Please Don’t Forget Me (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 5 October 2019

“yah.. aku sangat bersyukur.. karena kau bisa mengingat hari ulang tahunku.. dan kau bisa tau apa yang kuharapkan..” ucap jianlin sambil melihat ke arah kembang api yang terus menyala di depan matanya..
“Kau menyiapkan ini semua untukku sayang? Terimakasih ya?” Sambung jianlin sambil memeluk lengan Yixing..
“Aku ingin kau bisa terus memelukku seperti ini” ucap Yixing sambil menoleh ke arah jianlin..
Jianlin pun mengangkat kepalanya dan tersenyum ke arah Yixing..
“Aku bisa.. selamanya aku bisa.. jangan khawatir..” balas jianlin..
Lalu jianlinpun memeluk Yixing penuh dari samping..

“Kau ingin makan apa?” Tanya Yixing..
“Hmn.. sup udang.. aku ingin sup udang” jawab jianlin…
“Kita akan membelinya setelah ini ya?” Tanya Yixing..
Lalu jianlinpun terus menenggelamkan wajahnya pada pelukan Yixing..
“Aku mencintaimu” ucap jianlin
“Hmn.. aku juga.. lebih dari yang kau kira” balas Yixing…

Rumah makan sup.. Changsa 21:25
“Ahh.. pedas sekali” ucap jianlin setelah meminum kuah sup udang tersebut..
“Kau harus menghabiskan seluruh supnya” ucap Yixing
“Tenang saja.. kau seperti tidak mengenalku saja” balas jianlin..
lalu dahi jianlin mengerut heran melihat yixing yang tidak memakan makanannya
“Tunggu.. kau kenapa?” Tanya jianlin sambil menatap Yixing yang terus mengaduk makanannya..
Yixing pun melihat ke arah jianlin..
“Ada apa?” Ucap Yixing
“Kau sakit? Wajahmu pucat?” Tanya jianlin sambil memegang dahi Yixing..
“Suhu tubuhmu normal..tapi..”
“Aku baik baik saja.. jangan khawatir.. kau lihat aku baik baik saja kan?” Balas Yixing sambil tersenyum kemudian menaruh tangan jianlin kembali ke atas meja..
Dengan ragu jianlin pun kembali melanjutkan makannya.. dan sesekali melihat ke arah Yixing yang tak berhenti tersenyum padanya..

Semua berjalan baik-baik saja.. hingga akhirnya..
“Srekk..” Yixing menggeser mangkuk supnya yang telah kosong..
“Cepatlah sayang.. kita harus pulang.. tapi pelan pelan makannya nanti kau bisa tersedak..” ucap Yixing..
“Kau sudah ingin pulang?” Tanya jianlin
“Tidak.. tapi akan ada banyak tempat yang harus kita datangi.. dan ini sudah semakin malam” jawab Yixing
Lalu jianlin pun meneruskan makannya..

“Jika kau lelah kau bisa…” ucap jianlin
“Gubrak!!” Jianlin pun terkejut…
Mata jianlin membulat sempurna… saat melihat Yixing terjatuh pingsan di depannya…
“Yixing ah..? Yi.. Yixing ah?” Ucap jianlin gugup sambil menepuk perlahan pundak Yixing..
“Ah.. ya ampun!” Ucap jianlin terkejut saat melihat lengan baju yixing telah dipenuhi oleh darah..
“Kau.. kau tidak bercanda kan sayang? Sayang? Aku sedang berulang tahun hari ini.. sayang.. ini tidak lucu” ucap jianlin di tengah suaranya yang semakin bergetar..

Lalu diapun melihat ke sekeliling restoran yang terlihat sibuk..
“Permisi!! Maaf tolong aku!!” Teriak jianlin pada orang orang di rumah makan tersebut..
“Hei.. jangan lihat aku saja!!! Bantu akuuu!!” Teriak jianlin yang disusul oleh tangisannya..
“Kenapa nona?” Tanya orang orang sambil berdatangan kepadanya..
“Oh.. ya ampun.. panggil ambulance!! Cepat panggil ambulance!!” Teriak seorang pria yang datang menghampiri jianlin…
Jianlin yang terkejut melihat itu hanya bisa berdiri sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.. agar orang-orang tidak melihat tangisannya..

“Lakukan sesuatu!! kumohon!!” Pinta jianlin pada orang-orang yang ada disitu..
“Kita tidak bisa melakukan apapun nona.. ambulance adalah harapan satu satunya pada saat seperti ini” jawab salah satu dari mereka..
“Awas.. berikan jalan pada mereka” teriak orang orang saat mereka melihat tim medis masuk ke dalam rumah makan tersebut..
Tim medis pun segera mengangkut Yixing dan membawanya masuk ke ambulance…
Jianlinpun segera berlari mengejar tim medis tersebut sebelum itu dia menitipkan uang pada seorang wanita tua agar membayar makanannya..

“Maaf nona Anda siapa?” Tanya tim medis tersebut saat jianlin mencoba masuk ke dalam ambulance..
“Saya kekasihnya..” jawab jianlin..
“Pasien sedang dalam keadaan darurat.. dimohon bantuannya karena kita membutuhkan konsentrasi untuk menanganinya dalam keadaan seperti ini!” Jawab tim medis tersebut setelah itu dia menutup pintu ambulance..
Kemudian ambulance itupun segera melaju dengan kencang.. segera jianlinpun berlari mengejar ambulance tersebut..

“Nona!! Berhenti” ucap seorang pemuda sambil menarik tangannya..
“Lepaskan aku!” Teriak jianlin.
“Aku akan mengantarmu! Ayo cepat masuk ke dalam mobilku” seru pemuda tersebut.. kemudian jianlin pun mengikutinya masuk ke dalam mobilnya..
Kemudian mobil itupun melaju dengan cepat…

“Ini hari ulang tahunku” lirih jianlin sambil menundukkan kepalanya dan memegang erat baju dibagian dadanya.. berharap rasa sesak yang sedang mendatanginya saat ini bisa sedikit perlahan menghilang..
Pemuda itu sesekali menoleh pada jianlin..

“Ini hari ulangtahunku.. kumohon tuhan.. ini hari ulang tahunku” lirih jianlin di tengah tangisnya..
“Nona.. kuharap kau bisa bersabar.. Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita” ucap pemuda itu berusaha menenangkan jianlin..
“Aku sangat mencintainya… kemarin baru saja kita menyelesaikan semua permasalahan yang ada dalam hubungan kita… apakah bisa aku diberikan kesempatan untuk minta maaf karena aku terlalu egois padanya?” Tanya jianlin.. pemuda itu hanya terdiam.. dia sudah kehabisan kata-kata untuk bisa menenangkan perasaan gadis yang sedang bersamanya..
“Apakah aku pantas di maafkan?, aku selalu membuatnya mengalah…. aku selalu membuatnya kesulitan atas permintaanku..” ucap jianlin di tengah tangisnya yang semakin menjadi..
“Padahal aku tau itu semua diluar batas kemampuannya.. namun aku selalu tidak percaya jika dia mencintaiku sepenuhnya… oleh karena itu aku ingin membuktikannya dengan itu..”
“Dan disaat aku sudah percaya dengan cintanya.. kenapa dia harus pergi seperti ini?” Sambung jianlin

“Jangan seperti itu nona.. kau harus percaya bahwa dia mencintaimu.. dan dia tidak akan meninggalkanmu, semua akan baik-baik saja.. percayalah” balas pemuda itu..
Lalu jianlinpun mengangkat kepalanya dan menatap pemuda itu..
“Terimakasih… kau sudah mau mengantarku” ucap jianlin..
“Iya nona.. aku mengerti apa yang kau rasakan” jawab pemuda itu..

“Siapa namamu?” Tanya jianlin
“Wang oh.. kau bisa memanggilku Wang oh”

Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit tersebut..
“Terimakasih” ucap jianlin kemudian diapun turun dari mobil.. jianlin pun berlari masuk ke dalam rumah sakit.. disusul oleh Wang oh di belakangnya..
Jianlin pun berlarian memutari rumah sakit.. mencari sosok orang yang begitu dia cintai itu…

“Dep” jianlinpun menghentikan langkahnya.. saat jianlin melihat Yixing yang sedang terbaring lemah di atas kasur putih yang sedang di dorong oleh beberapa perawat yang terlihat terburu-buru..
“Yixing ah” lirih jianlin.. seketika kakinya sudah tidak mampu menopang tubuhnya.. dirinya terjatuh lemas ditengah kesibukan rumah sakit tersebut.. matanya terasa kabur tertutup air mata yang mulai memenuhi pelupuk matanya.. dadanya terasa sempit hingga membuatnya tidak leluasa menghirup udara yang terhampar percuma di sekelilingnya.. sial, disaat saat seperti ini sebuah bayangan kebahagiaan bersama Yixing datang memenuhi memori otaknya.. membuatnya semakin merasa bahwa dunia semakin kejam padanya..
“Sembuhlah untukku.. Yixing ah.. ayo kembalilah untukku… aku tau kau mencintaiku, kumohon kembalilah untuk gadis egois ini Yixing ah..” lirih jianlin.

“Nona… mari kubantu kau berdiri” ujar Wang oh tiba tiba sambil mencoba mendirikan jianlin.. lalu membawa jianlin duduk di sebuah kursi dekat ruang ICU tempat Yixing dirawat..
Jianlin terdiam sejenak dengan pandangan kosongnya.. mata jianlin tak hentinya mengeluarkan air mata di tengah tangis tanpa suaranya..

“Wang oh..” ucap jianlin tiba tiba ditengah suaranya yang terdengar bergetar.. wang oh pun menoleh ke arah jianlin..
“Iya nona?”
“jika suatu saat nanti dokter keluar dan memberikan kabar buruk tentang Yixing.. apa kau mau membantuku untuk menutup telingaku agar aku tidak mendengar keadaan Yixing?” Tanya jianlin di tengah pandangan kosongnya..
Wang oh hanya terdiam menatap jianlin..
“Dan berbohonglah padaku.. bahwa Yixing ku akan kembali.. berbohong lah padaku bahwa Yixing sedang di kamar mandi sekarang.. dan dia sedang membersihkan tubuhnya dari darah darah itu agar bisa menemuiku dengan bersih” sambung jianlin..
“Yixing ku.. aku mencintainya.. aku akan menikah dengannya.. dia tidak bisa pergi begitu saja.. dia tidak boleh kotor jika bertemu denganku.. dia malaikat.. dia harus bersih” sambung jianlin lagi.. Wang oh pun mengalihkan pandangannya.. menyembunyikan air matanya yang dengan sendirinya keluar tanpa aba aba dari pemiliknya…
“Iya nona.. aku akan berusaha” balas Wang oh..

Detik demi detik berlalu.. hingga pada akhirnya malam semakin larut.. rumah sakit yang mulanya penuh kesibukan.. terlihat sedikit renggang.. namun dokter tak kunjung keluar dari ruang ICU tersebut..
“Tiiiit” suara itu seketika muncul menunjukkan lampu merah di depan pintu ICU.. jantung jianlin seolah tak terkontrol.. segera jianlin memeluk Wang oh yang terus menatap tulisan..
“Zhang Yixing.. tanggal kematian 24-2- 2018… pukul 22:54 pm..”
Seketika orang orang berseragam biru keluar berhamburan dari ruang tersebut..

“Apa kalian kerabat dekat tuan Yixing?” Tanya salah satu dokter..
Perlahan tangan Wang oh bergerak menutupi telinga jianlin.. segera jianlin memegang tangan Wang oh dan mendorongnya lebih dalam berharap agar tidak bisa mendengar apapun yang dikatakan dokter..
“Dia terus mengeluarkan banyak darah.. hemofilia yang diderita pasien sudah mencapai stadium akhir.. kami sudah bekerja semampu kami agar bisa menghentikan pendarahan tersebut.. namun kami tidak mampu.. dan jenis darah pasien sangat langka dan kami tidak tidak memiliki stok darah yang di miliki pasien.. maaf.. kami telah berusaha semampu kami.. jadi kumohon.. terimalah dengan lapang dada kenyataan ini.. Tuhan pasti memiliki rencana indah yang sudah disiapkan untuk kita.. kami pergi dulu” ucap dokter itu sambil menepuk pundak Wang oh..

“Nona..” ucap Wang oh sambil berusaha melepaskan tangannya..
Tapi tangan jianlin. Terus berusaha menahan tangan Wang oh..
“Nona.. dengarkan aku.. tolong dengarkan aku.. kumohon” ucap wang oh..
“Yixing mencintaimu kan? Dia tidak akan meninggalkanmu.. dia baik baik saja sekarang.. dia akan tersenyum lagi padamu.. dia akan kembali padamu, dan memenuhi semua janjinya.. kau percaya itu kan?” Ucap Wang oh dengan perlahan.. lalu jianlin menatap Wang oh.. dan perlahan melepaskan tangan Wang oh..
“Di mana Yixing ku?” Tanya jianlin

Lalu jianlin pun berdiri dan berjalan menuju ruang ICU tersebut…
Dan melihat perawat sedang menutup tubuh Yixing dengan kain putih..
Jianlinpun terhenti di depan pintu ICU… seketika dia meremas bagian bawah jaketnya untuk sekedar melampiaskan rasa sesak yang kembali memenuhi hati kecilnya…
“Maaf.. aku ingin berbicara dengan calon suamiku.. sebentar saja.” Ucap jianlin.. lalu para perawat itupun memundurkan tubuhnya dan pergi dari ruang tersebut..

“Yixing sayang..” ucap jianlin sambil membuka kain putih tersebut.. dilihatnya wajah pucat Yixing yang masih terasa kehangatannya di mata jianlin..
“Ayo pulang sayang.. ibumu sudah menunggu..” ucap jianlin..

Lalu jianlin melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya..
“Sudah malam sayang.. kau tidak pulang?” Tanya jianlin..
“Kau minta aku untuk bisa memelukmu kan? Aku akan memelukmu.. tapi bangunlah untukku”
Lalu jianlinpun mengusap air matanya yang sempat terjatuh di surai hitam Yixing..
“Selamat ulang tahun jianlin.. tolong ucapkan seperti itu padaku”
“Aku mencintaimu jianlin.. tolong katakan lagi untukku.. aku ingin mendengarnya”
“Kita akan menikah sayang.. aku masih memakai cincin darimu” ucap jianlin sambil menunjukkan cincinnya..
“Aku berbohong padamu jika dulu aku pernah bilang bahwa aku melepaskan cincin darimu.. aku berbohong sayang” sambung jianlin dengan suaranya yang semakin menghilang..
“Bangunlah untuk gadis egois ini..”
“Aku…” Ucapan jianlin terhenti di tengah isakannya..
“Aku ingin kau kembali.. kembalilah padaku Yixing… kumohon.. kembalilah!!!” Teriak jianlin ditengah tangisannya yang semakin terpecah..
“Beraninya kau meninggalkanku sedangkan 3 bulan lagi kita akan menikah.. dan hari ini kita belum ke tempat selanjutnya yang barusan kau janjikan!!! Kau tidak boleh pergi.. aku sedang berulang tahun Yixing!!”
“Yixing ah…” Ucap jianlin setelah itu dia terjatuh di samping kasur Yixing..

Cerpen Karangan: Park Jihye
Blog / Facebook: Kaos Kaki Bau..

Cerpen Please Don’t Forget Me (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Cinta

Oleh:
Joshua Sanjaya – 9 Mei 2012 Aku terbangun dari tidurku, jam menunjukkan pukul 4 pagi. Entah kenapa aku terus memikirkan hari ulang tahunku, yaitu kemarin tanggal 7 Mei 2012.

Story Girl Alim (Part 1)

Oleh:
Sahabat Hamidah yang bernama Yuni mengajak Hamidah ke rumah barunya, rumah panggung yang dikelilingi rumput hijau nan subur dengan pohon–pohon yang besar menemaninya membuat udara sejuk di rumah sahabatnya

Boy And Girl

Oleh:
Boy terbangun dari tidurnya. Hari minggu, hari libur, hari malas. Benaknya mulai teringat dengan perkataan bundanya semalam, “Kejar Girl, jangan sampai ia diambil oleh orang lain.” Ia memang menyukai

Cinta Dalam Kalimat (Part 2)

Oleh:
Hi. It’s a short simple word. But it shows how love starts. “Hai.” Siapa sangka SMS itu dikirimkan oleh Tian? Yang perlahan-lahan sudah mulai kulupakan? Begitu bangun pagi dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *