Roman Tika Kutu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 March 2015

Tika tak henti-henti menggaruki rambut kepalanya. Rambut Tika bagus, panjang terurai, tebal, warnanya hitam legam. Tapi satu hal yang sangat Tika benci dari rambutnya itu. KUTU, K-U-T-U. Yup, rambut Tika memang dipenuhi oleh hewan kecil penghisap darah yang menempel di kulit kepala itu. Hewan kecil tak berdosa itu layaknya vampire yang menghisap darah tanpa ampun, segala cara telah dilakukan Tika untuk mengusir komunitas kutu yang mungkin telah bermetamorfosa menjadi vampire galak itu, mulai dari menyiram rambutnya dengan peditox (obat kutu rambut), nyemprot pake baygon, bahkan mengikutsertakan rambut kepalanya untuk diFogging anti deman berdarah. Tapi semua sia-sia. Tika hampir menyerah.

“Nyak sih ngasih warisan ke aye kayak beginian” Tika sempat protes ke Nyaknya yang dianggap biang keladi atas semua spesies kutu yang bersarang di kulit kepalanya. Yang diprotes malah nyengir dengan bangga.
“Yaileh elu, kutu doang elu permasalahin” Nyak mendengus, tapi perhatiannya masih tertuju pada kopi yang dibuatnya.
“Nyak nggak tau sih penderitaan aye. Aye malu nyak kutuan begini” Tika melipat wajahnya seraya duduk di kursi ruang makan. Nyak masih sibuk mengaduk kopi.
“Yaudeh.. elu potong rambut elu sono, biar kutunye pade mabur” saran Nyak, Tika bergeming, nggak mungkin dia memotong rambutnya, cowok yang ditaksir Tika pernah memuji rambutnya. Tika masih ingat betul saat itu.
“Rambutnya bagus” puji Roman, temen sekelas Tika yang baru-baru ini disukainya. Tika diam tak menjawab, ia tersenyum simpul minta ditonjok. Dan saat itu Tika berjanji dalam hati untuk tidak memotong rambutnya.

“Nyak… kopi Babe udah jadi belon?” sekonyong-konyong Babe berjalan gontai, hanya mengenakan singlet putih dan sarung kebanggannya yang Tika yakin sudah berabad-abad nggak pernah dicuci, iyalah… gimana nyak mau nyuci tuh sarung, tiap saat dikekepin sama Babenya. Tika mulai curiga kalo sarung berpotensial menjadi istri keduanya babe.
“Iye udeh nih be” Nyak menyodorkan segelas kopi pada Babe, Babe mengambil tempat duduk di salah satu kursi dekat Tika.
“Mengapa elu manyun begitu neng?” Babe memicingkan sebelah matanya pada anak gadis semata wayangnya itu. Tika makin cemberut.
“Die kagak terime Be, rambutnye kutuan kayak aye” Nyak yang menyahut dan duduk di sebelah Babe.
“Eh Tik, Babe bilangin ye… kagak ade masalahnye elu kutuan apa kagak.” ujar Babe bijak.
“Masalahnye beda Be, aye malu kalo nanti cowok yang aye taksir di sekolah tau aye kutuan” Tika merengut
“Tika, kalo emang tuh cowok juga demen sama elu, die pasti nerima walaupun di rambut elu kutuan bahkan ada kecoa sekalipun” Kata Babe, Tika bergidik ngeri. Kutu aja udah bikin dongkol, apalagi kecoak.
“Buktinya Babe tetep sayang sama Nyak ampe sekarang” tambah Babe menggoda, Nyak tersenyum malu-malu. Tika frustasi.

Tergopoh-gopoh Tika berlari, Ia kesiangan dan terlambat masuk kelas. Tika sering banget kesiangan, padahal Tika sudah pasang alarm jam lima pagi dan Nyak juga selalu bangunin Tika. Tapi emang dasar bolot, Tika baru bisa bagun kalo Nyak udah nyiram Tika pake air bekas cucian.

“Kamu lagi. Ini sudah lebih dari sebulan masih saja terlambat” Bu Tut, wakil kepala sekolah sekaligus guru paling killer di sekolah sukses menyeramahi Tika.
“Maaf bu, saya kesiangan” ujar Tika datar.
“Kesiangan setiap hari, sudah sana kamu saya hukum. Berdiri di lapangan sampai jam istirahat!” bentak Bu Tut, Tika nurut digiring ke lapangan. Tiba-tiba anak-anak terlambat yang lain menyusul dan berjejer di samping Tika.
“Tika” Mata Tika terbelalak, hampir saja keluar dari kelopaknya. Roman berdiri tepat di sampingnya. Oh my god… cowok yang aku sukaaa, batin Tika.
“Eh Roman…” Ujar Tika, Roman nyengir, yang Tika suka dari Roman adalah rambutnya yang keriting kayak sarang tawon. Mirip banget sama Giring nidji rambutnya, meskipun mukanya mungkin lebih mirip kelinci angora. Roman memakai topi warna merah, dan Tika suka banget liat Roman yang “gaya”.

Siang yang panas itu begitu terasa, keringat membasahi sekujur tubuh kerempeng Tika, rambutnya awut-awutan, berkali-kali Tika menahan gatal yang mendera kepalanya. Tika sadar sesekali mata Roman melirik ke arahnya, Tika ngerasa nggak pede dengan penampilannya yang lebih mirip onde-onde.

Tiba-tiba angin segar bersemilir, rambut Tika bergoyang-goyang. Tika mengutuki dirinya mengapa tadi pagi ia tidak menguncir rambutnya.

Pluk.

Bagai tersambar petir di siang bolong, Tika melongo, tubuhnya menegang. Sesuatu dari rambutnya terjatuh ke pelukan Roman, sebuah kutu hitam, gendut, besar dan disinyalir tengah mengandung itu jatuh dan mendarat di kemeja putih Roman. Tika ingin pingsan!
“Hey, itu punyamu?” tegur Roman, wajah Tika biru-ungu. Ia mengangguk pelan. Entah keburukan apalagi yang akan menimpanya, Tika berdoa dalam hati.
“Sudah kuduga, buatku ya” Roman sumringah, ia lekas membuka topi merahnya dan meletakkan kutu buncit itu di antara rambutnya yang keriting. Tika melotot.
“Biar ku kawinkan dengan kutu jantanku, biar berkembang biak” tambah Roman datar. Tika mendengarkan dengan kaget, seketika tubuhnya kaku. Dan Tika benar-benar pingsan di tempat.

Cerpen Karangan: Chitra Sari Nilalohita
Blog: chitrasarinilalohita.co.vu
Facebook: Chitrasari Nilalohita
Aku biasa dipanggil Chitra, lohita, atau apapun :p kini aku sedang menempuh pendidikan di UIN Jakarta jurusan Pendidikan Guru SD. aku suka menulis puisi, cerpen, jalan-jalan, makan, koleksi boneka, beli novel, dan tidur. aku selalu tergila-gila dengan nove misteri seperti karangan Sidney sheldon atau Agatha Christie, aku juga nge-fans banget sama Dee, OMG…ceritanya itu loh…keren abis. berkhayal deh bisa jadi penulis kayak doi 😀

Cerpen Roman Tika Kutu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cowok Itu Abil

Oleh:
Malam yang cerah dengan bintang yang bersinar terang membawa ketenangan dan keyakinan pada malam ini. Malam ini akan terasa lain dari malam biasanya, yang biasanya cuma di rumah dan

Black Bright (Part 2)

Oleh:
Siang begitu terik membuat Deana, Rei dan juga Daisy merasa kelelahan hingga Mereka semua merasakan teramat sangat lapar. Masih dekat dari terminal pemberhentian bus, Dea tiba tiba saja jongkok.

Undangan Pernikahan Postman

Oleh:
Cerita yang hadir tiba-tiba merangkai kembali puing-puing hati yang sempat beku terpaku dalam asa yang berbeda. Tokoh yang tak pernah aku bayangkan akan mengisi sebagian skenarioku dari Tuhan, membuatku

Kelas Interdunia

Oleh:
Sekolah Interdunia, sekolah khusus mengajar orang asing. Ceritanya, kelas 6A itu paling susah diatur, jadi mereka mendapat hadiah guru baru yang killer. Namanya Ms. Ayu. Galaknya minta ampun, hukumannya

Baperan Sama Si Bulog

Oleh:
Hai, namaku Maya. Pasti kalian pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta. Semua cinta memiliki ceritanya masing-masing. Ada yang ending yang bahagia dan ada juga yang endingnya sebaliknya. Kalian tau,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Roman Tika Kutu”

  1. Sabrina Sheryl says:

    Lucu banget….
    Keren buat cerpennya 😀
    Tak tunggu loh cerpen yang lainnya 🙂

  2. DENISA says:

    hahahahah
    FUNNYYYYYYYYYY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *