Sayonara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 27 May 2013

Aku capek memendam rasa yang nggak terbalas ini. Aku capek dengan sikap Azraq itu. Dia cuek, dia sadis, dia nggak peduli, dia nggak pernah senyum sama aku. Dia pikir digituin itu enak apa? Nggak ada enaknya punya perasaan yang nggak terbalas itu. Aku nggak pernah mengharapkan dia jadi pacarku. Buat apa sih aku berharap untuk selalu bareng dia? Buat apa aku perhatian sama dia? Dan yang paling parah buat apa aku nangis karena dia? Sia-sia aku melakukan semua itu. Toh juga nggak ada tanggapan apa-apa. Aku berbagi sama dia. Tapi dia nggak pernah mau berbagi sama aku. Dan sia-sia juga aku senang dengan mimpi dalam tidurku yang memimpikan Azraq. Itu Cuma berisi harapan kosong. Aku yang hafal dia luar kepala. Bahkan aku hafal bentuk tangannya. Cara berjalan, cara menatap. Yang paling buat hati aku sakit adalah saat-saat Azraq bersama Nega dan memberikan senyumnya pada Nega. Dan aku ini adalah makhluk bodoh karena harus menangisi semua itu. Saat ini pun aku menangis.

Aku. Kenalin nama aku Natalia Zikra Fahira. Usiaku 15 tahun. Kelas IX di sebuah SMP. Aku lagi galau. Aku marah. Aku ingin marahin si Azraq kunyuk itu. Aku marah sama dia. Tiap hari aku selalu berangkat buru-buru takut ketinggalan bus yang biasa ditumpangi Azraq. Tapi apa coba? Dia nggak menghargai aku. Aku bela-belain mati-matian nulis puisi cinta. Dua lagi. Atas permintaan Azraq. Padahal aku ngantuk banget. Eh waktu aku kasihin ke dia, dia nggak senyum apalagi bilang makasih. Dia pikir bikin puisi tuh gampang apa?

Hari ini sebenernya aku mau kasihin sesuatu ke dia. Tapi aku malah ketemunya sama Nega. Bayangin aja betapa sebelnya aku. Azraq itu niggardly banget. Aku pengen bentak dia biar dia mau senyum. Tapi apa daya, jantungku mendadak nggak normal kalau lihat dia. Dan aku benci itu. Dia itu kelewat cool. Lebih dingin dari suhu freezer. Jangankan freezer. Suhu terdingin musim dingin di Jepang aja kayanya masih lebih hangat dari tampangnya dia. Parahnya, fotonya pernah nampang di wallpaper HP-ku.

Aku nggak mau kenal dia lagi. Kenal dia cuma buat aku sakit hati. Dengan kecemburuan terhadap Nega dan dengan sikapnya yang seolah-olah menganggap aku ini adalah cewek berpenyakit menular dan mematikan. Ingat dia bikin kepalaku pusing. Ulangan juga nggak konsen. Dia bikin hatiku berdarah-darah. Senyumnya adalah fenomena langka selangka matahari yang mau bersinar di musim dingin. Kata-katanya juga mahal. Semahal kue cokelat dengan hiasan emas dan perak di sekelilingnya. Hanya untuk mendapat satu kata darinya aja butuh biaya tiga milyar. Mending buat beli rumah seisinya kan?
Yang sangat aku sesali, aku mempunyai banyak kesamaan dengannya. Perhatikan tabel di bawah ini:

Faktor Pembeda – Natalia Zikra – Fahira Azraq Tiaan Ri
Makanan: Tumis kangkung – Tumis kangkung
Warna: Biru – Biru
Band: Bondan Fade 2 Black – Bondan Fade 2 Black
Huruf: N – N
Handphone: Samsung Galaxy Y – Samsung Galaxy Y
Hobi: Menulis, Membaca, Listen to Music – Sepakbola, Listen to Music
Genre Lagu: Blues, Klasik, Alternative – R & B Blues, Alternative, R & B
Lagu: October and April, Not With Me – Not With Me, Ya Sudahlah
Cita-cita: Dokter, penulis – Ahli Jaringan
Motor: Ninja 250 R – Ninja
Angka: 7 – 7
Minuman: Avocado Juice – Kopi
Pelajaran: TIK, PKn – TIK
Penyanyi: Taylor Swift – Michael Jackson
Bintang Film: Arnold Schwarzenegger – Jet Lee
Film: The Last Mimzy, Terminator, Harry Potter – The Last Samurai
Kebiasaan: Cerewet, suka cubitin orang – Jahilin orang lain
Binatang: Kupu-kupu – Kucing
Negara yang ingin dikunjungi: Perancis – Jepang, Amerika

Banyak kan? Begitulah. Sekarang, tepatnya mulai sekarang aku nggak akan lagi nangis karena dia. Biarin aja dia menjalani kehidupannya dan aku menjalani kehidupanku. Mungkin Azraq akan segera menjadi masa lalu. Azraq masa lalu. Oke Azraq aku akan melupakan kamu. Lupain juga aku. Lupain Ata yang pernah singgah di hidup kamu. Bye Azraq. Sayonara…

Cerpen Karangan: Dhiyafirsta Swastika
Facebook: Dhista Dhiafanta

Cerpen Sayonara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jawaban Atas Dilema

Oleh:
“Apa aku salah. Mungkin tidak. Hubungan ini salah sedari awal seharusnya tak begini. Yang ku mau tidak begini, ya Allah.” Tina bersedekap pasrah. Di meja salah sudut kafe ia

Lagu Cinta Untuk Raina

Oleh:
Gadis cantik yang duduk di ujung bangku sana adalah kekasihku, namanya Raina. Rambutnya panjang terurai, senyumnya manis bagaikan senyum Wulan Guritno artis wanita favoritku. Aku mengenalnya beberapa bulan lalu.

Mawar Putih

Oleh:
Aku duduk di taman sekolah. Aku sedang memandang sebuah bunga yang sedari tadi menarik perhatianku. Bunga mawar, berwarna putih. Bunga kesukaan aku ini mengingatkan aku pada seseorang. Tiba-tiba seseorang

Dia Yang Ku Sayang

Oleh:
Waktu pertama kali aku kenal dia waktu aku baru menjejakan kaki di smp 5.. Waktu itu aku tak tau mengapa aku sebenci itu pada seorang lelaki yang bernama avan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *