Rangga (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 October 2017

Kutatap lekat lekat tubuh seseorang itu dari belakang. Kayak kenal deh gue, ucapku dalam hati. “Ngapain lo berdiri di situ?” Ucapnya seketika yang membuatku tersentak kaget. Dengan sedikit kesal kudekati pria itu. “Lo ngagetin gue!” Omelku padanya yang disambut gelak tawa. Aku menatapnya heran. “Lo udah stres, ya? Atau lo kelebihan obat? Iiiih! Ngeri gue!” Ucapku yang kembali membuatnya tertawa lebih keras. “Udah, ah! Buruan belajar! Hihi..” Ucapnya yang menghiraukan pertanyaanku. Segera kubuka materi sekarang. Hari terakhir mengajarinya matematika.

“May, kalo yang ini rumusnya kayak gimana, ya?” Tanya Rangga padaku. “Yang ini. Tapi coba deh lo buat lebih sederhana lagi.” Tunjukku pada rumus yang Rangga cari. “Kayak gini?” Tanyanya lagi. “Ya! Itu bisa lo!” Ucapku memberinya sedikit suntikan semangat. Dia tersenyum padaku, aku membalasnya. Huh! Gak salah liat gue?! Dia senyum ke gue!!! Teriakku dalam hati dengan sangat histeris.

“May, setelah ini lo mau ke mana?” Tanya Rangga yang masih sibuk dengan soalnya. Aku berfikir sejenak. “Gue rasa, gue gak ada jadwal deh setelah ini. Kenapa?” Ucapku bertanya. “Ok. Nggak, nanya doang!” Jawabnya yang membuatku mengerucutkan bibirku sebal. “Tapi kalo lo mau, sih.. gue mau ngajak lo ke suatu tempat. Tapi kalo lo mau, sih itu juga…” Lanjutnya lagi yang membuat mataku berbinar. “Ngajak gue jalan? Yakin gak akan ada yang cemburu, nih…” Tanyaku memancing. “Siapa yang cemburu? Nyokap gue? Hahaha… gak lah!” Jawabnya yang masih sibuk mengelak. “Heummm! Bohong banget, kan lo! Buruan jujur!” Desakku padanya. “Terserah! Yang jelas gue gak punya pacar! Jangan ngetawain!” Ucapnya yang mengarahkan telunjuknya tempat di depan mataku. “Woyy! Gak usah di depan muka gue juga kalii! Eh, ralat! Depan mata gue!” Omelku padanya yang kesekian kalinya. “Gak punya pacar? Kok gue gak percaya? Soalnya gue kan pernah liat lo jalan bareng cewek!” Ucapku lagi. Dia berkerut kening. “Cewek? Kapan? Sepasaran itu kah muka gue? Sampe sampe lo ngira gue jalan bareng cewek!” Ucapnya yang menunjukkan wajah bingungnya. “Loh? Ya, terus waktu lo pergi sama cewek ke caffe Mocca itu siapa coba? Masa iya renkarnasi lo! Lucu lo kadang, saking lucunya gue pengen nimpuk kepala lo pake centong!” Timpalku yang entah kenapa membuatnya menjitak kepalaku. “Durhaka lo kalo nimpuk gue!” Ucapnya mendengus. “Sakiiitt!” Ringisku sembari mengusap lembut puncak kepalaku.

“Oh, gue inget! Yang waktu gue ke mall minggu lalu deh, ya?” Ucapnya bertanya untuk memastikan. Aku mengangguk meski dengan raut wajah yang menyebalkan. “Itu mah sodara gue! Dia mau beliin temennya kado.” Jelasnya singkat, padat dan jelas. “Terus waktu yang ke bioskop bareng dia?” Tanyaku lagi yang mulai berani. “Eumm… kalo itu, dia emang lagi kepengen pergi ke bioskop. Tapi dia gak ada temen buat diajak jalan.” Jelasnya lagi, membuatku membulatkan bibirku paham. “Eh, tapi! Yang waktu di kantin itu siapa?” Tanyaku lagi. Dia nampak mengingat ngingat. “Itu si Serly. Dia emang suka sama gue, tapi gue nggak.” Jawabnya singkat. “Kenapa?” Tanyaku memastikan. “Lo kenapa jadi interogasi gue gini, sih?! Kepo banget sama urusan hidup gue!” Ucapnya yang membuatku mendelik ke arahnya tajam. “Apaan sih?!! Kan nanya doang! Gak usah kayak begitu juga kaliii!” Timpalku ngegas.

“Ya udah, maaf. Nih! Gue udah selesai. Jadi sekarang bener, kan?” Tanyanya sangat dekat dengan wajahku. Membuatku tiba tiba terdiam kaku. “Hah? Iiihhh!!! Mau bilang bener gimana coba?! lo nya aja ngehalangin muka gue!” Omelku sedikit canggung. Dia pun memundurkan wajahnya dengan raut yang tanpa dosa. “Bagus, lo selamat!” Ucapku yang membuatnya kegirangan. “Kalo gitu kita jalan!” Ucapnya lalu menarikku keluar dari perpustakaan. “Mau ke mana?!” Tanyaku kebingungan. “Udah ikut aja!” Balasnya singkat.

“Waaaahhh! Bagus banget! Lo dapet rekomendasi dari siapa?” Ucapku takjub melihat pemandangan di depanku. Danau. Ya! Rangga mengajakku ke sebuah danau. Danau yang tak begitu luas, tapi sangat indah. Rangga menarikku ke sebuah kursi taman dekat danau. “Waktu kecil gue suka ke sini. Tapi sekarang udah jarang.” Ucapnya menatap lurus ke depan. Kudekati Rangga duduk di sampingnya agar lebih jelas mendengar ceritanya. “Lo adalah temen pertama yang gue ajak ke sini.” Lanjutnya lagi. “Temen? berarti cewek pernah, doong?” Tanyaku memastikan. “lo itu adalah temen plus cewek pertama yang gue ajak ke sini!” Jelasnya.

Setelah kejadian itu aku dan Rangga menjadi semakin dekat. Entah, namun perasaanku masih bersarang di hati ini untuknya. “May, gue suka sama seseorang, nih!” Ucapnya saat kami sedang bersantai di danau. Aku menatapnya. Retak sudah hatiku berkeping keping. “Oh, ya? Siapa?” Tanyaku sok tegar dengan senyum melekat. “Yang nanya!” Jawabnya sembari menatapku yang entah berarti apa. Aku mendelik sebal. “Lo gak percaya?” Tanyanya memegang bahuku. “Gue suka sama dia udah lama banget. Sebelum gue sedeket ini sama dia.” Lanjutnya sembari menatap pupil mataku. “Gue suka, cinta, sayang sama lo!” Ucapnya sedikit berteriak. Seketika itu aku terlonjak kaget. “Apaan sih, Rang?! Rese lo!” Ucapku mengelak. “Jawab gue, May! Gue suka sama lo, gue sayang sama lo dan gue cinta sama lo! Terima gue, atau nggak?” Tanyanya padaku.

Kutarik nafasku dalam dalam, lalu membuangnya. “Gue gak tau sejak kapan lo suka sama gue, tapi yang jelas gue jauh lebih suka, cinta dan sayang sama lo. Dari sejak 2 tahun lalu!” Jawabku yang dijawab dengan raut wajah yang tak percaya Rangga. “Kita pacaran?!” Aku mengangguk.

Dan akhirnya kamu pun bersama. Takkan berpisah meski banyak rintangan yang menghadang. Aku dan Rangga telah mengucapkan janji, janji akan tetap bersama, takkan terganggu meski banyak di luar sana yang lebih sempurna.

Tamat…

Cerpen Karangan: Hana Nur Aini
Facebook: Hana Nur Aini
Maaf, kalo ada kata kata yang kurang nyambung ^_^ dan maaf kalo endingnya nge-gantung ^_^

Cerpen Rangga (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karena Hujan (Part 2)

Oleh:
Tak beberapa menit kemudian ada invite di bbmku (ya pasti gue terima.) “Gimana es creamnya enak gak?” tanya ko nico dibbm. “Enak orang jelas kesukaan gue.” jawabku. “Besok pagi

Kisah Cinta Nestapa

Oleh:
“Kamu harus tahu, betapa besarnya rasa cintaku terhadapmu.” “Tapi…” “Cinta tak membutuhkan sebuah kata tapi.” “Maaf. Aku jenuh.” “Jenuh terhadap sikapku? Atau kamu telah menambatkan hatimu ke hati pria

Aku Ada Di Sini

Oleh:
Bisu. Aku diam membisu di pojok kelas. Memperhatikan ia bermesraan dengan perempuan kesayangannya. Tenanglah, ini hanya pemandangan biasa. Tapi sepertinya, aku tidak bisa membohongi perasaan sakit yang membelenggu masuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Rangga (Part 3)”

  1. dinbel says:

    Goood jobsss, cerita yang sangat menarik & kreatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *