Purnama Di Pantai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 June 2016

Lirin, seorang remaja cantik, rambut bergelombang, dan kulitnya yang kuning langsat. Ia sedang duduk di bangku SMP. Lirin memang mempunyai kehidupan yang hampa tanpa ia jalani dengan keluarga yang ia sayangi, namun dia hanya bisa tinggal dengan neneknya di daerah pesisir pantai pulau Dabo. Ayahnya sudah meninggal sejak ia berumur 5 tahun saat ayahnya kerja di kalimantan karena kecelakaan sepeda motor. Ditambah lagi ibunya yang meninggal saat ia berumur 9 tahun karena ibunya punya riwayat penyakit jantung. Hampalah sudah kehidupan Lirin.

Setiap hari sepulang sekolah ia membantu neneknya jualan yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Ia tak pernah mengeluh dengan kehidupannya. Sama halnya seperti laki-laki. Lirin mempunyai hobi menulis puisi dan juga karya sastra lainnya. Setiap malam, atau jika ada waktu luang, ia menulis puisi di pondok daerah pantai dekat rumahnya sambil menatap bintang.

Hari demi hari pun berlalu, ia pun tamat dari bangku SMA dan merayakan kelulusannya di pantai bersama teman-temannya. Mereka banyak yang bercerita tentang masa depan. Hanya saja Lirin tak berkutik sedikitpun mengenai soal kuliahnya. Karena ia belum mempunyai dana untuk mendaftar. Ia pun terpaksa tidak kuliah selama 1 tahun untuk mengumpulkan dana. Akhirnya semua dana sudah terkumpul, baik dari hasil kerja kerasnya dan juga bantuan dari beberapa keluarga orang tuanya yang kurang mampu juga.

Singkat cerita akhirnya Lirin masuk ke universitas terkenal di pulau Jawa. Disana ia jatuh cinta dengan seorang pria yang tampan dan kaya. Awalnya, pria itu juga cinta kepada Lirin. Namun, hubungan mereka hanya berlangsung 2 bulan. Alhasil, pria itu yang menjauhi dan mengkhianati Lirin. Karena ia tahu bahwa Lirin bukanlah siapa-siapa dan tidak seperti keluarganya yang mapan dan kaya raya. Pria itu memilih untuk mendekati wanita yang kaya raya juga sama sepertinya di universitas itu.

Lirin memang sangat kecewa dengan perbuatan pria itu. Namun ia bertekad untuk fokus ke kuliahnya dan menjauhkan laki-laki itu dari pikirannya. Tapi itu tak bisa ia lakukan, ia hanya terus memikirkan laki-laki itu. Saat berlibur kuliah, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di pesisir pantai itu. Setiap malam ia hanya menulis puisi yang berisikan tentang pria itu.

Pada malam liburan ke 3, ia juga menulis puisi saat bulan purnama. Ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan dengan rambut hitam yang acak-acakan dan kulit kuning langsat. Laki-laki itu sangat baik, tidak seperti laki-laki yang ia kenal dulu. Ia melihat laki-laki itu sambil tiduran di pantai bersama 2 orang temannya. Pantai itu memang lumayan ramai.

Kemudian pria itu melewati Lirin dan tampaknya sedang jalan-jalan di pantai itu. Lirin sangat terkejut saat pria itu tiba-tiba menyamperinya dan ingin berbicara dengannya.
“Hai, kenalin nama aku Rey Ardana. Biasa dipanggil Rey” kata pria itu dengan wajah yang mempesona.
“Namaku Lirin Salsabila, kamu bisa panggil aku Lirin”
“Ooo, kamu memang tinggal di daerah ini ya?” Kata rey.
“Sejak kecil aku memang tinggal di sini, namun sekarang saat berlibur kuliah aku memilih ke kampung halamanku” jawab lirin.
“Emangnya kamu kuliah dimana” tanya pria tampan itu.
“Aku kuliah di Universitas x di Jawa Barat, jawab lirin. kalau kamu Rey?” Lirin langsung bertanya.
“Aku kuliah di Universitas x di Jakarta, aku memilih berlibur ke sini untuk melepas segala penatku di sana”

Berjam-jam mereka bercerita soal kuliah dan sampai soal keluarga mereka. Rey mengatakan bahwa ibu dan ayahnya sudah pisah sejak ia berumur 12 tahun. Rey memang terlahir dari keluarga yang lumayan kaya. Kini ibunya sudah hilamg jejak dan ayahnya memilih menikah dengan wanita lain. Rey menginap di sebuah hotel yang tidak begitu jauh dari pantai itu.

Kemudian mereka sudah saling mengenal dekat dan merasa nyaman satu sama lain. Hari itu adalah hari terindah Lirin dan ia berpikir bahwa pria itu adalah hadiah dari tuhan. Rey mempunyai hobi fotografi dan juga bermain musik. Rey pergi ke pantai sambil membawa kamera bersama 2 orang temannya.

Lirin dan Rey saling berbagi kisah dan Rey mengkoleksi foto cantik lirin di pantai indah itu hasil jepretan kameranya. Kemudian mereka berfoto berdua di pantai itu dengan dipotret oleh salah satu teman Rey. Hari utu memang merupakan momen terindah bagi mereka berdua. Lirin tahu bahwa Rey adalah lelaki yang baik dan tidak memandang harta. Tidak seperti pria yang dikenalnya dulu yang hanya mendambakan cinta seorang wanita menurut tahta dan harta. Lirin dan Rey saling bertukar nomor hp dan kontak mereka.

Singkat cerita, berakhirnya liburan. Lirin dan Rey berpisah pulau karena ingin kuliah lagi. Mereka memang saling berkomunikasi. Sejak tamat wisuda, nomor Rey sudah tak bisa dihubungi Lirin lagi. Lirin sangat kecewa dengan semua itu.

Akhirnya Lirin merayakan lulus wisudanya bersama teman-temannya di Pantai Kuta di Bali. Malam itu tepat juga saat bulan purnama. Momen itu mengingatkannya pada Rey. Saat Lirin berlibur dengan teman-temannya ia juga mendapat info dari salah satu temannya bahwa anak dari universitas X di Jakarta juga merayakan kelulusan disini. Universitas itu tak lain adalah universitas Rey.

Tapi dia tahu bahwa tidak mungkin Rey juga ikut berlibur ke Bali. Mungkin itu hanya teman nya yang lain saja. Saat mereka bermain kembang apai di pantai, tiba-tiba ada suatu percikan air yang mengenakan Lirin. Ternyata itu adalha Rey. Lirin sebenarnya sangat senang dengan hal itu. Tapi dia tidak menunjukkan rasa senangnya itu karena ia pikir Rey sengaja mengubah nomor teleponnya karena sudah tidak ingin berhubungan dengan Lirin lagi.

Kemudian suara bahagia keluarga dari mulut Rey “Kamu Lirin yang waktu itu kan?” Kok kamu bisa ada disini?”
Lirin hanya berbicara sekedarnya saja dan tidak menunjukkan rasa terkejutnya kepada Rey.
“Kok kamu udh berubah sekarang ya?”
“Aku berubah karena nomor hp mu” kata Lirin.
“Nomor hp apa maksudnya?” Oow, no hp ku ya gak bisa dihubungi lagi?” Itu karena nomor ku diteror sama anak yang satu universitas itu juga, makanya aku memiloh untuk ganti nomor, aku pun tanpa berpikir panjang langsung mematahkan nomor lamaku. Kemudian aku juga sempat nyesal karena belum mencatat nomormu terlebih dahulu”. Kata Rey menjelaskan.

Kemudian acara kelulusan pun berakhir dan masing-masing akan mencari kerja dan sibuk akan masa depan. Lirin memilih untuk bekerja di Kota Jakarta. Dia tak mengetahui bahwa Rey juga ada di Jakarta. Rry memang sangat mencintai Lirin dan mengejarnya terus. Kemudian pekerjaan Rey di dunia kantor tak berlangsung lama, karena ia lebih suka untuk pekerjaan di bidang perfilman ataupun ia memilih untuk menjadi seorang fotografer dengan penuh petualangan.

Lirin hobi dalam berakting juga, ia mendapat tawaran dari salah satu sutradara terkenal di Jakarta. Kemudian Lirin menerima tawaran itu karena ia ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Betapa terkejutnya Lirin mengetahui bahwa Rey juga bekerja di bagian perfilman bersama sutradara yang menawarkannya itu. Sutradara mutuskan untuk mebuat film di daerah pantai Bali. Setelah 3 hari film pun selesai.

Singkat cerita, kini Rey dan Lirin menjalani hubungan mereka dengan baik. Rey melamar Lirin di pantai tempat mereka berkenalan dulu yaitu ironisnya tepat pada bulan purnama. Mereka sudah menjadi aktor dan aktris terfavorit di seluruh Indonesia.

Cerpen Karangan: Anggita Mardika
Facebook: anggita mardika
Instagram: anggita_mardika

Cerpen Purnama Di Pantai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Bilang Aku Hyena

Oleh:
Pagi telah meninggi kicau burung menyemarakan fajar yang mulai menyingsing tarian kupu-kupu di atas kelopak mawar meninggalkan serbuk-serbuk sebuah kabar entah buruk atau hanya sebuah kelakar, dihari ini sang

Sebait Hati Ku Untuk Mu

Oleh:
“Jodoh” sepenggal kata yang akan selalu diharapkan oleh setiap insan manusia di dunia. Tapi apakah semudah itu untuk mendapatkannya? Hari ini aku mendengar berita pernikahannya dengan dia.. yah.. Aku

Love Story

Oleh:
Perlahan aku membuka sebuah diary usang, aku yakin umur diary ini sudah lebih tua dari umurku. Tentu saja, diary usang ini milik Ibuku, bungkusnya masih tampak rapi, tulisan di

Gara Gara Handphone

Oleh:
Andre. Seorang pria lajang usia matang, memiliki pekerjaan tetap. Andre adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan minyak sangat terkenal dan tentu saja multi nasional. Andre adalah seorang pria yang

Sehelai Rindu Untukmu

Oleh:
Bahagia rasanya saat kulihat senyum hangat di wajah manismu. Kau terlihat bersinar. Wajah cantikmu yang selalu membayangiku. Aku mengagumimu, aku menyukaimu, dan aku mencintaimu. Hyul sedang sibuk dengan buku-bukunya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Purnama Di Pantai”

  1. angelnina amanda thomas says:

    Ceritanya sangat luar biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *