Promised

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 1 December 2017

Seorang pria tampan bernama Farrel yang tinggal di kota yang mewah, bertemu dengan seorang gadis yang berparas cantik bernama velisa, mereka menjalin sebuah hubungan yang didasarkan oleh cinta. Hingga suatu hari, velisa mengalami kecelakaan yang membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit.

Farrel menunggu kabar dari dokter, ia begitu cemas, tak lama dokter pun keluar dari ruang UGD
Farrel mendatangi dokter itu dengan kecemasannya “Dok, bagaimana keadaan velisa? apa dia baik-baik saja” ucap Farrel
“Velisa mengalami kecelakaan yang cukup parah, sehingga sekarang mengalami kebutaan, untuk sekarang ia masih belum sadar” ucap dokter

Farrel pun segera masuk ke ruang UGD.
“Velisa, maafkan aku ini salahku, aku yang kurang memperhatikanmu, aku berjanji aku akan menjagamu” ucap Farrel sambil menangis.

Beberapa Hari telah berlalu, Velisa diperbolehkan pulang ke rumah.
Farrel pun mengantarkan velisa ke mobil, saat di perjalanan velisa menangis “Farrel, aku tak bisa menatapmu lagi, apakah kau masih tetap akan mencintaiku?” ucap velisa
“Aku tetap mencintaimu, dan cinta ini takkan pernah berubah sampai kapanpun” ucap farrel sambil menggenggam tangan velisa

Hari berganti hari, waktu semakin berlalu.
Dan hari ini adalah hari kelahiran farrel tepatnya hari ulang tahun farrel, farrrel mengunjungi rumah velisa, berharap velisa mengingat hari yang istimewa itu, namun semuanya tak berjalan sesuai harapan

“Velisa sudah meninggal farrel, dia mengidap penyakit kanker darah” ucap ibunda velisa
“Tak mungkin, 2 hari yang lalu aku bertemu dengan velisa, lalu mengapa ibu tak mengabarkan ini semua?” ucap farrel menangis sejadi nya
“Maafkan ibu, velisa yang memberi pesan terakhir saat dia sudah sekarat bahwa jika ia pergi jangan beri tau ke farrel, karena dia sangat menyayangimu” ucap ibunda velisa
“Tidak!! Ini tidak mungkin, velisa tidak mungkin pergi, ibu di mana makam velisa” ucap farrel menangis tersedu
“Maaf nak, ibu tak bisa memberi tau, karena ini juga permintaan velisa” ucap ibunda velisa

Hingga larut malam varrel mencari keberadaan velisa seakan masih tak percaya velisa pergi secepat ini, ia pun pulang ke rumah.
Saat ia tiba di rumah, ia pun masuk dan melihat keadaan rumahnya begitu gelap, ia memanggil orangtuanya, namun tidak ada siapa pun yang menjawab, saat ia melangkahkan kakinya, lampu yang padam itu menyala kembali, dan di sana sudah tersedia sebuah kue yang begitu indah, dan ada sebuah balon yang ditata dengan rapi bertuliskan “Happy Birthday Farrel”.

Seorang perempuan bertopeng dengan memakai gaun merah yang menawan berjalan menuju farrel “Siapa Kamu?” ucap farrel.
Wanita itu pun membuka topengnya sambil berkata “Aku orang yang pernah dan selalu menjadi pengisi ruang di hatimu”
Betapa terkejutnya farrel “Velisa?? bukankah kau mengalami kebutaan, dan bukankah kau sudah, aku mengkhawatirkanmu, kau hampir saja membuat hidupku hancur” ucap farel sambil menggenggam tangan velisa”
“Maafkan Aku sudah membuatmu sedih, tapi Aku hanya ingin tau seberapa besar rasa cintamu padaku” Ucap Velisa sambil menitikkan air mata
“Rasa cintaku padamu takkan pernah bisa dihitung, karena sampai kapanpun hati ini tetap menjadi milikmu” Ucap Farrel sambil menghapus air matanya.

END

Cerpen Karangan: Elinise Via Triwina
Facebook: facebook.com/ev.triwina

Cerpen Promised merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pengganti Papa

Oleh:
“Pa, kenapa papa ninggalin Ariqa secepat ini Pa? Ariqa sayang banget sama papa” Aku hanya bisa menangis sambil memandang makam papaku. Kini aku hanya tinggal bersama mamaku yang sedari

Ling

Oleh:
Hening, suara jangkrik sesekali menyelingi riuh cinta yang berdengung, Ling. Namamu mendidih mengucur dari bibir yang telah basah mentasbihkanmu. Sebenarnya malam yang indah, ada lampu-lampu menyala, bintang-bintang berkerdipan, namun

Kak Epen

Oleh:
“Minggir pak” ucap kakak sepupu ku angkot pun berhenti. kaki ku melangkah terasa berat dan mata ku terus mencari dimana sesosok laki-laki yang akan ku temui.. Aku gadis remaja

Menanti Cinta yang Tak Pasti

Oleh:
Mengapa aku di takdirkan untuk bertemu dengan nya Jika itu hanya membuat hati ku terluka Mengapa ku masih tetap mencintai nya? Dan mengapa pula ku masih menanti nya? Padahal

Gemuruh

Oleh:
Sang surya mulai tampak dari timur, tetapi semua orang telah beraktivitas mendahuluinya. Kepul asap dari cerobong kapal uap menambah penat suasana. Kuli panggul dengan cekatan membawa barang barang penumpang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *