Sebuah Rasa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 20 November 2017

Di suatu taman tempat yang biasa kudatangi untuk merenungi hariku dan tempat yang menjadi objek fotografer. Aku melihat sosok anak kecil yang cantik, manis dan lucu. Kulihat ia sedang memegang selembar kertas dan sebuah pensil, ia begitu fokus pada kertas dan gedung yang ada di hadapannya. Sepertinya ia sedang menggambar gedung itu. saat aku ingin mendekati anak itu, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mendekatinya lebih dulu. Dia terlihat manis ketika ia tersenyum kepada bocah itu. ia meraih kertas dan pensil yang ada di tangan bocah itu.
Dan dia langsung duduk di samping anak itu, aku memperhatikannya dari kejauhan. Ia terlihat seperti sedang mengajari anak itu menggambar. Mungkin, anak kecil itu belum pandai menggambar, jadi ia menghampirinya untuk mengajarinya. Aku sangat penasaran dengan apa yang dia lakukan pada anak itu. Lantas, aku langsung berdiri dari kursi taman dan menghampirinya.

“Hey, kalian sedang apa di sini?” Sapaku
“Aku mengajarinya menggambar, karena kulihat dari gambarnya sepertinya dia belum pandai menggambar”. Jawabnya
“Oh gitu, aku Shila, nama kamu siapa?” Tanyaku pada lelaki itu, lalu aku langsung duduk di sampingnya.
“Aku Syarif. Oh, ya kamu sekolah di SMA Negeri 1 ya?” Tanya Syarif.
“Iya, tahu dari mana?” Kataku.
“Ya, gak tahu dari siapa-siapa sih, Cuma dari seragamnya aku kenal gitu” Jelasnya.
“Oh, aku kira tahu dari siapa” Kataku.
“Kamu ke sini sendirian Shil?” Tanya Syarif.
“Iya, aku ke sini sendiri. Aku sering kok ke sini, ini tempat favorit aku” Jelasku.
“Oh, gitu ya, berarti kalo misalkan kamu lagi seneng atau sedih kamu pasti ke sini dong?” Tanya Syarif.
“Iya” Jawabku singkat.

“Ini kan udah sore juga kayaknya mending kita pulang aja. Aku anter kamu pulang deh, gimana?” Tanya Syarif.
“Hmmm, aku udah biasa pulang sendiri gak usah dianter juga gak papa kok.” Jelasku
“Ok, kalo gitu besok kan libur kita ke sini lagi gimana? Aku yang jemput deh, nanti kirimin alamat kamu aja ke aku lewat WA” Ajaknya.
“Iya deh, boleh” Jawabku.

Aku pun langsung pulang menuju rumahku dengan kendaraan umum online. Sampai di rumah aku langsung bergegas mandi dan makan. Aku selalu lapar ketika sore hari. Setelah makan aku membuka laptopku dan menonton film. Aku suka nonton film, apalagi kalau itu film korea. Saat aku telah menekan tombol on di laptopku, aku ingat untuk mengirim alamatku pada Syarif. Aku langsung mengambil ponselku dari tempat tidur dan memberinya alamat rumahku. Dan aku kembali memainkan laptopku dan menonton film.
Saat durasi filmnya sudah sampai 5 menit, ponselku berbunyi. Aku pun membukanya, itu balasan WA dari Syarif. Kami bercakap-cakap lewat WA dengan waktu yang lumayan lama.

Tak terasa film yang kutonton sambil chat dengan Syarif telah selesai. Aku menonaktifkan laptopku dan langsung membaca buku. Setelah membaca buku aku merasa ngantuk, aku pun langsung membereskan semua buku yang kubaca dan juga tas sekolah yang tadi belum aku rapikan dan beranjak tidur.

Aku terbangun di pagi hari pada pukul 05.00, aku pun beranjak dari tempat tidurku lalu sholat subuh dan mandi. Sesuai dengan janjiku pada Syarif, setelah mandi aku sarapan dan bersiap-siap untuk pergi ke taman bersamanya. Saat aku telah selesai berdandan Syarif sudah ada di depan rumahku, aku pun langsung ke luar rumah untuk menemuinya. Aku dan Syarif pun langsung pergi ke taman itu. Taman ini akan sangat ramai ketika hari libur, dan aku pun langsung mencari-cari kursi taman yang kosong.

“Kita duduk di situ yuk!” Ajakku sambil menunjuk ke sebuah bangku taman yang kosong.
“Oh, ok” Jawabnya.
Aku dan Syarif pun langsung duduk di kursi taman itu. Dan Syarif pun mulai membuka percakapan denganku.
“Aku mau nanya dong! Kamu tuh hobbynya apa ya?” Tanya Syarif.
“Aku itu sukanya nulis sama nonton film. Emangnya kenapa?” Tanyaku.
“Ya, gak papa sih Cuma pengen nanya aja gitu” Jawabnya.

Saat itu, aku dan Syarif menjadi begitu dekat. Kami sering berkomunikasi satu sama lain, sampai pada suatu titik, aku merasa bahwa aku selalu ingin bersamanya. Apa mungkin aku jatuh cinta padanya? Tapi, kalo iya apa dia juga suka sama aku? Entahlah, lagian gak mungkin juga dia suka sama aku. Lagian aku itu kenapa sih, akhir-akhir ini jadi sering mikirin dia terus. Kenapa aku selalu ngerasa nyaman kalau ada di dekat dia.

Beberapa hari kemudian, Syarif mengajakku menonton film dan aku pun mengiyakannya. Aku tak tahu film apa yang akan kita tonton nanti, entahlah film apapun itu yang terpenting sekarang dia mengajakku nonton. Aku langsung mengganti bajuku dan bersiap-siap.

Sampai di sana Syarif langsung mengantre untuk membeli dua tiket. Aku pun menunggunya di depan kursi di dekat loket tiket. Kita berdua pun masuk ke bioskop dan menyaksikan filmnya, jujur aku tak terlalu suka film ini. Tapi, karena ini nontonnya bareng Syarif film ini jadi lebih seru.

Tak terasa filmnya pun telah selesai, aku dan Syarif keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba Syarif mengajakku ke suatu tempat yang belum dia janjikan padaku. Aku tak tahu itu tempat apa, tapi yang jelas aku seneng bisa deket sama Syarif.

“Shil, ada yang mau aku omongin nih ke kamu” Katanya.
“Emangnya kamu mau ngong apa?” Tanyaku penasaran.
“Jadi gini Shil, sebenernya… Hmmm, sebenernya aku itu suka sama kamu dari pertama kali kita ketemu!” Jelasnya.
“Kamu suka aku Rif?” Tanyaku terkejut.
“Iya, Shil aku suka sama kamu” Katanya.
“Hmm… Aku juga suka sama kamu kok!” Jawabku.
“Kamu gak bercanda kan Shil? Kamu serius kan?” Tanya Syarif penasaran.
“Iya, aku serius kok” Jawabku.
“Thanks yah Shil” Katanya sambil tersenyum

Akhirnya pun kita berdua saling suka dan menjalani hubungan ini. Tak kusangka ternyata bukan Cuma aku yang jatuh cinta, ternyata Syarif telah lebih dulu jatuh cinta padaku.

Cerpen Karangan: Renny Anissa Oktaviani
Facebook: Renny Anissa Oktaviani
Nama: Renny Anissa Oktaviani
TTL: 18 Oktober 2001
Agama: Islam
Sekolah: SMAN 1 Cikarang Timur
Hobby: menulis, baca novel
Organisasi: OSIS sebagai seksi bidang kepemimpinan dan keorganisasian
Ekstrakulikuler: Karate
Bakat: menyanyi
Sosmed:
twitter: @anissa_renny
Instagram: Renny_Anissa18

Cerpen Sebuah Rasa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Terbaca

Oleh:
Tiga tahun sudah Putri meninggalkan desanya. Dan setelah kepulangannya kembali ke lombok putri melihat sambutan hangat para sahabat berbalut kerinduan mereka masing-masing dan sekarang sudah setahun putri menetap di

Beautiful Art (Part 1)

Oleh:
“Farah, aku mau mengundurkan diri untuk peran Catherine.” Ucapan Ara membuat jantung Farah nyaris berhenti berdetak. Ia kaget bukan main. Kata-kata Ara itu mampu mengubah kondisi kelas yang tadinya

Confused (Part 2)

Oleh:
Sementara Ferdy juga kebingungan mencari Debby. Ia mengajak si Aldy untuk menemuinya. “All, Debby gue ke mana?. Gue cariin dari tadi nggak ada, ke mana sih dia?” ujar Ferdy

Miracle

Oleh:
Attha fina insani (attha) Ia adalah seorang pelajar yang kini sedang menyelesaikan study nya di high school miracle’s, ia bukan lah anak yang pandai, ibu nya telah lama meninggal

Schommel

Oleh:
Dorongannya lembut searah dengan angin dan selembut sepoi yang masih membelai. Sejenak dorongan itu terhenti setelah angin berlalu dan isakan tangis langit yang mendung, suram… semuanya suram, saat angin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sebuah Rasa”

  1. rianti says:

    Cerpennya gt aj y.tambah lg dong critanya.smngt trus smoga crpen slnjutnya lbh mnrik dan lucu^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *