Ratu Baper Kepeleset Cinta (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 November 2017

Seorang gadis sedang duduk di bawah pohon sambil memandang sunset di depannya, tidak terasa butiran bening meluncur dari sudut mata sipitnya dan kini butiran itu semakin deras berjatuhan membasahi pipi chubby miliknya.

“Kenapa lagi Al?” Tanya Sisil sahabat dekat Alia
“Nggak kok.” Jawab Alia sambil menghapus air matanya
“Kak Restu lagi ya? Gue kan udah pernah bilang sama loe jangan terlalu baper sama cowok. Gini kan jadinya.”
“Hehehe.. Gue cuma masih nggak percaya aja kalo ternyata dia selama ini cuma nganggep gue adek, gue kira semua perhatiannya itu karena dia cinta sama gue. Bodoh banget gue.”
“Udahlah berhenti nyalahin diri sendiri. Ngomong-ngomong loe kaya gini nggak cuma sama kak Restu aja deh tapi sama semua cowok yang pernah dekat sama loe, berarti dari dulu loe bego dong?”
“Sialan loe Sil.” Umpat Alia sambil menjitak kepala sahabatnya
“Aww.. Sakit tau.” Rengek Sisil sambil mengerucutkan bibir tipisnya
“Ahahaha.. Loe jelek banget kalo gitu. Kok bisa-bisanya Riki mau jadi pacar loe?”
“Terserah kata loe aja deh yang penting loe seneng. Al, balik ke tenda yuk di sini tambah dingin.”
“Ayo.” Kata Alia sambil merangkul pundak Sisil lalu berjalan menuju tenda mereka.

Alia terbangun dari tidurnya lalu melihat jam di pergelangan tangan kirinya yang menunjukan pukul 02.15. Tadi ia baru saja dapat terlelap pukul 00:05 malam tadi dan kini ia sudah terbangun karena kedinginan.

“Sh*t! Kalo gini terus gue bisa mati kedinginan.” Gerutunya sambil duduk kemudian memperhatikan teman-temannya yang masih terlelap
“Kok loe udah bangun Al, emangnya udah jam berapa?” Tanya Tania lalu duduk di dekat Alia
“Gue nggak bisa tidur kedinginan.”
“Temenin gue ke kamar mandi yuk.”
“Ayo.”
Alia keluar tenda sambil mengeratkan jaketnya dan diikuti Tania.
Keadaan di luar tenda keadaan benar-benar dingin dan sepi bahkan kabut menciptakan kesan horor di kawasan perkemahan ini.

Setelah mereka kembali dari kamar mandi tiba-tiba langkah Alia terhenti karena melihat ada orang di dekat sisa api unggun semalam.
Tania yang melihat Alia berhenti tiba-tiba ikut berhenti juga dan mengikuti arah pandangan gadis itu ke sisa api unggun semalam yang berada di lahan ketiga.

Sekolah mereka memang menyewa kawasan perkemahan yang setiap lahannya dihubungkan oleh lereng yang landai untuk refreshing camp yang diikuti hampir sebagaian siswa siswi SMU Persada.
Lahan pertama dan kedua digunakan untuk mendirikan tenda sedangkan lahan ketiga digunakan untuk api unggun.

“Itu orang kan Al?” Tanya Tania sambil mencengkram lengan Alia dengan erat
“Ya iyalah.” Jawab Alia tenang tanpa ada ketakutan sedikitpun di dalam nada bicaranya dan diiringi dengan langkah pasti menuruni lereng yang memisahkan lahan kedua dan ketiga.
“Loe mau ke mana Al?” Tanya Tania lalu mengikuti langkah Alia dengan ragu-ragu
“Angetin badan di dekat api unggun.”

Sesampainya di dekat api unggun ternyata tidak hanya ada seseorang yang tengah duduk di sana tapi juga ada beberapa guru dan siswa yang tidur di dekatnya.

“Kita gabung ya.” Kata Alia sambil duduk di dekat siswa itu dan diikuti Tania
“Iya. Kalian nggak tidur?” Tanya siswa itu
“Nggak bisa tidur.” Jawab Alia singkat sambil mendekatkan kedua tangannya ke bara api yang ada di depannya
Siswa itu tersenyum kepada Alia dan menuang sedikit solar ke bara itu agar semakin membara, bahkan apinya mulai sedikit membesar.
Tania yang sedari tadi memperhatikan wajah siswa itu terkejut saat dapat melihat wajahnya lebih jelas karena bantuan api unggun di depannya

“Eh, loe Aldo anak 11 IPA 3 kan?” Tanya Tania terkejut
“Loe kenal dia Tan?” Tanya Alia heran
“Dia anak baru dari Tasikmalaya itu Al.” Jelas Tania
“Ohh jadi yang namanya Aldo itu loe?” Tanya Alia kepada siswa yang ada di sampingnya
“Iya.” Jawab Aldo sambil tersenyum
“Al, balik ke tenda yuk.” Pinta Tania lalu berdiri “Gue udah ngantuk.” Lanjutnya sambil menarik tangan Alia
“Iya iya.. Gue duluan.” Kata Alia sambil berdiri mengikuti Tania

“Loe apa-apaan sih Tan?” Tanya Alia heran saat mereka sudah berjalan jauh dari Aldo
“Loe gak tau siapa itu Aldo?” Tanya balik Tania
“Emang siapa dia?”
“Alia loe tuh ke mana aja sih selama ini? Aldo itu idola baru di sekolah kita, loe nggak lihat wajah indonya tadi? Gue bisa pingsan karena pesonanya.”
“Buat apa cakep tapi nggak pintar?” Tanya Alia lalu berhenti di depan tenda mereka
“Dia pintar kok.” Bela Tania
“Kalo dia pintar pasti dia masuk kelas kita bukan IPA 3.” Bantah Alia lagi.
“Terserah loe deh.” Pasrah Tania lalu masuk ke dalam tenda

Alia duduk di lereng landai itu tak memperdulikan jika rumput yang ia duduki basah karena embun sambil meletakan headphone merah yang sedari tadi menggantung di tengkukya berpindah ke telinganya, ia memandang lurus ke depan sambil mendengarkan lagu yang ada di playlist hpnya.
Alia yang kini telah duduk di bangku kelas 11 IPA 1 di SMA Persada selalu beranggapan jika cowok tampan tapi tidak pintar itu percuma.

Aldo yang melihat Alia duduk sendirian berjalan menghampiri gadis jelita itu lalu duduk di sampingnya.
“Loe nggak tidur?” Tanyanya
“Yang ngantuk temen gue bukan gue.” Jawab Alia tanpa menatap lawan bicaranya
Walau ia baru 2 bulan bersekolah di SMA elit itu tapi ia mengetahui dengan baik siapa Alia Framaisella.
Ya, diam-diam ia selalu memperhatikan Alia si bintang sekolah itu.
Ia juga mengetahui jika gadis cina ini tidak begitu menyukai laki-laki tampan yang kurang pintar hal yang membuat Aldo merasa tertarik kepada gadis disampingnya.

Matahari yang bersembunyi di balik kegelapan langit malam kini mulai muncul malu-malu di balik pepohonan yang sedikit menjulang. Satu persatu siswa SMA Persada mulai keluar dari dalam tenda lengkap dengan jaket tebal yang membungkus tubuh mereka tak terkecuali Alia. Entah tadi ia tidur jam berapa yang jelas saat ia mulai merasa mengantuk karena sedikit mengobrol dengan Aldo, ia segera pamit tidur kepada pemuda yang kata para penghuni sekolahnya ‘Idola Baru’ itu.

Agenda pagi ini sekaligus untuk penutupan adalah hiking di sekitar wilayah perkemahan sebelum mereka packing dan kembali ke rumah masing-masing. Seluruh peserta dikumpulkan di lahan ketiga untuk mengambil nomor yang akan menentukan kelompok hiking mereka karena saat hiking nanti akan ada pos-pos permainan yang akan menguji kekompakan kelompok.

Setelah mendapat kertas nomornya Aldo segera mencari kelompok 4, angka yang sama yang terdapat di kertasnya dan ternyata ia satu kelompok dengan Alia, Sisil, Fahmi, Lucas, Yoga, Restu, Dito, dan juga Gusti dan kelompok mereka berangkat yang pertama karena bisa menjawab pertanyaan yang diberikan panitia lebih dulu.

Mereka bersembilan tertegun melihat pemandangan di sekitar mereka. Lahan yang dihiasi aneka sayuran berjajar rapi di setiap lerengnya ditambah dengan bukit-bukit kecil yang tampak damai dengan pepohonan yang memenuhinya, entah karena terlalu asik mengagumi lukisan Tuhan atau karena hal lainnya tiba-tiba Alia terpeleset saat menuruni jalan setapak yang sedikit curam dan licin yang membuatnya harus terduduk di atas tanah yang dingin itu.
“Aaaa…” Pekik Alia terkejut mengundang perhatian para anggota kelompoknya, wajahnya sudah memerah menahan malu
Dengan cekatan Aldo yang berjalan di depan Alia segera berbalik dan membantu Alia berdiri, ia mencekal pergelangan tangan gadis itu agar tidak terjatuh lagi.
“Thanks.” Kata Alia yang bermaksud agar Aldo segera melepas cekalannya tapi ternyata pemuda itu belum mau melepaskan cekalannya bahkan kini ia menautkan jemari mereka.
“Pelan-pelan aja kak.” Kata Gusti siswa kelas satu yang berada dibarisan paling belakang.

“Loe nggak apa-apakan Al?” Tanya Sisil yang berada di belakang Alia khawatir dan dibalas anggukan oleh gadis itu.
Restu yang berada di barisan paling depan segera mendekati Alia, membingkai wajah gadis itu dengan kedua tangannya.
“Kamu nggak apa-apa dek?” Tanya Restu lembut tapi ada semburat kekhawatiran di matanya.
“Gue nggak apa-apa. Ayo jalan lagi.” Kata Alia datar mencoba menyembunyikan kegugupannya sambil menyingkirkan kedua tangan Restu.

Perjalanan mereka kini berlanjut tapi Aldo tetap tidak melepaskan tautan jemarinya dan jemari Alia walau sudah sampai di perkemahan sekalipun. Aldo pun tidak segan untuk mengantarkan Alia ke tenda gadis itu.

“So, loe pilih Restu atau Aldo Al?” Goda Sisil saat Aldo telah meninggalkan tenda mereka.
“Apaan sih loe?” Tanya Alia kesal lalu masuk ke dalam tenda.
“Loe boleh gini ke gue tapi kalo loe nangis jangan ngajak-ngajak gue loh.” Ancam Sisil lalu mengikuti Alia masuk ke dalam tenda.

Setelah membersihkan kawasan perkemaham rombongan SMU Persada satu persatu memasuki bus yang akan membawa mereka pulang.

to be continue..

Cerpen Karangan: VRialnal
Facebook: VRialnal
Baru belajar nulis jadi maaf kalo masih absrud (abis)

Cerpen Ratu Baper Kepeleset Cinta (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Secangkir Kopi Untuk Mas Ridwan

Oleh:
Hari ini adalah awal bulan kesepuluh di tahun 2014, ritntik-rintik hujan sudah mulai setia menggerayangi bumi. Ku amati keadaan kampung yang terlihat sepi dari tempatku berdiri menyandarkan sebagian tubuh

Pelangi Disela Sela Hujan

Oleh:
“Ah.. senja lagi” desahku kala matahari mulai menenggelamkan tubuhnya… “Assalamualaikum, icha” beberapa kali genggaman jemari dari seorang mungkin lebih mengetuk pintu kamarku “Masuk” perintahku “Icha! kok lo masih jelek

Pelesiran

Oleh:
Tak ada yang membahagiakan Asih selain terus bersama dengan Arifin. Lelaki yang ia idam-idamkan. Hatinya berbunga, melambung, seakan semua kayalannya sempurna nyata. Ketika Asih merajuk manja, memohon tanpa berniat

Untukmu Af

Oleh:
Teng tong teng teng teng tong teng teng… bunyi yang tak asing lagi di telingaku, ya keretaku tercinta tempat dimana aku biasa menuju tujuan terakhirku rumahku setelah aku bertemu

Latihan Drama

Oleh:
“Hey nanti kumpul ya untuk latihan drama?” kataku. “kenapa tidak besok saja? Sekarang gue mau pergi bersama saudara!” tanya Ernest. “Iya, sekarang gue juga sibuk” kata Gunawan dengan ikut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *