Remember

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 29 July 2016

“Apa kau masih mengingat daun maple yang berguguran diwaktu senja?”
Pertanyaan itu masih terngiang-ngiang di otakku. Apa aku masih mengingat itu semua? Mungkin iya. Mungkin juga tidak. Untuk sekarang aku takut untuk mengingatnya, karena saat aku mengingatnya otakku terasa sangat sakit. Sudah dua tahun aku tidak bisa mengingat apa yang dulu ada di ingatanku, semuanya hilang begitu saja. aku pernah mencoba mengingat siapa diriku sebenarnya alhasil kepalaku jadi sakit. Kata Billy aku terkena amnesia karena terkena tendangan bola. Come on apa aku selemah itu?

Kalau tidak salah nama gadis yang tadi sore.. namanya Laras. Tiba tiba dia mendatangiku saat aku sedang memulihkan ingatanku. Saat aku tanya siapa dirinya dia malah diam.
“Aku Laras, Seno”
Dia mengatakan itu seakan-akan kami pernah bertemu, tapi aku sama sekali tidak tau dia siapa. Apa dia bagian dari masa lalu yang tidak kuingat?
“Aku tidak mengenalmu um.. Maksudku mengingatmu”
Kukatakan itu karena dulu mungkin aku sangat mengenalnya dan sekarang aku tidak mengingat siapa dia.
“Apa maksudmu kau tidak mengingatku? Aku Laras, bertahun-tahun aku mencarimu, ya kau tau semenjak kecelakaan itu kau .. menghilang”

Kecelakaan? Menghilang dari siapa? Aku tidak menjawab, untuk saat ini aku bingung sangat bingung.
“Sudahlah aku tidak mengerti apa yang kau katakan, pergilah kepalaku sakit.”
Aku langsung berdiri dan berjalan tetapi seseorang menarik tanganku.
“Tunggu, kau belum menjawab pertanyaanku. Apa maksudmu kau tidak mengingatku?”
Aku menghela nafas. “Maksduku um.. mungkin dulu aku mengenalmu tapi untuk sekarang aku tidak ingat kau siapa, karena untuk sekarang kau tidak ada di dalam ingatanku.”

Aku kembali mengingat siapa gadis ini, saat aku mengingat, bayangan gadis ini lewat di kepalaku membuat kepalaku menjadi sakit. “Akhh..” ucapku sambil memegangi kepalaku.
Tiba-tiba gadis itu bertanya.
“Siapa nama orangtuamu?”
Orangtua? Aku tidak tau, walaupun aku tidak bisa mengingat mereka tetapi aku merasakan kalau mereka sangat merindukanku.
“Kau tidak ingat?”
“Percuma kau menanyakan hal yang sama sekali tidak kuingat”

Lalu aku berjalan pergi menjauhinya tetapi baru kakiku melangkah ia berteriak.
“Seno Gunawan, Apa kau gila, kau tidak mengingat orangtuamu?”

Mungkin dia pikir aku sedang bercanda.
Tapi aku sedang serius!
“Sudah kubilang aku tidak bisa mengingatnya, bahkan aku tidak tau siapa diriku! Dan kau tiba-tiba datang dan bertanya hal yang sama sekali tidak kuingat tapi..” Nada bicaraku jadi tinggi. Aku melanjutkan kalimatku yang masih terputus. “Aku juga ingin mengingatnya, mengingat apa yang ada di pikiranku dulu, mengingat siapa dirimu, dan mengingat siapa orangtuaku”. nada bicaraku menjadi turun.
“Kenapa orangtuaku tidak ikut bersamamu? Apa mereka juga tidak mengingatku?”
Gadis itu terdiam entah mengapa tiba-tiba wajahnya berubah menjadi sendu.
“Mereka sudah tidak ada, kecelakan itu merenggut nyawa orangtuamu, dan hanya kau yang aku miliki sekarang, kaulah alasan mengapa aku tetap hidup, kalau kau juga mati dalam kecelakaan itu mungkin aku sudah bunuh diri, kupikir kau juga begitu tetapi aku salah, kau sudah mati, kau bukan seno yang dulu, jiwamu sudah mati, bahkan kau tidak mengingat apapun, menggelikan!”
Lalu tatapannya kosong, seakan nyawa gadis itu tidak ada di dalam tubuhnya. Aku lupa aku belum memberi taunya tentang penyakit yang kualami.
“Maaf, seharusnya aku jelasi ini dari awal agar kita tidak salah paham, dua tahun lalu aku mengalami amnesia karena tendangan bola, sampai sekarang, itu alasanku kenapa aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu.”
“Tendangan bola? Apa kau selemah itu?”
Kami sama-sama terdiam, suara angin dan gulungan ombak laut menjadi saksi bisu kami, seakan-akan merekalah yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepala kami. Lalu perlahan matahari turun sepertinya ia sudah siap bekerja dan siap untuk istirahat panjangnya, cahaya orange kemerah-merahan menyilaui Seno dan Laras.
Laras memandang hamparan laut di depannya, mengirup udara sebanyak-banyaknya bersiap untuk bertanya lagi.
“Apa kau ingat daun Maple yang berjatuhan di waktu senja?”
Ia menanyakan pertanyaan yang sama dan aku tidak mungkin menjawab dengan jawaban yang sama.
“Aku ingin mengingatnya, jadi buatlah aku mengingatnya”

Untuk pertama kalinya aku mengingat siapa dirinya saat aku melihat senyumannya.

The End

Cerpen Karangan: Atikah Nabila
Facebook: atikah nabila

Cerpen Remember merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kau Terindah

Oleh:
Di pagi yang cerah ini, tiba-tiba hp ku bergetar “selamat pagi kiting, kamu ngasi kado apa besok buat ku?” ya Ismail nama seseorang yang saat ini dekat dengan ku,

Setelah Luka

Oleh:
Tak hentinya mataku bertatap, seolah ia berharga untukku. Tak hentinya aku tersenyum, seolah ia adalah hal yang terindah. Iya, saat ini seluruh pandanganku tak hentinya berpusat pada dia. Dia

Waktu Yang Dinanti

Oleh:
Lima tahun lalu seseorang yang pernah mengisi hari-hariku memberikanku sebuah video kumpulan dari foto-fotoku dengan backsound lagu yang tak pernah aku dengar sebelumnya, ia mengirimnya melaui media sosial facebook.

Sebusur Pelangi Di Matamu

Oleh:
Berawal dari persahabatan kita jalani kisah, lukisan terindah yang penuh warna, Merangkai cerita sebatas koleksi jiwa, Ah… Itu dulu dan cerita masa lalu, Ketika aku belum merasakan getaran cinta,

Bintang Baru Di Tahun Baru

Oleh:
“Kalau aku jadi langit, kamu jadi apa?” “Aku mau jadi astronot biar bisa samperin kamu ke langit.” “Loh, kok astronot sih? Kamu harus jadi bintang.” “Memangnya kenapa?” “Karena aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *