Rahasia Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 June 2016

Tak pernah terpikir sama sekali olehku bisa kenal dengan dia. Pertama bertemu dengannya aku biasa saja dan tidak pernah merasakan perasaan apa-apa. Entah mengapa semua berjalan biasa saja sebelum aku mengenal wanita yang bernama ayuni. Awalnya kami hanya cukup kenal dan Tidak dekat, tapi pada suatu hari aku bertemu ayuni dan dia memanggilku, “hai, Gibran.” ucapnya.
“iya, ayuni,” ku jawab. Pada kesempatan itu kami berdua mengobrol, ayuni Sempat menanyakan tugas-tugas sekolahnya padaku, dan aku bantu sebisa aku.
Pada saat itu akhirnya kami berdua jadi akrab dan sering chatingan di media sosial. Pada saat awal kedekatan ku ini aku merasa ada yang aneh dengan perasaanku ini. Senang campur bingung tidak tahu apa yang kurasakan.

Pada sore hari aku menemuinya di taman, “hai, ayuni,” sapaku. “hai, juga” jawabnya.
“Sudah lama menunggu?” tanya ku. “tidak kok, baru 5 menit yang lalu.”
“Gimana dengan tugas sekolahmu ada yang sulit?”
“iya, aku bingung soal yang ini.”
“Ya udah sini biar aku bantu.”
Sore itu ku habiskan berdua bersama ayuni untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Dari kedekatan ini timbulah perasaan nyaman ketika berada di dekatnya.

Pada sabtu malam ayuni menelpon ku dan mengajakku pada hari minggu pagi untuk car free day, tetapi aku tidak bisa, dia terus memaksaku sampai memohon-mohon. Oke baiklah akhirnya ku turuti permintaannya karena aku tidak tega melihatnya. Pada minggu paginya kami berangkat untuk car free day bersama. Aku dan dia joging sambil bergandengan
Tangan. “Ayuni berenti dulu” ucapku. “kenapa?” tanyanya dengan penasaran.
“Kita duduk dulu sini, kamu pasti capek kan?”,
“iya, aku capek”.
“Kamu tunggu sini, aku beli minum dulu.”
“iya, jangan lama-lama”.
Lalu ku tinggal dia untuk membeli minuman, setelah kubeli ku hampiri dia.
“Ini Minum dulu, kamu pasti haus.”
“iya, makasih gibran” jawabnya sambil tersenyum ke arah ku. Entah perasaan ku menjadi adem dan tentram melihat senyumnya. Rasanya ingin terus aku melihat senyumnya yang manis itu. Hari demi hari ku lewati bersama ayuni, kami berdua sangatlah dekat. Mungkin aku pernah bertanya dalam hati apakah hubungan kita berdua Sebenarnya?. Itu menjadi sebuah pertanyaan yang benar-benar menyakinkanku bahwa kini ku sudah mulai menyukainya bahkan aku sudah mulai mencintainya.

Kedekatan ini membuatku ingin mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya Kepadanya. Namun aku takut, takut kalau dia justru akan pergi menjauh ketika mengetaui perasaanku yang sebenarnya. Pada akhirnya ku beranikan diri untuk mengungkapkan semua perasaan ku kepadanya. pagi itu ku ajak dia bertemu di taman kota, ku duduk sambil menunggunya datang. Tak lama 15 menit kemudian ayuni datang langsung menghampiriku. “Hai gibran, udah lama nunggu?”
“Hai, kaga kok baru 15 menitan”
Lalu ku gengam tanganya sambi berkata “ayuni ada yang ingin ku katakan padamu.” Ayuni menatapku sambil berkata “apa yang ingin kamu katakan, katakan saja padaku.” Lalu aku membalas tatapan matanya sambil berkata “sudah lama aku ingin mengatakan ini padamu.” Dengan penasaran ayuni bertanya “cepatlah apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”
“Telah lama ku pendam perasaan ini, jujur aku nyaman berada di dekatmu, aku tak ingin kau pergi dari ku, aku mencintaimu ayuni.” Tiba-tiba air mata ayuni menetes membasahi pipinya, sambir berkata “sebenarnya juga aku mempunyai rasa yang sama padamu, aku juga mencintaimu, aku tak ingin kau pergi”. Lalu aku memeluknya dan berkata “jangan menangis, aku tidak akan meninggalkan mu, aku akan tetep disini untukmu.” Tetesan air matanya semakin membasahi pipinya “aku mencintaimu gibran” ucapnya. Lalu ku cium keningnya dan berkata “aku juga mencintaimu, mau kah kau menjadi pacarku?” Lalu tiba-tiba ayuni melepaskan tangannya dari genggamanku dan berkata “maaf gibran aku tidak bisa untuk pacaran, tapi aku bener mencintaimu.” Dengan heran aku bertanya “kenapa ayuni?”
“Aku tidak bisa menjelaskanya, yang pasti aku juga mencintaimu”.

Setelah itu kami menjalani hubungan tanpa setatus, dan masih sering chatingan, akan tetapi sebulan berlalu sifatnya mulai berubah kepadaku. Beberapa bulan kemudian akhirnya aku benar-benar kehilangannya. Kini dia hilang dan aku tidak tahu keberadaannya sekarang. Yang ku kawatirkan dulu akhirnya benar-benar terjadi kini orang yang ku cinta telah pergi entah kemana. Hanya tinggal kenangan yang kini membekas di hatiku. Dan menjadi sebuah rahasia cintaku kepadanya.

TAMAT

Cerpen Karangan: Qori Febrianto
Facebook: Qori Febrianto

Cerpen Rahasia Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Take A Bow

Oleh:
Kusingkap tirai yang menutupi jendela kaca kamarku. Rinaian hujan mengguyur rumahku, membuat bercak-bercak putih kecoklatan di jendela. Dari kaca yang bernoda ini, kulihat samar-samar halaman rumahku yang basah kuyup.

Memeluk Duka Dua Wanita

Oleh:
Aku masih ingat saat keluargaku pindah ke kampung tanah tosora pada tahun 1985. Saat itu, aku berumur 9 bulan. Sebelumnya, keluargaku hidup dalam gubuk di kampung bersebelahan yang tak

Dear Rosi (Part 2)

Oleh:
Keesokan paginya saat yang masih terlelap Raka menghubungi melalui telepon. “halo” jawabku. “halo Ros coba keluar deh ada yang pengen gue tunjukkin sama lo” ujarnya. Aku keluar dari kamar

Janji di Bulan Juni

Oleh:
Aku tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat itu. Tiba-tiba saja, setelah 5 tahun tak bertemu dia menjanjikan sesuatu. Saat aku membaca pesan yang ia kirimkan, aku hanya

Kita dan Hujan

Oleh:
Ku kumpulkan segala rasa pada ujung jemari Tak memberikan celah sedikitpun untuk membuang rasa yang tak pernah ku mengerti Walau dirimu hanya bayang semu dalam setiap mimpiku Hujan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *