Pura Pura

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 3 March 2021

“Aku tahu kamu hanya pura-pura mencintaiku,” ucap Lana penuh dengan nada sedih, ia menatap pria di hadapannya, sedu. “Dan bodohnya aku baru sadar.”

Alvan Aliandi, temannya sekaligus kekasih pertamanya mematung. Geraknya beku, lidahnya kelu. Rahasia yang ditutupi, telah diketahui. Kebohongan sudah terkalahkan oleh kejujuran. Alvan mencekal lengan Lana, tapi langsung ditepis oleh sang empu.

“Beri waktu aku menjelaskan,” ucap Alvan memandang Lana lekat, meminta pendapat persetujuan.

Lana memalingkan muka. “Semuanya sudah cukup jelas.” Ia berbalik badan, mengayunkan kaki menjauh, meninggalkan Alvan sendirian.

Kata siapa, berteman dengan laki-laki itu tak akan mungkin bisa membuat cinta. Kata siapa berteman dengan laki-laki tak bakal bikin baper. Kata siapa?

Lana memeluk kucingnya erat, seraya berkata curhat tentang lika-liku persahabatan dan percintaannya harus rusak karena cintanya. Ia tahu Simeng tak bakal merespon memberi nasehat, ia tahu Simeng hanya binatang berbulu. Namun, yang terpenting ia hanya butuh sesuatu menjadi pendengar yang baik, tanpa memotong ucapannya.

“Kenapa lukanya segurih ini kalau memperdalam, Meng. Enak banget emang, ya Meng kalau sakit hati.”

Ponsel berdering sedari tadi, mati lalu berbunyi kembali. Namun, tak ada niat si pemiliknya untuk mengangkat panggilan.

Lana meletakkan Simeng yang sudah tertidur di atas kasur. Mungkin menurut hewan berekor itu curhatan sakit hatinya seperti dongeng pengantar tidur. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh muka.

Berteman selama sepuluh tahun lamanya, ternyata keakraban bisa menumbuhkan benih-benih rasa di hatinya. Kehangatan bisa menghasilkan rasa nyaman. Tanpa rasa malu, ia sebagai wanita mengatakan perasaannya duluan. Ia tidak takut dengan penolakan, itu bisa menjadikannya sadar. Ia hanya takut ketika ia memendam rasa lebih lama, cinta itu semakin memperbesar.

Namun, siapa sangka Alvan juga berkata memiliki rasa yang sama. Hingga akhirnya pacaran adalah pilihan mereka.

“Aku sudah tahu semuanya. Kamu menerima cintaku hanya kamu tak mau aku menangis mendengar penolakan, kamu tak mau aku tersakiti karena cinta bertepuk sebelah tangan.”
“Padahal aku lebih memilih merasakan itu, kalau kamu jujur. Kebohonganmu justru membuatku terluka lebih parah dari yang kuduga, pura-pura cinta nyatanya hanya menganggap teman saja. Itu lebih sakit, Van!”

Cerpen Karangan: Laras
Blog / Facebook: La Ras
Hai,

Cerpen Pura Pura merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Rumah di Bawah Jembatan

Oleh:
Hari itu hujan deras mengguyur kota, membawa udara dingin dan menggugah rasa malas untuk berangkat sekolah. Langit masih kelabu dan jam dinding menunjukkan pukul tujuh pagi, biasanya lonceng upacara

Betapa Sakitnya Hati Ini

Oleh:
Awal melihatmu ada rasa tertarik di dalam hati. Aku mencoba mengumpulkan informasi-informasi tentangmu dari teman-temanmu. Awalnya, aku ingin cukup mengenalmu saja. Namun, kau yang memulai lebih dulu memulai percakapan

Hati Yang Tersakiti

Oleh:
Pada suatu malam yang indah sama halnya dengan hatiku yang juga lagi indah, aku berkenalan dengan seorang pria tampan, pria itu adalah teman dari pacar temanku. Seorang pria yang

Senja Terakhir

Oleh:
Namaku Vanessa Jessica Greysce biasa dipanggil Jessace (baca: Jesech) aku punya 3 sahabat di rumah, bernama Vinka, Regina dan Emma, ketiga temanku itu sangatlah baik dan tak lupa sama

Perpusatakaan Sekolah

Oleh:
Saat itu ketika aku sedang bermain bersama kawanku, aku melihat perempuan yang begitu menawan, entah kenapa aku ingin menyapa perempuan itu, dan aku menyapanya “heyy kamu” kemudian perempuan itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *