Rindu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 2 January 2017

“Loe beneran nggak mau jalan sama gue ntar sore?” Tanya Bayu padaku.
“Males ah!”
“Kok gitu sih Rin? Kemarin ajah Loe semangat banget pengen ke mall. Trus sekarang, Loe kenapa?”
“Yu Ayu Bayuu.. Kemarin itu bukan sekarang, Loe tau itu kan?”
“Rin Ndu Rinduu.. Gue tau. Tapi sebagai sahabat yang baik, gue harus tau dong kenapa Loe bete kayak ginii.”
“Yu Ayu Bayuu.. Gue ke kelas dulu yah! Bye!”
Aku kembali ke kelas meninggalkan Bayu di koridor sekolah. Sebenarnya aku ingin sekali menerima ajakan Bayu. Tapi, ada sesuatu yang mengganjal itu semua. Aku dan Bayu sudah sejak lama bersahabat. Kami saling terbuka mulai dari hal-hal kecil atau masalah besar sekali pun. Sayangnya masalahku kali ini harus kusembunyikan darinya. Aku tidak sanggup mengatakannya.

Keesokan harinya, seperti biasa Bayu selalu menjemputku tiap pagi mengendarai motor maticnya. Maaf Bayu, untuk pagi ini mungkin tidak. Aku ingin berangkat sekolah sendiri menunggangi sepedaku.

Sesampai di sekolah Bayu terus mengejarku, menanya-nanyaiku apa gerangan yang terjadi.

“Rindu, Loe kenapa sih? Gue salah ya? Gue minta maaf kalo gue ada salah sama Loe.”

Sengaja tak kurespon ocehan Bayu. Kupilih untuk diam saja. Berusaha menjauh darinya.

Seminggu berlalu dengan pertanyaan Bayu yang masih sama. “Rindu, Loe kenapa? Gue minta maaf kalo gue salah”. Perlahan aku menjauhi Bayu seminggu ini. Dia tetap saja seperti biasa. Selalu menjemputku setiap pagi meskipun nyatanya aku menolak jemputannya. Berkali-kali ia minta maaf tapi tidak pernah kurespon karena memang dia tidak salah sedikit pun. Seharusnya aku yang minta maaf Bayu. Maafkan aku.

Koper hitam melangkah bersamaku menuju bandara pagi ini. Berat sekali rasanya. Lebih berat lagi jika Bayu sampai mengetahui hal ini. 30 menit lagi pesawatku akan berangkat. Ya, aku akan berangkat ke New York hari ini. Aku tidak tahu seberapa lama aku akan berada disana. Tapi aku tahu bahwa aku akan berada disana dalam jangka waktu yang tidak singkat. Mungkin berbulan-bulan, atau bisa jadi bertahun-tahun. Entahlah.

Mungkin, pembaca akan mengira bahwa Bayu akan muncul dari pintu bandara lalu berteriak memanggil namaku. Seraya berlari mengahampiriku kemudian memelukku layaknya di film AADC. Namun TIDAK! Ini tidak seperti yang dibayangkan. Tiga tahun setelah koper hitamku menelusuri lantai bandara ini, aku tidak pernah kembali ke tanah air. Barulah hari ini, untuk pertama kalinya setelah tiga tahun yang melelahkan dan aku kembali.

Kali ini pembaca tidak keliru. Hal pertama yang kupikirkan adalah “Bayu”. Tentu saja, seorang Rin Ndu Rindu sangat merindukan Yu Ayu Bayu. Meski rasanya terlalu kejam caraku meninggalkannya, aku yakin ini saat yang sangat tepat untuk menceritakan semuanya.

“Yu Ayu Bayuu!” Teriakku di depan rumah Bayu.

Seorang wanita paruh baya membukakan pintu untukku. Ya, beliau adalah ibu Bayu. Agaknya beliau terkejut melihatku berdiri di hadapannya saat ini. Spontan beliau memelukku.

“Ini beneran Rindu?” Tanya ibu Bayu.

“Iya dong, bu. Siapa lagi coba? Ibu apa kabar? Bayu mana?” Kepoku.

“Rindu tambah cantik loh. Ibu baik-baik aja kok. Ibu kangeeen banget sama Rindu. Yuk masuk! Bayu ada di dalam kok.” Ajak ibu.

Belum sempat aku duduk di sofa, aku sudah melihat Bayu berjalan ke arahku. Langsung saja aku berlari mengahampiri bayu meluapkan rinduku selama tiga tahun dalam pelukan hangat nan erat padanya. Serasa tak ingin kulepas pelukan ini.

“Yu Ayu Bayuuu! Sumpah gue kangen banget sama Loe! Loe tambah tinggi yah sekarang. Loe juga kayaknya tambah cakep aja setelah gue pergi. Mungkin karena udah nggak ada lagi orang yang ngacak-ngacakin rambut Loe kan? nggak ada lagi yang lecet-lecetin baju Loe. Nggak ada lagi yang..”
“Yang perhatiin gue, nggak ada lagi Rindu buat gue.” Potong Bayu.

Sejenak kutatap lekat-lekat mata indah Bayu. Tiga tahun sudah mata ini tidak menghiasi duniaku. Rindu merindukanmu Bayu. Pandanganku masih terpaku padanya.

PLAKK!
“Aaawww!” Bayu menepuk jidatku.
“Kok bengong sih Ndu? Loe jatuh cinta sama gue, hah?!” Canda Bayu.
“Hahahh.. Loe kalo ngomong bisa ajah! Mmm.. Maafin gue yah! Gue salah sama Loe.” Kataku.
“Sebelumnya gue mau marah sama Loe. Tapi.. Gue nggak tega liat muka Loe yang semanis ini kena marah. Cara Loe pergi tiga tahun lalu nyiksa gue banget Ndu. Sadis. Seenggaknya sekarang gue tau alasannya. Dan justru gue seneng Loe pergi tiga tahun lalu.” Tutur Bayu.
“Ooh jadi Loe seneng gue pergi? Padahal gue berharap banget Loe nangis-nangis disini mikirin gue kapan pulang dan menderita sampai-sampai Loe stres gara-gara gue. Huhh! Loe nggak asyik!” Ucapku sembrono.
“Hahahha.. Loe nggak berubah ya Nduu. Gimana? Loe udah baikan sekarang?”
“Yup! Gue udah sembuh 100 persen dari penyakit gue. Walaupun gue harus ngabisin waktu selama ini untuk mulihin bekas operasi tulang belakang gue.”
“Karena Loe udah balik kesini, gue bakalan nurutin apa ajah yang Loe mau. Cepetan! Loe mau minta apaan?”
“Gue mau.. Gue mau ngabisin sisa hidup gue bareng sama Loe.” Jawabku malu-malu.
“Itu ajah?”
“Yup!”
“Okay! Now and then I’ll be yours and you’ll be mine!” Ucap Bayu memelukku.

Dimana ada perpisahan, akan ada pertemuan pada akhirnya. Entah itu pertemuan yang membahagiakan atau justru pertemuan yang menyakitkan. Namun, satu hal yang perlu diketahui bahwa sahnya “Rindu” tidak pernah dan tidak akan pernah Salah!

Cerpen Karangan: Rosminah Antang
Facebook: Rosminah Antang
Hay! ID Line: 287ant

Cerpen Rindu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


“N”

Oleh:
“Jes..Jes.. lihat tuh.. si Alvin ngeliatin aku ‘kan?” Jessica yang baru aja ngamatin mading, langsung memalingkan kepala. Resya memang nggak bisa diem kalau liat cowok yang sudah 2 tahun

Musuhku Cintaku

Oleh:
Aku Rachel Amilia. Aku berumur 12 tahun. Sekarang aku pindah ke Jakarta. Hari ini hari pertamaku masuk sekolah. Aku sekolah di salah satu SMP terfavorit di Jakarta. Waktu menunjukkan

Tetaplah Bersamaku (Part 2)

Oleh:
Keesokan harinya segala kegalauan meliputi diri, mulai dari keinginan berpisah, rasa rindu, dan lain lainnya yang begitu mengganggu, hingga akhirnya aku ingat bahwa esok adalah anniversary kami yang kedua

Your Special Surprise

Oleh:
Hidup adalah misteri, bagaimana tidak? Apa yang akan kita alami esok, kita tidak tahu bahkan seringkali sesuatu yang kita rencanakan matang-matang digagalkan olehNya entah dengan cara apapun. Kalau kata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *