Rasa Itu Mulai Tumbuh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 27 January 2015

Fira adalah anak yang periang, cerdas, cantik (kata teman teman).
Pagi itu terasa seperti biasa, riski yang selalu menjemputku untuk berangkat ke sekolah. Sesampainya di kelas aku langsung mengerjakan jadwal piketku hari ini dan seperti biasa gosip yang selalu menyertaiku tentang kedekatanku pada riski.

Saat istirahat riski ngajak aku makan bareng di kantin tapi aku nolak dan dia maksa, ya udah aku turutin deh. Entah sejak kapan aku mulai cemburu melihat riski dekat dengan yang lain. Sampai kusadari ada yang beda dari diriku yaitu sikapku. Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta?

3 bulan berlalu, riski telah menjadi milik sahabatku widya..
Dan meraka putus tepat sebulan sebelum ulang tahunku. Widya selalu menyalahkan aku atas terputusnya hubungan cinta dia dan riski. Sampai tepat hari ulangtahunku riski megutarakan maksudnya memutuskan widya dan memilih aku menjadi pacarnya. Tapi musibah menimpaku bertubi tubi. Widya yang tidak terima aku pacaran dengan riski mulai membuat ulah seperti kunciin aku di kamar mandi agar aku nggak ikut lomba cerdas cermat. Dan dia pula yang menjadi provokator agar aku keluar dari sekolah karena gara gara aku mangkura jadi kalah. Dan satu sekolah nyiram aku pakai telur lah, tepung dan lain lain. Riski tiba tiba saja datang ngelindungin aku. Widya jadi tambah cemburu.

Dan sekarang aku sudah kelas 1 SMP dan masih satu sekolah dengan riski. Dan aku pun bahagia

Cerpen Karangan: Aliyah Zhafirah
Facebook: Fira Zhafirah

Cerpen Rasa Itu Mulai Tumbuh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hay Dev (Untold Stories)

Oleh:
Sejatinya aku bingung mau bercerita tentang apa, karena memang sudah sering kuceritakan baik dalam catatan pribadi maupun di berbagai linimasa media sosial. Oh iya aku adalah seorang mahasiswa perantauan

Antara Aku, Kau dan Dia

Oleh:
Kriiinggg!! Bel tanda istirahat berbunyi. Anak-anak berhamburan ke luar kelas, tetapi tidak denganku… aku masih terdiam di kelas sambil memandangi awan di luar jendela dan membayangkan masa-masa yang pernah

Spektrum Ilusi

Oleh:
Terdapat sebuah rasa takjub bercampur iri manakala terpampang cerahnya langit pagi bersama hilir mudiknya koloni burung burung gereja, mereka terbang dengan bebasnya tanpa terbelenggu ikatan adat maupun kepercayaan. Pergi

Kenapa Aku Harus Berpenyakit Kanker

Oleh:
Kring… Kring… Kring… Sebuah jam beker berbunyi yang setiap hari membangunkan ku, seperti biasa setiap pagi ayah ibuku ku sudah berangkat kerja yah meraka memang sangat sibuk. Di sekolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *