Remember

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 17 May 2016

Aku adalah seorang penyanyi papan atas dunia. Orang mengenalku sebagai seorang artis dan penghargaan yang ku punya. Begitulah yang aku harapkan. Aku baru saja putus dengan pacarku. Aku rasa ada banyak hal yang membuat kami selesai, salah satunya ketidakcocokan. Kami mengakhiri hubungan kami dengan baik-baik. Banyak yang menggosipkan hubungan kami. Membicarakan jika aku bukan wanita baik-baik dan suka berganti-ganti pacar. Aku tidak suka dengan itu. Aku lebih suka jika mereka membicarakan tentang prestasi dan karya-karyaku. Aku sudah mulai menjalani hidupku seperti biasa, tanpa air mata. Namun satu yang aku tahu, aku tak mungkin lupa.

Setiap hari bayangnya selalu ada. Kenangan tentangnya yang tak akan hilang. Yang membuat air mataku menetes. Hal-hal kecil yang selalu ku ingat dan membuatku rindu. Saat kami terlibat pertengkaran malam itu, aku melemparkan hpnya ke arahnya, dan dia memeluk diriku dengan kasih sayang. Saat dia berpesta pora dengan sahabatnya dan aku mencari tempat sepi untuk menyendiri. Untuk membuatku bahagia, dia tidak memikirkan kebahagiaannya. Dia suka suasana kota dan pesta pora, tapi dia mengikuti hobiku yang suka barang-barang antik dan alam terbuka, hanya untuk membuatku bahagia.

Saat kita berjalan bergandengan bersama, aku memegang tangannya, dan dunia melihat kita dengan seribu opininya. Saat aku melihatnya melirik wanita lain, dan begitu kata teman-temanku. Aku merasa cemburu. Saat kami bertemu di jalan, saat itu pukul dua malam. Entah apa yang dilakukannya. Mungkin itu juga yang ada di pikirannya. Saat aku melihatnya dari seberang ruangan dengan penuh penasaran, aku tersenyum tipis padanya dan ku rasa aku mulai jatuh cinta pada pria anggota boyband. Kami duduk bersama di sofa hotel besar dan berbincang, aku sangat senang, dunia mengetahui itu, dan mereka berkata wajahku berbinar-binar.

Aku suka membaca cerita cinta yang berakhir bahagia. Aku kira itu akan terjadi dalam kehidupan nyata. Tapi, ternyata tak ada cinta yang sempurna. Aku tahu semua itu ada, masih ada, dan akhirnya juga akan sirna. Bukankah karir dan masa depanku masih panjang. Akan ku temukan seorang lelaki yang suka minum kopi atau latte kasukaanku. Mungkin aku akan berkenalan dengan DJ, menghabiskan waktu dengan sahabatku, dan membuat orang-orang membicarakan karya-karyaku, bukan kisah asmara yang tak berguna. Aku akan meninggalkan kenangan itu, pria berambut panjang yang disukai banyak wanita dan menyukai pesta. Aku tahu tak mungkin melupakan ini, mungkin juga aku akan menulis ini dalam syair-syair lagu dalam album baruku. Dan aku akan mendapatkan banyak penghargaan. Saat itulah dunia akan mengenalku karena prestasi yang ku punya, bukan kisah asmara.

Cerpen Karangan: Nadya Nurlisa (Swifties)
Facebook: Nadya Nurlisa
Kisah ini terinspirasi dari kisah idola saya.

Cerpen Remember merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tetaplah Bersamaku (Part 1)

Oleh:
“Assalamu’alaikum Bu, Pak.. Nia berangkat,” “Wa’alaikumsalam nduk, seng tenanan yo.. Semoga kamu jadi orang sukses,” “Aamiin,” Tak lama kemudian kereta api gajayanan membawaku hijrah ke kota pelajar, Jogjakarta. Alhamdulillah,

Gila Ramalan

Oleh:
Menurut kalian salah gak sih kalau gue itu tergila-gila sama ramalan? Ehm engga kan ya? Perkenalkan gue cika si ratu ramalan. Temen-temen gue ngasih julukan tersebut ke gue karena

Cinta Lain Kali (Part 2)

Oleh:
Dua hari setelah aku mengalami kesialan yang luar biasa, aku harus bersekolah. Seperti biasa, aku berangkat sekolah naik angkot, ku nikmati pagi dan mengumpulkan semangat untuk menjalani hari ini.

Bara Cinta Rindu

Oleh:
12 Desember 2000 “Dasar wanita gak tahu diri!”teriakan Papa menyambutku di balik pintu. Wajahnya merah padam.Napasnya memburu penuh amarah.Dengan tangan kanan terangkat ke atas.Siap menerjang Mama yang kini bersandar

Akhir Cerita Cinta

Oleh:
Selamat pagi dunia, nampaknya hari ini kau tak memancarkan cahaya yang cerah secerah biasanya… mengapa? Apakah harimu sama denganku? Hari ini, tepat empat tahun setelah kepergian ayah dan bunda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *