Rasa Yang Tertinggal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 29 May 2015

Sore itu aku menghadiri sebuah acara reunian bersama kawan lamaku, kawan yang pernah ada saat aku masih berbalut seragam putih biru, mereka yang selalu menghiasi hari-hari ku, tertawa ceria bersama… tapi itu dulu, mereka yang dulu bukanlah yang sekarang. Lamunanku terhenti saat kudengar seseorang memanggil namaku.
“Zira..!” Panggil salah satu teman lamaku yang bernama Intan, dia merupakan salah satu sahabat terbaikku semasa smp ku dulu.
“Hai, apa kabar?” jawab ku.
“Baik, gua kangen sama lu..!” jawab intan dengan nada centil, ya, temanku yang satu ini memang sedikit centil, tapi biar pun begitu dia orangnya baik dan selalu ceria.
“iya, gua juga kangen sama lu, yang lainnya mana?”
“hmm.. mungkin masih di jalan” jawab Intan.

Setelah selesai bersapa ria, kami pun duduk menunggu yang lainnya. Kami juga mengobrol sambil flashback ke masa smp.
“Ra, lu masih ingat kan sama Fourangi?” tanya intan memulai obrolan
“iya, gua inget.. dan gak akan lupa sama persahabatan kita.”
“Kalau sama si F****** masih ingat gak?” Tanya Intan sambil tertawa
“Bisa jadi” jawab Zira sambil tertawa juga

Fourangi itu adalah nama persahabatan ku dulu semasa smp, yang artinya 4 Pelangi. ya, walaupun kita memiliki karakter yang berbeda-beda, tapi persahabatan kita tetep indah kok, sama seperti pelangi yang memiliki bermacam-macam warna, Karena kita saling melengkapi.

Waktu mulai berlalu, orang-orang mulai berdatangan. tapi, dari sekian banyaknya orang, seseorang yang kucari pun tak terlihat, entah dimana dia?.

Dari kejauhan kulihat dua orang sahabatku yang lainnya sudah datang, yaitu Tira dan diana. Tiara, dia seorang teman yang baik, pandai bergaul, lucu dan periang, sedangkan Diana, dia juga baik, jenius tetapi dia sedikit pendiam. Kupandangi mereka, tak ada yang berubah dari mereka, keduannya masih seperti sahabat yang pernah ku kenal. Kami saling bertegur sapa, mengenang masa lalu… masa dimana kita menuju kedewasaan, saling berbagi, penuh kejailan dan kenakalan-kenakalan yang pernah kita lakukan. Hari ini terasa sempurna bisa bersama mereka lagi.
Tapi, dimanakah dia? Dia yang telah lama tak kujumpai. Mengingatnya terasa menggetarkan hati ini. Tapi, mungkinkah dia akan datang? Pertanyaan itu terus berkecamuk di dalam pikiranku. Huuuhh.. Sudahlah kurasa ia tidak akan datang.

Saat ku sudah mulai jenuh mencarinya, tiba-tiba mataku terbelalak tertuju pada satu wajah, sepertinya familiar, siapa dia? Gumam ku dalam hati.
“Fairhan..!!!” Intan memanggilnya
Fairhan pun melambaikan tangannya ke arah Intan.
Kulihat Intan mulai menjailiku dan menggoda ku
“Cie ciee”
Zira pun hanya terdiam dan tersipu malu.
“Ternyata dia sudah datang!!” Sorak kegembiraan ku dalam hati.
“Dia berbeda, benarkah itu dia?”
Dia terus berjalan menghampiri teman-temannya. Sepintas ku melihat dia melirikku dan terseyum padaku.
Oh, Tuhan.. tak ku sangka, ku akan bertemu dengannya lagi, tapi.. apakah itu pertanda rasa itu masih ada, atau hanya perasaan sesaat? Perasaan yang telah lama ku pendam semasa smp, entahlah, aku menggeleng-gelengkan kepala.

Tak terasa kini waktu telah larut malam, acara pun telah usai, kami pun bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing. Satu persatu berpamitan untuk pulang dan tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Ray, karena acara reunian kali ini bertempatan di rumahnya.

Sesampainya di rumah, aku memikirkan kejadian-kejadian yang tadi, senangnya bisa bertemu dengan mereka lagi, awalnya sih biasa tapi dengan seiring berjalannya waktu rasa itu mulai ada, bahkan terasa happy bareng mereka.. Kini rasa itu hanya ada untuk sesaat dan bahkan rasa itu adalah rasa yang tertinggal. Hmm, masa lalu yang indah untuk dikenang, tanpa mereka mungkin cerita smp gak akan bisa seindah itu.

Cerpen Karangan: Puji Lestari
Facebook: Lestaripuji741[-at-]yahoo.com

Cerpen Rasa Yang Tertinggal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Harapan Yang Tak Pasti

Oleh:
Hari ini adalah hari Senin, hari dimana Nita akan mengadakan ulangan semester. Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 waktunya Nita berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah, Nita langsung mencari ruangan yang

Marie Kucingku Sahabat Sejatiku

Oleh:
Marie dan Maya adalah sahabat yang baik. Walaupun mereka berbeda dunia, Marie adalah seekor kucing putih yang imut dan lucu yang membuat Maya, gadis kecil berusia 8 tahun itu

Delapan April

Oleh:
Hari ini aku berjalan lagi tanpa arah, kesana kemari mencari makanan untuk mengisi perut yang keroncongan ini. Di taman itu aku lihat dia duduk sendirian disana. Aku mulai menghampirinya,

Dear Friend, Forgive Me (Part 1)

Oleh:
“Selamat pagi!” “Pagi!” Doni menyapa sosok perempuan di koridor kelas. Risa namanya. Mereka adalah sepasang teman yang dekat. “Ada pr gak?” tanya Doni sambil menyeruput kuah bakso. “Ada. Matematika

Sebuah surat terakhir sahabat ku

Oleh:
Aku hanya melamun saat berjalan menuju kelasku. Dengan tiba-tiba aku melihat Angel sedang merundukkan kepalanya, sepertinya dia sedih. “Angel, kamu kenapa?” tanyaku. “Gak apa-apa Kak, aku cuma sedih menunggu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *