Scratch Teens (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 July 2014

Hidup adalah sebuah PILIHAN,
Dimana kita sebagai yang mempunyai keputusan.
Memilih untuk bahagia atau menderita,
Tersenyum atau menangis, tersakiti atau menyakiti,
Memberi atau menerima, memiliki atau kehilangan,
Mencintai atau dicintai, bertahan atau pergi menjauh…
Apapun yang kita pilih adalah yang terbaik untuk kita
Dan hanya diri kita sendiri yang mampu menjawab…

Nias pun menyudahi tulisannya. dia menutup buku berukuran sedang, berwarna ungu muda yang terdapat tulisan scratch teens. Coretan remaja? Ya! Nias memang seorang remaja yang sangat gemar menulis. Menurutnya dengan menulis ia dapat mengurangi sedikit beban hidupnya, dengan menulis ia juga dapat mengutarakan apa yang ada di hatinya.
Nias memiliki nama lengkap Nias Dhineyza, seorang yang cantik yang memiliki sifat lembut dan polos.

Kini Nias sedang berada di gazebo di Taman belakang rumahnya. Nias memang sering menulis disana atau di sebuah bukit yang sangat indah jika di malam hari.

“sayang..” panggil seorang wanita paruh baya sambil duduk di samping Nias,
“iya mah, ada apa?” Tanya Nias, wanita paruh baya itu adalah mamahnya Nias yang bernama ibu Lia
“itu ada diny” ucap tante Lia
“ya udah aku ke depan dulu ya mah” ucap Nias disertai senyum, Nias pun bergegas menemui diny. Diny adalah sahabat Nias sejak kecil. Tante Lia hanya mengangguk

“hay din, tumben kesini gak kasih kabar?” ucap Nias yang sudah berada di hadapan Diny
“heyy.. aku tuh dari tadi nelfonin kamu terus, tapi gak diangkat-angkat” jelas Diny
“hhehe maaf din, hpnya lagi aku cas..” kata Nias
“huhh.. pantesan, kamu lagi ngapain sih? Sampe ada yang nelfon berkali-kali tapi gak tau” dumel Diny. Diny memang tipe orang yang cerewet
“tadi aku lagi di belakang, jadi gak denger.. maaf deh” sesal Nias
“iya aku maafin.. kamu tau gak, Rangga khawatir sama kamu” ucap Diny
“rangga? Khawatir? Khawatir kenapa?” Tanya Nias beruntun
“tadi tuh dia juga nelfon kamu tapi gak diangkat-angkat, makanya dia nyuruh aku kesini untuk nemuin kamu” jelas Diny
“segitunya?” Tanya Nias Lagi
“iya lah.. ya udah yuk ikut aku” Diny pun menarik tangan Nias. Nias yang ingin bertanya tetapi ia urungkan, karena Diny menarik tangannya dan menyuruh masuk ke mobil Diny. Diny memang sudah biasa mengendarai mobil sendiri.
“kita mau kemana?” Tanya Nias
“ketemu rangga lah” ucap Diny yang sambil fokus menyetir
“mau ngapain? Masa aku pake baju kayak gini sih” ucap Nias, memang Nias hanya memakai kaos polos warna biru muda dan memakai celana jeans selutut
“emangnya kenapa? Kamu mau pake baju apa aja tetep cantik kok.” Puji Diny
“hhehe makasih.. tapi kan aku malu tau.. lagian mau ngapain sih rangga?” Nias
“rempong deh.. kalo kamu ganti baju dulu, keburu Rangga mati karena khawatirin kamu” ucap Diny
“haha lebay deh kalian berdua. Gara-gara aku gak angkat telfon kalian, masa sampe kayak gini” tawa Nias
“huh, harusnya kamu bersyukur punya pacar kayak rangga, udah ganteng, baik, perhatian, pinter, perfect deh” ucap Diny
“iya deh” pasrah Nias

Diny memberhentikan mobilnya di sebuah taman. Mereka pun turun dari mobil.
Nias pun mulai mencari sosok kekasihnya itu
“rangga” panggil Nias saat mendapati rangga yang sedang duduk di bangku panjang yang terdapat di taman itu
“Nias” pekik rangga. Rangga pun segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Nias
“kamu kemana aja? Aku telfon kok gak diangkat, di sms juga gak di bales. Aku khawatir sama kamu, kamu gak kenapa-napa kan?” ucap Rangga sambil memegang kedua pipi Nias. Dari wajahnya, rangga memang sangat terlihat begitu khawatir
“aku gak papa, maaf yah aku udah buat kamu khawatir. tadi hp ku lagi di cas, trus aku gak denger kalo ada yang nelfon aku soalnya aku lagi di belakang rumah ku” jelas Nias sambil memegang tangan rangga yang berada di pipinya
“iyah gak papa, lain kali jangan bikin aku khawatir kayak gini” ucap rangga sambil tersenyum
“ekhem.. serasa jadi obat nyamuk ya di sini” sindir Diny. Ternyata sedari tadi Diny berada di belakang Nias
Nias pun melepas tangan rangga yang berada di pipinya dan berbalik badan
“eh Diny, maaf. Kirain kamu udah pulang.. hhehe” ucap Nias
“no problem, udah biasa gak dianggap” ucap Diny sambil menahan kesalnya
“ih kok ngomongnya gitu sih, maaf yah” mohon Nias. Sedangkan rangga hanya terkekeh
“haha Nias Nias, aku bercanda kok, iya aku maafin” tawa Diny
Nias hanya mengendus kesal. Diny dan Rangga hanya tertawa
Mereka pun larut dalam canda tawa mereka

Kebahagian mudah di dapat dengan sederhana
Bersama mereka pun aku bahagia
Sederhana bukan?
Aku sangat teramat bersyukur memiliki mereka
Orang-orang yang sangat berarti dalam hidup ku
Memiliki mereka adalah anugerah terindah untuk ku
Aku tak bisa bayangkan bila mereka tak di dekat ku suatu saat
Tanpa mereka, aku tak mampu..
I heart you (my family, Diny, Rangga)

Nias menaruh buku diary nya di tempatnya kembali, ia merebahkan tubuhnya di kasur miliknya sambil menatap langit-langit kamarnya. Ia memutar kembali memory saat ia bersama rangga dan Diny tadi siang, senyum pun terlukis dengan indah di wajah Nias. Nias pin memejamkan matanya, setelah itu ia tertidur lelap.

Kukuruyukkk.. suara kokok ayam pun mulai terdengar, tanda hari mulai pagi. Walau pun Nias tinggal di perumahan, tetapi ada beberapa tetangganya yang memelihara ayam.
Nias pun mulai terbangun dari tidur nya, dia merentangkan tangannya.
“hoamm,” Nias melirik jam dinding, kini jam menunjukan pukul 06.00
“masih pagi” gumamnya. Tiba-tiba hp milik Nias pun berbunyi tanda ada pangilan masuk, Nias segera mengambil hpnya yang berada di samping bantal. Tertera nama Rangga di hpnya, senyumnya pun mengembang. Nias pun menganggat telfon nya
“hallo..” ucap nias
“hallo. pagi sayang, udah bangun?” ucap rangga di seberang sana
“pagi.. iya. Ini baru bangun” nias
“oh, bagus deh kalo gitu, nanti aku jemput yah?”
“gak usah.. aku bisa bareng papah kok” tolak nias
“udah gak papa, aku jemput kamu pokoknya. No penolakan”
“ya udah deh” pasrah Nias, sebenarnya ia sangat senang
“ya udah. Bye..”
Tutt.. tut..
Mereka pun menyudahi telefonnya. Nias langsung bergegas ke kamar mandi

Sekitar 20 menit kemudian, Nias sudah rapih mengenakan seragam SMA nya, Nias sekolah di salah satu SMA negeri di bandung, kelas XI ipa 2 sekelas dengan Diny, Sedangkan rangga kelas XI ipa 1.

Nias menuju ruang makan, di sana sudah terdapat mamah dan papah nya, Nias hanya tinggal bertiga. Nias mempunyai seorang kakak laki-laki, tetapi ia tidak tinggal di sini, ia tinggal di belanda karena ia kuliah di sana.
“pagi mah, pah..” sapa Nias saat tiba di meja makan
“pagi juga sayang” balas papah dan mamahnya bersamaan
“berangkat bareng papah?” tanya papah Nias
“enggak pah, aku bareng Rangga” ucap Nias sambil duduk,
“oh..” ucap papah Nias
Mereka pun memulai untuk sarapan..

Tinn… tinn..
Terdengar suara klakson mobil dari halaman rumah Nias,
“itu pasti rangga” tebak nya
“mah, pah.. aku berangkat dulu yah” sambung Nias, dan bergegas ke luar rumah. Tetapi sebelum itu ia mencium tangan kedua orangtuanya dan tak lupa mencium pipi mereka

Saat keluar rumah, Nias tersenyum saat melihat Rangga sedang bersender di mobilnya dengan stay cool.
Merasa dirinya mendapat senyuman, Rangga pun membalas senyuman dari Nias
Nias pun menghampiri Rangga.
“pagi Nias” sapa Rangga saat Nias sudah ada di hadapannya
“pagi juga Rangga..” balas Nias di sertai senyum
“yuk berangkat” sambung Nias
“ntar dulu.. kayak nya ada yang ketinggalan deh” ucap Rangga
Nias pun mengangkat satu alisnya “apaan?” Tanya Nias bingung
“morning kiss” singkat Rangga
“huhh, apaan deh.. pagi-pagi udah omes aja” Nias memanyunkan bibirnya
“siapa juga yang omes.. aku kan Cuma mau cium kening kamu, jarang-jarang juga kan” kini malah Rangga yang manyun
“hhehe.. jangan cemberut gitu dong, makin cubby kamunya, aku makin gemes deh” ucap Nias seraya mencubit kedua pipi Rangga yang cubby
“sakit.. gemes sih gemes tapi cubitnya pelan-pelan dong” dumel Rangga
“hhehe iya maaf.. yuk berangkat, nanti telat” ucap Nias
“iya iya” pasrah rangga..

Sesampai di sekolah, Nias berjalan menelusuri koridor sekolahnya seorang diri, karena Rangga ada urusan sebentar katanya.
Saat sedang asik berjalan tiba-tiba ada yang memanggilnya
“nyu-nyun” ucap orang itu dengan nada bicaranya seperti orang yang meledek
“stop panggil gue nyu-nyun” kesal Nias
“oke. Gue panggil lo unyun” ucap orang itu santai sambil mengikuti langkah Nias
“ish sama aja, dikdok” geram Nias, laki-laki ini memang sangat menyebalkan
“jangan panggil gue dikdok, gue itu punya nama tau, Nama gue DICKY” ucap laki-laki tu yang bernama Dicky
“apa bedanya sama gue, bisa gak sih sehari aja lo gak ganggu gue” Nias menatap sekilas dicky
“enggak” jawab dicky singkat dan jelas
“ishh terserah lo” Nias memilih mengacuh kan Dicky daripada makin panjang urusannya
“I like it. karena terserah gue, maka gue akan gangguin lo setiap saat” ucap Dicky Dan berlari meninggalkan Nias
Nias hanya mengendus kesal
Pria itu benar-benar menyebalkan

Bel masuk pun berbunyi..
Semua siswa-siswi berhamburan masuk ke kelasnya masing masing.
Nias sedang bercanda tawa dengan Diny, mereka memang duduk sebangku
Tiba-tiba guru yang mengajar pada jam pertama di kelas Nias pun datang sebut saja ibu Kurniah. tetapi bu kurniah datang tidak seorang diri, melainkan dengan seorang siswi baru sepertinya.
Saat tiba di depan kelas, perempuan itu pun memamerkan senyum yang bisa dibilang sangat manis
“pagi semua.. hari ini kelas kita kedatangan murid baru.. silahkan perkenalkan diri kamu” ucap dan perintah bu kurniah
Siswi itu hanya mengangguk
“hay semua.. perkenalkan nama saya Davina Anatasha, semoga kehadiran saya dapat diterima oleh kalian semua” ucap wanita itu yang bernama Vina, lagi-lagi ia tersenyum. Semua mata tertuju pada nya
Bu kurniah pun menyuruh Vina duduk di depan Nias dan Diny, karena hanya di situ tempat yang kosong

“hmm, hey.. gue Vina” ucap Vina sambil membalikan badannya menghadap Nias dan Diny dan mengulurkan tangannya
“gue Diny”
“gue Nias”
Ucap mereka bergantian dan berjabat tangan
“senang bisa kenal kalian” ucap Vina sambil tersenyum ramah
“kita juga” balas Diny dan Nias
Pelajaran pun di mulai

Kini waktunya jam istirahat, Nias dan Diny hendak pergi ke kantin
“eh tunggu, kalian mau kemana?” Tanya Vina menghampiri Nias dan Diny yang berada di ambang pintu
“mau ke kantin” jawab Nias
“gue boleh ikut gak? Soalnya gue kan belum ada temen di sini” ucap Vina
“ya boleh lah, kita kan juga temen lo” ucap Diny
“makasih” ucap Vina
Mereka pun menuju kantin..

Rangga sedang duduk di kantin, sedari tadi tatapannya menyapu seisi kantin, ia sedang mencari Nias. Karena memang setiap istirahat Nias selalu bersama Rangga. Rangga pun tersenyum saat mendapati Nias sedang berjalan menghampirinya.
Rangga sempat bingung saat Nias tidak hanya berdua dengan Diny,
Siapa dia? Pikir rangga
“hey, maaf nunggu lama” ucap Nias sambil Duduk di sebelah Rangga. Sedangkan Diny duduk di hadapan Nias dan Vina duduk di samping Diny atau di hadapan Rangga
“gak kok.. baru sebentar” tutur Rangga
Nias hanya membalas dengan seuntai senyum
“dia siapa?” Tanya rangga sambil melirik Vina sekilas
“o iya.. kenalin, dia Vina. Anak baru… dan Vina, kenalin ini Rangga” ucap Nias sambil memperkenalkan mereka
“Vina” ucap Vina sambil mengulurkan tangan
“rangga” balas rangga menyambut uluran tangan Vina
“sayang, mau pesen apa?” Tanya Rangga ke Nias
“aku jus alpukat aja” ucap Nias
“gak sama makanannya?” Tanya Rangga lagi
“enggak ah, aku gak laper” tolak Nias
“kalo kamu nunggu laper ya gak makan-makan dong, aku pesenin makanan juga ya” Rangga
“ih gak mau Rangga” kekeuh Nias
“nanti kalo kamu sakit gimana?” bawel Rangga
“enggak lah, masa iya gak makan sekali aja langsung sakit.. jangan lebay deh” Nias
“aku bukannya lebay, aku tuh sayang sama kamu. Aku Cuma gak mau kamu kenapa-napa” Rangga mengusap pelan Rambut Nias. Sungguh Sangat Romantis
“Din? Mereka pacaran?” bisik Vina
“iya” singkat Diny
“Rangga perfect banget” batin Vina
“o iya kalian mau pesen apa? Biar sekalian” ucap rangga ke Vina dan Diny
“gue es teh sama baso aja deh” ucap Diny
“gue juga” sambung Vina
“oke..” ucap rangga
“kamu beneran gak mau makan?” Tanya Rangga lagi untuk memastikan
Nias hanya menggelengkan kepalanya
Rangga hanya pasrah, Nias memang begitu keras kepala

Diny dan Vina sedang jalan jalan di sebuah mall, mereka kini menjadi sangat akrab.
Sesekali tawa menyertai langkah mereka.
“Din laper nih, makan dulu yuk” ajak Vina
“ya udah ayo” Diny. Mereka pun memasuki sebuah restorant jepang
Mereka duduk di kursi yang kosong, setelah itu memesan makanan sesuai selera mereka masing-masing

Di lain tempat…
Sedari tadi Nias mencoba menghubungi Diny, tetapi hpnya tidak aktif.
Tidak seperti biasanya Diny seperti ini.. pikir Nias
Nias pun mulai resah, ia sangat bingung dengan sikap Diny yang akhir-akhir ini berubah,
“kenapa sih sayang? Keliatannya gelisah gitu?” Tanya Rangga, memang kini Nias sedang di Taman bersama Rangga
“gak kenapa-napa” dusta Nias
“jangan bohong sama aku, kamu gelisah kenapa?” Tanya Rangga lagi, sambil menatap mata indah milik Nias
“aku Cuma lagi bingung aja, dari tadi hp nya Diny gak aktif” ucap Nias sambil menyenderkan kepalanya di dada Rangga
“paling hp nya lobet” rangga mengusap rambut Nias
“tapi ini bukan Cuma sekali dua kali, dia sering banget hp nya gak aktif” Nias menggeser tubuhnya dan menatap Rangga
“aku merasa ada yang aneh dari dia, dia berubah” tutur Nias
“perasaan kamu aja kali” ucap Rangga meyakin kan Nias
“aku takut ngga, aku takut suatu saat dia menjauh dari kehidupan aku” ucap Nias lirih
“percaya sama aku, gak akan terjadi hal yang buruk di antara kamu dan Diny” ucap Rangga sambil memegang pipi kiri nias
Nias hanya mengangguk dan tersenyum

Keesokan harinya..
Nias sedang berada di caffe seorang diri, sedari tadi ia hanya melamun sambil mengusap cangkir yang berisi capucinno hangat. Pikirannya melayang jauh, ia memikirkan Diny. Ia benar-benar merasa ada yang beda dari Diny. Sekarang ia jarang ada waktu bersama Nias, saat Nias ingin mengajaknya jalan Diny selalu beralasan tak bisa. Tadi sepulang sekolah Nias mengajak Diny ke caffe ini, tetapi Diny beralasan bahwa ia harus menemani mamahnya pergi. Akhirnya Nias ke sini sendiri

“Diny..” pekik Nias saat mendapati Diny sedang bergurau di meja lain dengan…
“Vina?” Nias begitu terkejut, bukannya Diny bilang kalau ia mengantar Mamahnya, tapi..
Tanpa aba-aba Nias pun menghampiri mereka
“kamu bohong sama aku Din.” Ucap Nias saat sudah di hadapan mereka
“Nias..” kaget Diny. Sontak berdiri
“ma.. maaf Nii, bukan maksud aku bohong sam..” sambung Diny
“cukup Din, jadi selama ini kamu bohongin aku dengan alesan kamu yang gak bermutu itu..” potong Nias, sepertinya ia sangat marah
“bukan gitu..” ucap Diny
“apa?” tegas Nias
“aku takut kalo aku jujur kamu marah sama aku” tutur Diny
“marah karena apa? Aku lebih marah kalo kamu bohongin aku kayak gini.. aku kecewa sama kamu” mata Nias mulai berkaca-kaca
“marah karena aku berteman dengan orang lain” jawab Diny sambil menunduk
“kamu emang sahabat aku, tapi bukan berarti aku ngelarang kamu bergaul dengan orang lain.. apa selama ini aku mengkekang kamu?” lirih Nias, suaranya terdengar serak seperti ingin menangis
Diny hanya diam dan masih menunduk. Vina juga hanya diam tak mau ikut campur
“kalo selama ini kamu merasa terkekang oleh aku.. maka mulai detik ini aku gak akan ganggu hari-hari kamu dan mulai sekarang aku rasa persahabatan kita cukup sampai di sini” tutur Nias, tak terasa air mata Nias sudah mulai menetes
“Vin, gue titip Diny” Nias pun pergi meninggalkan mereka

Cerpen Karangan: Aam Qoerniashy
Facebook: Aam Qoerniashy

Nama: Aam Kurniasih
alamat: jln. Kh Hasyim Ashari no.27 Gg.Dukuh2 kel.neroktog kec.pinang kota tangerang
asal sekolah: SMAN 10 Tangerang
“menulis adalah kegiatan yg sangat menyenangkan bagi saya. dengan menulis saya dapat menceritakan pengalaman pribadi saya atau orang lain di sekeliling saya.

Cerpen Scratch Teens (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jomblo Bukan Kutukan

Oleh:
Cinta itu seperti perang, mudah dimulai namun sukar diakhiri. Begitulah kata pepatah yang pernah kubaca pada sebuah novel. Bagiku, pepatah tersebut memang benar adanya. Karena aku adalah seorang cewek

Tak Disangka

Oleh:
Namaku Felicia. Teman-temanku biasa memanggilku Feli. Aku duduk di bangku SMA kelas 10, atau kelas X. Aku juga sangat menyukai musik sejak aku kecil. Hobiku adalah bermain musik dan

Gara Gara Pisau

Oleh:
Pagi itu, Arka berlarian setelah ia memarkir mobil dengan menenteng ranselnya. Ia bisa bernafas lega saat kakinya telah menginjak lantai pertama Rumah Sakit. Matanya tak henti-henti untuk melihat arah

Sahabat Untuk Seterusnya

Oleh:
“Sya, cepat kesini!” ucapnya dengan suara tegas, namun masih terdengar lembut. “Iya Ni, sebentar”. “Cepatlah! nanti kita telat lo!” ucapnya lagi, sambil berlari, ia menggengggam tanganku. Rambut panjangnya yang

Gorengan Nasi Uduk

Oleh:
06.10 Grup LINE SEPSOSA tiba-tiba berbunyi. Mirza Satrio “TIDAK ADA KATA GAGAL SELAMA KITA MASIH BERUSAHA UNTUK MENCOBA SUKSES” “Yee.. si Ijul. Ngirimin kata motivasi mulu..” kata Dela. “Tau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *