Please Don’t Forget Me (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 5 October 2019

Lalu ibu dan ayah Yixing hadir di depan pintu..
“Xingie?” Lirih nyonya Zhang..
Lalu tuan Zhang mengelus lembut bahu nyonya Zhang..
Jianlin pun berdiri dan menemui kedua orangtua Yixing..
“Bibi.. paman..” ucap jianlin sambil mencoba tersenyum..
Segera nyonya Zhang pun memeluk jianlin erat..
“Kenapa xingie.. kenapa??” Tanya nyonya Zhang..
“Bibi!!” Tangis jianlin…
“Yixing ah!!” teriak seseorang dari ujung lorong rumah sakit.. ternyata itu kakak Yixing “Chen”…
“Ayah..?” Tanya Chen.. lalu Chen pun masuk ke dalam. ruangan ICU tersebut.. disusul oleh tuan dan nyonya Zhang..
Jianlin hanya bisa menangis di depan pintu lalu Wang oh datang dan memberikan air putih pada jianlin..
seketika jianlin memeluk tubuh Wang oh erat.. dan menangis sekeras yang dia bisa..
“Nona…” Ucap Wang oh..

Jianlin terduduk lemas di ujung lorong rumah sakit.. terlihat garis air matanya yang terlihat kering memberikan jejak luka yang dalam pada lubuk hati jianlin.. pandangannya kosong sama seperti pikirannya.. sesekali dia tersenyum mengingat kenangan bahagia antara Yixing dengannya..

“Jianlin?” Ucap seseorang dari kejauhan..
Jianlin sangat mengenal suara itu.. suara seorang malaikat yang pernah menjalani kehidupan bersamanya..
“Jianlin” suara itu terdengar lagi.. jianlinpun menaruh wajahnya pada lutut yang ada di pelukannya.. dan mulai mengeluarkan air mata yang sempat terhenti..
“Bisakah kau pergi!! Kau fikir aku bisa menerima kepergianmu?! Jangan seperti orang bodoh Yixing… jangan temui aku lagi” teriak jianlin sambil terus menunduk.. lalu seseorang datang memegang bahunya dan kemudian mengelus lembut surainya..
“Aku datang untukmu seperti yang kau minta” ucap seseorang yang jelas itu adalah suara Yixing..
Lalu jianlin mengangkat kepalanya lalu menatap sosok Yixing yang sedang tersenyum kepadanya..
“Kau dari mana sayang? Jangan tinggalkan aku lagi” ucap jianlin sambil memeluk Yixing.. terasa amat nyata.. benar ini adalah Yixing karena jianlin bisa merasakan kehangatan dan aroma khas tubuh Yixing..
“Tidak.. aku disini.. aku akan selalu bersamamu.. maaf aku baru pergi sebentar dan tidak meminta izin darimu.. aku tidak tahu kau akan sebegitu khawatirnya padaku” ucap Yixing sambil mengelus lembut punggung jianlin..
“Aku tau ini mimpi.. aku tidak ingin terbangun.. aku ingin terus bersamamu seperti ini” ucap jianlin sambil memegang wajah Yixing..
“Akan kuberikan apa yang harusnya kau dapatkan” ucap jianlin.. kemudian jianlinpun mencium perlahan bibir Yixing.. melumatnya perlahan penuh kasih sayang di tengah air matanya yang terus menerus mengalir tanpa henti..
Lalu jianlinpun melepaskan ciumannya..
“Kau pernah meminta ini dariku kan?” Tanya jianlin.. Yixing pun tersenyum..

“Kau masih ingat?” Tanya Yixing.. jianlin hanya mengangguk pelan sambil menghapus air matanya..
“Aku datang karena aku ingin meminta izin darimu” ucap Yixing..
“Jangan! Jangan kumohon!! Aku tidak mengizinkanmu!! Tidak.. tidak boleh!!” Ucap jianlin..
“Dengar aku sayang” balas Yixing sambil memegang kedua tangan jianlin..
“Aku harus pergi.. kau harus bisa bahagia.. aku juga tidak ingin melihatmu seperti ini… oleh karena itu aku meminta izin darimu.. izinkan aku pergi.. kau boleh mencintai seseorang untuk bisa melupakanku..” ucap Yixing
“Siapa? Siapa yang bisa kucintai lagi Yixing?” Tanya jianlin..
“Ada, kau pasti menemukannya.. percayalah.. aku mencintaimu jianlin.. seperti yang pernah kukatakan padamu.. kau tidak egois, justru aku selalu meniru caramu memberikan perhatian pada orang lain.. aku tidak pernah menyesal pernah menuruti semua maumu.. jangan pernah menangis untukku lagi ya sayang? Gadisku adalah gadis yang kuat! Aku percaya itu.. maafkan aku karena telah meninggalkanmu.. sayang.. selamat ulang tahun.. aku mencintaimu” ucap Yixing..

Seketika mata jianlin terbuka, terlihat sebuah langit langit kamar yang tak asing baginya.. dia di rumahnya..
“Tik.. tik.. tik..” seseorang sedang bersamanya di samping kasur.. jianlinpun memerhatikan sosok tersebut yang sedang mengaduk teh..
“Wang oh?” Tanya jianlin..
Wang oh terlihat tersenyum kepadanya.. kemudian jianlinpun menangis perlahan sambil menundukkan kepalanya..
“Nona.. nona..?” Ucap Wang oh sambil memegang bahu jianlin..

Hari pengkremasian jasad Yixing…
09:00 AM 25 2 2018
Jianlin pov
Aku melihat.. semua orang menangis disini.. bahkan kakak Chen juga tak bisa menahan tangisnya.. di hari selanjutnya pun seperti itu.. disaat orang-orang datang untuk mengucapkan suka cita atas kematian Yixing.. suasana dingin di rumah tuan Zhang sangat terasa.. entah aku tidak tau, aku tidak bisa menangis untuk kali ini.. hh.. apa mungkin aku terlalu lelah.. bukan.. karena aku tau Yixing tidak ingin melihatku menangis untuknya..

Kepergian Yixing kali ini sangat memberikan bekas luka yang amat dalam untukku.. namun aku tau jika aku terus menangisinya itu akan membuatku terlihat seperti orang bodoh.. dan membuat orang yang melihatku justru memandangku aneh..
Tidak ada yang kubutuhkan saat ini kecuali senyummu.. senyummu yang selalu bisa menguatkanku disaat dunia menjauhiku.. jujur aku membutuhkanmu.. namun aku tidak ingin kau terus hadir dalam pikiranku,
Orang bilang.. kita tidak akan merasa memiliki jika kita tidak merasa kehilangan.. padahal sebenarnya kita sadar apa yang kita miliki dan tidak sadar bahwa yang kita miliki pasti akan hilang..
Terimakasih untuk semua.. aku tidak akan melupakan setiap detik darimu meskipun itu hari terburuk saat bersamamu.. karena sekarang kenangan buruk saat bersamamu menjadi sesuatu yang sangat kurindukan.. lewat kepergianmu aku sadar.. bahwa sesuatu tidak bisa kita miliki selamanya.. sejauh ini aku masih mencintaimu.. dan akan selalu mencintaimu 30, 300 dan 3000 tahun lagi.. perasaanku akan tetap sama walau didampingi oleh sebuah rasa sakit…

3 BULAN KEMUDIAN…
“TOK.. TOK.. Tok..” ketuk seseorang di depan pintu kamar jianlin..
“Kau sudah siap?” Tanya seseorang itu yang ternyata adalah ibu Yixing..
“Hmn..” jianlin tersenyum.. saat dia hendak berjalan.. dia sedikit kesusahan dengan gaun putih yang sedang membalut tubuh mungilnya..
“Akan ibu bantu” ucap nyonya Zhang..
Lalu diapun berjalan menuju jianlin..
“Kau terlihat cantik.. pasti Yixing bahagia melihatmu..” ucap nyonya Zhang sambil tersenyum..
“Dimana ayah?” Tanya jianlin.. lalu tuan Zhang muncul dari balik pintu kamarnya..
“Ayo cepat.. ayah sudah menyiapkan mobilnya..” ucap tuan Zhang.. lalu orangtua jianlin datang dengan tergesa-gesa..
“Apa ibu terlambat?” Tanya ibu jianlin.. nyonya Lin..
“Tidak ibu.. ayo cepat” ucap jianlin lalu berjalan keluar kamarnya..

09:30 resepsi pernikahan
Jianlinpun telah sampai.. dengan gaun putih menawan serta hiasan rambut rangkaian bunganya membuatnya cantik terlihat bak putri istana.. senyuman yang masih setia terukir di wajah cantiknya membuat siapapun tidak akan bosan memandang wajahnya..

Sampailah dia dan keluarganya di depan tempat peristirahatan terakhir Yixing.. laci kaca bening yang di dalamnya terdapat guci berwarna putih yang masih terlihat sangat baru.. dan beberapa pigura kecil foto Zhang Yixing yang tersenyum di dalamnya..

“Aku telah datang sayang” ucap jianlin sambil mengelus kaca laci tersebut..
Tidak lupa kakak Yixing -chen- yang telah siap sebagai pendeta mereka berdua dengan senyum yang selalu terlihat indah Chen terus terlihat bahagia di hari pernikahan adiknya tersebut..
“Baiklah.. ayo kita mulai..” buka Chen..
Tapi.. dimana orangtua Yixing? Kalian mungkin mengerti.. ibunda Yixing tak bisa menghadiri acara itu karena tak bisa menahan tangisnya.. jadi hanya orangtua jianlin yang Terlihat di sana.. namun ibunda jianlin mulai memperlihatkan wajah sedihnya di balik senyum manisnya..

“Baiklah.. mempelai pria.. Zhang Yixing.. apa kau berjanji akan terus bersama pasanganmu dalam sakit atau sehat.. senang atau susah.. tua atau muda dan akan terus bersama selamanya sampai akhir hayat kalian berdua?” Ucap Chen sambil melihat ke arah abu Zhang Yixing..
“Dia berjanji..” ucap jianlin sambil tersenyum dan mengelus kaca laci Zhang Yixing..
Dan begitupun seterusnya… hingga persepsi pernikahan pun selesai..
“Terimakasih kak..” ucap jianlin pada Chen.. lalu Chen pun mengelus lembut rambut jianlin..

Di mobil…
Jianlin terlihat tak bisa menghapus senyumannya di hari spesialnya ini.. dengan terus melihat keluar jendela..
Hingga pada akhirnya suara keributan terdengar.. lalu jianlinpun melihat ke arah suara ribut tersebut.. ternyata sebuah truk sedang melaju tak beraturan dari arah berlawanan… Chen yang mengemudikan mobil tersebut langsung membanting setirnya dan akhirnya..

“Hahhh” teriak jianlin.. dahinya mengernyit heran saat melihat langit langit kamarnya.. kemudian dia melihat ke arah kanannya.. dilihatnya Zhang Yixing yang sedang duduk di samping kasurnya..
“Kenapa? Apa kau bermimpi buruk?” Tanya Yixing sbil mencoba memegang lengan jianlin..
Jantung jianlin seketika berdetak kencang.. matanya membulat sempurna saat melihat Yixing sedang berada di depannya..
“Apa aku sudah di surga?” Tanya jianlin dengan lirih..
“Surga?” Tanya Yixing sambil menahan tawanya..
“Apa yang kau impikan sayang?” Sambung Yixing..

Seketika jianlinpun memeluk erat tubuh Yixing..
“Ups.. kau kenapa?” Tanya Yixing pada jianlin yang terus memeluknya erat..
“Jangan pergi..” ucap jianlin..
“Apa kau bermimpi buruk tentangku?” Tanya Yixing..
Jianlin hanya mengangguk pelan..
“Tidak apa-apa.. aku ada di sini” ucap Yixing sambil mengelus lembut punggung jianlin..

Lalu jianlinpun melepaskan pelukannya.. dirabanya wajah kekasihnya yang beberapa bulan.. ehm.. jam yang lalu telah hilang dari hidupnya..
“Kau? Ini kau?” Tanya jianlin..
“Ini aku.. memangnya kenapa?” Tanya Yixing .
“Aku bermimpi kau pergi meninggalkanku dan keluargamu.. lalu..” putus jianlin
“Lalu?” Tanya Yixing..
“Lalu aku menikah dengan abu mayatmu” ucap jianlin..
Seketika Yixing tertawa lepas.. jianlin hanya bisa diam menatap kekasihnya yang aneh itu..

“Abuku? Kau menikah dengan abuku?” Tanya Yixing..
“Menyebalkan!” Bentak jianlin sambil memukul tubuh Yixing tak henti..
“Ah.. yang penting kau ada bersamaku sekarang.. semua akan baik-baik saja kan?” Ucap Yixing lalu memegang tangan jianlin..
“Jangan pergi lagi ya?” Tanya jianlin..
“Iya..” jawab Yixing..

Lalu Chen muncul di balik pintu..
“Aku mendengar suara ribut barusan, ada apa?” Tanya Chen..
“Itu kak.. jianlin mimpi.. kalau…” Seketika jianlin menutup mulut Yixing dengan kedua tangannya…
Lalu Yixing melepaskan tangan jianlin dan berlari menarik kakak Chen..
“Ayo kak.. akan kuceritakan mimpi jianlin..” teriak Yixing sambil berlari..
“Ahh… Yixing ah..” teriak jianlin menyusul di belakang Yixing..
“Aku tak pernah menyesal mengenalmu.. bahkan mencintaimu pun aku tak pernah menyesal.. walaupun kau adalah orang paling menyebalkan yang pernah kukenal.. aku tetap bisa bahagia karena aku bisa mengenalmu..”
“Iya.. karena aku pria tertampan di dunia ini”
“Hh.. mulai lagi..”

BY: park jihye..

Cerpen Karangan: Park Jihye
Blog / Facebook: Kaos Kaki Bau..

Cerpen Please Don’t Forget Me (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Katakan Ada Rasa Yang Sama

Oleh:
Pagi itu Ria pergi ke warnet 24 jam. Dia akan membuat akun facebook. Dia ingin mencari facebook seseorang yang lama telah menghilang. usai log in dia ketik satu nama

Pangeran Impian dan Cincin Lumba-lumba

Oleh:
Kalau aku mendengar cerita cinta teman-temanku, aku pasti akan merasa iri. Mereka bisa jatuh cinta kepada siapa saja. Bisa saling bergandengan tangan dengan kekasih mereka. Bisa pacaran, kemudian putus

Time

Oleh:
“Felly! Lo masih di sini?!,” tanya Bram kaget saat melihat Felly masih terduduk serius dengan gitar yang ada di pangkuannya. “Ya?!,” tanya Felly saat menyadari bahwa ruangan studio terbuka.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *