Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Menyemai Cinta dari Palestina

Sinar bulan purnama turut menemani indahnya malamku yang terasa begitu sunyi. Kulirikkan mata ini pada indahnya maha karya sang penguasa alam. Ingatanku kembali merayap kemasa-masa indahku di Jogja. Bersama sanak saudaraku...

Move On!

Dira datang dengan tergesa-gesa menghampiriku yang sedang duduk sendirian di kantin, sedang menghabiskan sarapan pagiku. “Eh nyet, tumben amat lo jam segini udah ke kampus?” Ujarku begitu dia menyambangi mejaku “Kampret....

Tunggu Aku di Batas Senja

Pagi itu Ara berlari menuju kolam ikan di samping rumahnya. Seperti yang biasa ia lakukan ketika pagi bertemunya, ia menemui ikan mas yang ada di kolam ikan samping rumahnya. Sambil memainkan air yang ada di kolam ia tersenyum...

Aku dan Dirinya

“Tepat jam 04.30, waktunya untuk bangun!”, aku mencoba membuka mata dengan perlahan, mengumpulkan sisa nyawa yang masih setengah, hujan yang turun semalam meninggalkan hawa dingin, membuatku enggan untuk melepas selimut....

Mematung Sepi

“Masih terngiang akan suara manjanya, kepintarannya, kecantikannya, dan semua hal yang istimewa itu aku sia-siakan ketika aku memilikinya, kini aku hanya mematung sepi, ditemani penyesalan yang teramat dalam, akankah dia...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply