Rj Dan Kalungnya Musnahkan Para Monster (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 9 December 2017

Saat aku berbincang dengan bapak itu dari kejauhan aku melihat bibi dan sella mendekati Mesjid ini.
“bapak terimakasih atas informasinya, saya rasa saya harus berlari lagi, orang yang dimaksudkan bapak sudah mencari saya” pamitku
“hati-hati nak semua ini bisa dimusnahkan dengan satu cara” jawabnyaaku pun tertarik dengan jawaban si bapak itu.
“apa tu pak” sahutku lagi
“sesuatu yang terjadi saat ini bisa berhenti dan orang-orang itu akan musnah jika ada sepasang lelaki yang memiliki kekuatan dan ketulusan cintanya yang kuat dan memiliki kalung yang bisa memusnahkannya. dan mereka itulah reinkarnasi dari sepasang pangeran dan putri dari kerajaan langit biru” tutur sang bapak
“pangeran, putri, reinkarnasi, kalung, kerajaan langit. ahh Bahasa apa itu, sekarang zaman modern seperti ini emang masih ada yang seperti itu yah” guamku pelan
Iyaa aku bahkan hampir lupa bibi dan sella yang aku asumsikan berubah seperti ini akan menemukanku, aku pun terus berlari mencari tempat persembunyian yang aman.

“Reyhan, Reyhan aku memanggilmu di mana kamu, aku sangat membutuhkanmu, aku sangat takut reyhan” kataku lirih
Aku lari dan terus berlari tanpa henti menelusuri desa ini, di persimpangan jalan ada seseornag yang menarik tanganku.
“reyhan” pikirku
“bukan jihan, aku clara. Aku tak bisa menemukan reyhan untukmu saat ini. Situasi di sini tak aman untukmu seharusnya kamu tak kembali ke sini. Kita harus mencari tempat yang sangat aman ikuti aku” ajak clara membawaku berlari dengan cepat
“ada apa ini ra, kenapa bisa seperti ini?” tanyaku
“simpan pertanyaanmu jihan, kau jangan terlalu banyak berpikir. Yang kita pikirkan adalah bagaimana cara kiita menghentikan ini.” sahutnya

Entahlah aku tak bisa mencerna situasi ini, aku hanya bisa mengikuti calara saat ini, kami terus saja mencari tempat yang aman. Clara pun membawaku ke tempat wahana yang sama mengerikannya dengan situasi ini, srrrt aku menghentikan langkahku ketika melihat wahana yang akan kumasuki ini. Jantungku saat ini tak teratur syukurnya aku tak mempunyai penyakit jantung kalau tidak aku akan berakhir di Desa ini dari tadi.

“Kau takut?” Tanya Clara
“Emppp, a…aku” jawabku terbata-bata dan tak bisa menyelesaikan kata-kataku
“Baiklah kalau kau takut, pejamkan matamu. Aku yang akan menuntunmu” sahutnya
“Aaaaaaa” teriakku
“Shuttt jangan berisik nanti para monster itu mendengar suaramu” sahut seseorang yang menepuk pundakku.
Aku dan clara pun menatap ke arah suara itu
“Siska” sahutku lirih
“Ayoo kita tak punya waktu berbincang-bincang di sini, cepat kita lari” ajak clara
“Iya benar jihan” sahut siska

Kami pun mendapatkan ruangan yang kami anggap aman untuk saat ini, kami pun diam dan memikirkan cara menghentikan semua ini.
“Hey Clara siska. Bagaimana semuanya ini terjadi?” Tanyaku
“Entahlah, ini terjadi secara tiba-tiba bahkan keluargaku pun sudah berubah menjadi monster itu” sahut siska
“Bagaimana Reyhan yah” gumamku lirih
“Benar orang-orang di desa sudah hampir semuanya menjadi monster, dan aku tak menemukan reyhan jihan.” sahut clara
Tanpa sadar aku pun meneteskan air mata, dan ingat kan perkataan bapak yang aku temui di Masjid itu.

“Teman-teman apakah kalian tau cara menghentikan semua ini?” tanyaku lagi
“Tidakk” jawab mereka serentak
“Sebelum aku ketemu kalian tadi, aku bertemu seorang bapak di Mesjid. Kata bapak itu semua ini bisa dihentikan jika reinkarnasi dari sepasang pangeran dan putri dari kerajaan langit biru bertemu dan mereka memiliki kalung sebagai kekuatan dan ketulusan cinta maka semua ini akan berhenti dan semua orang yang menjadi monster itu akan musnah.” jelasku
“Bagaiman kita bisa menemukan reinkarnasi dari pangeran dan putri itu” Tanya Clara tampak kebingungan
“Bahkan aku pun bingung dan tak percaya dengan semua ini” sahutku

Disaat kami bertiga dilanda kebingungan, tanganku pun menyentuh sebuah kertas, karena di sini penerangannya tampak gelap kami pun tidak Nampak jelas melihat tulisan yang ada di kertas itu.
“Coba sini aku lihat” kata siska
“Seseorang yang terkenan gigitan dari monster dia akan menjadi seperti itu juga. Dia akan berlaku baik atau buruk tergantung dari niatnya sebelum dia menjadi monster. Kau akan menemukan reinkarnasi dari pengeran dan putri jika orang yang memakai kalung itu memancarkan cahaya dari kalungnya. Itulah simbol dari kekuatannya dan dia harus menemukan pasangannya untuk menyatukan cahaya untuk memusnahkan para monster.” kata siska yang membacakan isi dari kertas itu
“Apa itu” tunjuk Clara pada kalungku
“Iya, kalungmu menggeluarkan cahaya jihan”
“Berdasarkan isi pesan di kertas ini, orang yang memakai kalung dan memancarkan cahaya adalah reinkarnasi dari pangeran dan putri. Berarti kamu adalah reinkarnasi dari putri?” jelas siska tak percaya
“Bagaimana ini bisa terjadi” tanyaku panic
“Dari mana kamu mendapatkan kalung ini jihan, kau harus menemukan reinkarnasi dari pengeran agar kau bisa memusnahkan ini?” sahut clara

Ketika kami berbincang-bincan, ada suara aungan di luar sana, ya para monster ternyata juga berada di sini, aku pun tambah panik ditambah lagi dengan surat yang kudapat yang menyatakan bahwa aku adalah reinkarnasi dari sang putri yang harus bersatu dengan pangeran. Siapa yang memberikan surat ini dan bagaimana caranya aku menemukan pangeran? Gerutuku tambah panik

“Ssst kita harus diam dulu dan jangan berisik agar monster itu tidak menemukan keberadaan kita di sini” bisik siska
“Oh iya kau mendapatkan kalung itu dari mana han?” tanya Clara lagi
“Oh iya kalung inilah alasanku kembali ke Desa ini. Ini adalah pemberian dari Reyhan” terangku pada kedua temanku
“Mungkinkah reyhan reinkarnasi dari pangeran?” tanya siska dan Clara saling tatap
“Bagaiman mungkin, kan dia tidak memiliki kalung, kan dia hanya memberikan kalung ini padaku” sahutku
“Mungkin aja dia juga memiliki pasangan kalung ini tanpa mengatakannya padamu, memangnya apa hubunganmu denga Reyhan?” Tanya Siska
Aku tak mengubris pertanyaan dari siska aku teringat kata-kata reyhan padaku saat di Danau itu “kalung ini berinisial RJ gabungan dai nama kita, kalung ini aku berikan agar kau mengingatku” mungkinkan Reyhan juga memiliki kalungnya yang sama?” Tanya ku dalam hati.
“Hey” siska dan Clara menepuk pundakku untuk menyadarkanku dari lamunan
“Eh iya, a… a… aku dan Reyhan … aku… ahh di mana reyhan?” tanyaku
“jika reyhan memiliki kalung yang sama denganku dan memancarkan cahaya juga berarti dia adalah reinkarnasi dari pangeran, aku harus menemukannya taa. Tapi bagaimana caranya?” Tanyaku menatap kedua temanku
Suara aungan para monster semakin mendekati ruangan yang kami tempati sedang aku masih memikirkan cara menemukan reyhan.

“Kamu harus keluar dari tempat ini jihan dan harus menemukan reyhan” sahut Clara
“Iya benar han, kami berdua akan mengalihkan perhatian para Monster itu dan ambil kesempatan itu untuk berlari dari tempat ini” sahut siska
“Tapi bagaimana dengan kalian” sahutku sedih
“Kami tak apa han, yang penting semua ini bisa dihentikan” sahutnya lagi

Kami bertiga keluar dari persembunyian, kedua temanku mengalihkan perhatian para monster dan aku berlari ke luar untuk menemukan reyhan yang aku pikir adalah reinkarnasi dari pengeran. Aku pun sudah jauh dari wahana tadi dan berhenti di Toko boneka dan bersembunyi. Di sana aku melihat beberapa Reporter sedang meliput hal yang terjadi di sini
“suasana seperti ini reporter masih saja berani meliput” gumamku

Aku melihat seorang bapak yang tak asing merupakan reporter itu memasukkan seorang lelaki sebaya denganku ke dalam mobilnya, sebelumnya ak melihat ada sesuatu yang bercahaya di leher lelaki itu.
“Mungkinkah itu reinkarnasi pangeran, siapapun itu pasti dialah reinkarnasi pangeran aku harus ke sana” ocehku dalam hati

Aku dengan hati-hati dan mengendap-endap bagaikan maling yang ingin mencuri untuk menuju Mobil reporter itu. Sesampainya di sana aku pun mengetuk kaca mobil dan memperhatikan suasana ini, takutnya ada monster yang menggigitku. Ketika mengetuk kaca mobil itu, pintu mobil pun langsung terbuka untukku.
“Masuklah nak” kata bapak itu
Aku pun masuk ke dalam mobil itu.
“Bapak, ternyata benar bapak” kataku kegirangan setelah itu aku menatap lelaki sebaya itu
“Reyhan” kataku
“Jihan” sahutnya
“Kenapa kamu bisa berada di sini saat situasi membahayakan seperti ini” sahut reyhan dengan raut wajahnya tampak mengkhawatirkanku.
“Kau tak apa reyhan?” tanyaku lagi
“Heyyy…” Bentaknya. “Seharusnya aku yang menanyakan pertanyaan itu padamu bodoh” gertaknya
“Ihh kamu menakutkan reyhan, aku kan cuman nanya” sahutku lirih
“Reyhan, Jihan kalian masih ingat yang aku katakan untuk memusnahkan hal yang terjadi ini kan?” Tanya bapak yang menghentikan perdebatanku.
“Iya pak, aku ingat” kata kami serentak
“Coba kalian perhatikan kalung kalian masing-masing cahaya nya tampak bersinar terang jika kalian bersatu dan…” kata-kata bapak dipotong oleh Reyhan
“Dan ketulusan cinta kami akan menjadi sumber kekuatan untuk memusnahkan para monster kan pak” sahutnya
“Betul sekali nak” sahut bapak itu tersenyum menatap kami berdua.

“Jadi, ketulusan cinta kami ya pak yang akan memusnahkan monster out, bukannya ketulusan cinta panggeran dan putrinya beneran ya? Bagaimana caranya?” tanyaku kebingungan
“Kamu bener-bener bodohnya ya cewek cerewet” ledek reyhan
“Ahh kamu tuh yang bawel di situasi seperti ini masih aja bawel bukannya cari solusi” balasku
“Begini Jihan sahabat kecilku cewekku yang cerewet, apakah kamu tidak menyadari perasaan dan perhatianku ini? Apakah kamu tidak memiliki perasaan padaku?” Tanya dengan menatapku dengan tatapan yang membuat wajahku memerah
“Perasaan apa maksudmu?” tanyaku layaknya orang bodoh
“Perlukah aku jelaskan secara rinci?” Tanyanya lagi
“iya” sahutku ketus
“Jihan dari dulu hingga sekarang perasaanku padamu itu sama, aku menyayangi dan mencintaimu melebihi dari seorang sahabat, bahkan aku sangat merindukanmu setiap saat dan berharap kau kembali padaku. Saat bapak ini mengatakan padaku bahwa aku adalah reinkarnasi pangeran dari kerjaan langit biru dan harus menemukan sang putrid dan menyatukan cinta aku takut jihan, kenapa aku takut, karena cintaku hanya untukmu. Syukurnya reinkarnasi sang putri itu adalah kamu jadi aku tak perlu khawatir lagi”. Sahutnya denga senyum manisnya yang mampu membuatku diam seribu Bahasa
“Da.. dari mana kau mendapat kalung ini?” tanyaku terbata-bata karena gugup mendenggar ungkapan dari Reyhan
“Ahh itu, aku mendapatkan sepasang kalung bertulisankan RJ ini dari seorang kakuk di hutan. Dan insial RJ ini aku rasa tepat sekali kan?” Tanyanya
“Bagaiman keluargamu Rey?” sahutku lagi
“Kurasa mereka semua sudah menjadi monster, oh iya aku juga menemukan bibi, sella dan keluargamu di sini menjadi monster.” jelasnya
“Iya aku tau” sahutku dengan murung
“Jangan bersedih jihan, di sini masih ada aku” sahutnya menenangkanku
“Bagaimana perasaanmu padaku?” Tanya yang sukses membuat jantungku hampir copot seketika
Aku diam sejenak mengumpulkan kata-kataku untuk menjawab pertanyaan ini.

“Rey apakah kamu tau alasanku kembali ke sini, aku memang sengaja gak ngasih tau kamu takutnya kamu marah karena kalung pemberianmu ini tertinggal di rumah bibiku. Dan ternyata suasana desa ini berubah mengerikan seperti ini, setiap harinya aku terus berlari bersembunyi dari para monster dan memikirkan bagaimana keadaanmu hinggga aku tahu kebenarannya bahwa aku adalah reinkarnasi dari sang putri dan harus menemukan pangeran. Aku pun berpikir matang bahwa kaulah pengeran itu makanya aku mencarimu. Dan untuk perasaanku, kurasa aku membutuhkanmu untuk mengisi hari-hariku bukan hanya seorang sahabat tapi… aku memotong perkataanku karena malu
“Tapi apa jihan?” tanyanya menggodaku
“Ahh sudahlah aku malu” sahutku
“Layaknya sepasang pangeran dan putri yah?” godanya

“Apakah kamu siap jihan?” Tanya lagi
“Siap apa.” Tanya ku kebingungan
“Siap untuk menyatukan kekuatan untuk memusnahan monster-monster itu” terangnya
“Oke” sahutku bersemangat

Kami pun keluar dari mobil dan saling tatap dan tersenyum, dan kalung RJ kami pun memancarkan sinar yang sanggat terang, para monster pun musnah dan hilang tanpa jejak. Para reporter dan bapak yang ada di dalam mobil pun juga menghilang. Dari kejauhan aku pun melihat siska dan Clara melambaikan tangan dan ikut menghilang. Jadi hanya kami berdualah yang benar-benar manusia yang ditinggal di Desa ini.

“Jadi kita harus bagaimanan lagi ini?” Tanya reyhan menatapku
“Apakah kau mau tetap tinggal di sini atau menetap di sisiku? sahutku
“Baiklah aku akan memilih pilihan kedua menetap di sisimu Jihan, Ikut kau ke Kota tapi tunggu dulu aku membawa barang-barangku dulu yah” pintanya

Aku dan reyhan pun mampir ke rumahnya dan bersiap-siap kembali ke Kota.
“Kau bisa mengendarai mobil?” Tanyaku
“Iya, aku bisa walaupun jarang mengendarainya” sahutnya
“Baiklah, kita pelan-pelan saja yah. aku lelah aku mau tidur” pintaku

Drttt… drtt… drrt handphoneku bergetar, aku baru menyadari bahwa lima puluh panggilan tak terjawab dari Ayah dan ibuku selama kejadian ini. Tak ada waktu untuk memegangg handphone saat itu. kini barulah aku leluasa untuk bernapas karena semua monster telah musnah. Aku pun mengangkat pangggilan dari papa.

“Sayang, kau di mana?” tanyanya
“Tenang pah sekarang aku baik-baik saja, aku dan reyhan lagi di perjalanan kembali ke Kota. Apa papah izinkan Reyhan tingggal bersama kita dan kuliah bersamaku?” Tanyaku
“Masalah itu gampang diatur nak, yang penting kamu harus kembali dulu” sahut papah
“Baiklah pah, kututup teleponnya dulu ya pah” sahutku lagi
“Iya sayang, hati-hati di jalannya” jawab papa
“Oke pah”

Setibanya di rumah aku pun disambut kedua orangtuaku dan adikku dengan senyuman yang aku rindukan, mereka pun juga menerima reyhan dengan terbuka.

“Hello pak, bu” sapa reyhan pada mamah dan papahku
“Hello juga nak Reyhan, ayo masuk kalian harus istirahat” sahut mamahku
“Kamu bisa istirahat di lantai dua di sana reyhan” jawab papah
“Baik pak” sahut reyhan yang kurasa agak kaku

Aku dan reyhan pun duduk-duduk di taman samping rumahku sambil berbincang-bincang dan bercanda. Kini reyhan benar-benar berada di sisiku, dan papa pun juga mengkuliahkannya di kampusku. Aku dan reyhan pun hidup bahagia, setiap harinya aku dan reyhan berangkat bersama ke kampus sebagai sahabat dan kekasihku.

Kejadian yang mengerikan itu kamu delete dari ingatan kami dan kami hanya fokus pada masa depan yang akan kami hadapi.

The end

Cerpen Karangan: Hayatus Shaleha
Facebook: yatus tushee

Cerpen Rj Dan Kalungnya Musnahkan Para Monster (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m Lucky

Oleh:
Aku mengendarai sepeda motor kesayanganku dengan kecepatan penuh. Bagai kendaraan tempur bertenanga turbo, aku melaju membelah jalanan kota kelahiranku ini. Aku memasuki pelataran parkir yang sudah penuh dengan motor

Mualaf

Oleh:
Keherananku seketika memuncak, tak kala truk yang kami tumpangi tak kunjung sampai. Waw,,,,,,,hatiku berteriak (auw…auw…g juga gini kok man). Sejauh ini kah lokasi penempatan kami, ya, kami berenam. Untungnya

Yang Tak Terungkap

Oleh:
“hai..” kuberanikan jemariku untuk mengirim pesan teks, dengan wajah goyah kupasrahkan pesanku terkirim dengan lembut. Begitulah yang terjadi setelah 2 tahun berlalu, disetiap hari di dalam ruang kamarku yang

Manusia Setengah Dewa

Oleh:
“Mama, berangkat dulu ya. Sudah kesiangan ni, assalamu’alaikum”, pamitku lalu berlari karena jarum panjang arlojiku sudah mengarah ke angka 9. “Walaikumsalam, hati-hati, Chan”, sayup-sayup terdengar ucapan Mama saat aku

Langit Hijau Kelabu

Oleh:
Hari ini adalah awal Syamina menyegerakan perintah wajib bagi setiap muslim maupun muslimah dengan membentuk hubungan sah ikatan tali pernikahan dan membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *