Prince Nichkhun Broken Heart

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Korea, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 5 August 2013

Untuk kebanyakan wanita, Nichkhun adalah seorang pangeran yang sempurna. Siapapun yang dapat dekat dengannya dan menjadi kekasihnya adalah orang yang paling beruntung. Tidak ada yang tidak mengenal Nichkhun. Hampir semua wanita di kalangan mahasiswa sudah tahu siapa pemuda itu dan bagaimana bentuk rupa wajahnya yang bak angel tanpa sayap.
Nichkhun termasuk pemuda yang ramah, atau kalau mau di bilang ‘melayani’ semua wanita, meski sedikit beda ungkapannya, namun sebenarnya sama saja artinya. Nichkhun tidak pernah tidak tersenyum saat ada seorang wanita menyapanya, memberikan surat, coklat, bunga, boneka, dan lain-lain. Nichkhun adalah pemuda yang gelamor. Tidak ada patah hati, tidak ada penolakan, tidak ada kesedihan. Dia bersenang-senang setiap hari, menikmati hari-harinya yang di penuhi oleh cinta.
“Tidak ada waktu untuk bersedih.”
Itu adalah kalimat yang sering di katakannya.
Ya. Memang benar. Bersedih tanda bahwa kita tidak bersyukur. Namun nyatanya, kesenangan Nichkhun juga jauh dari kata bersyukur. Dia hanya membuang-buang uang dan bermain dengan wanita. Lebih banyak yang orang-orang lakukan saat ini adalah mereka bersenang-senang, namun tidak ada rasa syukur di dalamnya.

“Nichkhun-ah,” seorang wanita mengedip genit saat Nichkhun berjalan di koridor kampus.
“Hey, Beb,” balas Nichkhun berkedip, lalu memberikan ciuman jarak jauhnya.
Junho sebagai sahabatnya hanya bisa menghela nafas.
“Sampai kapan kau akan begini?” tanyanya heran. “Umurmu sudah tidak muda lagi. Kau harus mulai bersikap serius.”
Nichkhun berhenti berjalan dan segera menoleh kepada Junho. “Serius hanya untuk orang tuaku,” katanya menyeringai. “Tenang saja, Bro, umurku masih dua puluh empat tahun. Hidupku masih panjang.”
“Terserah kau saja, lah,” kata Junho tak peduli.
“Hidupku memang terserah aku, kan,” Nickhun berbalik hendak jalan lagi, namun saat itu tanpa sengaja dia malah menabrak seorang cewek hingga keduanya terduduk di lantai.
“Aw!” ringis gadis yang baru saja di tabrak Nichkhun sambil mengusap pantatnya.
Naluri playboy Nichkhun segera bereaksi. Dia berdiri dan langsung memasang tampang cool serta senyuman memikat.
“Kau tidak apa-apa?” tanyanya sembari mengulurkan tangannya.
Gadis itu menerima uluran tangan Nichkhun, masih mengusap pantatnya yang sakit. “Hati-hati dong!” serunya kesal. “Kalau mau balik badan, kasih peringatan dulu!”
Nichkhun mengernyit bingung. Namun dia segera bersikap gantle lagi. “Aku kira aku sudah mengirimkan sinyal cinta padamu,” katanya mulai merayu.
Gadis itu malah mengernyit sambil melihat Nichkhun. “Kau sedang sakit?” dia geleng-geleng kepala sambil meninggalkan tempat itu. “Kenapa cowok-cowok di kampus ini tidak ada yang benar, sih?”
Nichkhun masih bengong. Junho sendiri kini mendekati Nichkhun dengan tatapan sedikit cemas. “Kau tidak sakit, kan?” tanyanya.
“Ya! Kau pikir aku kenapa?” seru Nichkhun kesal, matanya kemudian menyipit. “Hey, kau tadi perhatikan tidak?”
“Apa?”
“Gadis itu.. setiap wanita yang dekat denganku pasti akan langsung memerah pipinya. Kenapa dia malah biasa saja,” kata Nichkhun heran.
Junho kini yang mengernyit. “Memangnya setiap wanita yang dekat denganmu harus merah pipinya?”
“Setidaknya harus, kan, kalau dia normal,” kata Nichkhun.
“Jadi kau pikir dia tidak normal?”
“Eoh,” Nichkhun mengangguk.
Junho berdecah. “Aku pikir kau yang tidak normal,” katanya sembari meninggalkan Nichkhun.

“Hey, kau gadis yang tadi, kan?”
Siang itu kantin bisa di bilang cukup ramai. Saat sedang mencari tempat kosong, tanpa sengaja Nichkhun melihat gadis yang tadi pagi dia tabrak dan segera menghampirnya.
“Kau mau apa?” tanya gadis itu agak jutek.
“Kau masih marah rupanya,” tanggap Nichkhun
Gadis itu berdecih. Sebenarnya dia tidak terlalu mempermasalahkan kejadian tadi pagi, dia hanya sedang kesal saja hari ini.
“Tidak,” jawab gadis itu.
“Begitu..” Nichkhun mengangguk sambil tersenyum. “Omong-omong, kenapa kau tidak memerah?”
“Apanya yang memerah?”
“Wajahmu, tentu saja?” kata Nichkhun.
“Kenapa wajahku harus merah?”
“Karena kau duduk bersamaku,” kata Nichkhun pede.
“Hah?”
“Kau pasti tahu, kan, siapa aku,” Nichkhun berkata dengan yakin. “Siapa namamu. Aku sepertinya baru melihatmu di sini.”
Gadis itu berkedip beberapa kali saat Nichkhun bicara seperti itu. “Memangnya siapa kau?” tanyanya bingung.
“Kau tidak tahu aku?” Nichkhun berseru terkejut.
Gadis itu menggeleng. Nichkhun mendesah seolah sangat terluka. “Kau pasti bercanda, kan?”
“Tidak. Memangnya siapa kau hingga aku harus mengenalmu?” tanya gadis itu bingung plus kesal.
“Dengar! Aku Nichkhun. Kau pasti sudah sering mendengar nama itu, kan?” tanya Nichkhun.
Gadis itu menggeleng lagi.
“Kau artis?”
“Aku pangeran kampus ini!” seru Nichkhun agak kesal.
“Oh,” tanggap gadis itu datar.
“Oh?” Nichkhun terpana. “Hanya itu?”
“Memangnya kau mengharapkan apa lagi?” seru gadis itu mulai jengkel, dia mengeluarkan susu kotak di dalam tasnya dan segera meminumnya.
“Kenapa kau meminum susu ibu hamil?” tanya Nichkhun saat melihatnya.
“Memangnya kenapa?”
“Itu kan hanya khusus – ah!” Nichkhun baru sadar. “Kau…”
“So Eun-ah!”
Gadis di samping Nichkhun segera menoleh ke arah sumber suara, lalu melambai pada laki-laki yang tengah berjalan ke arahnya.
“Oppa!” serunya kesal.
Pemuda itu langsung mengacak rambut So Eun setelah sampai. “Maaf, ya, membuatmu menunggu lama,” katanya. Dia kemudian menoleh menatap Nichkhun. “Kau sedang apa di sini, Nichkhun-ssi?”
“Ah? Oh, tidak ada,” Nichkhun segera bangkit, nampak sedikit agak linglung. “Aku pergi dulu, Taecyeon-ssi.”
Dia langsung menjauh dari Taecyeon dan gadis bernama So Eun itu. Hatinya terluka.

“Kau kenapa?” tanya Junho. Tak biasanya Nichkhun nampak sedih.
“Aku jatuh cinta dengan gadis itu,” kata Nichkhun merana.
“Gadis yang mana?” tanya Junho bingung. Masalahnya, gadis yang di taksir Nichkhun itu banyak sekali.
“Gadis yang aku tabrak,” kata Nichkhun.
“Tunggu, tadi kau bilang apa?”
“Gadis yang kutabrak.”
“Bukan. Kau…. kau jatuh cinta?” Junho meyakinkan. Pasalnya, Nichkhun, sekalipun dia playboy, dia tidak pernah menyatakan cinta pada gadis mana pun. Dan kini dia berkata bahwa dia sudah jatuh cinta.
Nichkhun hanya mengangguk, lalu segera menelungkup sedih.
“Tapi dia ternyata sedang hamil!”
“Hah?”

“Heh, kenapa kau minum susu ibu hamil, sih?” tanya Taecyeon saat di perjalanan menuju supermarket.
“Ini gara-gara Oppa salah beli susu,” kata So Eun. “Dari pada di buang, mending di minum, kan..”
“Aish, nanti di sangkanya kau sedang hamil,” kata Taecyeon.
“Memangnya siapa yang peduli?”
“Aku!”
“Oppa?”
“Kau tahu, gara-gara kau meminum susu itu di kampus, orang-orang yang melihat kita mengira kalau kita suami-istri dan kau sedang mengandung,” kata Taecyeon. “Lihat nih!” dia lalu menunjukan beberapa pesan dari teman-temannya yang mengucapkan selamat kepada Taecyeon.
So Eun seketika tertawa. “Mereka bodoh sekali, sih! Kita, kan, sepupuan,” serunya geli. “Tapi, Oppa, ternyata susu ibu hamil itu enak sekali. Apalagi yang rasa stawbery.”
Taecyeon segera melirik So Eun. “Jangan berpikir untuk membeli susu itu!” ancamnya tegas.
“Wae?”
“Pokoknya jangan!”
“Baiklah-baiklah, aku akan membeli susu untuk ibu menyusui saja,” kata So Eun.
“Apalagi itu!” seru Taecyeon
So Eun tertawa. Mereka lalu berbelanja dengan gembira siang itu. Berbeda dengan nasib Nichkhun yang patah hati. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, si pangeran kampus merasakan cinta dan langsung patah hati saat itu juga.
“Dia hamil, Junho-ya, dia hamil!”
Nichkhun terus saja merana. Tidak tahu jika So Eun bahkan masih SMA, jadi dia tidak mungkin sudah menikah apalagi hamil. Salah paham kadang menyusahkan…

END!!!

Cerpen Karangan: Fami Andrias T
Facebook: Shymi Hayom Rumbaka

Cerpen Prince Nichkhun Broken Heart merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Baru Aku Tahu

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 12.45. Para siswa dipulangkan untuk kepentingan rapat guru mengenai efektifnya kurikulum baru. Aku dan Fahmi memilih untuk berdiam dahulu di sekolah karena di luar hujan sangat

Peri Cintamu

Oleh:
“Sampai kapan hubungan kita akan backstreet terus, Qory?” “Aku.. Aku..” Aku pun menangis dan memejamkan mata erat–erat. Kurasakan sebuah pelukan hangat Steven. Kini, aku menangis dalam pelukannya. “Aku tidak

Cinta Di Tepi Danau

Oleh:
“Pagi yang dingin.” kataku sambil berdiri di halte bus. Pagi yang berkabut dan terlihat banyak genangan air di jalan. Angin dingin begitu menusuk kulit. Sang surya juga terhalangi awan

I Love You

Oleh:
“Hari ini kita jadi ke mall kan, Fel?” “Iyalah, Ris! Masak nggak jadi?!” “Ohhh… Ya udah kalau gitu. Gue tinggal bentar ya?!” “Kemana?,” tanya Felly dengan mendongkakkan kepalanya ke

Totally Whatever (Part 1)

Oleh:
Dia.. Apa? Siapa? Buih kan tetap menyapa butiran pasir di pantai bukan? — Langit yang begitu cerah dengan ribuan manusia menikmati perjalanan hidupnya di jalan-jalan kota, tak ada satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

8 responses to “Prince Nichkhun Broken Heart”

  1. Annisa Icha says:

    wkwkwk
    boleh deh cerpenmu. minum susu ibu hamil padahal gak hamil. tapi aku gak percaya itu enak aku pernah coba menurutku agak aneh.

  2. Annisa Icha says:

    wkwkwk
    boleh deh cerpen ini.

  3. intan says:

    hahahaaa lucu juga cerpen nya, apalagi pas nichkhun ngira si cewek nya hamill, lucu bngttt dechhh… !!!!!!!!! 🙂
    😀 😀

  4. Dedeh says:

    WOW….!!!!! Keren…..!!!! Serasa nonton drama korea!! XD

  5. malla says:

    hahaha cerita nya keren … lucu bangett aku mpe ketawa” sendiri baca nya ^^

  6. Winingsih says:

    Hahahah, ngakak. Kasian pngeran nickhun, patah hati.sakitnya tuh dsini! #tunjuk_dengkul

  7. intan says:

    keren..ada kelanjutan nya gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *