Scratch Teens (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 July 2014

Tuhan.. apakah aku tak pantas untuk disayangi?
Satu-persatu berpaling dari sisi ku
Perih hati ini saat harus menerima takdir dari mu

Kemana janji mu Rangga?
Kau telah mengingkarinya
Kini..
Aku benar-benar sendiri tanpa kalian yang dulu selalu di sisi ku
Aku begitu rapuh tanpa kalian
Kalian pergi karena penyebab yang sama
Yaitu Vina..
Aku tahu, aku tak sesempurna dia
Dia memang pantas memiliki kalian,
Dan aku..
Aku lebih pantas sendiri tanpa kasih sayang kalian lagi

Air mata Nias tak dapat dibendung lagi, ia benar-benar sakit. Bayangkan, dua orang yang Nias sayangi pergi dalam waktu yang sangat cepat.. ia tak ingin menyalahkan siapa pun saat ini, karena itu percuma.. mereka sudah menemukan kebahagiaan mereka yang sebenarnya.
Nias menatap ke depan.. menatap sinar lampu dari rumah-rumah masyarakat yang sangat indah jika dilihat dari bukit,
Tetapi keindahan itu tak mampu menutupi luka yang saat ini Nias rasakan..

Pukk
Ada seseorang yang menyentuh bahu Nias, Nias pun sontak membalikan badannya
“dicky? Lo kok bisa ada di sini?” pekik Nias sambil mengusap kasar air matanya
“memangnya kenapa? Bukankah ini tempat umum?” dicky berbalik Tanya tanpa menjawab pertanyaan Nias
“tapi gak banyak orang yang tau tempat ini” jelas Nias
“gue juga sering kesini kali, sama kayak lo” Dicky
“lo tau dari mana kalo gue sering kesini?” bidik Nias
“feeling mungkin” jawab dicky singkat
Nias memilih diam dan tatapannya kembali ke pemandangan yang indah itu
“orang kayak mereka gak pantes buat lo tangisin” ucap Dicky
“lo gak tau apa-apa tentang mereka dan gue, gak usah ikut campur” ucap Nias
“gue tau kok, gue tau apa yang lo rasain saat ini” Dicky
“gak usah sok care.. gue gak butuh dikasihanin” Nias hendak meninggalkan Dicky
Hap
Dicky meraih tangan Nias, Posisi Nias membelakangi Dicky

“gue gak kasihanin lo, tapi gue bener-bener peduli sama lo” ucap dicky
“peduli karena apa?” lirih Nias, Nias masih membelakangi Dicky
“karena gue.. gu.. gue suka sama lo” ungkap Dicky dan membalikan badan Nias agar menghadapnya
Nias kaget dengan penuturan Dicky, ia bingung kenapa Dicky jadi seperti ini
“haha.. lo bercanda kan, lo pasti Cuma mau hibur gue” ucap Nias tak percaya
“gue serius.. lihat mata gue, apa gue keliatan bercanda?” Dicky memegang kedua pipi Nias
Mata Nias dan Dicky saling bertemu, Nias menatap Mata Dicky yang sangat teduh dan penuh ketulusan. Nias hanya diam mencoba mengatur detak jantungnya yang berdetak tak beraturan
“aku cinta kamu Nias, sejak pertama kita kenal. Tetapi aku hanya memendam perasaan ini karena aku tau kalau kamu telah milik Rangga, aku mencoba dekat dengan kamu dengan cara ku yang selalu menjaili mu.. dengan begitu aku bisa bersama mu.. izinkan aku Nias, izinkan aku menghapus luka mu saat ini” tutur Dicky. Tangannya masih berada di pipi Nias
“maaf dicky. Aku gak bisa..” ucap Nias lirih
“kenapa?” Tanya Dicky
“aku tidak mau menjadikan mu sebagai pelampiasan ku, lagi pula aku akan pergi dari Indonesia” tutur Nias
“pergi?” ulang Dicky tak percaya
“iya, pergi.. aku tak sanggup menjalani kehidupan ku disini..” Nias
“sampai kapan? Dan bagaimana dengan ku?” lirih Dicky
“sampai luka ku sembuh dan sampai aku bisa mencintai mu” Nias
“bagaimana bisa kamu mencintai ku jika aku tak ada di samping mu?” Tanya Dicky
“cinta itu tak memandang jarak, sejauh apapun kita pergi tetapi hati akan selalu merasa dekat. Dan cinta juga yang akan membawa ku kembali.. suatu saat nanti aku akan kembali untuk mu, tetapi aku tak akan menuntut mu agar menunggu ku” jelas Nias
“aku akan menunggu mu selalu” ucap Dicky dengan seuntai senyum yang sangat manis
“makasih dicky, aku akan pergi besok.” Ucap Nias

Cinta..
Bila pergi, pasti akan kembali
Bila rindu, pasti akan bertemu
Bila jodoh, pasti akan bersatu
Bila tersakiti, pasti akan terobati
Bila kau tercipta untuk ku,
Pasti kau tak akan mengecewakan ku
Aku akan belajar mencintai mu.. (Dicky)

Nias menutup buku diary nya..
“selamat tinggal masa lalu.. akan ku mulai lembaran baru” batin Nias

Nias memasukan buku diary nya ke koper.. memang siang ini ia akan berangkat ke Belanda menyusul kakaknya.
Ia akan memulai hidup barunya di sana untuk menghapus luka nya saat ini.. ia akan belajar tanpa Nias dan Rangga. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan belajar mencintai dicky walau nanti dicky tak ada di sampingnya saat Di Belanda..
“aku percaya akan takdir dan keajaiban.. Dicky, aku percaya pada mu menjaga kepercayaan dan hati ku” gumam Nias

Tiga tahun kemudian…
“mamah.. papah…” panggil gadis ini pada orangtuanya yang sedang berada di ruang tamu rumahnya
“Nias…” ucap tante lia seakan tak percaya bahwa putrinya kembali
“mamah.. aku kangen” Nias langsung berhambur memeluk mamah nya
“mamah juga kangen” balas tante lia
“sama papah enggak nih ceritanya?” cibir papahnya
“hehe yah kangen lah pah” Nias melepas pelukannya dan bergantian memeluk papahnya
Mereka sedikit berbincang-bincang untuk melepas rindu

Nias merebahkan dirinya ke kasur miliknya yang sudah lama ia tak tempati.. ia memejamkan matanya untuk sedikit menghilangkan rasa lelahnya
Tetapi seketika ia terbayang sosok Dicky, orang yang saat ini ia cintai.. Nias sudah bisa mencintai dicky entah sejak kapan karena ia juga tak tahu. Menurutnya apa yang ia rasakan maka akan ia biarkan rasa itu merasuk dalam hatinya
“gimana yah keadaan dicky? Apa ia masih mencintaiku?” gumam Nias
“aku harus memenuinya malam ini, aku akan datang ke rumahnya” batin Nias
Ia bangkit dari tempat tidurnya, dan ia mengambil buku diarynya. Ia mulai menulis

Aku kembali..
Aku kembali untuk mu dicky, akan ku tepati janji ku
Aku harap kau masih memiliki rasa itu

Aku tak sabar ingin bertemu dengan mu
Aku ingin kita merajut cinta kasih yang indah
Tanpa kebohongan dan kehianatan..
I LOVE YOU Dicky M Prasetya

Kini Nias berada di depan Rumah Dicky.. walau dulu ia hanya sekali ke rumah Dicky, tetapi ia masih sangat hafal jalan menuju rumahnya
“semoga kamu masih tinggal di sini” batin Nias, ia menekan bell rumah Dicky
Krekkk
Pintu itu di buka oleh wanita paruh baya, sepertinya pembantu Dicky
“cari siapa ya non?” Tanya pembantu itu
“saya mau cari dicky bi, apa benar ini rumah dicky?” ucap Nias
“iya non, ini memang benar rumah den Dicky, tapi Den Dickynya sedang tidak ada di rumah” tutur pembantu itu
“kemana ya bi?” Tanya Nias
“saya kurang tau non” kata pembantu itu
“oh ya udah deh bi, makasih” ucap Nias sambil tersenyum
Pembantu itu hanya mengangguk dan membalas senyuman Nias

“kamu kemana sih Dicky?” gumam Nias. ia masih berada di depan rumah dicky
Ia Nampak berfikir..
“bukit..” seru Nias
Dengan segera ia mengendarai mobilnya menuju bukit favorit Nias dan tempat ia berpisah dengan Dicky

Tak butuh waktu lama, Nias pun sudah sampai di bukit itu.
Ia melangkah menuju bukit dengan perasaan senang, gelisah, deg-deg’an, campur aduk
Ia telah sampai di tempat terakhir ia berpisah dengan Dicky.
Nias mendapati seseorang laki-laki sedang menikmati pemandangan itu
Perlahan tapi pasti Nias menghampiri laki-laki itu, jantung Nias berdetak sangat cepat
“Di… Dicky” panggil Nias ragu-ragu, karena ia berada di belakang laki-laki itu dan tak dapat melihat wajahnya
Laki-laki itu membalikan badannya
“Nias..” ucap laki-laki itu ternyata memang dicky, Dicky tersenyum sumringah
“kamu kembali” sambung Dicky sambil memegang bahu Nias
Nias hanya mengangguk lalu tersenyum
Spontan Dicky langsung memeluk Nias, Nias pun mencoba membalas pelukan Dicky
Satu kata yang Nias rasakan.. nyaman
Mereka sepertinya sedang melepas Rindu
“aku datang untuk menepati janji ku dicky, aku kembali untuk mu” ucap Nias, masih dalam pelukan Dicky
Dicky pun melepas pelukannya
“dan membalas perasaan ku?” Tanya Dicky
“tentu..” ucap Nias pasti
“makasih Nias..” ucap Dicky sambil mengusap kedua pipi Nias
“aku juga ucapkan terima kasih pada mu yang mau menunggu ku, aku harap kau tak menghianati ku” ucap Nias
“mana mungkin aku menghianati mu.. menyakiti mu sama saja dengan aku menyakiti hati ku sendiri” ucap Dicky
Nias tersenyum mendengar perkataan Dicky

Cinta..
Bila pergi, pasti akan kembali
Bila rindu, pasti akan bertemu
Bila jodoh, pasti akan bersatu
Bila tersakiti, pasti akan terobati

Aku pergi, dan kini aku kembali
Aku rindu, dan kini kita bertemu
Ini jodoh, aku dan kamu pun bersatu
Aku tersakiti, dan kamu yang mampu mengobati

Cinta ku adalah kamu..
Hanya kamu alasan ku bertahan di saat ku terjatuh
Aku benar-benar percaya akan takdir dan keajaiban
Takdir ku bersama mu, keajaibanku bahagia karena mu
(Dicky)

Pagi ini Nias sedang lari pagi dengan Dicky di komplek rumah Nias.
Sepanjang perjalanan canda tawa terus menghiasi kebersamaan mereka. Dicky terus menggenggam tangan kanan Nias.. sangat romantis
“ih Dicky.. tangan aku jangan Dipegangin terus dong.. aku gak bakalan hilang kok” ucap Nias sambil berhenti
“hehe biar gak kabur ke hati cowok lain” Ucap Dicky
“haha .. jadi kamu ragu sama cinta aku” Nias
“gak gitu juga sih.. oiya kamu gak haus?” ucap Dicky mengalihkan pembicaraan
“haus lah, beli minum yuk di situ” ucap Nias sambil menunjuk tempat penjual minuman
“yuk” Dicky. Mereka pun menuju tempat itu

“kamu beli apa?” Tanya Dicky
“beli teh botol aja deh” ucap Nias
“ya udah”
“pak.. teh botolnya dua” ucap Dicky
“ini mas” ucap penjual itu sambil memberikan dua teh botol
“makasih pak.. ini uangnya” balas dicky menerima the botol itu dan memberikan uangnya

Nias sedang mengedarkan pandangannya di tempat itu
“Diny.. Rangga.. Vina” lirih Nias
“Nias..” ucap Dicky
Tetapi Nias tak bergeming. Dicky mengikuti pandangan Nias..
“kita pulang yuk” ajak Dicky, ia takut Nias merasakan sesak saat melihat mereka
Nias tersenyum, “kenapa harus pulang? Aku mau temui mereka” ucap Nias
“maksud kamu?” Tanya Dicky, ia bingung dengan sikap kekasihnya itu
Nias langsung menarik tangan Dicky..

“mm.. hey” sapa Nias
“Nias..” kaget mereka
“Nias.. aku kangen kamu, kamu kemana aja? Kamu menghilang dari kehidupan aku” ucap Diny dan memeluk Nias
“maaf..” lirih Diny di sela-sela pelukannya
“maaf untuk apa?” Tanya Nias setelah melepas pelukannya
“maaf atas semua kesalahan aku selama ini” tutur Diny
“aku udah memaafkan kamu Din, dan kalian” ucap Nias
“makasih.. bagaimana persahabatan kita?” Tanya Diny
“kamu maunya bagaimana?” Tanya Nias balik
“aku mau persahabatan kita seperti dulu lagi” kata Diny
“aku pun ingin seperti itu” balas Nias sambil tersenyum
“Nias.. maafkan aku, bukan maksud aku merebut mereka dari mu. tapi…” Vina
“lupakan masalah itu, aku sudah tidak mempermasalahkannya. Lagi pula aku sudah menerima kenyataan ini” potong Nias
“makasih” Vina memeluk Nias
“sama-sama” balas Nias
Nias pun melepas pelukannya
“kenapa kau hanya diam ngga..” Tanya Nias
“mm.. aku.. aku merasa sangat bersalah dengan mu Nias” ucap Rangga
“sudah ku bilang, aku sudah memaafkan kamu.. kita bisa bersama-sama lagi, tetapi hanya sebatas sahabat.. kita mulai kehidupan baru tidak hanya bertiga..”
“tetapi berlima” sambung Nias sambil menatap Dicky
“Dicky.. bukan kah kau musuh Nias?” Tanya Diny bingung
“itu kan dulu.. sekarang gue sudah menjadi kekasihnya” ucap Dicky sambil menggenggam tangan Kanan Nias
“jadi kalian…” ucap Diny, Rangga dan Vina
Nias dan Dicky hanya menggangguk tanda mengiyakan
Mereka pun berlarut pada canda tawa mereka

Aku bahagia..
Aku dapat bersama sahabat ku lagi
Kini sahabat ku bukan hanya Diny
Tetapi Vina, Rangga dan Dicky yang sekaligus menjadi kekasih ku

Terima kasih Tuhan..
Kau membuat ku merasakan indahnya kasih sayang
Aku merasa menjadi orang yang sangat beruntung saat ini

Terima kasih Dicky..
Kau yang membuat ku terbangun dari keterpurukan

End

Cerpen Karangan: Aam Qoerniashy
Facebook: Aam Qoerniashy

Nama: Aam Kurniasih
alamat: jln. Kh Hasyim Ashari no.27 Gg.Dukuh2 kel.neroktog kec.pinang kota tangerang
asal sekolah: SMAN 10 Tangerang
“menulis adalah kegiatan yg sangat menyenangkan bagi saya. dengan menulis saya dapat menceritakan pengalaman pribadi saya atau orang lain di sekeliling saya.

Cerpen Scratch Teens (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Hingga Ke Surga

Oleh:
Malam semakin larut suara jangkrik di halaman terdengar jelas mengalun alun seolah mereka sedang asyik menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur yang mampu menyihir para pendengarnya sehingga mereka tertidur dengan

You And Me (Part 1)

Oleh:
Tenda perkemahan sudah didirikan sejak tadi siang, tetapi Melody masih sibuk dengan tasnya. “Dy nyari apaan sih, kayaknya rempong banget?,” tanya Raya sahabatnya. “Itu gue lagi nyari anduk, udah

Story Telling Two

Oleh:
“Dipanggil Indri Joanne segera ke meja piket!” Deg, jantungku serasa dihantam seribu palu, mengapa Mr. A manggil aku lagi huu, oya kenalin namaku Indri Joanne, aku murid kelas VIII

Bayang Bayang

Oleh:
TIN-TIIINNN!!! Ckiiiittt BRUAGH!! Disinilah aku. Berdiri di samping sesosok gadis yang tergolek lemas di tengah jalan. Dengan darah segar yang terus mengalir dari kepala dan tulang-tulangnya yang patah. Setelah

Hingga Akhir Waktu (Part 1)

Oleh:
Merakit tujuan hidup ini memang tak semudah kita mengedipkan mata. Yang hanya satu kedipan tak dapat memakan waktu satu detik untuk kita lakukan. Namun apa daya Tuhan yang maha

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

9 responses to “Scratch Teens (Part 3)”

  1. natalia says:

    cerpennya kerennn

  2. kurnia says:

    cerpennya bagus banget.. 🙂

  3. Andien says:

    Aku sebenarnya ngak pernah tulis comment di cerpenmu.com, tetapi karena cerpen ini aku baru 1 kali comment. Cerpennya Bagus Banget dan keren abis…. 🙂

  4. Mustika says:

    Ini cerpen dari part 1 sampai part 3 emang woooooowwwww bgt.. 🙂 i like this..

  5. Nova Dwi says:

    kerennn bangett cerpen nya XD =D/ =D m/

  6. laila adel says:

    ini nih baru wow bgt

  7. PRISkaaaa says:

    Ini adalah cerpen yg paling kerennn bgt wowwww bgt pokonya ini cerpen yg the best dr yg lain dtnggu y cerpen yg keren ky gini lagi…

  8. juhanah says:

    Pkok’y T.O.P B.G.T lahhh
    Sampe sampe w nangis pas baca’y smpe k.bawa alur crta.. Kya w sndri yg ada d.stu (y)

  9. Apriliya says:

    Keren bgt nga bosen bacanya . Alur dan endingnya juga bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *