Romance Picisan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 26 January 2019

“Kali ini kita akan mendaki gunung bromo. Karena tiga minggu lagi kita akan mengadakan ujian tengah semester jadi kita tidak bisa mendaki di luar kota” Alvin, ketua siswa pecinta alam sekolahku ini memulai sesi rapat. Aku beserta 23 cowok lainnya sedang mengadakan rapat untuk persiapan pendakian rutin kami yang diadakan 3 bulan sekali. Dan sekedar info tambahan, aku Mika Afandi adalah satu-satunya anggota cewek dalam ekstrakurikuler pecinta alam ini. I Love Journey and Andventure is my middle name adalah mottoku.

“Kita sudah dua kali mendaki di sana. Bosan nih Al” Raihan, cowok yang duduk di sebelah kananku mulai mengeluarkan suara. Sedangkan aku mulai mengabaikan rapat yang sedang berlangsung dan memilih untuk memikirkan cara mendekati Jerry. Linda, sahabatku sejak zaman masih pake popok hingga pembalut itu memintaku untuk mencari informasi mengenai Jerry cowok yang disukainya. Walaupun aku mudah bergaul dengan cowok, bukan berarti aku akan mau bersikap sok kenal.

“Jadi, bagaimana menurut kamu Mika?” aku langsung memandang ke arah Alvin saat mendengarnya menyebut namaku. “Alvin menanyakan pendapat kamu mengenai rencana pendakian kita minggu depan. Beberapa anak-anak menolak untuk mendaki ke gunung Bromo karena bosan” Reno, cowok yang duduk di samping kiriku membisikan pertanyaan Alvin yang tidak kudengar. “Oh. soal itu… bagaimana kalau kita meminta setiap perwakilan kelas mengirim tiga orang untuk kita ajak ikut mendaki?. Semakin ramai pasti akan semakin seru. Siapa tahu setelah ikut pendakian mereka akan tertarik bergabung dengan ektrakurikuler kita yang minim penghuni ini” beberapa menit kemudian usualanku diterima oleh seluruh anggota klub. Dari usulan dadakanku tadi, ide untuk mendekati Jerry bermunculan bak petasan di hari raya.

Sehari sebelum mendatangi setiap kelas untuk memberikan informasi mengenai kegiatan kami, aku menambahkan usulan pada ketuaku untuk mewajibkan setiap ketua kelas mengikuti kegiatan ini. Tanpa banyak bertanya Alvin menyetujuinya, Aku menambahkan usulan itu dengan maksud tertentu. Jerry yang kebetulan seorang ketua kelas adalah alasannya. Dengan ikut sertanya Jerry aku bisa dengan leluasa mendekati dan menggali banyak informasi tentangnya secara langsung.

“Hai,” suara seorang cowok yang terdengar asing mengusik kesibukanku yang sedang mencatat pembagian kelompok pendakian. Jerry, cowok yang menyapaku mengambil tempat duduk tepat di depanku. “hai, ada apa? ingin bertanya mengenai pendakian?” tanyaku berbasa basi. “nggak kok. Aku tadi lewat, lalu aku lihat kamu sedang mengerjakan sesuatu sendirian. Jadi aku mampir siapa tahu bisa membantu” Aku mengangguk sebagai jawaban. Cowok ini terlihat baik walaupun bertampang playboy dengan senyum miring dan wajah tampannya itu. pantas saja Linda ngebet ingin menjadi pacarnya. “Namaku Jerry, kelas XI IPA 1” Jerry mengulurkan tangannya untuk bersalaman. “aku Tom” aku menyambut uluran tangannya. Jerry sepertinya mengerti gurauanku karena ia tertawa setelah mendengar nama yang kusebut.

Aku dan Jerry mulai akrab bak sahabat lama yang baru saja bertemu sejak percakapan pertama kami. Selama empat hari belakangan ini aku tidak pernah absen memberikan informasi pada Linda mengenai semua yang kuketahui tentang Jerry yang akan selalu dihadiahi Linda dengan pelukan maut yang menyesakan nafas. “thanks Mika. Kamu memang sahabatku dunia akhirat.” kata Linda dramatis dua hari yang lalu.
“Mika, pulang sekolah nanti tunggu aku di pintu gerbang. Ada sesuatu yang ingin kusampaikan sama kamu.” Akhir-akhir ini Jerry selalu mengantarku pulang jika kami mengadakan rapat hingga malam. Bahkan jika tidak ada rapat pun ia tetap mengantarku pulang. “mau ngomong masalah apa?. Di sini kan bisa. Nggak perlu nunggu sampai pulang sekolah”. “ini sangat privasi. Jadi nggak bisa dibicarakan di sini” suara bernada cie cie mengisi ruangan. “kayanya ada yang cinlok” kata Reno mengejek. Tanpa mengatakan apapun lagi Jerry berjalan keluar ruangan, meninggalkanku yang dijadikan bahan gurauan oleh teman-temanku.

Aku menunggu Jerry dengan perasaan berkecamuk. Memikirkan sikap Jerry yang akhir-akhir ini lebih perhatian dan manis padaku. setiap mengantarku pulang Jerry selalu menyempatkan waktu untuk mentraktirku makan dan meneleponku hingga berjam-jam untuk menanyakan tentang pendakian atau hal yang tidak penting. Perasaan tidak enak pada Linda tiba-tiba saja muncul menyeruak tanpa bisa kukendalikan. Dan mengingat candaan teman-temanku tadi mendatangkan perasaan gelisah.

“Sudah nunggu lama yah” suara Jerry mengembalikanku ke dunia nyata. “nggak kok. Jadi kamu mau ngomong apa?” tanyaku to the point. Wajah serius Jerry membuatku semakin gugup. “aku sudah cukup lama ingin membicarakan ini sama kamu. Jika aku memendamnya lebih lama lagi aku akan semakin tersiksa” Kalimat yang baru saja meluncur keluar dari Jerry membuat jantungku tiba-tiba berdebar abnormal. “Mika, kamu mau kan…” aku merasa seperti ada kupu-kupu yang bertebangan di dalam perutku. Perasaan yang sering Linda katakan saat ia memikirkan tentang Jerry, dan sepertinya perasaan itu juga yang sedang kurasakan saat ini. “Kamu mau kan membantuku mendekati Linda sahabat kamu? aku sudah lama menyukainya” semua kupu-kupu di dalam perutku mati seketika. Jadi ini alasan dibalik sikap perhatian dan manis Jerry padaku. Sial, menyesal aku sempat deg-degan karena Jerry dan merasa bersalah pada Linda. Aku menutup mata sejenak seraya menarik dan mengeluarkan nafas untuk meredam emosiku yang siap meledak.

“dengar baik-baik pretty boy. Ini adalah nasehat pertama dan terakhirku padamu. Temui Linda sekarang dan katakan semua perasaanmu dengan gombalan alay terbaikmu pada Linda dan dalam sekejab mata dia akan menerimamu sebagai pacar, calon suami atau sejenisnya. Got it lover boy?” tanpa menunggu tanggapan dari Jerry aku berbalik dan berjalan meninggalkannya. Mereka berdua terlihat seperti sebuah kisah romance picisan dengan aku yang berperan sebagai makcomblang kesiangan yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam kisah mereka.

Cerpen Karangan: Arkian Ifha
Facebook: Syarifah Aini Puteri Natasya

Cerpen Romance Picisan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kamu Yang Pertama

Oleh:
Awalnya aku tidak mengenal kamu, sekolah kita beda, tempat tinggal berjauhan, hanya saja mungkin tuhan berencana. Aku perempuan yang cuek, apalagi menghadapi seorang laki-laki. Aku tidak pernah peduli dengan

Catatan Harian Si Angsa Hitam

Oleh:
Makassar, Senin, 2015. Pagi menyapa wajah mengantukku yang nongol di jendela. Matahari belum sepenuhnya terbit, ternyata masih pukul 08;30. “What?!! Gua kuliahnya jam 08;15. Tapi, mataharinya kok belum nampak.

Honey Bunny

Oleh:
Pagi yang cerah dengan cahaya mentari yang hangat. Tiupan angin terasa lembut membelai setiap dedaunan yang dilewatinya. Sebuah pintu gerbang berwarna hitam terbuka lebar, mempersilahkan semua siswanya masuk untuk

Berbeda

Oleh:
Dia masih duduk di bangkunya, padahal ini saatnya istirahat. Tetapi ia sibuk dengan goresan pensil di atas kertas. Buku tebalnya pun ia buka, ia jelajahi rumus yang sesuai dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *