Sebuah Penantian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 28 October 2014

“We never know what will happen today, tomorrow and tomorrow again nothing impossible.”
Menurut gua itulah kalimat yang cocok buat sepasang kekasih ini, cerita berawal dari masa SMA, Wenny dan Farhan sudah berpacaran hampir 6 tahun, saat itu mereka berdua masih sama sama duduk di bangku kelas X, dan sampai mereka lulus sekolah, hubungan mereka masih terjalin dengan baik. Sampai suatu ketika, Farhan diminta orangtua nya untuk menjadi seorang pilot dan menempuh pendidikan di luar negeri. Saat mereka merayakan hari jadi mereka yang ke 4 tahun.

“Sayang, aku punya berita bagus nih buat kamu”, ujar farhan kepada wenny yang saat itu sedang meminum softdrink nya.
“apa? ngomong aja sayang” jawab wenny sambil tersenyum senang.
“Sayang, di hari jadi kita yang ke 4 tahun ini aku mau kasi tau kalo aku lolos jadi pilot dan aku akan menempuh pendidikan sekolah penerbangan di luar negeri, gimana? kamu seneng kan dengernya sayang?”, Wajah wenny yang saat itu terlihat senang tiba tiba langsung berubah sedih. “kok kamu sedih sayang? ini kan demi kebaikan kita juga!” ujar farhan
“sayang maaf, tapi sebenarnya aku senang kalo kamu keterima di sekolah penerbangan tapi aku nggak yakin kalo kita bisa pacaran jarak jauh!”, jawabnya dengan nada sedih dan hampir meneteskan air mata.
“tenang sayang, kita pasti bisa! bulan depan aku sudah berangkat ke Jerman buat selesaikan pendidikan ku, aku nggak kan lama kok! aku janji aku nggak macam macam selama kamu nggak di sampingku, sayang I always love you forever ever and ever, i’ll be back for you honey!” kata kata itu yang selalu membayangi wenny, dan membuat wenny yakin kalau farhan akan kembali.

1 tahun pertama, semua berjalan lancar, namun di tahun ke 2 semuanya berubah. Wenny sering cerita ke gua, kalau dia sering merindukan farhan namun sudah hampir 2 bulan farhan jarang beri kabar ke wenny.

“Ki, gua bingung nih kok farhan jarang ya sms gua? gua takut dia macem macem trus lupain gua, padahal gua disini nungguin dia gua nggak mau kalo penantian gua sia sia ki” ujar wenny ke gua
Yaaa… wenny itu temen baik gua dari kecil, rumah gua sama dia sebelahan bisa dibilang tetanggaan lah makanya sampai sekarang kami masih temenan baik.
“lo tenang aja wen, kan lo bilang si farhan bakal balik lagi buat lo, lo jangan takut lo tenang aja dia pasti inget lo terus kok di sana!, udah deh senyum donk jangan cemberut terus jelek tau!” ejek gua ke wenny sambil gua tarik pipi nya.
“iii ookkiii, sakit tau awas ya gua tarik pipi lo kenceng-kenceng” dia berteriak sambil membalas gua.

Setelah 6 bulan berlalu, tak ada lagi kabar dari farhan. Wenny yang biasanya ceria berubah menjadi seorang pendiam gua tau apa yang dirasain dia, kasihan si wenny.

“Ki, sekarang gua pasrah ki, farhan mau inget gua apa enggak di sana gua ikhlas deh kalo dia punya cewek lain disana”, ucapan wenny yang begitu pasrah membuat hati gua agak sedikit sedih karena gua nggak tega kalau hati temen gua disakitin gitu aja sama tu si farhan padahal sudah hampir 2 tahun ditinggal sang pacar wenny tetep aja setia sama farhan yang nggak tau gimana kabarnya sekarang. “iii lo jangan gitu donk wen, gua kan jadi ikutan sedihh!!! kalo farhan masih nggak juga kasi kabar ke lo ya udah wen ntar gua bantuin lo cari penggantinya ok?” namun tampaknya kalimat kalimat gua makin membuat dia sedih, “ya udah deh wen, senyum donk jangan nangis lagi?” mmmm sambil gua peluk erat wenny.

Jam menunjukkan pukul 09.15 tiba tiba handphone gua berdering. “hallo…?” jawaban gua saat mengangkat telpon dari orang yang nggak gua kenal suaranya. “selamat pagi, dengan Oki Vianti?”, “iya… siapa yah?” jawabku pelan “apakah anda mengenal orang yang bernama Wenny Renita?”, “ya itu temen saya pak!” jawab gua dengan perasaan yang nggak enak. “saya dari kepolisian mau melaporkan kalau teman anda sedang dalam keadaan kritis di rumah sakit karena mengalami kecelakaan… bla bla bla”

Setelah gua mendengar penjelasan dari pak polisi dengan cepat gua langsung memberitahu orangtua wenny. Saat gua dan orangtuanya wenny sampai di IGD, seorang cowok yang menurut gua yaaa cakep banget langsung menghampiri kami, dia minta maaf atas kecerobohan yang diperbuat, ternyata dia yang menabrak wenny saat wenny menyebrang jalan. “ohhh… ternyata lo yang buat temen gua jadi kaya gini?” ujar gua setelah dia menjelskan apa yang terjadi sebelumnya pemikiran gua yang awalnya kalau dia itu cakep dll hilang karena kekesalan gua sama tu cowok, “kalo sempat temen gua kenapa kenapa lo harus tanggung akibat nya”, cowok itu hanya tertunduk dan diam. “iya nggak papa kok kita kan nggak tau apa yang akan terjadi, kamu kan juga nggak mau kalo hal ini menimpa mu kan? begitu juga wenny!” ujar papa nya wenny yang langsung duduk di sebelah pria tadi, “maaf in saya om saya ceroboh” jawab nya “iya saya maafin kok” papa nya wenny ke cowok itu, “oh… iya om, kenalin nama saya Barry” sambil menunjukkan tangannya ke om indra, “ohh.. iya saya Indra, panggil aja om indra” seru om indra.

Tiba tiba keluar seorang dokter dari ruangan itu kami pun langsung menghampiri si dokter, “anda keluarganya? tanya dokter ke om indra “iya saya orangtuanya dok” jawab om indra, “oh iya, begini pak anak bapak, sudah melewati masa kritisnya namun ada hal yang harus bapak tau kalau ada kemungkinan besar anak bapak akan menggalami amnesia karena shock berat yang dialaminya” jawab dokter ke om indra.

Keesokan harinya si Barry dateng lagi ke rumah sakit, saat itu wenny sudah sadarkan diri namun ia tak ingat siapa siapa termasuk gua teman baik nya, selama hampir sebulan dirawat di rumah sakit akhirnya kondisi wenny pun pulih, dan diperboleh kan pulang ke rumah. Dan selama hampir sebulan pula Barry mulai akrab dengan wenny dan gua harap barry bakal bisa gantiin posisi farhan di hati wenny, karena sebelum wenny sadar barry pernah ngomong ke gua “gua bakal nebus semua kesalahn gua sama temen lo dengan memberikan semua yang gua punya buat dia” begitu lah janji yang barry buat sendiri, saat itu kalau gua lihat sepertinya dia tulus ngomong gitu, nggak karena merasa bersalah.

2 bulan kemudian mereka berdua makin dekat dan wenny cerita lagi ke gua “ki, gua merasa nyaman deket sama barry seperti nya gua sayang sama dia!” mendengar itu hati gua jadi seneng karena akhirnya wenny nggak lagi mikirin farhan yang nggak tau dimana rimbanya.

Sampai suatu ketika saat gua dan wenny jalan jalan ke mall, tiba tiba gua ngelihat si farhan lagi gandengan sama cewek lain wenny juga sempat ngelihat itu tapi dia nggak perduli karena dia nggak ingat siapa farhan waktu itu farhan juga sempat ngelihat gua sama wenny seketika itu pula dia langsung melepas gandengan tangannya. Farhan langsung menghampiri gua, saat itu wenny lagi sibuk milih baju yang bakal dipakai nanti malam di acara pertungannya dengan barry. “ki, gimana kabar lo sekarang?” tanya farhan ke gua dengan ketus gua jawab “baik, ooohhh… setelah sekian lama lo bisa bisanya ya nyia nyiain hati temen gua lo tau, berapa lama weeny nungguin lo? hampir 2 tahun han… dia setia banget nungguin lo! dia yakin kalo lo bakal balik lagi buat dia tapi nyatanya? apa?”, “maafin gua ki, gua nggak bermaksud…”, “ahhhhh, udah lah semua udah berlalu sekarang wenny udah dapat penggati lo, bahkan jauh lebih baik dari lo!” ujar gua ke farhan dengan nada yang sedikit agak kasar, “siapa ki?” tanya wenny ke gua “bukan siapa siapa wen, yuk kita kesana aja” jawab gua sambil menarik tangan wenny dan meninggalkan farhan yang diam mematung di sana.

Malam pun tiba acara pertunangan pun dimulai semua bertepuk tangan saat Barry memasangkan cincin tanda ikatan cinta mereka ke jari manis wenny. gua bisa melihat kebahagiaan wenny dari matanya, gua seneng banget akhirnya wenny mendapatkan orang yang benar-benar tulus mencintai dirinya.

The End

Cerpen Karangan: Putri

Cerpen Sebuah Penantian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Spikes Before Flowers, Rainbow After Storm

Oleh:
Embun menutupi jendela kamar. Varielle terbangun dari peraduannya. “Udah pagi?” katanya sambil menguap. “Kak Emily, bangun. Opening Ceremony loh hari ini kak,” Varielle membangunkan Emily. “Eh…,” Emily menggeliat dan

Rangga (Part 3)

Oleh:
Kutatap lekat lekat tubuh seseorang itu dari belakang. Kayak kenal deh gue, ucapku dalam hati. “Ngapain lo berdiri di situ?” Ucapnya seketika yang membuatku tersentak kaget. Dengan sedikit kesal

Maaf

Oleh:
Aku merasa diriku memang pengecut. Hanya duduk di kamar dengan hati gelisah. Padahal mungkin itu kesempatan terakhirku agar masalah cepat terselesaikan. Hal itu karena ia akan pergi jauh. Apalah

Janji dan Luka

Oleh:
“Terkadang kita memilih untuk tetap setia pada janji yang menjadi komitmen bersama. Namun terkadang juga janji itu bagaikan mata pisau yang mengiris hati. Dengan keadaan terluka, apakah janji itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *