Putri Naswa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 5 November 2012

Pada zaman itu ada seorang putri naswa yang buruk rupa,hingga pada suatu hari dia bermimpi bertemu seorang pangeran
“cantik kemarilah!”katanya
sang putri melihat kekanan kiri,tidak ada orang selain ia.
“aaaku?”kata sang putri
“ya!”kata pangeran
“aku tak cantik !”kata putri
“kau cantik dari dalam,dan ku tunggu kau di lembah cinta dibawah pelangi abadi”jelas pangeran
“tapi….!”kata putri
tiba-tiba putri terbangu , setelah kejadian itu putri diam-diam pergi dari istana,dan mencari kesana kemari mencari tempat itu hingga pada suatu hari ia bertemu perempuan tua,ia menunjukan jalan ketempat itu sesampainya di sana ia berterimakasih pada perempuan tua itu
“ter….”sebelum ia berterimakasih perempuan tua itu hilang
tiba-tiba dari belakang ia di pangil
“putri naswa!,permaisuriku!”kata pangeran
“pangeran!”katanya sambil memeluk pangeran
“ikutlah denganku!”pita pangeran
ia pun mengikuti pangeran,sampailah di sebuah danau
“berendamlah!”pinta pangeran lagi
“baiklah!”kata putri
setelah beberapa meni tiba-tiba ada cahaya putih keluar dari danau lalu putri berubah menjadi putri yang cantik
“permaisuriku!”kata pangeran
Akhirnya mereka hidup bahagia di istana mereka

Cerpen Karangan: Nadlrotul Magviroh
Facebook: Nadlrotul.magviroh[-at-]facebook.com

Cerpen Putri Naswa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selir Hati

Oleh:
Kisah ini terjadi saat aku masih menyelesaikan studi magister di kota Semarang. Entah bagaimana awalnya aku mulai terjun dalam pergaulan yang keliru, mungkin karena aku hidup jauh dari pengawasan

Cinta Tak Harus Memiliki

Oleh:
Nadya adalah seorang anak yang duduk di kelas 2 SMP, dia termasuk anak yang pendiam di kelasku. Karena diamnya ia dan kepolosanya sering dia dimanfaatkan oleh teman temannya. Dan

Rasa ini

Oleh:
Ifal duduk termenung menghadap ke barat di balkon rumahnya. Dia menatap bentang cakrawala yang mulai berwarna merah lembayung itu. Matahari mulai meninggalkan belahan bumi di mana Ifal berada dan

Berawal Dari Kopi

Oleh:
Prudence berjalan di koridor sekolah menuju kantin. Hari ini rasanya ia ingin menikmati secangkir kopi yang akan menjernihkan pikirannya. “Bi, kopi” Ucap Prudence dan seorang pria di sebelahnya berbarengan.

Invisible

Oleh:
Mataku terpejam seakan semua hal dalam hidupku tak berarti. Aku berangan untuk mengetahui hal besar dalam hidupku. Dalam hidup terdapat hal penting, aku akan mencari hal itu. Meski itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *