Rencana Tuhan Sangat Sempurna

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 30 November 2019

Tuhan yang menciptakan segalanya. Ia yang mengatur segala urusan dan takdir manusia. Kita tak bisa menolak dan menghindar dari takdir. Kita harus sanggup menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita. Seperti Virly yang harus berjuang menerima apa yang diberikan Tuhan padanya. Dia tidak bisa menolak. Ia harus memendam perasaannya dengan rasa sakit dan sedikit bahagia.

Virly pelajar SMA kela X. Dia mempunyai teman bernama Ratna. Virly dan Ratna adalah seorang sahabat yang selalu bersama, melengkapi satu sama lain. Mereka akan saling mengerti dan memahami. Berusaha memecahkan masalah bersama dalam suka dan duka.

Suatu ketika pada saat pulang sekolah Virly benar-benar terlihat aneh. Dia terpaku menatap seseorang yang berjalan di depannya. Tanpa ia sadari, Ratna menepuk bahunya.
“Hai, kau kenapa?,” tanya Ratna.
“Akuuu… aku tidak apa-apa,” jawab Virly gugup.
“Kau mengaguminya?,” Ratna curiga.
“Siapa? Tidak, aku tidak mengaguminya, lagi pula aku tidak mengenalnya. Ayolah kita pulang,” jawab Virly.
“Emm.. ok lah,” saut Ratna.

Virly menghindar dari pertanyaan Ratna. Dia tak mau jika Ratna tahu bahwa ia mengagumi seseorang itu. Virly semakin penasaran kepada seseorang itu yang telah membuat Virly terpaku. Siapa namanya dan dari mana asalnya. Seseorang itu membuat Virly semakin semangat menggapai mimpi.

Virly mengawali pagi dengan semangat. Saat di kelas, ia memberanikan diri untuk bertanya kepada Ratna tentang cowok itu.
“Ratna, kau tahu tentang cowok yang lewat kemarin?,” tanya Virly.
“Cowok itu? tentu aku tahu. Dia itu namanya Vian dan yang perlu kamu tahu, dia itu jago basket lho. Pokoknya tidak akan menyesal kalau dekat sama Vian. Sikapnya dewasa, memiliki jiwa pemimpin, dan dia itu orangnya setia,” jelas Ratna.
“Oh ya? Kau tahu tentang dia? Bagaimana ceritanya?,” lanjut Virly dengan berbagai pertanyaan.
“Ya pasti aku tahu, aku kan satu SMP lagi pula rumahku tak jauh dari rumahnya Vian,” jawab Ratna.
“Woww, udah ganteng, jago basket, uuww keren bangettt…,” ucapan Virly semakin tak karuan.
Percakapan mereka berakhir karena pembelajaran akan segera dimulai.

Semakin hari, Virly semakin ingin dekat sama Vian. Pada suatu hari, Virly mendapat amanah untuk mengantarkan surat saudaranya karena tidak bisa masuk sekolah. Kebetulan saudaranya itu satu sekolah tetapi kelas XI. Sesampainya di sekolah Virly langsung menuju kelas saudaranya itu. Tanpa ia ketahui, kelas yang dituju adalah kelasnya Vian. Ternyata saudaranya teman sekelasnya Vian. Terjadilah percakapan diantara mereka.

“Mencari siapa? dan ada apa?” tanya Vian.
“Emm.. ini.. ini surat izin. Nadia tidak masuk. Dia sakit dan dia berpesan kalau ada informasi penting kabari dia,” jawab Virly gugup.
“Jujur aku orangnya pelupa, jadi mungkin kamu saja yang menghubungi aku untuk menanyakan informasi, lalu kamu sampaikan pada Nadia,” ujar Vian.
Vian memberikan selembar kertas kecil yang tertulis nomor teleponnya. Virly sangat bahagia. Semua ini diluar bayangan Virly.

Mulailah ada komunikasi diantara mereka. Komunikasinya diawali perkenalan kemudian berakar dan menjalar hingga mereka semakin dekat. Virly menyayangi Vian lebih dari seorang teman, tetapi seolah Vian mengabaikan Virly dan tidak menghargai ketulusannya. Virly hanya mampu berdoa untuk Vian karena mendoakan adalah cara mencintai yang terbaik.
Sangat menyakitkan, ketika Virly mendengar berita bahwa Vian mulai mendekati Nita. Virly berpikir bahwa Nita jauh lebih sempurna dari pada dirinya. Virly merasa sesak, lebih sesak ketika ia melihat Vian sering mengantar Nita pulang, bahkan mereka sering bersama saat berada di sekolah. Walaupun Nita dan Vian berbeda kelas bahkan tingkatannya namun, jarak dan waktu tak memisahkan mereka.

Hati Virly hancur berkeping-keping ketika melihat Vian sedang mengajari Nita bermain basket di lapangan. Kebetulan kelas Virly dekat dengan lapangan basket, sehingga ia tahu apa yang terjadi di lapangan. Vian melatih Nita dengan penuh perhatian. Mereka hanya berdua di lapangan. Berdua?. Ya berdua. Sungguh sakit hati Virly. Tangis yang ditahan membuat sesak. Hatinya membisu tak mampu diungkapkan lagi dengan kata-kata. Mata Virly berkaca-kaca setiap teringat tentang kedekatan Vian dan Nita. Berkaca-kaca membendung air mata.

Vian dan Nita semakin dekat. Mereka selalu bersama ketika ada waktu luang. Virly sering melihat kedekatan mereka berdua, namun dia tidak tahu ada hubungan apa diantara mereka berdua. Hanya ada rasa cemburu di dalam hati Virly. Ingin ia meremas kertas hingga hancur dan berterbangan seperti debu. Debu yang kotor yang merasuk pada tubuh manusia hingga membuat sesak.

Virly mendengar banyak berita tentang hubungan Nita dan Vian. Yang membuat sakit dan sangat menyakitkan ketika Virly mengetahui bahwa Vian sangat mencintai Nita. Hancur hati Virly seperti batuan yang pecah dan membentuk batu runcing yang mengenai kulit. Pasti sakit rasanya. Virly sangat kecewa ketika mengetahui cowo idamannya mencintai orang lain. Virly berpikir bahwa Vian dan Nita akan bahagia bersama.

Semua diluar dugaan. Nita menolak Vian ketika Vian menyatakan perasaannya. Nita memilih bersama Gilang, teman sekelas Vian. Setelah kejadian itu Vian berubah menjadi pendiam. Ia menjauh dari Nita dan tidak juga dekat dengan Virly. Hanya ada bola yang selalu dekat dan melekat di jiwa dan raganya. Melekat seperti magnet pada sebatang besi, tak akan lepas dan sulit dilepas.

Semakin lama memendam perasaan, Virly tak sanggup. Dia ingin mengungkapkan perasaannya pada Vian tapi apalah daya. Virly seorang wanita, tidak wajar jika ia yang harus memulai hubungan. Virly hanya memberi kode yang tak jelas. Virly berharap Vian paham dengan kodenya bahwa ia mencintainya. Akhirnya Vian tahu isi hati Virly, namun ia tetap cuek seolah tak peduli. Ya cuek seperti batu yang terkena angin. Tetap diam tak bergerak sedikitpun. Virly lalui semua ujian yang ada. Semakin lama menahan sakit, Virly memutuskan untuk melupakan Vian dan menjauh. Ia hanya berpikir bahwa semua akan indah pada waktunya. Pasti Tuhan telah merencanakan yang terbaik. Mungkin kini bukan saat yang tepat untuk memiliki Vian.

Kenaikan kelas berlangsung, Virly naik kelas XI dan Vian naik kelas XII. Vian mulai fokus mempersiapkan UN. Komunikasi Virly dan Vian semakin berkurang bahkan tak pernah ada komunikasi diantara mereka berdua. UN berlangsung, Vian dinyatakan lulus. Virly dan Vian semakin jauh. Kini Virly yang harus berjuang menghadapi UN. Ia berpikir untuk lebih fokus dan dan benar benar melupakan Vian, tetapi tidak bisa. Virly memaksakan diri untuk fokus. Ia ingin menjadi orang yang sukses. Ia ingin menunjukan kepada Vian bahwa ia orang yang kuat dan mampu memberikan ia kenyamanan. Virly fokus dan akhirnya mampu manjadi yang terbaik diantara yang lain. Kini ia menjadi orang yang sukses dan mampu menggapai semua impiannya. Dia bahagia namun ada yang mengganjal di hatinya. Ia berharap disaat ia berhasi, ia ingin Vian ada di sampingnya. Namun tidak sesuai harapan. Setelah Vian lulus, Virly tak pernah tahu kabar Vian.

Tuhan memang tak pernah salah. Pada suatu ketika Vian dan Virly dipertemukan disaat mereka sudah sukses. Awal pertemuan pertama mereka setelah lama berpisah membuat Virly bahagia. Tak pernah ia sadari jika Tuhan akan mempertemukan mereka. Awalnya Virly tak menyangka bahwa pria yang ada di hadapannya adalah cowo idamannya dulu.

Perasaan Virly tak berubah dari dulu. Ia tetap mencintai Vian. Ia rela menunggu Vian selama Vian tak ada kabar. Ia berharap bisa bertemu Vian. Tak ada pria yang mampu mengdapatkan hati Virly karena hanya ada Vian di hatinya. Ia percaya Vian akan menjadi miliknya. Dan Virly benar, Vian menggungkapkan perasaannya kepada Virly. Ia mengatakan bahwa ia mencintainya. Vian sadar bahwa Cinta Virly padanya sangatlah tulus. Kini mereka bisa bersatu dan saling memiliki, saling menyayangi, dan saling melengkapi satu sama lain. Kebahagiaan menyelimuti kehidupan mereka.

Kini Virly sadar bahwa rencana sangat sempurna. Mungkin jika dulu ia memiliki Vian disaat sekolah, ia tak akan sukses seperti sekarang. Hidup harus diiringi dengan kesabaran, doa, dan perjuangan. Jika yang kita lakukan baik, maka hasilnya akan baik karena perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Percayalah Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita selagi kita berbuat baik pada-Nya.

Cerpen Karangan: Anuda Fatma Laelasari
Blog / Facebook: Anuda Fatma L

Cerpen Rencana Tuhan Sangat Sempurna merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Singgasana Melodi

Oleh:
“Felly, lo masih inget kan dengan undangan untuk manggung hari ini?,” tanya Bram mengingatkan. Felly hanya terdiam. Tetap fokus dengan partitur musik yang ada di depannya. “Fel, jawab kenapa

Love At First Sight

Oleh:
Pernah jatuh cinta pada pandangan pertama? Jika pernah biarkan aku menyelesaikan cerita yang tidak berujung pada kalian Jatuh cinta memang menyenangkan? Dan setiap hari hampir satu juta manusia mengalami

Pertemuan yang Tak Bisa Kuhindari

Oleh:
“Aku tertegun melihatnya kembali, seseorang yang sudah lama kuhindari. Aku memang masih punya janji kepadanya, tapi aku memang tak bisa menepati. Perpisahan karena emosi terjadi karena pemikiran kilatku, aku

My Prince

Oleh:
Sudah 2 hari aku tak mendengar suaranya di rumahku, dia menghilang, dia benar benar menghilang. Tak ada kabar apapun darinya, ke mana dia pergi? Dan kenapa dia pergi? Itulah

Jarak Pertama

Oleh:
Apa yang kupikir lagi? Semua telah benar-benar jauh dari gapaian. Walau menangis tiada guna, masih saja melakukannya. Seperti orang tolol meradang disini. Mengunci diri berhari hari tanpa sesuap nasi.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *