Sandara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 February 2014

Sandara, gadis manis yang satu ini telah membuat hati Nico dag dig dug. Kelembutan dan keramahannya telah meluluh lantakkan hatinya. Wajahnya yang indah bagai rembulan, semakin memantapkan perasaan Nico padanya. kecerdasan Sandara menambah kesempurnaannya.

Namun tak di sangka, gadis yang sederhana dan seanggun Sandara, ternyata ia harus banting tulang menghidupi ibu dan adiknya. Ayahnya telah meninggal dunia. Kini hanya ia lah satu-satunya sumber penghasilan keluarganya. Sepulang sekolah ia harus menarik bajaj warisan mendiang ayahnya. Malamnya ia berjualan mie ayam, dan masih menyempatkan diri menjadi guru privat bagi anak-anak SD.

Nico sempat tak percaya, ternyata dibalik bulu ayam, tersimpan jeruji besi yang sangat tangguh di dalamnya. Ketangguhan Sandara tertutupi dengan kelembutan dan kebaikannya. Dan ini membuat Nico semakin menggila.

Saat pulang sekolah tiba, Nico telah menghadangnya. Ia bermaksud ingin mengajak Sandara pulang bareng.
“hay San, mau pulang?. Aku antar mau?”, ujar Nico menawarkan jasa baiknya.
“nggak usah, aku sendiri aja”, ujarnya lirih. Nico tak dapat berbuat apa-apa ia hanya memandang cewek yang disukainya itu pergi begitu saja.

Sudah lama Nico memendam perasaannya. Maksud hati memeluk gunung, namun apalah daya tangan tak sampai. Bukankan selama ini Nico terkenal play boy kelas kakap. Masa cuma mendapatkan gadis seperti Sandara, ia tak bisa. Sandara bukanlah cewek sembarangan, seperti yang seringkali Nico jumpai. Dia seperti berlian yang tak ternilai harganya, bahkan dengan nyawanya sekalipun. Ia merasa tak pantas untuk Sandara. Baru kali ini, ada play boy yang minder sama cewek.

Beberapa minggu terakhir, dilihatnya Sandara semakin menjauh darinya. Ia tak tau apa yang menyebabkan gadis itu mulai menjauh darinya. Nico berkali-kali menemui Sandara, namun Sandara sulit ditemui. Kelas mereka berbeda. Nico mengenalnya, saat ekskul sekolah. Mereka satu ekskul PA (Pencinta Alam). Sandara bagaikan hilang di telan bumi. Ia tak pernah masuk sekolah. Teman-temannya di tanya juga tak ada yang tau. Nico memutuskan untuk mencari rumahnya. Ia meminta alamat gadis yang di sukainya itu.

Setelah berputar-putar, akhirnya ia menemukannya. Nico mengetuk pintu rumah Sandara. Tak lama kemudian, Sandara membuka pintu. Ia terkejut saat melihat Nico yang datang, buru-buru ia menutup pintu. Namun Nico lebih cepat menahan pintunya. Terpaksa Sandara mempersilahkannya masuk.
“San kenapa kamu nggak pernah masuk sekolah?, dan kenapa kamu tadi mau menutup pintu saat tau aku yang datang?. Kenapa kamu mulai menjauh dariku?”, tanya Nico. Agak beberapa lama, Sandara terdiam. Ia menghela napas. Dan kemudian menjawab.
“Nic, sebenarnya aku nggak masuk sekolah karena udah nunggak tiga bulan. Jadi aku nggak di bolehin masuk. Terus, kenapa aku menjauh dari kamu, itu karena…”, Sandara terdiam.
“karena apa?”, tanya Nico penasaran.
“karena, Dera ngancam aku. Aku harus ngejauhin kamu. Kalau nggak, dia yang akan hancurin aku”, ujar Sandar terus terang.
“apa, Dera ancam kamu?. Memang apa salahnya kalau aku deket sama kamu. Lagian kita udah putus kok”, sahut Nico. Ia benar-benar geram.
“katanya sih, dia masih sayang sama kamu”, jelas Sandara singkat.
“nggak San, aku udah nggak sayang lagi sama dia. Aku sayangnya sama…”, Nico tak melanjutkan, ia jadi deg-degan.
“sama siapa?”, tanya Sandara Penasaran.
“sama kamu”, ujarnya. Begitu lega rasanya Nico setelah semua beban di hatinya telah hilang. Sandara jadi salah tingkah, ia hanya tersenyum malu…!!!

Cerpen Karangan: Yuni Maulina
Blog: yuni-maulina.blogspot.com
Facebook: yuni Lindsey

Cerpen Sandara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Randa Tapak (Dandelion)

Oleh:
Seperti dandelion, wanita itu rapuh. Seperti dandelion, wanita ingin diperhatikan. Seperti dandelion, wanita ingin dilindungi. Seperti dandelion yang tertiup angin, terombang ambing tak tentu arah. Fina. Gadis jelita penyuka

Keinginanku Bersilat

Oleh:
“Ma apakah aku bisa bersilat”, “mungkin suatu saat kau akan bisa bersilat, kau hanya perlu berusaha, berusaha dan berusaha. Kau hanya perlu berjuang dengan keras anakku Rangga. Kau kan

Kamu Dan Roti Buayaku (Part 2)

Oleh:
“Hai bos kusut amat tuh muka. Masa Nicholas saputra pagi-pagi udah lecek gitu sih” sembari membereskan roti di rak display Rizal pun meledeki bosnya yang sedang berpangku tangan di

Terbalas

Oleh:
Namaku Sandy Widya Nurhaliffa, tapi aku lebih akrab dipanggil eby. Aku adalah seorang murid yang cukup pandai di sekolah menurut teman-temanku. Di usiaku yang sudah menginjak 14 tahun, tentu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *