Rindu dan Buku Harian (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 December 2017

‘Dear buku kesayangan,
Kamu tahu siapa pria yang mampu memahat hatiku? Pria yang menurutku sangatlah kurang ajar!
Karena dia telah mencuri perhatianku dan begitu pula dengan hati ini.
Dia! Dia yang selama ini aku tatap matanya. Entahlah, aku belum tahu siapa nama pria itu. Tapi sepertinya aku jatuh cinta padanya…’
Seorang pria tampan telah membaca satu kisah yang telah dialami Karina. Ia tersenyum. “Lo patut buat gue perjuangkan!” Ucapnya saat setelah membaca satu lembar kisah tentang suara hati Karina.

“Tikaaaa! Gimana dong?! Gue kelimpungan carinya..” Teriak Karina yang kini telah terduduk di koridor kelas VIII-B. “Coba lo cari di tong sampah kelas VIII-B.” Titah Tika yang masih belum lelah mencari. Karina dengan gontai menuruti ucapan Tika. “Masih belum ketemu, Tikaaaa! Gue pasrah ajalah, Tik kalo gini caranya..” Ucap Karina lelah. “Gak boleh!” Jawab Tika garang.

‘Dear buku kesayangan,
Aku telah menemukan namanya! Dia! Dia bernama Juna! Lebih lengkapnya adalah Juna Gunawan.
Pria tampan yang kupuja.
Tak perlu banyak omong kosong! Kini aku telah menemukan sosok yang sangat kurindukan dari diri pria tampan ini. Dia pengganti kamu, Nicky!’
“Nicky? Siapa pria ini? Pacarnya?” Tanya pria tampan yang sudah membaca lembar demi lembar buku harian milik Karina.

“Besok kita cari lagi pokoknya!” Ucap Tika bersemangat. Karina hanya berdehem. “Kira kira Menurut lo buku gue diambil siapa, ya?” Tanya Karina penasaran. “Mungkin sama cowok yang lo suka!” Jawab Tika sekenanya. Karina menatap Tika tajam. “Jangan sampe!” Timpal Karina cepat.

“Kalo gue kasihin ini buku ke pemiliknya gimana, ya?” Tanya pria yang telah membaca lembaran tulisan Karina pada dirinya sendiri. “Woyy! Lo ngomong sama siapa? Gila lo?” Tanya teman pria tampan itu. “Rese lo!” Timpalnya tak terima. “Juna, kenapa lo gak kasihin aja sih itu buku ke si Karina? Kasian loh dia, dari tadi dia nyariin bukunya sampe pulang!” Jelas Samuel, sahabat Juna. “Gitu, ya? Tapi gue belom baca semua buku ini. Gue penasaran.” Jawab Juna bimbang. “Ya udah gini aja! Kalo gitu, Malam ini lo beresin deh tuh kepoin bukunya si Karina. Sampe lo puas dan relain tuh buku ke pemiliknya! Hahaa..” Ucap Samuel dengan Tawa khasnya. “Lo suka banget, ya ledekin gue? Rese!” Ucap Juna kesal. Samuel hanya menjawabnya dengan tawa.

‘Dear buku kesayangan,
Aku rindu dia.
Rindu serindu rindunya.
Tapi angin, tolong jangan sampaikan rinduku ini padanya, ya? Jangan beritahu dia jika aku rindu padanya. Aku takut dia kebaperan lagi! Terus malah meninggalkan luka di sini.’
“Dia itu kenapa sih? Kenapa selalu bikin gue senyum senyum sendiri?” Tanya Juna membayangkan wajah manis Karina.

Pagi ini Karina malas melakukan apapun. Pasalnya buku kesayangannya hilang entah ke mana.
“Apaan nih? Bingkisan apa coba? Perasaan gue gak mesen apa apa deh!” Ucap Karina pelan dengan perasaan heran. “Ada suratnya? ‘Makasih telah mengagumiku selama ini. Memberikanku puisi puisi indah di setiap harinya.
Kamu tahu? Kalimat kalimat yang kamu tulis di buku ini indah, seindah pemiliknya.’ Dari siapa ini?” Bingung Karina. “Jangan jangan….” Mata Karina terbelalak. Segera ia buka bikisan tersebut. Dan nampaklah sebuah buku yang selama ini ia cari. “Aaaaa! Buku gue balikkk!” Teriak Karina girang. Sedangkan pria yang bersembunyi di balik pintu kelas Karina tersenyum senang.

“Tikaaaa! Bukunya udah ada di tangan gue lagiii!” Teriak Karina kegirangan. “Beneran?! Bagus dong!” Jawab Tika ikut bahagia. Karina mengangguk. “Tapi lo emang gak penasaran siapa yang balikin buku lo? Dan pasti dia udah baca seluruh tulisan lo dongg..” Ucap Tika memberi pencerahan. Karina nampak berpikir. “Ah bodolah! Yang penting buku gue balik lagii!” Timpalnya masa bodo.

“Karina!” Teriak suara bariton dari arah belakang Karina. Karina menatapnya penuh tak percaya. “Rin, gue mau bilang sesuatu sama lo..” Ucapnya menatap ubin yang tak berekspresi. “Apa?” Tanya Karina gugup. “Soal buku lo yang ilang itu. Gue nemu buku itu saat Bi Karni bersihin kamar mandi cewek. Dia kasih ke gue buku itu, suruh gue buat ngasihin bukunya ke lo…,” Potongnya. Karina nampak kaget. “Kenapa gak langsung kasih ke gue?” Tanya Karina mulai berani. “Maaf, gue udah lancang baca semua tulisan di dalam buku harian milik lo. Asal lo tau, gue kaget saat ada nama gue di sana. lebih tepatnya di lembar ke-2 di buku lo itu.” Juna menghela nafasnya pelan.

Lo baca?! Please, jangan marah. Jangan pula benci sama gue.. gue juga gak tau kenapa gue bisa suka sama lo, gue bingung. Gue bingung karena sebelumnya gue belum pernah ngerasain jatuh cinta. Lo adalah cowok pertama yang gue ceritain di buku itu. Maafin gue..” Jelas Karina yang ketakutan jika Juna menjauhinya karena tahu Karina suka padanya. “Lo tau kenapa gue kaget?” Tanya Juna yang dijawab gelengan oleh Karina. “Karena nama gue tertulis dengan rapih oleh tangan lentik lo di buku kesayangan lo. Gue seneng. Gue suka! Bukan cuma sama tulisannya, bukan cuma karena bukunya yang lucu. Tapi gue juga suka sama pemilik buku ini!” Ucap Juna yang membuat Karina melotot tak percaya. “Maksud lo?” Tanya Karina perlu penjelasan. “Gue suka sama lo sebelum gue bisa ngomong panjang lebar kayak gini sama lo. Aku cinta kamu! Tapi, perasaan kamu ke aku gimana?” Tanya Juna penuh harap. Karina diam tak bergeming. Semua rasa terlimpah curah di dalam hatinya. “Kalo gue gak bales suka sama lo gimana?” Tanya Karina mengulur waktu. “Gak percaya.” “Kenapa?” Tanya Karina heran. “Karena di buku kamu tertulis, bahwa kamu suka sama aku.” Jawabnya singkat. “Ok! Kalo gitu gue…” “gue… terima lo!” Jawab Karina, yang secara refleks Juna menggendong Karina senang.

“Terus aja bikin baper! Terus PJnya kapan?!” Sindir Tika dan Samuel yang berhasil memberhentikan tingkah konyol sepasang kekasih yang masih hangat itu. “Iya. Nanti, yaaa…” Jawab Karina dan Juna bersamaan. Yang membuat mereka tertawa bersama.

“Tapi, Nicki itu siapa, ya?” Tanya Juna tiba tiba. Suasana tiba tiba hening. “Hahaha… muka kaliaann!” Tawa Juna pecah. “Kenapa nanya itu?” Tanya Karina heran. “Pengen tau aja.” Jawabnya singkat. “Sahabatku dari sejak masih SD.” Jelas Karina takut jika Juna cemburu. “Kamu kira aku cemburu, ya?” Tanya Juna dengan nada suara yang meledek. “Rese!” Timpal Karina kesal. “Gak boleh berantem! Nanti PJ gue sama Samuel hangus lagi!” Ucap Tika dengan raut wajah sebal. Samuel dan 2 sejoli itu pun tertawa terpingkal pingkal.

Tamat

Cerpen Karangan: Hana Nur A
Facebook: Hana Nur Aini

Cerpen Rindu dan Buku Harian (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kakak Kelas Menyebalkan

Oleh:
Sayup sayup terdengar suara adzan subuh. Aku pun menghentikan kegiatanku berkutat dengan angka angka. Jadwal pertama UAS yang sangat menakjubkan ini membuatku tak bisa tidur semalaman. Entahlah apa yang

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
“jangan terlalu mengumbar janji, karena apabila kita tak mampu menepatinya akan membuat hati seseorang terluka” Raka terdiam mendengar perkataan Azwa. “apakah kamu kecewa dengan mas?” tanya Raka. “kecewa?” tanya

Firasat Mimpi

Oleh:
Pagi hari aku terbangum pukul 06:30 wib rencananya pagi ini aku akan ke sekolah bersama temanku yang tidur di rumahku hari ini kulihat dia masih tertidur, “Rama, sudah pagi

Caramel

Oleh:
Rey lupa kalau dasinya terbawa oleh Pandu. Sialnya Pandu udah ngebut sama motornya. Ah! Bagaimana ini, jika dasinya tidak ada Rey akan kena hukuman saat upacara hari senin. Rey

Kurengkuh Pelangi Dalam Pelukanku

Oleh:
Pelangi Senja. Biasa dipanggil Pelangi. Cewek cantik yang ditaksir berat sama Donny, cowok populer nan keren di SMA Bina Bangsa. Dan dengan sangat kebetulan, Pelangi juga menyukai Donny. “Pagi,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *