Sapu Tangan Merah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 5 March 2016

Sore itu aku bersiap-siap akan mengikuti turnamen di daerah tempat tinggalku, kebetulan aku membawa motor sendiri mengikuti rombongan anggota kesebelasanku. Di tengah perjalanan, kira-kira di dekat perbatasan masuk kota tanpa sengaja aku menyerempet dan hampir menabrak seorang gadis yang menyeberang jalan.
“Srrtt..” suara goresan motorku mengenai aspal. Ku berdirikan motorku dan aku bangkit menghampiri gadis itu.
“Maaf ya Mbak, Mbak nggak apa-apa kan?” tanyaku dengan mengulurkan tangan membangkitkan gadis manis ini.

“I-iya kok nggak apa-apa, kamu mau tanding ya?” jawabnya.
“Iya kamu mau ikut? hehe,”
“Hehe ada-ada aja,”
“Oh ya nama kamu siapa?” tanyaku.
“Aku Asya.. kamu?”
“Aku Aiko.. emm aku berangkat dulu ya? mohon doanya,”
“Iya pasti dan hati-hati di jalan.”

Beberapa menit kemudian pertandingan pun selesai dan timku lah yang memenangkan pertandingan dengan skor yang lumayan lah.. aku menghampiri teman-temanku di salah satu bawah pohon, tiba-tiba seorang gadis menghampiriku.
“Aelamat ya atas kemenangan tim kamu,” ucapnya mengulurkan tangan.
“Kamu?” aku terdiam sejenak.
“Iya kenapa kaget gitu?”
“Kamu kok ada di sini?”
“Iya aku sengaja buat nonton kamu lagian rumah aku deket kok dari sini,”
Aku terdiam tanpa suara.

“Ini..” ucapnya memberikan sebuah sapu tangan berwarna merah, “buat ngusap keringat kamu.. hehe.”
“Hehe iya makasih ya?”
“Hmm udah dapet chanel baru nih Ko?” goda salah seorang temanku.
“Oh ya 2 hari lagi aku ulang tahun, kamu bisa datang ke rumah aku dan ini alamatnya.”
“I-iya iya dengan senang hati aku pasti datang,” Asya tersenyum.
“Ya udah aku pulang dulu sampai ketemu lagi.”

Dua hari kemudian ku dekati kalendar di dinding kamarku tepat tanggal 24 januari dan ini adalah hari ulang tahun Asya. Aku segera bersiap-siap menghadiri pesta ulang tahunnya. Sesampainya di sana terlihat sangat ramai akan kedatangan teman-temannya dan aku segera masuk dan disambut dengan Asya. Semua tamu undangan menyanyikan sebuah lagu ketika Asya mulai meniup lilin dan memotong kue. Ia memberikan kue ulang tahunnya yang pertama kepada ayah dan bundanya, yang kedua untuk seseorang di sampingnya dan yang ketiga untukku. Semua mata tertuju padaku ketika Asya menyuapkan kue itu ke mulutku. Aku tidak tahu pasti apa maksud Asya dan aku hanya diam saja. Setelah acara selesai aku menarik Asya ke depan rumahnya.

“Selamat ulang tahun Asya.. semoga kebaikan selalu menyertaimu,”
“Amin.. terima kasih Aiko,”
“Maaf aku tidak bisa memberi apa-apa untuk kamu. Aku hanya bisa memberikan sebuah bingkisan kecil ini,”
“Kedatangan kamu ke mari sudah sangat menyenangkan,” Asya tersenyum.
“Boleh aku buka sekarang?”
“Iya,”

“Haah.. kalung?”
“Iya Sya, aku sayang sama kamu dan mungkin aku hanya bisa mengungkapkannya dengan itu. Jika kamu mau jadi pacarku, kamu bisa memakainya tapi jika tidak mau, kamu bisa menyimpannya atau membuangnya,” ucapku menjelaskan.
“Mau diterima atau nggak itu nggak masalah yang penting aku udah ungkapin perasaan aku,” gumamku dalam hati seolah-olah aku yakin bahwa Asya akan menerimaku.
“Aku tidak bisa memakai kalung ini,”
“Kenapa?”
“Aku mau jika kamu yang memakaikannya,”

Dengan sigap segera ku raih kalung itu dari tangan Asya dan segera aku memakaikannya di lehernya.
“Jadi kamu mau jadi pacarku?”
“Iya sebenarnya aku juga telah jatuh cinta sama kamu sejak pertama kita bertemu walau dengan waktu sesingkat ini,” Tanpa menjawab aku segera memeluk Asya dengan segenap kasih sayangku.

TAMAT

Cerpen Karangan: Nela Desya Putri
Facebook: Nela DP

Cerpen Sapu Tangan Merah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jangan Cintai Aku Karena Dia

Oleh:
Wanda masih saja memandang sebuah foto yang terpampang di layar handphonenya itu sambil senyum-senyum sendiri. Sampai-sampai ia tak melihat ada Fathir yang sedari tadi melihatnya dengan aneh. “Kamu kenapa

Cinta Maya

Oleh:
Hujan lebat, dan aku harus cepat-cepat sebelum Maya pulang. Harus cepat. Sesampainya di restoran tempat Maya dan teman-temannya berkumpul. Dia begitu cantik, dan menawan hati. “May…” Sejenak Maya memandangku,

Luh Sari

Oleh:
BALI… Tak pernah terbayang olehku kalau aku akan kembali menginjakan kaki di Pulau ini. Tanah tempat aku dilahirkan 32 tahun yang lalu. Hari ini untuk pertama kalinya sejak 12

Women, Gossip & Reality (Part 1)

Oleh:
Apa yang ada di benak kalian tentang arti sahabat. Sahabat itu adalah suatu hubungan emosional antara dua orang atau lebih yang didasari oleh persamaan sifat dan karakter yang bisa

Stop Four Second (Part 2)

Oleh:
“Apakah kau sibuk?,” tanya Arka dari seberang sana. “Siapa, Fel?,” tanya Bram. “Arka!,” jawab Felly dengan berbisik. Bram hanya mengangguk dengan mulut yang membentuk huruf “o”. “Fel, keluar sono!

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *