Sebatang Coklat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 18 July 2018

Setelah usai pembagian kelompok untuk mengikuti kegiatan MPLS SMAN 22 Bandung selama 3 hari kedepan, akhirnya aku mendapat kelompok 3 “Panda”, bergegas aku memasuki ruangan kelas tersebut untuk mendapatkan tempat duduk dan berhubung aku siswa baru pindahan dari padang tentunya belum ada teman yang kukenal. Aku memberanikan diri untuk say hay ke teman lainnya walau hampir satu kelompok itu kebanyakan anak cowok.

Tak lama kemudian datanglah rombongan kakak kelas yakni OSIS ke ruangan kami, dengan gaya dan karakter yang berbeda tentunya, mereka memperkenalkan diri dan menjelaskan acara kegiatan MPLS selama 3 hari kedepan. Sekitar ada 4 anak OSIS yang stay di ruangan kami untuk mengawasi kegiatan MPLS dan pastinya mereka baik, ramah dan cakep-cakep.

Acara selanjutnya ialah pemilihan ketua pleton serta pengenalan diri kepada teman lainnya. Lantaran aku anak pindahan dari luar kota jadinya aku ditunjuk untuk menjadi ketua pleton. Di sini aku harus kerja keras mendekatkan diri pada mereka dan membuat kelompok ini menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Dihari pertama tentunya kami hanya melakukan pengenalan diri satu sama lain, dengan cara bermain berbagai game untuk lebih dekat satu sama lain. Asyik bareng teman baru itu ternyata lebih seru deh apalagi dikoordinir sama kakak kelas yang cakep-cakep. Seharian penuh kita asyik main game bersama sehingga membuat mereka iri dengan kelompok kami. Dan lantaran kakak kelas itu selalu dekat sama aku ketika mengatur permainan tiba-tiba dateng lah seorang cewek yang langsung marah-marah sama aku,dan ternyata itu pacarnya kakak kelas yang cakep itu. OMG!emang nasib anak baru itu gini kali yah? sial mulu…

Untunglah kakak kelas itu justru membelaku dan malah balik marah sama pacarnya. Agar tidak merusak hubungan mereka aku akan menjauhi kakak itu selamanya, walau sulit untuk diwujudkan.

Di hari Ke-2 kegiatan kami ialah diluar kelas, kami akan mengamati secara langsung lingkungan SMA tersebut dengan diGuide sama kakak OSIS yang kemarin. Seharian penuh kami berada di luar kelas, mengamati lingkungan sekolah yang luas nan hijau. Alangkah indah dan segar alamku apalagi bisa menikmatinya bersama teman baru yang luar biasa ini.

Di-3 jam terakhir sebelum kami pulang kami diberi tugas kelompok oleh kakak OSIS untuk mencari benda yang telah ia sembunyikan. Berhubung aku lagi menjauh dari kakak kelas yang kemarin, jadinya aku mengatur timku sendiri dan tampak nya kakak itu selalu ingin membantuku tetapi aku menolaknya. Ketika Kakak itu mulai heran ada apa denganku tiba-tiba menjauh darinya akhirnya, ia memnyuruhku untuk tidak bergabung dengan yang lain melainkan melakukan tugas secara individu. OMG! Hellow aku ini siswa baru belum tau benar isi SMA ini, malah disuruh cari barang secara individu lagi, nasib nasib…

Sudah hampir 2 jam aku mencari benda itu tak kunjung ketemu, keluh kesalku mulai terlihat ketika melihat teman yang lain sudah dapat banyak bendanya. Hmm apalah dayaku, akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan tentunya aku harus terima hukumannya dari kakak kelas itu. Dan hukumannya aku disuruh dateng ke kelas lain terus aku harus menunjukkan bakatku seperti menyanyi, puisi, speech, main gitar, bahkan nembak cowok.. Gila kan? pembalasan macam apa ini. singkat cerita aku lakuin semua perintah dan disitu aku sungguh malu, dan langsung pulang tanpa pamit lagi seusai melakukannya.

Keesokan harinya aku menemukan sebatang coklat di mejaku, kuabaikan coklat itu lantaran aku telat dan langsung menuju lapangan untuk baris karena ini hari terakhir MPLS nya, ketika mau turun tangga aku terkujut aku melihat ada sebatang coklat lagi di tangga, “heran coklat siapa sih itu dibuang-buang” ujarku.

Setelah selesai baris aku menuju kelas lagi untuk mengambil tas dan bergegas pulang karena aku akan pergi untuk selamanya dari SMA itu alias aku pindah Sekolah lagi, karena ada sesuatu yang gak bisa dijelasin. Di sisi lain kakak itu kaget mendengar kabar bahwa aku mau pindah, singkat cerita ia mengejarku saat aku mau mengambil tas dan ketika aku keluar kelas hampir saja aku jatuh dan untung aku diselamatin kakak itu. Dan dia berkata ‘kamu mau ke mana? jangan pergi ya, tetaplah di sini bersamaku, maaf jika kakak kemarin udah nyusahin kamu tapi sebenarnya.. langsung aku potong “hmm iya kak gak papa, maaf kak aku mau pindah sekolah jadi gak bisa stay di sini lagi, oh ya makasih ya kak 2hari nya, senang bisa kenal kakak,oh ya udah kalo gitu aku pamit ya kak.. permisi byee.
“eitss tunggu” smbil menarik tanganku “terimalah coklat ini,walau hanya Sebatang Coklat namun ketahuilah dengan coklat inilah yang bisa mewakili perasaan kakak ke kamu yang gak ada habis-habis nya ya kayak SEBATANG COKLAT ini” ujar kakak OSIS sambil memberikan Coklat.
“Uhh makasih ya kak aku sayang kakak, cinta pandangan pertama saat MPLS” sambil pelukan “Kamu hati hati ya di sana bye love u i’l miss u forever… kamu adalah pengagum rahasiaku” ujar kakak OSIS

Cerpen Karangan: Anis Lorenza
Blog / Facebook: @Anis lorenza
Anis Lorenza, biasa dipanggil neza. Umur 16th. SMAN 22 palembang. Kelas 10 jurusan IPA. Target: bisa menerbitkan karya tulis (buku, cerpen, novel, puisi, artikel dll)

Cerpen Sebatang Coklat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Susah Ya Mengejarnya

Oleh:
Aku seorang remaja pria yang bernama Victor tidak memiliki banyak kelebihan yang suka kepada seorang wanita benama Santi yang menjadi incaran banyak orang entah kenapa semua yang suka kepada

Tentang Kisahku dan Dia

Oleh:
Malam itu aku duduk termenung di meja belajarku saat terdengar dering sms di handphoneku. Tertera nama mantanku di sana. “Huhh ngapain sih dia masih sms lagi kan gue juga

Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
Perkenalkan namaku Dinda Septiani. Panggil saja aku Dinda. Usia ku 25 tahun. Hem… tua juga sudah ya. Ya bisa dibilang usia 25 tahun itu sudah dibilang matang. ya lumayan

Dia Yang Tak Kukenal

Oleh:
Aku meletakkan sepatuku di rak khusus alas kaki yang terbuat dari kaca. Aku memasuki rumah sederhana yang terletak di sebelah selatan Surabaya. Hari ini, Aku pulang sangat terlambat. Biasanya,

Teman

Oleh:
Riiiiiing “Ok anak-anak, bel sudah berbunyi,” guru Bahasa Indonesia, Bu Neneng, berkata sambil mengelilingi kelas. “Silahkan pulang.” “Akhirnya,” Kezia bergumam, sambil menaruhkan buku tulis ke dalam tasnya. Temannya, Mara,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *