Pita Merah Aisyah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Perpisahan, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 15 April 2017

Rembulan telah bersinar semenjak satu jam yang lalu, begitu pun gadis kecil yang tengah terduduk di tepi danau di pojok kompleks rumahnya, namanya Aisyah, gadis kelas satu SMP yang sangat suka pergi ke danau.
Beberapa kali ia melempar batu, beberapa kali pula ia berteriak histeris, dan beberapa kali pula maminya berteriak dari ujung gang sana namun tak dihiraukannya.

Aisyah, maminya memberi nama itu karena identik dengan perempuan sholehah, yang sangat baik hati dan penyayang, tetapi Aisyah yang dikenal ibunya bukanlah Aisyah seperti di film-film kerohanian, tetapi Aisyah di sini adalah Aisyah yang berbeda.
Aisyah, gadis kepala batu, tidak suka dimarahi, membenci hujan apalagi hal-hal yang berbau kewanitaan, ia benci harus menjadi perempuan, seperti itulah katanya ketika disuruh maminya membantu berjualan di kedai mie ayam keluarganya.

“Hai. Boleh gabung?” Aisyah mengangguk, seorang anak laki-laki yang seusianya duduk di sampingnya sambil menikmati ribuan bintang.

Kurang lebih setengah jam mereka dalam keheningan, Aisyah suka malam, karena bagi Aisyah, malam adalah tempat dimana kita bisa melihat ribuan bintang, dengan satu bulan, yang identik dengan ribuan cerita dengan satu tokoh utama.

“Aku Affan,” Affan mengulurkan tangannya sambil tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih dan menoleh ke arah Aisyah, Aisyah pun menerima jabatan tangan itu meskipun dengan muka datarnya.
“Aisyah.”
“Aku anak baru di kompleks ini, pindahan dari Bandung, aku kira di Jakarta tak ada danau seindah ini,”
“Suka danau?”
“Sering pergi ke danau dekat rumah”
“Hmm…”
“Kamu juga?”
“Cuma buat ngindarin omong kosong mami sama papi,”
“Kam-”
“Aku pulang dulu ya.” Affan mengangguk, Aisyah pun berdiri dan segera pergi.

Semenjak pertemuan itu, mereka sering ke danau, apalagi ketika hari mulai senja, hingga pada suatu ketika menjelang kelulusan sesuatu telah terjadi.
“Uftt…” Aisyah mengembuskan napas sambil tiduran di atas rerumputan tepi danau, jam masih menunjukkan pukul empat sore.
“Masalah lagi?” tanya Affan.
“Akhirnya, orangtuaku cerai,”
“Hah?” Affan mengerjap tak percaya, selama tiga tahun ia mengenal keluarga Aisyah tapi meskipun ribuan konflik masih bisa diatasi, tetapi kali ini.
“Mami udah cape, sabar juga ada batasnya” ucap Aisyah sekenanya.
“Terus? Kamu ikut papi atau mami?” Lontar Affan begitu saja, pertanyaan yang buruk, tetapi selalu ingin Affan tanyakan karena jika ia sampai ikut maminya Aisyah pasti ikut ke Aceh, kota kelahirannya.
“Mami,” sepatah kata itu membuat hati Affan remuk, selama ini itulah yang ia khawatirkan, kehilangan Aisyah.
“Oh…” bohong Affan.
“Ya, aku SMA di Aceh,”
“Terus kamu ninggalin aku di sini sendirian?” Ucap Affan yang lebih dianggap Aisyah basa-basi.
“Emang maunya ditemenin sampe mati” kata Aisyah tak kalah ambigu.
“Haha… iya”
“Kenapa?”
“Karena aku suka kamu,” deg… jantung Aisyah berdesir seketika, ia mengerjap dua kali.
“Gak, bercanda kan?” Affan memegang kedua tangan Aisyah, menatapanya lembut penuh keyakinan,
“Aku gak bercanda,”
“Bohong”
“Jangan tinggalin aku!”
“Gak boleh Fan, kita masih kecil”
“Kalau besar kamu mau?”
“Aisyah harus pergi”
“Tap-”
“Cuma ada persahabatan Fan, gak lebih,” Aisyah berlari meninggalkan danau.

Selama tiga hari mereka tidak bertemu, Affan sangat menyesali kebodohahnnya, ia menghancurkan persahabatannya atas nama cinta, seharusnya ia tidak seperti itu, Affan egois, bukan, terkadang memang cinta itu buta.

Pada hari keempat setelah kelulusan Aisyah menemui Affan di tepi danau, dia hendak berpamitan pada sahabatnya itu.
“Aku cuma punya pita merah ini untuk kamu, semoga kamu suka,” Affan memberikan pita itu pada Aisyah.

“Fan,”
“Ya?”
“Soal seminggu yang lalu, a—aku”
“Gak usah dibahas, aku minta maaf. Baik-baik di sana ya! Kita akan selalu jadi sahabat.” Affan memakaikan pita merah di rambut Aisyah. Aisyah tersenyum. “Baru kali ini aku diperlakukan sebagai wanita seutuhnya hanya dengan kamu, Affan, sahabatku.”

Cerpen Karangan: Aulia Taureza
Facebook: Ataureza Aulia
Kunjungi wattpad : @staronee

Cerpen Pita Merah Aisyah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bloody White Rose

Oleh:
Ia masih disana, masih berdiri di tempat biasa, menjajakan setangakai bunga pada setiap orang yang lalu lalang dihadapannya. “Bunganya, Mas… Bunganya, Mbak… Lima belas ribu setangkai, untuk orang yang

Takut Jatuh Cinta

Oleh:
Pasti kalian sudah bisa nebak jalan cerita inikan! Begini waktu aku kelas 2 SMP aku tak tahu kenapa dan kebodohanku bisa–bisanya menyukai seorang cowok yang cuek banget walau begitu

You Took My Heart Away

Oleh:
Awalnya aku tak percaya apa itu cinta. Apakah itu sesuatu yang dapat menggetarkan hati? Mematikan logika? Ya, cinta adalah sesuatu yang selalu menggetarkan hati dan mematikan logika ilmiah. Cinta

Rahasia di Balik Sang Mantan

Oleh:
Daku terbangun dari tidur, menatap indah langit fajar menandakan syukur daku pada sang pencipta lantaran masih memberi daku nafas dengan sejuta kenikmatan, daku pasang kacamata hitam nan tebal diselingi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *