulu pernah aku sia-siakan hanya untuk memilih seseorang yang salah. Aku masih ingat dengan kejadian itu walaupun nggak inget pasti hari apa dan tanggal berapa, yang aku ingat waktu itu aku masih kelas 1 SMA semester akhir, waktu itu handphone punyaku rusak jadi aku susah untuk berkomunikasi dengan kakak yang sedang bekerja di luar kota dan keluarga terutama sama ayah karena aku kalau sekolah selalu diantar jemput sama ayah. Saat kakak libur kerja dan pulang ke rumah kakak tahu handphone aku rusak, karena kakak punya handphone dua akhirnya kakak meminjamkan satu handphonenya untuk aku pakai.

“De, kok nomor hpmu nggak aktif, trus di WA, BBM, juga nggak bisa sih?”, tanya kakak tiba-tiba saat kami sedang kumpul keluarga. “Gimana mau aktif nomornya, orang hp aku juga rusak”, jawabku dengan nada sedikit kesal. “Loh kok bisa rusak sih de?”, lanjut kakak. “Ya bisalah masa nggak, lagian hp lama”, aku kembali menjawab. “Ya udah ini kakak pinjemin kebetulan kakak punya satu yang nggak kepake”, kata kakak sambil menunjukan hp. “Beneran kak, nggak papa hpnya dipegang aku?” tanyaku sambil meyakinkan. “Iya beneran, udah kamu pake aja nggak papa kok, kakak masih ada hp yang satunya lagi, lagian teman-teman kakak juga taunya nomor kakak yang ada di hp satunya” jawab kakak dan memberikan hp itu padaku.

Dan mulai saat itu aku pun berkomunikasi memakai hp kakak, aku juga memakai akun-akun yang sudah ada di hp kakak dari mulai aku WA, bbm, Twteer, dan lain-lain. Sampai suatu hari terdengar suara nada bbm masuk, aku langsung membuka dan membaca bbm itu yang entah dari siapa, walaupun dalam akun bbm ada namanya, tapi aku tidak mengenalnya dan hanya tau namanya saja yaitu Hendra, dan isi bbm, “Ping” bbm yang aku terima. “iya” jawabku singkat. “Hallo Selfi”, pesan yang dikirimkan oleh Hendra untukku. “Hallo juga”, jawabku singkat dan cuek. “Kalau boleh tau kamu anak mana?” tanya Hendra, tapi aku tidak menjawabnya dan mulai saat itu dia tidak BBM aku lagi, mungin dia males bbm karena aku selalu menjawabnya dengan nada jutek, ya mungkin itu alasannya, bodo amat enang dia siapa. Setelah kita sering bbm ternyata dia teman dari teman adik sepupuku yang umurnya lebih tua 2 tahun dariku dan dia sudah bekerja di sebuah restoran.

Suatu sore tiba-tiba handphoneku bergetar, ya itu bbm dari Hendra setelah kurang lebih sehari dia tidak mengirim bbm sama aku, aku berfikir kenapa dia bbm aku lagi, aku bingung apa mau dibalas atau tidak bbm dari Hendra. Akhirnya aku putuskan untuk membuka pesan itu dan berniat membalasnya dengan biasa saja. Dan saat aku buka pesannya, “hai, Selfi apa kabar, lagi ngapain?” pesan yang aku terima dari Hendra, “iya, baik, ini lagi duduk, kamu sih lagi ngapain?” jawabku yang santai dan bertanya balik, “duduk sama siapa, lagi tiduran inih?”, “duduk sendirian, kamu lagi tiduran sama siapa? aku terus menjawab pesan yang dia kirimkan untuk aku dan aku menjawab sengan santainya seperti sudah kenal lama, kita terus chatting sampai malam kebetulan malam itu adalah malam minggu sehingga aku nggak belajar, kita asik chatting sampai aku senyum-senyum sendiri melihat pesan yang Hendra kirim, sampai tiba-tiba, “Sef, kamu udah punya cowok apa belum?” pesan dari Hendra yang membuat aku bingung untuk menjawab, “hah, maksudnya?” jawabku menanyakan maksud dari pesan yang dia kirimkan, “emang kenapa? kepo banget sih” jawabku bingung dengan banyak pertanyaan yang ada di kepala, “iya aku kepo, kamu udah punya pacar belum?” dia mengulang pertanyaannya, “emang kalo udah kenapa? kalo belum kenapa?” aku masih bingung dan heran kenapa Hendra nanya kaya gitu, “em… jujur kalo kamu belum punya pacar aku mau nembak kamu, tapi kalo udah ya udahlah nggak papa” jawaban yang diberikan sama Hendra yang membuat aku bengong yang membuat aku membaca berulang kali, sampai Hendra mengirimkan pesan itu lagi dan aku bingung nggak tau mau menjawab apa, “em…. sebelumnya aku mau minta maaf, iya aku memang belum punya pacar tapi aku lagi fokus sama sekolah dulu, jadi aku minta maaf aku nggak bisa nerima kamu” jawabku yang merasa nggak enak hati sama Hendra, “tapi aku sayang sama kamu” dia menjawab singkat, “iya aku tau tapi aku mau fokus sekolah dulu, aku mau ngebanggain orangtua dulu, kalo berteman aku mau tapi kalo pacar aku nggak bisa nerima kamu, maaf” jawabku menjelaskan, “ya udahlah nggak papa” singat hendra menjawab pesanku yang panjang

Aku merasa bersalah tapi gimana lagi aku mau fokus sekolah dulu, tapi aku selalu teringat dengan kata-kata yang Hendra kirimkan sama aku. Aku menceritakan dan memperlihatkan bbm dari Hendra sama temen deketku Zeni, dan Zeni meminta aku untu menerima hendra jadi pacarku, katanya jangan tolak dulu takutnya cinta datang terlambat. Sampai kurang lebih 3 sampai 4 hari Hendra nggak BBM aku, tiba-tiba ada pesan dari kakak kelas temen smpku yang sekarang sudah beda sekolah, “hai Selfi, boleh kenalan nggak?” pesan yang aku terima dari Ifan nama yang ada di kontak BBMku, “iya” aku menjawab singkat tapi dia tetap mengirim pesan walau selalu aku jawab dengan cuek, dan lama kelamaan ternyata Ifan asik untuk diajak chatting.

Hampir setiap hari aku chatting sama Ifan, di anaknya perhatian, baik, kalo aku bikin status di bbm entah itu status apa yang intinya aku lagi bt pasti dia bisa buat aku semangat, pokoknya perhatian seperti saat aku bikin status “Panas banget” waktu nunggu di jemput sekolah di komen nyuruh aku berteduh di tempat yang nggak panas, intinya dia perhatian sama aku. Sampai pada malam harinya saat aku lagi belajar dia mengirim pesan padaku, karena aku kalau belajar pasti sambil dengerin musik, “Selfi” pesan yang aku terima, “iya, kenapa Fan?” tanyaku membalas pesan darinya, “emm….. aku boleh nggak minta foto kamu?” tanyanya meminta fotoku yang entah untuk apa, “emang buat apa kok minta fotoku?” bingung jawabku, “enggak Cuma buat kenang-kenangan aja” jelasnya, “haha, kenang-kenangan, emang aku mau pergi apa?” aku tertawa melihat jawaban dari Ifan, “iya, takut kamu pergi dari aku, boleh nggak aku minta foto kamu?” ulangnya meminta fotoku, “hah, pergi dari kamu?” aku kaget melihat balasan yang Ifan kirim, “iya, boleh nggak, kalo nggak boleh juga nggak papa aku nggak maksa, mungkin kamu maunya ngasih hati kamu ke aku” pesan yang Ifan kirin untuk menjawab pesanku yang membuat aku bingung dan bengong saat aku membacanya, “hah maksudnya?” jawabku singkat menanyakan maksud dari pesannya yang membuat aku tambah bingung, “iya, kalo aku boleh jujur aku suka dan sayang sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku?” aku bengong melihat pesan yang Ifan kirim, apa benar dia nembak aku, “hah?” bingung mau menjawab apa, “iya kamu mau jadi pacar aku apa nggak?”, “aku nggak bisa menjawab sekarang, kasih aku waktu untuk berfikir” pintaku pada Ifan untuk menjawab pertanyaannya, “ya ok aku kasih kamu waktu, tapi kapan kamu mau jawab?”, “ya pokoknya aku nggak bisa jawab sekarang”, “ya ok aku tunggu jawaban darimu”

Aku tidak menjawab bbm dari Ifan lagi karena aku bingung mau membalas seperti apa, aku terus terbayang dengan pesan bbm dari Ifan sampe terbawa dalam mimpi. Setiap hari Ifan bbm aku, aku tetap membalas bbm darinya seperti biasa, aku anggap waktu itu adalah mimpi, tapi lama kelamaan aku merasa kasihan sama Ifan yang terus menanyakan jawaban dariku akhirnya aku menjawab dan ya akhirnya aku jadian sama Ifan tapi entah kenapa aku nerima Ifan padahal sebelumnya aku nolak Hendra dan mau fokus sekolah.

Satu minggu sudah aku lewati dengan status berpacaran dengan Ifan dan aku melupakan semua masalah yang sebelumnya membebani aku termasuk masalahku dengan Hendra. Tiba-tiba handphoneku bergetar dan berdering ya itu bbm dari Hendra yang sudah 3 hari nggak bbm aku
“Ping” bbm dari henda, “iya” jawabku,
“kirain udah nggak mau bales, udah lupa”
“nggak lah masa lupa”
“iya kirain udah lupa, oh iya lagi ngapain”
“ini lagi duduk aja”
“oh lagi duduk yah”
“iya”
Kami terus chatting sampai-sampai nggak tau bahas apa yang ujung-ujungnya basah masalah cowok dan tiba-tiba Hendra nembak aku untuk yang kedua kalinya, dan aku balas seperti saat Hendra pertama nembak aku dan kalo aku sudah punya cowok. Pada saat itu juga Hendra langsung mengganti gambar tampilannya dengan sebuah kata-kata ynang intinya dia sayang sama seseorang tapi dia nggak bisa milikin seseorang itu, aku merasa bahwa kata kata itu untuk aku, tapi aku juga nggak mau baper.

Empat hari Hendra nggak bbm, hubunganku dengan Ifan ada sedikit masalah dan saat itu Hendra bbm aku lagi dan lagi-lagi Hendra nembak aku, aku masih tetep nggak nerima Hendra karena aku berfikir aku udah punya Ifan, dan tiba-tiba setelah sehari aku bertengkar sama Ifan dia lost contact sama aku bbm udah dia dc, ya aku nggak punya nomor pribadinya, aku coba tanya sama temen aku juga dia nggak tau Ifan, mulai saat itu aku sendiri dan aku berfikir biasa saja karena aku juga nggak terlalu suka sama Ifan.

Lima hari aku lewati sendiri dan sudah lama Hendra nggak bbm aku, aku terus berbayang-bayang dengan wajahnya dan perhatian-perhatian yang sering dia berikan. Sesekali aku membuka bbmnya untuk memandangi fotonya dan membaca kembali bbm history yang membuat aku merasa kangen sama dia. Setelah lama nggak bbm mungkin 2 minggu Hendra nggak bbm dia akhirnya bbm
“Selfi, lagi ngapain”
Aku nggak balas bbm darinya aku merasa kesal karena dia baru bbm sekarang nggak dari kemarin waktu lagi aku butuhin, tapi dia terus bbm “Selfi” sampe kurang lebih 5 kali mengirimkan bbm yang sama, akhirnya aku membalasnya dengan nada kesal dan jutek
“iya, maaf aku baru bales, aku dari tadi nggak megang hp” jawabku yang berbohong sama hendra baru megang hp padahal dari tadi hpnya aku pegang terus
“iya nggak papa sante aja kali”
“iya”
Aku terus membalas bbm hendra dengan jutek dan kesal, siapa yang bbm dulu tapi kalau udah dibales, malah balesnya lama banget sape bosen nungguin balesannya, saking lamanya aku sapai bbm banyak banget dan dia hanya bales
“iya, iya maaf tadi aku sibuk banyak tamu” udah cuman itu tok
“oh sibuk yah, ya udah nggak ganggu lagi deh” jawabku kesal dan yang bikin aku tambah kesal dia nggak balas bbm aku, bt banget kan akunya. Dan mulai saat itu dia nggak pernah bbm aku lagi, dia cuman bikin status di bbm dan paling cuma ganti gambar tampilannya doang nggak lebih.

Sudah lama Hendra nggak bbm aku kurang lebih 1 bulan, aku juga udah coba bbm dia tapi nggak bisa, dia bbmnya off terus dan kalau on paling cuman ganti gambar tampilan doang nggak lebih. Sejak itulah aku merasa kangen dan merasa kehilangan sosok yang sering semangatin aku dan kangen sama perhatian-perhatian yang sering dia berikan. Setiap hari aku menunggu bbm darinya tapi dia nggak pernah bbm aku lagi sampai sekarang, dan sampai aku sudah ganti hp dan hp itu sudah dikembalikan sama kakak yang akhirnya semua kontak bbm yang ada di hp kakak dihapus. Ternyata benar kata Zeni teman sekelasku cinta bisa datang terlambat, cinta butuh waktu cinta tidak bisa tumbuh dengan waktu yang singkat, dan akhirnya sampai detik ini aku masih selalu mengingat percakapan bbm dan perhatian-perhatian yang sering dia berikan. Waktu sudah terlambat untuk menyesali semuanya, aku sudah menyia-nyiakan orang yang benar-benar tulus hanya untuk memilih seseorang yang mempermainkan hatiku, dan sekarang dia pergi dengan meninggalkan luka untukku.

THE END

Cerpen Karangan: Livia Meilabela
Facebook: livia meilabela

Cerpen Pilihan Yang Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesetiaan Ku dan Doa Ku Untuk Mu

Oleh:
Matahari mulai menampakkan sinarnya yang merah merona dan perlahan menjadi warna emas. Seorang pemuda sedang menikmati suasana paginya dengan wajah lesu, dia menggenggam Al Quran sambil termenung, fikirannya selalu

Berpindah ke Lain Hati

Oleh:
“Hana ini adalah hari perpisahan ku, mungkin kita ngak akan sama-sama lagi seperti hari-hari sebelumnya, aku akan melanjutkan kuliah ke BRAMA WIJAYA jawa timur, kamu kan tahu sendiri bahwa

Rahasia di Balik Sang Mantan

Oleh:
Daku terbangun dari tidur, menatap indah langit fajar menandakan syukur daku pada sang pencipta lantaran masih memberi daku nafas dengan sejuta kenikmatan, daku pasang kacamata hitam nan tebal diselingi

Sepanjang Perjalanan

Oleh:
Gee Bobby sudah datang. Padahal dia mengatakan akan menjemput pukul 4 sore. Dia bukan lagi terlambat selama hitungan menit. Dia membuatku menunggu selama 2 jam! Sudah 2 tahun kami

Cinta di Ujung Purnama

Oleh:
Cinta. Tak seorang pun tahu kapan ia akan merasakan nya, dengan siapa akan menjalaninya, dimana ia mendapatkannya dan bagaimana ia merasuk ke dalam hati. Mengusik usik otak ini, sehingga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Pilihan Yang Salah”

  1. Dinbel pertiwi says:

    Kerennnn,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *