Sahabat Jadi Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 September 2017

Matahari telah bersinar, embun masih menempel di dedaunan. Pagi ini udara begitu sejuk, hari ini aku akan berangkat ke sekolah. Aku adalah seorang siswi SMA. Sesampainya di sekolah, aku segera menuju kelas. Terlihat di sana arya telah menungguku, Arya adalah sahabatku dari smp. Aku menghampirinya, dia tersenyum padaku aku lalu membalas senyumannya. Kami lalu duduk di depan kelas sambil berbincang-bincang. tak terasa bel pertanda pelajaran akan dimulai berbunyi mengakhiri perbincangan kami. Semua murid masuk kelas untuk mengikuti pelajaran.

Pelajaran pertama adalah ipa, mata pelajaran kesukaanku. Aku pun memerhatikan guru yang menyampaikan materi. Tak terasa 30 menit kemudian bel istirahat berbunyi, semua murid keluar ruang kelas hanya aku yang tak keluar. Aku duduk di bangku tempat dudukku sambil menulis kata-kata, seseorang menghampiriku dan menyapaku. “Hai karin!”, sapanya padaku. aku menengok k earahnya seraya membalas sapaannya “hai juga!”, kataku. Ternyata dia adalah reno, orang yang kusukai namun arya tak setuju jika aku menyukai reno, katanya sih reno itu playboy. “boleh aku duduk di sini?” tanya reno dengan menunjuk kursi di sebelahku. “oh, boleh aja! lagian nggak ada yang ngelarang!”, ucapku padanya. Dia hanya tersenyum padaku. “Ya tuhan, senyumnya manis banget menggetarkan hati…”, batinku.

“oh ya! aku pengen ngomong sesuatu sama kamu!”, ucapnya padaku. Aku pun menghentikan menulis lalu mendengarkannya bicara dan memandang wajahnya. “iya, ngomong aja!”, jawabku. “Aku suka sama kamu!”, ucap reno. kata-kata reno membuat jantung ini berdetak lebih kencang dari biasanya. “hha, kamu bercanda ya…”, ucapku padanya. “Aku nggak bercanda! Aku suka sama kamu, serius deh!”, ucap reno menyakinkanku. “Apa kau mau menjadi pacarku?”, lanjutnya. Aku benar-benar bingung, aku memang suka reno tapi di sisi lain arya tak setuju. Akhirnya aku menerima reno sebagai pacarku karena aku memang menyukainya.

Sebulan telah berlalu hubunganku dengan reno baik-baik saja, reno juga nggak pernah menyakitiku. namun karena aku sering jalan sama reno, arya akhirnya mengetahuinya. Awalnya dia kecewa tapi akhirnya dia menyerahkan semuanya padaku. Semenjak aku berpacaran dengan reno, aku semakin jauh dari arya tapi sepertinya arya juga sedang dekat dengan orang lain.

Hari ini, aku mengajak reno jalan tapi dianya nggak bisa. katanya reno ada acara penting, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke taman sendirian. Di taman, aku duduk di kursi sambil membaca novel. Banyak pasangan remaja bersantai di taman, Namun pandanganku tertuju pada sepasang remaja yang duduk berdua. Aku seperti, mengenal sosok cowok itu. Aku perhatikan lekat-lekat cowok itu, aku pun mulai mengenalnya ternyata dia adalah reno, pacarku. Aku menghampiri mereka, kulabrak mereka. Reno yang melihat kedatanganku terkejut. “oh, jadi ini acara pentingnya!”, ucapku dengan nada serak menahan tangis. “jadi selama ini arya benar! ternyata kamu itu playboy, aku kecewa sama kamu!”, ucapku padanya. “Kita putus!!”, ucapku sambil menampar pipi kanan reno. Air mata ku mengalir begitu deras, hatiku benar-benar sakit selama ini aku telah dibutakan oleh cinta.

Aku pun meninggalkan tempat itu. Namun saat aku melangkah untuk pergi, reno manarik tanganku mencegahku untuk pergi. aku mencoba melepaskan tarikan tangannya, namun tarikannya sangat kuat. “Karin, aku bisa jelasin semuanya!”, ucapnya padaku. “semua udah jelas, ren! nggak ada yang perlu dijelasin!” ucapku padanya. Aku pun melepaskan tarikannya dan berrlari pergi menjauh, kejadian tadi menjadi tontonan gratis semua orang.

Aku belari lalu bersandar di balik pohon cemara, Aku mengusap air mataku. Jika saat ini arya ada di sampingku pasti dia akan menenangkanku dan menghiburku sampai aku tersenyum kembali. Saat ini aku benar-benar membutuhkan kehadirannya, ternyata selama ini aku baru sadar jika aku telah menyia-nyiakan orang yang selama ini peduli padaku. Aku benar-benar membutuhkanmu arya… aku menyayangimu….

Tiba-tiba seseorang memberikan cokelat padaku, aku menengok ke arahnya ternyata dia adalah arya. Aku pun memeluknya dan menangis di pelukannya. Arya menenangkanku, aku merasa nyaman di pelukannya. Arya lalu melepas pelukanku dan menyusap air mataku dengan lembut. Dia lalu memberiku cokelat dan menyuapkannya padaku. “katanya cokelat bisa membuat hati kita nggak terlarut dalam kesedihandan biasa membuat tersenyum kembali…”, ucap arya. Aku lalu tersenyum padanya seraya berkata “arya, maaf aku tak menghiraukan perkataanmu, ternyata benar reno itu playboy!”, ucapku menatap wajah tampannya. Arya lalu tersenyum padaku, ia memegang kedua tangankuseraya berkata “aku tak akan membiarkan orang yang kusayang dan kucintai sedih…”, ucapnya dengan lembut. Aku tersenyum ke arahnya memandang wajahnya yang dihiasi senyum.

“Karin, jika aku boleh jujur, sebenarnya aku dari smp udah suka sama kamu…, aku tau pasti kau masih sedih karena pernah dikhianati otang yang pernah kamu sayang! dan…”, belum sempat arya melanjutkan perkataannya aku memotong perkataannya dengan berkata “aku juga suka sama kamu!”, ucapku kuiringi senyuman manisku. Terlihat dari wajah arya dia terlihat senang mendengar perkataanku. Arya lalu memelukku dengan hangat. Kini sahabatku telah menjadi orang yng kucintai dan juga orang yang kusayang…

Tamat

Cerpen Karangan: Yuana Arifah Muzayanah

Cerpen Sahabat Jadi Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yume Dan Persahabatan Yang Manis

Oleh:
Hari itu hari minggu siang. Terlihat Yume yang berlari riang sambil mendekap karangan bunga lili menuju taman di mana kedua sahabatnya menunggu. Michiko Sakura dan Kazuto Tetsuya. “Hoiii!!!” Gadis

7 Tahun

Oleh:
“Sky! Ayo bangun!” teriak mamaku “Iya udah ma…” Namaku Sky. Umurku 15 tahun. Hidupku… Ya normal-normal saja seperti anak-anak yang lain. Di sekolah, aku langsung disambut oleh sahabatku, Violeta.

Di Ujung Jalan

Oleh:
Setetes embun mulai membasahi dedaunan pohon. Seberkas cahaya masuk melalui ventilasi udara menyilaukan mata. Kicauan burung terdengar sangat merdu. Menandakan pagi telah siap menggantikan malam. “hoaaaaaammm… masih ngantuk..” desah

Kuning Keemasan

Oleh:
Kuning keemasan. Satu persatu daun kiara payung itu jatuh, melenggang, bergoyang hingga akhirnya bersatu dengan tanah. Lalu berhasil menghiasi sekelilingnya dengan warna kuning, kuning, semuanya kuning. Hari itu sekolahku

Kapten, Berjanjilah

Oleh:
Bukan darah, bukan luka tembak, bukan bekas jahitan. Aku tidak takut dengan mereka. Kematian karena kecelakaan tragis, penuh luka tusuk, bahkan tubuh termutilasi. Aku pernah melihat semuanya. Menyaksikan kejadian-kejadian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *