Running From The Shadows

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 26 May 2013

Jam dinding menghasilkan bunyi acousticnya. Aku terduduk dengan harap harap cemas.
“hoaammm” sesekali aku menguap, kantuk di mataku sudah berbenteng tebal.
Drtttt.. Drrttt..
“akhirnya, ssshhh” ucapku sambil membuang nafas panjang. Ada sebuah pesan masuk.
KLIK..
From: Sayangku
Siapa yang bilang begitu padamu! Jawab! Cepat jelaskan padaku!

Aku meneguk ludah. Bersiap untuk berseluncur pada keypad.
To : Sayangku
Sudahlah!
Aku hanya ingin putus! Jangan pernah hubungi aku lagi! Aku muak dengan ucapanmu!

Kuhempaskan tubuh mungilku dengan keras. Aku menerawang langit-langit kamarku dengan perasaan takut.
“maafkan aku kak! Aku sudah tak mencintaimu lagi hiks.. hiks” gumamku sambil agak terisak. Ku menjelajah kontak di ponselku. Mencari sesuatu dan
KLIK…
(Delete) (Yes) KLIK..
Nomor bernickname “Sayangku” sukses terdelete dari ponselku.
“arghhhhh” aku mengerang lalu menutupi wajahku dengan bantal. Gelap.

Keesokan harinya aku bergegas pergi ke sekolah dengan tergesa-gesa. Ku meraih ransel biru muda milikku. Anak tangga terus ku tapaki satu persatu. Ku lihat bunda tengah merapihkan dasi ayah di dekat ruang makan.
“key, cepat nanti kamu terlambat” ucap bunda yang melihat kehadiranku.
“ayah pergi dulu. Kamu hati-hati key” pesan ayah yang langsung berlalu keluar. Aku hanya berdeham keras. Bunda nampak kembali menghampiriku. Setelah itu aku mendengar suara mobil ayah yang meninggalkan rumah.
“aku berangkat dulu bun” pamitku lalu mencium lembut tangan bunda.
“hati-hati key. Ambillah roti untuk sarapan” ucap beliau.
“baiklah” ucapku sambil mencomot selembar roti tawar tanpa mengoles selai. Aku bergegas keluar rumah. Ku pasang earphone pada telingaku. Terdengar bait demi bait sebuah syair lagu milik jazon mras-Butterfly. Ku berjalan menyusuri bibir jalan yang mulai ramai. Sampai sekolah beberapa guru tampak berdiri berjajar menyapa para muridnya dengan hangat. Aku memasuki gedung berplang besar yang bertuliskan SMA JAYABANGSA. Tanganku menyalami satu persatu para guru yang berdiri menyambut murid-muridnya.
TETT.. TET…

“ciss, untungnya aku tidak telat” gumamku sambil mengelus dada saat mendengar bunyi bel masuk yang cukup keras. Aku melepas earphone memasang earphoneku kembali setelah tadi terlepas (terpaksa) sebentar. Koridor mulai sepi dengan siswa-siswi. Tanpa ku sadari seorang tengah mengikutiku. Tiba di depan ruang kelasku yaitu kelas X-1 seseorang menabrak keras bahuku hingga aku tersungkur. Saat ku angkat wajah sosok siluet itu malah tersenyum sinis mengerikan.
“kak farel!” pekik ku dalam hati. Aku membuang muka lalu mencoba berdiri. Di saat itu sebuah uluran tangan menapa manis di depan wajahku. Kembali ku angkat wajahku. Tenyata dama, teman sekelasku.
“mari ku bantu kau berdiri” akupun menerima uluran tangannya dengan senang hati.
“terimakasih” ucapku setelah berhasilberdiri.
“oke, ayo ke kelas, key. Aku yakin pak fadil sudah masuk”
“ya ampun, kalau begitu ayo dama” ucapku berlari ke arah lurus.
“keyla, kau mau kemana? Kau lupa kelas hah?” pekik dama melambai ke arahku.
“arghh bodohnya” aku menepuk jidat sendiri.

TETT.. TET..
Bel istirahat membuyarkan kebosanan para siswa-siswi SMA JAYA BANGSA. Mereka menghambur ke luar menuju tempat yang dapat memenuhi hasrat perutnya. Tapi tidak denganku dan beberapa temanku.
“bagaimana han?” tanya nita yang tengah bergelayut manja pada febri.
“liburan kan tinggal beberapa hari lagi” sambung ema. Hana hanya mengangguk paham.
“aku sudah berunding dengan anggota luar, sepertinya kita jadi pergi” ucap hana serius. Aku menatap keluar dengan pikiran yang entah kemana. Sadar ada seseorang yang ikut memperhatikanku, aku lalu membuang muka ke arah rofik yang ada disebelahku.
“kenapa key? Kau sakit” tanya rofik padaku. Wajahku memang tampak pucat pagi ini. Aku pun baru mengetahuinya setelah ifah mengatakannya tadi.
“hah?” aku menatap rofik bingung.
“hah hoh hah hoh.. Wajahmu pucat keyla. Apa kau sakit?” aku menggeleng mantap.
“kau ikut acara kali ini atau tidak key?” tanya ifah padaku. Aku mengedikan bahu sambil tersenyum.
“kakakmu apakah akan ikut juga dam?” ucap hana menatap dama. Dama mengangguk dengan menebar senyum.
DEG
Tiba-tiba jantungku berdetak tak normal. Senyuman dama memang sangat melelehkan hatiku.
“sial, perasaan ini datang lagi” umpatku dalam hati. Bel masuk kembali berbunyi nyaring.

Seminggu kemudian..
“keyla.. keyla” aku membuka jendela kamarku saat mendengar suara panggilan dari luar.
“ada apa kak risty?” tanyaku lembut. Perempuan yang ku panggil kak risty malah melambai seperti menyuruhku turun.
“aku ingin pergi. Kau harus temani aku” ucapnya setengah berteriak. Aku mengangguk lalu mengganti pakaianku. hot pans di padu dengan baju lengan panjang belang-belang hitam putih. Kaki yang terbalut flat shoes warna hitam. Ku raih ransel yang telah terisi baju serta barang yang perlu ku bawa. Aku hafal betul tempat kak risty biasa pergi bila bersamaku. Rambutku tergerai rapi. Aku siap!
“bunda, keyla pergi ya” ucap ku saat menuruni tangga. Bunda tampak hanya mengangguk saja. Kak risty nampak sudah siap di atas beat-nya.
“cepatlah key, aku ingin bertemu pacarku” ucapnya menatapku.

Bremmm..
Kak risty melajukan beat-nya dengan halus nan santai. Di perjalanan aku melihat mona dan linda yang berboncengan. Aku melambai mereka pun membalasnya.
Cklek..
“TOFA MALL?” aku pun turun dari beat kak risty.
“kamu mau ikut aku ketemu aji atau kamu jalan-jalan sendiri?” tanyanya padaku. Aku menimang-nimang jawaban dan
“ahh sabaiknya aku makan saja. Kak risty ketemu saja dulu. Oke. Bye” ucapku berlalu sambil melambai ke arah kak risty yang malambai juga.
“loh, mereka disini?” gumamku saat melihat hana dkk tengah berkumpul di cafe bringi. Aku mendekati mereka.
“hay” sapaku. Mereka semua menengok lalu tersenyum.

“eh keyla, kita akan berangkat hari ini loh” ucap nita yang tampak senang sekali.
“sinikey, aku ingin cerita padamu” ucap ifah yang terduduk di sebelah kiri galih. Aku pun mendekatinya.
“hey, guys” ucap seseorang namun tak ku pedulikan. Ifah masih berdongeng ria.
Drrrtttt.. Drttt..
Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

From : 085747128313
Aku selalu di dekatmu cantik!
Ku buat kau TAK TENANG

“kanapa kau key?” tanya ifah yang menatapku aneh. Aku meneguk ludah. Ku rasakan badanku bergetar hebat.
“kak farel, fah” aku celingukan dan pandanganku menangkap sosok itu tengah menatap ku dengan tajam seolah ingin membunuh.
“lari fah” aku dan ifah pun berlari. Ifah menuju toilet. Sial bagiku saat aku ingin mengikuti ifah, kak farel sudah berada di depan toilet. Aku mengendap pada kumpulan-kumpulan baju yang di jual di situ. Aku terus mengendap hingga aku merasakan tarikan kasar di bagian lengan kanan. Aku terkaget-kaget saat melihat siapa yang menatik tanganku.
“lepasin kak” lawanku sambil mencoba melepaskan diri.
“tak semudah itu sayang” bisiknya dengan pelan. Entah kenapa ketakutan menyeruak di dalam hatiku. Aku menatap saku kak farel yang sedikit menampakan bentuk pistol. Aku menggigit bibir bawah hingga darah segar mulai sedikit mengalir.
“yaaaaaaa” pekikku agak keras. Aku menghentakan tanganku kuat-kuat. Alhasil, aku terlepas dari kak farel. Aku berlari ke cafe bringi lalu menghampiri teman-temanku. Aku memilih duduk di sebelah kak lela yang tak lain adalah kakak dari dama. Hana nampak memperhatikanku yang terengah-engah. Kak farel nampak kembali berkumpul dengan teman-temanku. Ia terduduk di ujung meja. Tatapan matanya tajam seperti ingin membunuhku sekarang juga.
“farel!” bentak seorang wanita paruh baya berbaju putih bersih.
“ayo pulang! Buat apa kau di sini. Kau kan masih sakit” lanjut wanita itu dengan galaknya.
“aku bisa pulang sendiri” jawab kak farel sedikit membentak.
“apa-apaan kau! Lalu ibumu mau pulang dengan siapa”
“ya ya, aku pulang” kak farel beranjak. Ia menatapku masih dengan tatapan tadi. Hana menoleh ke arahku. Mataku mulai berkaca-kaca. Ku lihat hana membentangkan tangan. Aku memeluk hana. Air mataku akhirnya banjir.
“aku takut han” ucapku di tengah tangis. Hana mengelus punggungku hangat. Aku merasakan tangan lain ikut menepuk-nepuk pelan bahuku. Itu tangan dama.
JDAKKK…
Kepalaku membentur kursi di bagian sandaran. Pandanganku menghitam dan badanku melemas. Entah apa yang terjadi setelah ini.

“aww, kapalaku” aku memegangi kepalaku yang pening. Aku menoleh.
“dama..” gumamku. Aku bingung saat melihat aku berada di dalam bus.
“kamu terpaksa aku bawa adventure” ucap dama yang menatap kebingunganku.
“ini jaketmu?” dama mengangguk saat aku menunjuk jaket tebal yang tengah aku pakai.
“pakai saja, istirahat lah lagi key” aku mengangguk saja. Mataku mulai tertutup dan gelap tak ada suara.
“keyla, key. Bangun” dama berucap tepat di telingaku. Ia menggoyangkan tubuh lemas ku. Mataku mulai terbuka.
“kau aku gendong saja wajahmu pucat sekali key” ucap dama lalu mengangkat tubuh mungil nan lemasku. Sampai dipenginapan dama mendudukanku di sebuah sofa.
“terimakasih” ucapku sambil tersenyum manis. Manis sekali. Dama pun pergi menghampiri rofik, galih dan safi. Entah kenapa badanku serasa melemas lagi. Gelap.
“key, ayo sadar” telingaku mulai menangkap suara manis hana. Ku cium bau minyak kayu putih menempel dihidungku. Aku mengedipkan mataku berkali-kali.
“ini pakai trening ku” ucap ema menyodorkan trening biru.
“terimakasih, bisa kau temani aku mengganti celana” ucapku pada ema. Ema mengangguk lalu mengikutiku ke wc.

10 menit berlalu aku telah selesai berbenah diri. Muka ku agak segar kali ini.
“kau hari ini banyak pingsan key? Asmamu kambuh?” tanya ema penasaran. Aku menggeleng pelan.
“aku takut, em” ema mengernyitkan keningnya.
“aku takut kak farel. Dia mau membunuhku” lanjutku. Ema nampak kaget.
“lelaki brengsek! Phsyco!” bidiknya mengejek-ejekkak farel. Aku dan ema pun berlalu meninggalkan wc itu. Aku tak sadar bahwa sebenarnya seseorang tengah mengintai ku.
“ayo kita berenang!” pekik kak lela semangat. Anggota laki-laki mencoba terlebih dahulu sensasi air pantai yang jernih itu. Aku ikut berlari mengitari pantai. Membuat jejak kaki pada pasir putih. Sedikit melupakan tekanan batinku.

Sebuah bus datang menghampiri tempat kami.
“itu rombongan dari SMA BHAKTI PUTRA” pekik hana yang menunjuk-nunjuk bus itu. Aku melihat dimas, iya dimas. Dia adalah temanku waktu smp dahulu.
“ayo kita ke penginapan! Ini sudah sore” Pekikan itu membuat kami semua berkumpul. Kak lela yang tadi menyuruh untuk berhenti menikmati pantai pun suda berjalan di depan.
“hey keyla” sapa seseorang yang tak asing bagiku.
“ava, kok kamu disini?” tanya ku dengan ramah.
“emm, karena ada kamu” ava menggombal.
“haha gombal sekali kamu sekarang?” candaku menepuk bahunya pelan.
“key, aku sebenarnya masih menyayangimu” ucap ava terlalu to the point. Aku tertawa lalu kembali menepuk pelan bahunya.
“siapa dulu yang memutuskan hubungan itu. Itu kamu kan ayo ngaku!” ucapku dengan tampang pura-pura marah.
“iya aku salah menuduhmu berselingkuh dengan anji waktu itu”
“tak baik mengingat masa lalu”
“wooooo, jangan pacaran disini” ucap fitri yang berjalan tepat di depan langkahku danava.
“duluan ya” aku melambai ke ava lalu membelokan arah. Saat membuka pintu kamar aku tersentak kala seseorang membekap mulutku.
“mmmpphhhhhh” aku menggoyangkan tubuhku agar bisa terlepas dari orang yang membekap mulutku.
“oh god help me. Tolong siapa aja yang liat, TOLONGGG!” batinku. Aku tersungkur kala sosok itu mendorongku. Aku menengok ke kanan dan kiri. Sepi. Sosok itu menampakkan wajahnya.
“hay keyla, kau makin cantik saja” ucapnya dengan lembut.
“keluarkan aku dari sini kak!” pekik ku agak keras. Namun rasanya suara takakan mampu menyeruak keluar sehingga ada orang yang mendengarnya. Sosok itu mengeluarkan pisau lipatnya. Ia kemudian mengikatku di kursi dengan sangat kencang.
“aku tak suka di campakan keyla, apa kau tak pernah tau sifatku hah?” bentaknya. Ia membiarkan pisau lipatnya menyusuri setiap lekuk wajahku.
“aku ingin menikmatimu sebelum kau ku bunuh, jadilah wanita manis kali ini sayang”
“aku tak sudi!”
“kau ingin mati hah?”
“lebih baik aku langsung mati daripada aku harus menyerahkan tubuhku padamu terlebih dahulu! Toh sama saja aku akan mati kau bunuh”
“tapi aku ingin memainkanmu dahulu sayang” ia menowel daguku.
“kau gila kak farel” bentakku. Tapi apa daya aku tak dapat bergerak. Kaki dan tanganku terikat menyatu dengan kursi yang ku duduki. Aku menggigit bibir bawahku. Aku tak dapat berontak kala kak farel mulai membuka sweeter baby pink ku. Aku menitihkan air mata berharap ada yang menolongku.

BRAAAKKKK
Pintu yang tadi tertutup kini terbuka lebar. Kak farel menoleh ke belakang. Aku pun ikut mengangkat wajah melihat siapa yang datang.
“ava, dama” ucapku sambil menangis.
“kau gila kak! Dasar phsyco! Lepaskan keyla” pekik dama lantang. Di tangannya tergenggam pistol begitu pun denganava.
“hadapi aku dulu kalau kau ingin dia ku lepaskan” ava maju menghadap kak farel dengan cekatan ia memukul kak farel. Menjatuhkan pisau lipat di tangan kak farel. Dama menghampiriku lalu melepas semua ikatanku. Aku memandang ava dengan sayu. Aku takut.
“ayo lari denganku!” ucap dama lalu menarikku ke luar. Aku menoleh ke arah ava yang sedang di tusuk oleh kak farel. Ia menusuk ava tanpa rasa kasihan.
“ayo cepat key!” damapun menarikku menjauh dari gudang bekas itu.

Aku dan dama berlari menyusuri jalan setapak diikuti dengan kak farel yang mengejar ku dan dama.
“berhenti kau!” pekik kak farel. Aku terengah-engah. Sepertinya asma sialan itu kambuh.
Dama menatapku lalu menyuruhku menaiki punggungnya.
“cepat tak ada waktu key” ucapnya. Aku menurutinya untuk naik ke punggungnya. ka farel terus mengejarku.
“biarkan mereka pergi farel! Kau tak berhak menyakiti keyla!” bentak seseorang yang agak jauh di belakang kak farel. Aku dan dama menoleh.
“kak lela” ucapku. Dama menganggukinya.
“biarkan aku di sini. Tolong kak lela cepat” tapi dama menggeleng keras.
“kau tega membiarkan kakakmu di sana bersama seorang phsyco?”
“diam!” aku tersentak kala ia membentakku kasar. Aku pun terdiam. Dama kembali berlari menggendong ku. Terdengar suara jeritan dari jauh.
“maafkan aku kak lela. Aku tak bisa kembali kesana menolongmu” gumam dama pelan namun aku dapat mendengarnya.
“naik cepat!” sebuah suara mengagetkan kita.
“hana, ema” ucapku.
“ayo cepat. Farel sudah dekat” hanya menunjuk seseorang yang berlari cepat. Aku dan dama naik ke sebuah mobil jeep. Entah dari mana hana dan ema mendapatkannya.
“kita kemana?” tanyaku.

“bandara” ucap ema mantap. Hari yang mulai larut pun semaki mencekam. Kecepatan tinggi jeep pun membuatku semakin lemas. Dama met rengkuh tubuhku ke dalam pelukannya.
“kamu akan selamat dari lelaki brengsek itu key” dama mencoba menghangatkan tubuhku yang lemas. Ia mengangkat wajahku lalu mendekatkan wajahnya. Ku rasakan sentuhan lembut di bibir putihku. Aku tak percaya dama melakukan itu. Hana dan ema pun nampak biasa, mungkin karena ini dalam situasi gawat. Dama melepas ciumannya lalu kembali memeluk erat tubuhku.
“hhhh.. hhhh” tiba-tiba nafasku terasa sesak. Aku mulai susah untuk mendapat oksigen.
“ini airosol mu” ucap ema memberikan airosolku.
“kau dapat dari mana”
“ini” ema menunjuk tas ransel ku dan tas ransel entah milik siapa. Aku mengisap airosolku hingga merasa baikan.
“ayo turun!” ujarhana.
“kalian harus cepat tiketnya udah ku pesankan!” ucap ema sambil membantuku membawa ransel.
“penerbangan jakarta jogja sebentar lagi” ucap ema. Dama dan aku langsung menuju ke pesawat. Aku menikmati perjalanan.

Seminggu kemudian..
“key, bangun” aku merasakan sesuatu menepuk pipiku. Aku membuka mataku perlahan.
“mmmmmgrrrhh” ucapku sambil meregangkan ototku yang lemas.
“ayo mandi. Hari ini kita kembali ke jakarta”
“jakarta?”
“farel sudah di ringkus polisi! Tenang saja” aku tersenyum lega.
“tapi aku takut! Aku terus membayangkan kak farel saat membantai ava dan kak lela”
“sudahlah, aku tak mau mengingat kak lela lagi”
“maaf dam” ucapku merasa bersalah. Dama menatapku sambil tersenyum manis.
“tak apa honey” ucapnya sambil mengelus pucuk kepalaku. Yah, honey. Aku memang telah resmi menjadi kekasih dama dua hari yang lalu. Senangnya.
“mandilah. Nanti kita sarapan dahulu” aku mengangguk lalu beranjak pergi ke kamar mandi. 15 menit waktu untuk ku berbenah diri. Aku menggunakan dress selutut putih dengan sabuk hitam di pinggang serta wedgess warna hitam berpita. Aku menggampit lengan pangeranku, dama. Kami pun memakan sarapan yang butuh waktu hanya 10 menit. Aku dan dama meninggalkan jogja dengan rasa tenang.

THE END

Cerpen Karangan: Mayangsari Purwaningsih
Facebook: Mayang Sari Purwaningsih

Tips dari admin: banyak sekali kata kata yang tidak di pisahkan oleh spasi sehingga tersambung begitu saja sehingga menjadi gabungan kata yang tidak semestinya, sebaiknya untuk kedepan sebelum di kirimkan harap di periksa kembali terlebih dahulu untuk memperbaiki dan meminimalisir kesalahan penggabungan kata yang terjadi, ini juga akan mempermudah proses moderasi cerpen nantinya, terus berkarya ya! ^_^,

Cerpen Running From The Shadows merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Absolute Love

Oleh:
Pagi ini adalah pagi yang cerah ketika mentari pagi memancarkan sinarnya untuk menghangatkan para pribumi. Udara sejuk dan embun-embun pagi membuat suasana pagi ini semakin terasa menyegarkan. Seperti biasa

Penyesalanku Hingga Kau Pergi

Oleh:
Namaku biasanya dipanggil dengan sebutan Mala. Aku adalah anak kelas 3 SMA N 8 palembang pada tahun 2005. Anaknya minder karna bentuk tubuhku yang tidak ideal, humoris, care sama

Menyerah

Oleh:
Davinia Dianta “Dia kembali, Di. Dia kembali lagi ke dalam pelukanku,” ucapnya seraya mengguncang-guncang tubuhku dengan senang. Aku sempat terdiam untuk seperkian detik, baru setelah itu aku menepuk-nepuk pipinya

Masa Yang Aneh (Part 2)

Oleh:
“Sepertinya di sana ada magab yang berbeda dari yang lain.” Tanya Arga “Iya, dia disebut sebagai pemuntah. Karena dia bisa memuntahkan cairan hitam yang mematikan dan juga bisa meludahinya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *