Sakit Tak Berujung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 21 March 2016

Mungkin yang pergi itu cinta, tetapi yang akan datang nanti jodoh. Aku pernah mencintai seseorang sampai aku tidak tahu apakah itu cinta atau pembodohan. Aku pernah menyayangi seseorang sampai dadaku sesak dipenuhi semua rasaku untuknya. Namanya Aqilla, siswi di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bisa dibilang sekolah favorit di kota Bandar lampung. Dia murid yang cukup pandai di kelasnya. Minggu pagi yang cerah seperti biasa Aqilla pergi dari rumahnya untuk mengikuti salah satu ekstrakulikuler yang dia ikuti sejak pertama dia masuk ke SMA, yaitu ekskul pramuka. Jadwal latihannya diadakan setiap hari sabtu dan minggu. Kebetulan latihan hari itu diadakan di sekolah biasanya Aqilla beserta anggota yang lain melakukan kegiatan ekskul itu di alam terbuka.

Aqilla berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB karena jarak rumah Aqilla dari sekolah tak begitu jauh ya kurang lebih 6 km. Sesampainya di sekolah, seperti biasa para anggota pramuka sudah sibuk masing-masing dengan tugas mereka, ada yang membuat tandu, belajar baris bebaris, dan belajar tentang sandi. Aqilla yang termasuk anggota aktif di ekskulnya pun langsung ambil bagian belajar membuat tandu. Tidak hanya ekskul pramuka saja yang sedang latihan, tetapi ada beberapa ekskul yang jadwal latihannya sama dengan ekskul pramuka.

Salah satunya adalah ekskul drum band, ekskul yang konon katanya palung mewah dan yang paling diminati oleh murid-murid di sekolahnya. Aqilla tidak begitu tertarik dengan eskuk itu, menurutnya ekskul itu hanya untuk gaya-gayaan saja, karena memang hampir semua anggota drum band bertingkah seperti penguasa di sekolahnya ditambah Kepala sekolah sangat mendukung sekali dengan kegiatan itu. sampai pada akhirnya, ada salah satu anggota drum band yang membuatnya jatuh hati saat pertama kali melihat. Seorang anggota drum band yang ambil bagian alat musik “Melophone.” Sejak saat itu Aqilla semakin bersemangat untuk latihan setiap hari minggu.

Ya… sebenarnya modus sih agar bisa puas memandangi kakak drum band itu hehe. Namun Aqilla tidak terlalu berambisi untuk mendapatkan perhatian apalagi cinta dari laki-laki itu, bahkan tidak ada seorang pun yang tahu kalau Aqilla menyimpan perasaan kepada laki-laki tersebut. Karena itu dia belum mengetahui siapa nama laki-laki yang membuatnya jatuh hati itu. Sampai pada suatu hari Ana sahabat Aqilla dari bangku SMP dan sekarang pun masih sebangku dengan Aqilla di bangku SMA sejak pertama masuk sampai sekarang mereka kelas 12, yang juga mengikuti ekskul drum band menyampaikan salam kepada Aqilla.

“Hei La, kamu dapat salam tuh dari salah satu anggota drum band bagian melophone.”
Saat itu hati Aqilla berdebar sangat kencang mendengar perkataan Ana dan Aqilla seolah-olah berbicara keras dalam hati. “Apa Ana tahu kalau aku suka sama kakak itu?”
“Hei, kok kamu malah bengong sih?” kata Ana sambil memukul pundak Aqilla.

“Dari siapa?” Kata Aqilla dengan nada santai. Aqilla memang terkesan sebagai cewek tomboi dan sangat cuek terhadap laki-laki. “Dari Kak Fahri La, lumayan ganteng loh.” sahut Ana.
“Hah? yang mana orangnya?” Tanya Aqilla dengan raut wajah penasaran.
“Itu yang tinggi, putih, dan caplang itu hehe.” Jelas Ana. Fahri yang menitipkan salam pada Ana ciri-cirinya sama seperti laki-laki yang Aqilla idolakan.
“Apa kakak itu namanya Fahri ya?” Aqilla bertanya dalam hati.

Sejak Ana menyampaikan salam Fahri kepada Aqilla, Aqilla mencoba mencari tahu siapa laki-laki pemegang melophone yang dia idolakan itu, apakah namanya Fahri orang yang sama dengan orang yang diceritakan Ana? Setelah Aqilla mencari informasi tentang laki-laki itu, dan ternyata… Oh my god, ternyata laki-laki yang Aqilla idolakan namanya Fahri. Orang yang pernah menitipkan salam kepada Ana. Tidak disangka ternyata Fahri juga diam-diam menyimpan rasa pada Aqilla. Mereka pun semakin dekat setelah Aqilla mendapat sms-sms dari Fahri yang berhasil mendapatkan nomor Aqilla dari Ana. Hari demi hari mereka melakukan pendekatan, dan Aqilla pun semakin jatuh cinta kepada Fahi.

Menurutnya Fahri adalah laki-laki yang selama ini dia cari, laki-laki yang dapat membuatnya menjadi dirinya sendiri. Begitu juga dengan Fahri, dia pun semakin jatuh hati dengan Aqilla. Aqilla memang cantik dan baik di mata teman-temannya, tak heran kalau Fahri sampai jatuh hati pada Aqilla. Setelah melakukan pendekatan sekitar 1 bulan, akhirnya mereka meresmikan hubungan mereka dengan status “pacaran.” Hari, bulan mereka lalui bersama, mungkin terasa indah untuk dua sejoli yang sedang dimabuk asmara. Semuanya berjalan dengan lancar sampai hubungan mereka berjalan 2 tahun. Iya 2 tahun, yang bisa dibilang lama untuk orang pacaran. Tetapi namanya setiap hubungan pasti mengalami rintangan-rintangan yang bisa membuat hubungan mereka goyah.

Benar saja, keributan-keributan di dalam hubungan mereka membuat mereka sudah saling tidak cocok dan sejalan. Fahri pun selalu saja membuat masalah kepada Aqilla dan pada akhirnya hubungan mereka pun kandas di tengah jalan. Fahri yang memutuskan hubungan secara sepihak membuat Aqilla tidak bisa menerima keputusan itu. Aqilla yang begitu mencintai Fahri sebisa mungkin membujuk Fahri dan meyakinkan bahwa hubungan mereka tidak boleh berakhir sia-sia mengingat mereka telah menjalin hubungan selama 2 tahun. Tetapi rupanya usaha Aqilla sia-sia, Fahri tetap ingin putus dengan Aqilla ditambah dengan alasan Fahri ingin fokus pada cita-citanya.

Ya Fahri yang bercita-cita ingin sekali menjadi tentara dan hal itu sudah Aqilla ketahui sejak lama sejak mereka baru menjalin hubungan. Aqilla tetap tidak terima dengan keputusan Fahri, baginya itu bukan alasan yang masuk akal untuk menyudahi hubungan itu. Namun Fahri tetap kokoh pada pendirian nya, apa boleh buat, mau tak mau Aqilla harus menerima keputusan Fahri yang teramat berat untuk dia terima. Last kontak selama berbulan-bulan membuat Aqilla semakin terpuruk larut dalam kesedihan, Aqilla terus mencoba menghubungi Fahri, tetapi usahanya sia-sia, Fahri sudah pindah rumah ke salah satu kota di Riau, begitu juga nomor hp-nya, Fahri mengganti nomor dan seolah-olah tidak ingin sekali diganggu oleh Aqilla lagi.

Luka yang Fahri berikan teramat dalam di hati Aqilla, Fahri begitu sempurna membuat goresan-goresan yang entah kapan bisa sembuh di hati Aqilla. Aqilla sangat mencintai Fahri dia merasa usahanya selama ini sia-sia, apa arti hubungan selama 2 tahun jika harus kandas begitu saja tanpa alasan yang jelas. Walaupun Fahri adalah orang yang paling menyakiti hatinya, tetapi tidak sedikit pun Aqilla bisa membenci Fahri, bahkan Fahri memiliki tempat tersendiri di hati Aqilla. Bagi Aqilla Fahri lah laki-laki yang pantas mendapatkan hatinya, sakit di hatinya bahkan sampai tidak berujung. Aqilla sudah tidak percaya kepada cinta yang lain bahkan menurutnya, cinta hanya bisa mengutuk tanpa bisa membahagiakan dengan ending yang indah. Trauma yang membuatnya menutup pintu hatinya untuk siapa pun.

Cerpen Karangan: Rezza Steviana Putri
Facebook: Rezza Steviana Putri

Cerpen Sakit Tak Berujung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Normala Sang Purnama

Oleh:
Malam masih berayun bersama bintang, Angin masih meraba pepohonan, Tanah masih menghisap sisa air hujan, Dan aku tetap saja bersandar di kursi goyang tua ini, Di depanku terdapat beberapa

Ketika Cinta Tak Terbalas

Oleh:
Namaku Yulinar Nur Fitri keluargaku biasa memanggil fitri dan teman-temanku biasa memanggil yulinar atau mamiih hehe. Jadi gini ceritanya dulu waktu aku kelas 3 SMP tepatnya 3 tahun yang

Ketika Cinta Diabaikan

Oleh:
Memiliki mu bagaikan berharap memeluk bulan Mengharapkanmu bagaikan rasanya memeluk erat pohon kaktus Mana mungkin aku dan kamu bersama, kamu telah dimiliki dia bukan?, meskipun aku sangat menginginkanmu tapi

Gadis Pengganti Menemui Cinta

Oleh:
Waktu menunjukan pukul 15.30 WIB. Menemui seorang gadis yang tengah duduk di atas sebuah kursi panjang berlantaikan papan di pekarangan rumah belakangnya, mungkin tak kan ada seorangpun yang tau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *