Salah Paham Berakhir Pahit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 July 2016

Lenna, Gio, Kevin, dan Farel adalah sahabat dari kecil. Sekolah bersama, bermain bersama, dan tumbuh bersama hingga sekarang. Mereka terlihat tak terpisahkan. Wajar, rumah mereka saja bersebelahan. Sedih dan senang mereka lalui bersama. Sungguh indah kisah persahabatan ini.

Lenna, salah satu gadis yang berada di dalam kisah persahabatan tersebut. Ramah, baik, dan pemberani merupakan sifat khasnya. Namun, siapa sangka ia juga jago beladiri. Sedangkan Gio, Kevin, dan Farel merupakan sosok laki laki yang paling menjaga dan menghormati perempuan. Mereka juga humoris dan masih banyak lagi sifat yang melekat dalam diri mereka masing masing.

Pada awalnya persahabatan ini berjalan mulus. Hingga suatu hari persahabatan ini terpecah belah. Diterpa masalah beralasan cinta.

Hari ini Gio, Kevin, dan Farel sedang nongkrong di sebuah cafe. Membicarakan hal hal ringan dan lainnya.

“Lenna mana?” Tanya Kevin.
“Dia ada kerja kelompok sama temannya. Jadi dia gak bisa ikut” Jawab Gio sebagai sahabat Lenna yang paling dekat.
“Tumben banget tuh anak ikut begituan. Palingan juga cuma ngabisin cemilan di rumah orang aja” Ujar Farel. Gio dan Kevin tertawa.
“Eh gue pingin ngomong sesuatu nih sama kalian berdua. Berhubung kalian sahabat gue, tolong jangan kasih tahu Lenna dulu ya?” Sambung Farel. Tawa Gio dan Kevin terhenti seketika.
“Emang apaan sih?” Tanya Kevin. Raut wajah Kevin dan Gio berubah serius.
“Sebenarnya gue suka sama Lenna. Tapi gue gak berani bilang sama dia” Tutur Farel.
“Eh, serius lo?” Tanya Gio yang masih tak percaya.
“Iya, gue serius” Jawab Farel.
Gio dan Kevin syok. mereka tercengang atas pengakuan Farel. Seketika suasana pun menjadi hening.
“Jadi jangan kasih tau siapapun, termasuk Lenna, ya?” Cicit Farel. Kedua temannya hanya mengangguk.

Keesokkan harinya..
Lenna sedang di rumah Gio. Seperti kebiasaannya, hari ini Lenna dan Gio akan bermain game yang terkenal akhir akhir ini di salah satu situs di internet. Berbekal 2 buah laptop dan perangkat lainnya mereka pun terhanyut keseruan game yang mereka mainkan.
“Ah, dikit lagi! dikit lagi!” Pekik Lenna kegirangan.
“Ayo dong! serang! serang!” Lenna masih memekik girang.
“Kena lo” Gumam Gio sambil menyeringai. Lenna pun terjebak di dalam perangkap Gio.
“Ya, yah! kok kalah sih.. Curang lu Gi!” Keluh Lenna. Ia melanyangkan tinjunya ke lengan Gio. Gio pun mengaduh kesakitan. Tapi akhirnya mereka berdua pun tertawa geli.
“Eh, Len, ada yang mau gue omongin sama lo” Ucap Gio serius.
“Apaan Gi?” Tanya Lenna penasaran.
“Tapi lo harus jujur ke gue” Gio mengajukan syarat.
“Iya, apaan sih?” Tanyanya lagi.
“Sebenernya Farel suka sama lo. Kalo misalnya dia ngajak jadian mau gak lo?” Ucap Gio.
“Seriusan?” Tanya Lenna lagi.
“Nih anak gue bilangin kagak percaya. Duarius!” Jawab Gio.
“Ehm.. gimana ya? Kita kan Sahabat udah dari kecil ya. Gue bingung, ah! gak tahu gue” Ucap Lenna. Ia mengemasi laptopnya lalu melangkah pulang secepatnya. Dirinya juga syok. Sampai di rumah, ia menuju kamar merenungi perkataan sahabatnya.

Tanpa disadari ternyata Kevin sudah mendengar percakapan antara Lenna dan Gio. Dia kecewa dengan sahabatnya yang satu ini. bukankah kemarin ia bilang tak akan memberi tahu siapapun, pikirnya. Ia pun melaporkan apa yang ia dengar kepada Farel.

Dan semenjak saat itu Lenna mulai menjauh dari ketiga sahabatnya. Sedangkan Gio dan Farel selalu terlibat perkelahian. Kevin berubah sifat, Ia selalu tak mempercayai siapapun. Tak ada lagi hari hari bahagia yang dipenuhi oleh tawa mereka. Keheningan mulai menghampiri. Berakhir sudah persahabatan mereka karena sebuah kesalahpahaman mengenai cinta.

Cerpen Karangan: Sellanisa Salsabilla
Facebook: Margareth Sella Amstraight
Cerpen ke 2 saya nih.. Maaf banyak kekurangannya. Semoga suka aja. Oh, iya yang baru tahu, Salam kenal ya 🙂

Cerpen Salah Paham Berakhir Pahit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buku Diary Pengantar Cinta

Oleh:
Namaku Sela. Aku menyukai sahabatku sediri yang bernama Dion. Aku sayang dia sangat sayang tapi dari raut wajahnya Dion tidak menyukaiku, dia hanya menganggapku sebagai sahabat saja. Aku tak

Berpindah ke Lain Hati

Oleh:
“Hana ini adalah hari perpisahan ku, mungkin kita ngak akan sama-sama lagi seperti hari-hari sebelumnya, aku akan melanjutkan kuliah ke BRAMA WIJAYA jawa timur, kamu kan tahu sendiri bahwa

Cinta Seorang Nina

Oleh:
“Hebat! Berani sekali kamu membantah omongan Pak Haris tadi, Nina!” decak Riri kagum pada Nina yang sedang asyik makan bakso di hadapannya. “Harus dong, Ri. Kita-kita kan tidak salah

Rahasia Dibalik Tatap

Oleh:
Berulang kali aku mencoba untuk menulis sesuatu yang aku harapkan dapat memotivasi seorang yang akan membacanya dengan kisah-kisah menarik yang sebenarnya aku jumpai di keseharianku. Namun, selalu saja gagal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *