Sebatas Kenangan Terindah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 11 January 2018

Hai.. perkenalkan namaku Ika, hari ini adalah hari pertamaku mengikuti masa pengenalan kampus, kebetulan Aku adalah peserta calon mahasiswa salah satu universitas di kotaku. Seperti biasa dalam sebuah kegiatan ospek di bentuk beberapa kelompok dan Aku kebetulan dapat kelompok 4. Dari kelompok ini Aku berkenalan dengan salah satu cowok, dia tak tampan tapi cukup manis bagiku, Dia bernama Reza. Orangnya yang humoris juga cukup baik itu lama lama Aku nyaman jika berada di dekatnya. Selama 2 hari kita mengikuti ospek akhirnya kita tiba pada hari kuliah perdana, tak sengaja kita bertemu dalam 1 gedung walaupun kita beda prodi tapi kita berada 1 atap FKIP. Dalam kesetiap harinya kita sempatkan ketemu di manapun itu, ke kantin berdua, ke manapun berdua.

Pada suatu hari Dia menyatakan perasaannya kepadaku, Dia sama sekali tidak tau bahwa Aku sudah memiliki kekasih, Aku sungguh dilema saat itu karena Aku juga sebenarnya suka dengan Reza, tapi bagaimana dengan kekasihku yang jauh di sana. Kekasihku bernama Arlan, Dia lulus SMA memang memilih untuk merantau di kota orang. Kita pacaran sudah hampir 2 tahun, namun untuk ketemu kita butuh waktu lama banget. Dan di sini Aku benar benar keterlaluan, menyukai orang lain sedang Aku juga masih terikat hubungan pacaran dengan kekasihku.

“Selamat malam Ika..” tiba tiba handponeku berbunyi dan kudapati sebuah chat dari Reza. “Selamat malam juga Reza” Aku pun membalasnya. “Bolehkah Aku bertanya satu hal padamu” entah ada apa tanpa kusadari jantungku berdetak dengan kencangnya. “Boleh Reza, tentang apa?” Balasku. “Hmmm.. apakah Kamu sudah mempunyai kekasih?” Ini ibarat tembakan bagiku yang sekaligus membuatku mati rasa tanpa bisa berbuat apa apa, Aku cukup lama tak balas chatnya yang ini tapi Ia terus menerus kirim pesan, tujuannya mungkin untuk memastikan Aku masih ada atau tidak, lalu Aku jawab “hmmm.. iya Reza, Aku memang sudah memiliki seorang kekasih. Dia sedang merantau jauh dariku”.

Sejak saat itu, kita lama tak saling memberi kabar. Di kampus setiap hari ketemu pun hampir seperti orang tak saling kenal, ada apa ini Aku bertanya tanya? Apakah Reza kecewa dan cemburu? Ungkapku dalam hati. Aaaah entahlah..

Namun, di samping itu Aku juga sering ribut dengan Arlan karena Dia tau kedekatanku dengan Reza. Dia tau setiap kali kita chat bahkan Dia baca semua chat kita, kini Reza pun semakin jauh dan jauh. Kuputuskan untuk akhiri kedekatanku dengan Reza, karena Aku lebih memilih kekasihku yang sudah lama kita jalin hubungan itu.

Sudah hampir setengah tahun, Aku dan Reza hilang kontak. Hubunganku dengan kekasihku juga renggang dan akhirnya kuputuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Arlan. Kini ku benar benar menikmati kesendirianku.

“Ika, coba lihat bukannya ini Reza?” Salah satu teman sekelasku melihatkan sebuah foto yang ada di ponselnya. “Kok sama Mba Lidia, mereka jadian?” Aku hanya diam seribu bahasa saat melihat foto Reza dengan salah satu kakak kelasku. “Dia kan memang sudah jadian, kalian baru tau yaah?” Ucap Dewi yang kebetulan duduk di sampingku. Aku benar benar tidak tau apa yang saat itu Aku rasakan, antara cemburu, kecewa dan bahagia. Karena jujur Aku masih mengharapkan untuk bisa dekat lagi dengan Reza, namun kenyataannya sudah berbeda dengan harapanku.

Tanggal 23 maret, yah itu adalah tanggal dan bulan lahirnya Reza. Aku beranikan diri untuk chat hanya untuk beri ucapan ulang tahunnya, dibalas atau tidaknya itu terserah Dia. Karena Aku hanya buktikan bahwa Aku masih care dengannya “Reza.. selamat ulang tahun yah semoga panjang umur, sehat selalu, dan tercapai semua cita cira dan impianmu” mungkin kurang lebih seperti itu ucapanku kepadanya, tapi tak kusangka Dia langsung membalasnya “Iya Ika, terima kasih ya semoga saja dan Amiin” rasanya senang sekali bisa membaca chat dari seseorang yang sekian lama tak ada kabar. Lalu kita tukar bertanya soal kabar dan kesibukan kita masing masing.

Mungkin Tuhan belum bisa mempersatukan kita, Dia bahagia dengan seseorang yang telah Ia pilih. Walaupun dulu Dia pernah dekat denganku biarkan semua itu menjadi kenangan terindahku dengannya, Aku tak mau mengganggu kebahagiaannya. Seperti halnya dulu yang pernah kusia siakan orang yang benar benar Sayang Aku, Arlan maafkan jika Aku masih cukup meninggikan egoku hanya karena kenyamanan kepada orang yang salah, kini hanya kusesali. Sampai saat ini pun Aku sering melihat kebersamaan Reza dengan Mba Lidia, sampai saat Reza mengantarkan pulang Mba Lidia dia lewat persis di depanku, rasa cemburu memang ada tapi apalah dayaku. Semoga kalian bahagia. Karena sesungguhnya Cinta dan perasaan tidak salah..

Cerpen Karangan: Farikha Basthomi
Facebook: Ika Farikha Busthami
Nama Saya Farikha, Saya lahir pada tanggal 25 mei 1997, alamat Saya Desa Segeran Lor blok Klampok RT/RW 007/004 kec. Juntinyuat kab. Indramayu. Saya adalah mahasiswi dari Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu di Fakultas keguruan dan Ilmu Pendididikan (FKIP) prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)

Cerpen Sebatas Kenangan Terindah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hard

Oleh:
Angin berhembus. Membawa terbang semua yang ingin dibawanya. Menyentuh lembut semua yang dilewatinya. Terlalu transparan hingga tak terlihat. Terlalu abstrak untuk digenggam. Tapi, angin akan selalu ada dimanapun kau

Cinta Di Jam 11.00 Malam

Oleh:
Di malam itu, di tempat Rico kost. Sedang ada sebuah acara makan-makan oleh seluruh penghuni kost, karena salah satu teman Rico sedang berulang tahun hari itu, mengetahui adanya acara

Janji 24

Oleh:
Seorang perempuan menangis di atas tempat tidurnya. Matanya sembab hasil menitikkan berbulir-bulir air. Bagaimana mungkin, pemuda yang ia sayang selama ini memintanya untuk menjauh. “Lo jahat. Gue bahkan gak

Cinta Yang Telah Pergi

Oleh:
Pada sore hari Aku duduk di teras belakang rumah, sambil liatin ikan hias piaraan papa di kolam kecil samping teras. Aku kepikiran terus kata-kata Mutia sahabat baik aku di

Bintang 14 Hari

Oleh:
Dua hari lagi liburan kenaikan kelas usai. Semua berlalu tanpa terasa. Hari-hari yang kulewati bersamanya terasa begitu cepat. Bagaikan asap menantang angin, hilang tak tersisa. Bukan, bukan karena tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *