Sahabat Jadi Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 3 November 2014

“Tunggu Yu…” Tian memanggilku dari kejauhan.
“Ayo cepet, nanti telat” jawabku sambil nafas terengah engah Karena berlarian.
“untung aja kurang 2 menit kita udah ada di sekolahan.” Kata Tian yang sangat kelelahan setelah berlari.

Perkenalkan nama ku Ayu Andriana. Aku seorang anak SMA. Di sekolah aku pandai bergaul dengan semua orang. Dan Tian adalah teman ku. Tian sangat dekat dengan ku. Kita sudah kenal sejak Tian pindah rumah di dekat rumah ku. Kita kemana mana harus berdua, jika Tian sedang kesusahan Aku akan membantunya dan sebaliknya juga.

“kantin yuk Yu? Laper nih” ajak Tian kepadaku
“okey!” jawab ku dengan semangat.
“baso 2 ya bu.” Kata Tian kepada Ibu kantin.
“Eh, entar anterin gue ke salon yuk, pengen benerin rambut nih hehe.” Tanya ku kepada Tian yang sedang memakan basonya.
“iya entar, wuh wuh panas banget.” Jawab Tian sambil kepanasan.
“sabar dong kalau makan, minum dulu.” Kata ku kepada Tian
”Laper banget sih! Cie perhatian banget sih sama gue?” jawab Tian.
“Ihh.. biasa aja kali haha.” Jawab ku dengan rasa malu di hadapan Tian.
Dalam hati Tian berbicara “Iya juga gak papa kok Yu, gue pengen banget sebenarnya diperhatiin sama lo”
“tapi nanti pulang dulu yah, ganti baju. Eits.. tapi naik sepeda ya? Kan deket dari rumah kita.” Kata ku.
“iya iya gampang deh.”

“Kriiinnggg…” bel pulang sekolah pun berbunyi, Aku dan Tian langsung menuju rumah masing masing. Aku bergantian pakaian, setelah selesai Aku duduk di depan teras rumah sambil menunggu Tian dengan membawa sepedanya. “kring kring kring kring” suara bel sepeda Tian sudah datang.
“Heh ayo sepeda udah siap!” kata Tian.
“iya” jawab ku singkat kepada Tian.
“Udah sampai nih, gue tunggu di kursi sini aja deh.” Kata Tian sambil menguyah permen karet yang ada di mulutnya.
“okey! Enggak lama kok” jawab ku.

1 jam kemudian Aku selesai dengan tatanan rambut baruku. Aku melihat Tian yang sedang tertidur karena menunggu selama satu jam. Aku tidak sengaja menyenggol meja yang ada di depan ku. Dan itu membuat Tian terbangun dari tidurnya. “Greekk!!” suara meja bergeser. Tian terpesona melihat dandanan ku yang baru. Ku goyangkan tangan ku di depan mukanya, tapi itu tidak berhasil dan Ku tegur dia.
“Eh!!” Tian kaget
“kenapa lo?” tanyaku kepada Tian
“cantiknyaa…” sambil memandangi ku
“makasih hehe” jawab ku dengan tersenyum
“eh enggak enggak bukan lo yang cantik, tapi mbak yang kerja disini.” Jawab Tian dengan bohong
“Ah apaan sih lo. Ayo pulang.” Kata ku dengan kesal.
“ayo cepet naik Ayu.”
“makan dulu yuk, laper nih. Gue deh yang nraktir.” Kata ku
“beneran nih? Haha okey!” jawab Tian dengan senang

Beberapa minggu kemudian UTS akan segera di mulai. Aku tidak paham mengenai pelajaran sekolah. Tapi, Tian sangat pintar untuk hal itu. Sehingga Aku selalu ke rumah Tian untuk belajar bersama Tian. Setiap pulang sekolah Aku langsung ke rumah Tian. Saat Tian menerangkan Aku terus memandanginya tanpa berhenti. Sampai sampai pelajaran yang diterangkan Tian tidak pernah masuk ke memori ku.
“Lihat nih catatannya, jangan ngeliatin gue terus” kata Tian kepada ku yang diam diam dia juga memperhatikan ku.
“Eh, eng enggak. Siapa yang ngeliatin lo”. Jawab ku dengan gugup
“ya udah lanjutin” jawab Tian.

Ketika Tian kembali menerangkan pelajaran tersebut, Aku hanya fokus dengan melihat wajah Tian yang tampan itu. Tiba tiba Tian berbicara yang tidak saya duga.
“kita jadian aja yuk?” kata Tian dengan spontan
“Hah?” jawab ku dengan rasa kaget
“iya jadian? Mau gak?” jawab Tian
“Mmm.. bol boleh” jawab ku dengan rasa bahagia di hatiku
“tapi, lo harus dapat nilai bagus nanti waktu UTS!” kata Tian, agar Aku tambah semangat belajar.

UTS telah selesai. Aku dan Tian menunggu nilai yang akan diberikan kepada kami dari Bu guru. Dan ketika nilai sudah dibagikan ternyata nilai ku meningkat lebih baik. Semua ini berkat Tian.

Saat semua orang sudah pulang, dan Aku hanya berdua dengan Tian di taman. Aku memberitahukan nilai ku kepada Tian.
“kenapa muka lo sedih? Nilai lo turun ya?” Tanya Tian penasaran dengan raut wajah ku yang sedih.
“nilai ku huhu. Nilai ku baik… yeyyy!! Haha” jawab ku dengan senang dan Aku langsung memeluk Tian. “makasih Tian, ini semua berkat lo yang udah ngajarin gue.” Kata ku
“iya, lo juga kan mau berusaha sendiri.” Jawab Tian.

Suasana menjadi hening. Tangan Tian memegang tangan ku. Kita bertatap tatapan, Aku menutup mata ku. Karena Aku rasa Tian akan mencium ku. Jantung ku berdetak sangat kencang tidak seperti biasanya. Saat itu akan terjadi, tiba tiba ponsel ku berbunyi. Kita berdua kaget, dan kita langsung membalikkan wajah kita masing masing. Ternyata mobil jemput ku sudah datang dan ada di gerbang depan.
“Mm.. gue pulang dulu. Pak Supir udah jemput di depan.” Kata ku kepada Tian
“ya udah hati hati” jawab Tian dengan tersenyum.
Saat Aku berdiri, Aku langsung mencium pipi Tian. Tian kaget, dan setelah itu Aku tersenyum padanya.
“Daaa.. gue pulang dulu Tiaaannn…” Aku mengatakan selamat tinggal sambil berlari.

THE END

Cerpen Karangan: Nelly Febrianti Putri

Cerpen Sahabat Jadi Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Ann Tapi An

Oleh:
Jam dinding berwarna cokelat yang masih setia menempel di dinding ruang kelas menunjukan pukul 10.15 WIB. “Masih lama” ucapku yan sedari tadi telah menunggu detik-detik berbunyinya bel kebahagiaan, alias

Cinta Monyet dan Gorila

Oleh:
Hidup adalah sekarang dan masa depan. Masa lalu? Ah, itu hanya serbuk-serbuk luka termanis penyedap rasa di masa mendatang. Seperti sobekan kisah cinta yang berserakan. Juga puzzle-puzzle yang tak

Behind You

Oleh:
Seperti masa-masa biasanya, ketika rerumputan dan beberapa bunga diam memperhatikan seorang pelajar SMA yang sedang termenung di taman belakang sekolah. Dia Karin, selama satu bulan setelah kecelakaannya tidak ada

Gara Gara Selfie

Oleh:
Waktu itu hari sabtu, seperti biasanya SMP kami rutin melakukan jalan santai, hari itu kami berjalan kira-kira 1,5 km dari SMP. Akan tetapi aku -Rani- dan kelima temanku -Echa,

Umid Ku

Oleh:
Sang dewa siang selalu menuntunku untuk berjalan di terangnya jalan yang kan ku lalui, dengan hembusan angin dan pancaran sinarnya. Aku selalu tersenyum di bawah payung teduh yang ku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sahabat Jadi Cinta”

  1. Sri murni says:

    cerpen nya menarik I LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *