Primut dan Prihand

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 July 2018

Widdiih jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 pagi. Aku capek sedari tadi hanya mondar-mandir gak jelas, dengan sahabatku Dewi. Ya! Melihat lihat calon sekolah baruku ini salah satu SMK Negeri di kabupaten Purworejo. Ketika aku hendak pergi dari WC di koridor sekolah tepatnya ada yang memanggilku.

“Princess imut! Ruri hey!” “Yaa” aku pun menoleh dan cowok itu menghampiriku berdiri tepat di depanku “Siapa ya?” Aku bertanya padanya memang aku tidak pernah bertemu dengannya dan kalau pun bertemu ya baru sekali ini. “Aku Alit, haha kamu pasti bingung ya. Aku teman kecilmu yang hanya dua hari saat di rumah sakit. 10 tahun yang lalu, ingat tidak?” Jelasnya panjang lebar. “Oh Alit. Kamu daftar di sini juga?” “Begitulah. Gimana kabarmu?” “Alhamdulillah baik. Kamu?” “Alhamdulillah baik juga. BTW kamu ambil jurusan apa di sini?” “Akuntansi” “Sama dong! Aku juga akuntansi. Semoga saja kita bisa sekelas yaa” ucapnya dengan senyuman semanis model Brian Warouw. “Aamiin. Kalau gitu aku duluan yaa, udah di tunggu temenku tuh” kataku sembari menunjuk ke seberang. “Oyaya. Ehh bentar aku minta nope kamu dong” mintanya dengan mengambil hp dari saku celana seragam putih biru nya. “Ini 083xxxxxxxxx” “thanks yaa” “Urwell” balasku dengan seulas senyum.

Mat mlm. Kamu lg apa?
-Alit-
Mat mlm juga. Lagi dutay aja, kamu?
Balasku dengan cepat, dan dari situlah akhirnya kami akrab bahkan seperti pacaran. Namun sebenarnya status kita hanya sahabat. Dan yang membuatku terkejut adalah bahwa dia ternyata menjadi stalker setia di akun facebookku. Dan yang membuatku terharu adalah dia mencariku melalui nama panggilanku. Ruri. Yaa hanya berbekal itu. Sampai akhirnya dia mendapatkan akun facebookku yang real memang kebanyakan palsu. Hehe, maklum aja yang namanya Ruri itu lebih dari satu.

Tiga bulan telah berlalu kini aku menjadi siswa kelas X AK1. Dan tiga bulan itulah aku menyukai Alit tanpa disadari dan hanya bisa aku pendam tanpa seorang pun yang tahu. Jujur dulu aku pernah sempat merindukan Alit, prince handsome kecilku di rumah sakit. Anak kecil yang selalu membuntutiku ke manapun aku pergi. Dan sekarang prince handsome kecilku tumbuh jadi pria menawan berkulit sawo matang dengan senyum manis yang menambah ketampananya. Bahkan dia lebih tinggi dariku yang saat itu aku lebih tinggi darinya. “Woyy Ruri!! Ngalamun aja kamu. Mikirin siapa sih? Si Alit? Baru sehari aja dia gak berangkat udah lesu kek gitu” ketusnya dia bilang. Sahabatku yang satu ini, Dewi yaa dia memang seperti itu. Tapi aku sangat menyayanginya, kami sudah bersahabat sedari kelas 2 SMP. “Apaan sih, ngagetin aja. Ehh BTW Pak Dirga ke mana?” Tanyaku heran “Sampe segitunya yaa ngelamunin Alit. Is is is sampe sampe gak tau Pak Dirga kapan keluarnya” ledeknya yang seketika membuat pipiku seperti kepiting rebus. “Aku nanya dewik!” “Nah loh jadi merah gitu pipinya. Hahaha” “Auk ah gelap!” Jawabku sok galak dan memalingkan muka.

Suatu senja di lapangan basket bersama Alit. Kami tidak hanya satu kelas namun juga satu ekskul, kami sering menjadi perwakilan sekolah untuk suatu ajang perlombaan. Dengan memakai celana olahraga, kaos lengan panjang dengan bejilbab rabbani warna biru muda kesukaan ku. Duduk bersila dan menonton Alit memasukkan bolanya yang mungkin sudah ke 32 kali. Dia berjalan ke arahku dan aku melemparnya dengan sebotol air mineral dan langsung tertangkap oleh tangan kekarnya. Kami duduk bersebelahan “Pulang yuk” ajakku yang terus memandang kedepan “Ntaran aja deh. Ngapain sih di rumah, boring tauk” jawabnya sembari meletakkan aqua yang baru di tenggaknya. “Istirahat lah, udah sore juga. Mandi! Emang kamu gak mau mandi? Bau tau” ucapku dengan mengepalkan jari jari tangan kananku dan memukul lengannya pelan. “Hahaha yaa mandi dong princess imut” dengan menjawil hidung pesekku yang berhasil membuat jantungku berdetak dengan frekuensi tinggi. Aaaaa aku nggak tahan mungkin setelah ini pipiku berubah layaknya kepiting rebus. Aduhduuuh.

“Ini waktu yang tepat Primut” katanya dengan serius “Waktu yang tepat untuk apa?” Tanyaku bingung sambil melirik ke arahnya. “Yaaaa untuk…” “Untuk apa? Jangan bikin penasaran dong!” Sungutku karena penasaranku telah tiba di ubun ubun. “Sebenarnya aku suka sama kamu Ruri. Itu berawal dari 10 tahun silam. Aku menyukaimu disaat kita belum tau apa itu menyukai dan disukai. Aku hanya merasa nyaman bila bersamamu dan aku mulai memahaminya ketika aku tengah kelas 2 SMP. Dan dari situlah aku menjadi stalker setiamu. Kau mau jadi pacarku Ruri?” Jelasnya panjang kali lebar yang sukses membuatku sesak dan perutku merasa geli. “Bagaimana ya?” bodohnya aku. Harusnya aku menerimanya dengan berkata ‘Ya’ bukankah ini yang kau mau Ruri? Sungguh bodoh kau Ruri. Batinku. Kenapa aku menjawab dengan kalimat yang tak berbobot seperti itu. Gerutuku masih dalam hati.

“Hey jawab atuh. Kalau kamu gak mau juga gak papa kok” dan kalimat itu cukup membuatku tersentak. “Iya aku mau jadi pacar kamu” jawabku mantap tak lupa ku persembahkan senyum termanisku, dan kami menautkan jari kelingking kami tidak sebagai tanda sahabat melainkan tanda kesetiaan.
“Ciaaa ceritanya pacaran nih” godaku. “Hahah ya dong ptimut..” jawabnya dengan gelak tawa “Hah apatuh primut?” “Princess imut” “Bagus panggilannya Prihand” “Prihand?” Sama sepertiku dia bertanya dengan ekspresi aneh “Prince Handsome” “Owalaaa. Hahaha”

Kami akhirnya pulang dan melewati gerbang sekolah tentunya. Aku senang sekali bahwa rasa sukaku ini terbalaskan terima kasih Ya Allah

Cerpen Karangan: Ruri Choeru Rizki
Blog / Facebook: Rurii
Haiii readers, maaf mungkin cerpenku sedikit gaje ;v Aku Ruri yang resmi menjadi Siswi SMK. Ini bukan cerita pribadi dan tokoh cowoknya pun tentu ada namun aku samarkan namanya. Masih penulis amatir tolong saran dan kritikannya yaa 🙂

Cerpen Primut dan Prihand merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Panduan Bersosialisasi Untuk Anak Kuper (Part 3)

Oleh:
“Gimana mainnya?” Mama menyambutku dalam balutan celemek dan sepiring spaghetti yang masih hangat. Langkahku terhenti sejenak untuk menatap Mama. Sebenarnya, apa masalah Rena dengan orangtuanya? Setidaknya, aku mensyukuri hidupku

Teman Jadi Pacar

Oleh:
Berawal dari aku masuk SMK dan aku bertemu dia (cewek loh bukan cowok). Pada hari pertama MOS aku tidak sengaja menemukan topi dia yang terjatuh dari ranselnya. Lalu ku

Rona Merah di Pipi Ratih

Oleh:
Hujan belum juga reda. Tetesan air masih turun ke bumi sambil menari-nari tanpa irama. Sesekali deru motor yang lewat menyelingi kesenyapan di ruangan itu. Ratih masih termenung di kursinya,

This Is Us

Oleh:
Sebelumnya gua gak mau cerita, tapi karena loe mau baca yah sudah lah gua juga gak akan memaksa. Kenalin nama gua feri gua anak pertama dari 1 saudara… maksudnya

Ketika Cinta Menyapa

Oleh:
Aku hanyalah seorang gadis desa yang sehari-hari terkenal polos. Aku saat ini adalah salah satu siswi di SMK N 1 Waikabubak, NTT. Aku kelas IX dan ngambil jurusan Usaha

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *