Putri Malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 24 November 2017

Bintang. Benda bercahaya yang muncul tiap malam. Jumlahnya banyak. Sangat banyak, juga banyak penyuka. Termasuk aku dan Tira, sahabatku. Entah, sejak kepergian seseorang yang aku sayangi, aku menyukai bintang.

Seperti biasa, aku duduk menikmati cahaya bintang di taman kota. Sangat indah, tapi sayang Tira tidak menemaniku. Ia sedang mengerjakan tugas kampus. Sebenarnya sekelompok denganku, namun aku berbeda tugas dengannya.

“Veyy!” Panggil seseorang. Aku menoleh, ternyata Tira. Oh ya, aku Veyna, biasa dipanggil Vey.
“Lho? Kok di sini? Tugas kita gimana?”
“Vey, kata Zalo, kalau udah lelah sambung besok, juga Pak Harno minggu depan gak masuk, jadi kita punya waktu 2 minggu!”
“Oo…”
Suasana kembali sunyi. Keindahan bintang membuat kami terdiam.

“Vey, tau kisah putri malam?”
“Gak, kamu?”
“Tau, putri malam adalah bintang paling terang di langit malam. Ia adalah pemimpin para bintang. Putri malam akan berkunjung ke bumi, bila ada pesan dari bintang untuk manusia”
“Oo, legenda?”
“Nggak tau, tadi aku hanya iseng membaca artikel yang tertempel di dinding kamar Zalo”
“Kau mengerjakan bersama Zalo?”
“Iya”
“Oke”
Malam semakin larut, aku dan Tira memutuskan untuk pulang

Esok malam…
“Halo”
“Halo, Vey, maaf nih, aku gak bisa nemenin kamu ke taman kota, nenekku datang”
“Ooh, tak apa, salam ya buat nenekmu”
“Insya allah aku sampaikan, ya sudah”
“Iya”
Aku pun mematikan teleponku dengan Tira, kuambil tas selempangku, lalu aku turun ke bawah.

“Vey, kok udah berangkat, Tira belum manggil” kata mama.
“Memang Tira tak menemaniku, ada keluarga berkunjung, aku mau berangkat sekarang”
“Kenapa kamu gak ke pusara mas aja?”
“Gak, liat bintang lebih asyik!” Aku keluar dari rumah menuju taman kota.

Taman kota saat itu lebih ramai dengan muda mudi. Ada yang datang dengan pasangan, ada dengan sahabat. Ya, sayang Tira tak dapat menemaniku. Aku langsung menikmati bintang.

Tiba-tiba angin kencang menerpaku, dan menghantarkan seseorang dari bintang.
“Hai!”
“Hai, lho? Siapa kamu? Kau tak seperti muda mudi sekarang, tatananmu sangat klasik, style bajumu saja seperti orang tahun 80an”
“Aku putri malam, kamu jangan terlalu banyak kritik, Vey!”
“Kamu tau dari mana namaku?”
“Seseorang yang bernama Randy yang mamberitahuku”
“Tapi, Mas Randy sudah pergi 2 bulan yang lalu!”
“Dan ia menjadi bintang yang paling bersinar dan menemaniku sebagai bintang yang paling bersinar”
“Kau tau putri malam? Aku bukan membenci Mas Randy, tapi, aku tak sama sekali merindukannya!”
“Tapi, Randy bilang kamu sangat menyayanginya, dan ia sangat rindu padamu, dan ia menitipkan pesan, sering-seringlah kau mengunjungi pusaranya dan ajak bicaralah dia, ia memang tak ada di hadapanmu, tapi ia ada di hatimu, Vey!”
“Mas Randy aku sayang kamu!!!”

“Tugasku sudah selesai, aku harus kembali Vey, salamat tinggal!” Angin kencang kembali menerpa dan putri malam hilang diterpa angin itu.

I LOVE YOU MAS RANDYYYY!!!

Cerpen Karangan: Naira Khansa Nabila
Hallo semuanya aku Naira, baca cerpenku yg lain ya

Cerpen Putri Malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secret Admirer

Oleh:
Tok… Tok… “Rara bangun sayang, solat subuh dulu yuk” suara lembut itu membangunkan mimpi indah Rara. “iya bundaa, Rara ambil wudhu dulu yaa” Pagi ini adalah hari pertama Rara

Ghost of School

Oleh:
Bel tanda istirahat telah usai berbunyi, Citra, Syfa dan Desi segera berlari ke kelas untuk tidak telat mengikuti pelajaran. “huffthh… Kalian ini, selalu deh pergi ke kantin lamaaaa bangeeett..”

Tina dan Putri Jingga

Oleh:
Di sebuah negeri camelia hiduplah sebuah keluarga pegantar roti untuk raja, namun bu Rika yang biasa mengantar roti itu sakit, dan sebagai gantinya Tina anaknyalah yang mengantarkan roti itu.

Cinta Setelah Hujan

Oleh:
Hujan deras sepulang sekolah, Dini berteduh di bawah pohon beringin yang besar dan rimbun. Tubuh mungilnya menggigil, perlahan seragam yang ia kenakan mulai basah. “Hachih…” Dini pun mulai bersin-bersin

Kekasihku

Oleh:
Hildan!! Kau tahu? Dia adalah laki-laki pertama yang aku cintai, aku selalu berharap dan berfikir bahwa ialah laki-laki terakhir untukku. Aku bahkan pernah berjanji “ketika aku putus dengannya aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *