Sail In My Heart

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 July 2016

Aku lelah berkaitan dengan waktu
Mungkin karena perjalanan hati yang jauh dan berliku
Aku pernah menyerah karena waktu selalu mengecewakan
Di saat kudengar detaknya mengeras, ku menatap dia masih melekat di dinding kamarku
Seperti melodi hati yang mengenyahkan kesunyian
Kurumuskan satu rasa yang diam-diam menyelinap ke dalam hati
Dan pertanyaan itu?
Tentang perasaan yang selalu bersemi
Untuk dia yang cinta pertamaku Popeyeku.

Aku nggak tahu apa maksudnya. He’s always save me when i feel hurt. Dan itu selalu nggak berubah, dari aku SMP Pertama ngrasain cinta monyet sampe sekarang aku kuliah. Dan emang dia cinta pertama dan orang pertama yang memberi rasa enggak bakalan aku lupain.

Dia menjauh dariku, membiarkan aku jatuh cinta dengan orang lain dan punya cerita dengan siapapun, bahkan melupakannya. Tapi di sisi lain ketika aku merasa jatuh dia datang lagi. Nguatin aku dan ngeyakinin aku bisa.

Pagi ini aku akan menepati janjiku. Menemuinya di tempat biasa, kedai kopi dekat dermaga. Dari jauh dia melambaikan tangan kanannya, sedangkan tangan kiri memegang topi pelaut. Aku menghampirinya, senyum merekah di bibir, membiarkan denyut nadi keduanya bersahutan melebur rindu. Kebisingan dermaga bak irama musik paling romantis sedunia.

Dia mengulurkan tangannya. Aku pun menyambut dengan senang hati. Bahasa mata yang tak asing, ia mungkin sedang menanyakan apakah senyum ini masih tulus seperti dulu, atau senyum ini sudah dimiliki oleh orang lain?

“Mau minum apa?” Tanyanya setelah kami duduk.
“Hhmm, apa aja penting halal.” Jawabku tersenyum seraya melempar pandangan ke arah barisan kapal laut.
“Aku ngerti kamu nggak suka kopi,” katanya seraya menatapku, aku masih tidak menatapnya takut dia tau kalo aku sangat rindu.
“Iya, karena kopi sangat pahit. Aku benci rasa pahit.”
“Obat juga pahit. Tapi kamu diwajibkan meminumnya ketika sakit.” Lanjutnya seraya tersenyum tipis. Kali ini aku menoleh dan menatap matanya.
“Aku milihat dari bening matamu tersimpan kepedihan, aku merasakan pedih itu sekarang.” Katanya lalu melempar pandangan ke dermaga.

Katakan padaku apa yang bisa aku lakukan sekarang, rindu, cinta, sayang, takut kehilangan, belajar ikhlas dan menyadari. Semua akan tersaji pada sepasang cangkir kopi. Dia mungkin akan menikmatinya, tapi aku tidak. Jika aku seduh akan terasa enggak nyaman. Karena aku tidak suka pahit, kopi itu pahit. Namun demi menghargai dia, aku akan menyeduh kopi pahit ini.

“Nik,? Kau tahu? Waktu berjalan sangat cepat.” Katanya setelah beberapa saat diam.
“Iya.” Kataku pelan.
“Don’t waste your time.”
“Itu pasti!”

Cerpen Karangan: Nicma Faneri
Blog: Nicmafaneri.blogspot.com

Cerpen Sail In My Heart merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sabtu Malam Nila

Oleh:
Setiap tetesnya membasahi hati yang mengering, gersang, tapi sayangnya aku kehilangan senja kali ini. Secangkir capucino dan salah satu buku karangan idolaku menemani malam mingguku ditengah rintik hujan yang

Mengejar bayangan

Oleh:
Apalah arti dari sebuah perasaan yang menyelimuti hati ini, semakin dicoba untuk di singkirkan semakin terasa sakit.. semakin di rasakan semakin menjadi-jadi… Wanita itu duduk terdiam dalam keheningan di

Dia Yang Kini di Hatiku

Oleh:
Namaku Tanti, begitu populernya nama ini di kalangan kakak kelas dan adek kelas. Aku seorang anggota Osis dan atlet, banyak cowok yang menyatakan cintanya, namun aku ini seorang yang

PSPH (Part 2)

Oleh:
“Bos!” “Napa Ga?” “Lu belum denger ya?” “Belum, apaan?” “Si Reza, katanya dia malming kemaren jalan bareng sama Tiara.” “Tiara kelas 11 IPS-3?” sahut Acuy yang baru saja tiba

Stop Four Second (Part 2)

Oleh:
“Apakah kau sibuk?,” tanya Arka dari seberang sana. “Siapa, Fel?,” tanya Bram. “Arka!,” jawab Felly dengan berbisik. Bram hanya mengangguk dengan mulut yang membentuk huruf “o”. “Fel, keluar sono!

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *