Secret Admirer

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 14 January 2017

Tok… Tok…
“Rara bangun sayang, solat subuh dulu yuk” suara lembut itu membangunkan mimpi indah Rara.
“iya bundaa, Rara ambil wudhu dulu yaa”

Pagi ini adalah hari pertama Rara masuk sekolah setelah liburan yang cukup panjang. Hari pertama ia duduk di bangku kelas XI.
“Ayah, Bunda Rara berangkat dulu yaa. Assalamualaikum”
“walaikumsalam, hati-hati ya sayang”
“Ra… tungggu” teriak seseorang memanggil Rara.
“eh Agis, ada apa gis?”
“enggak ra, gue Cuma mau ngasih ini buat lo. Tadi ada yang nitipin ini buat lo”
“coklat? Bunga? Dari siapa Gis? Kok dia tau banget ini bunga sama coklat kesukaan gue?” tanya Rara penasaran.
“wah gue juga gak tau Ra, dia tadi nutupin mukanya pake helm. So gue gak tau dia siapa. Itu kan ada kartu ucapannya Ra, barangkali ada nama pengirimnya disitu” ucap Agis.
“oh oke, makasih ya Gis” kata Rara dengan senyuman khasnya itu.

“ceileh Duta sekolah pagi-pagi udah dapet bunga aja. Bunga dari siapa tuh?” tanya Rinda dengan nada meledek.
“ah lo Rin bisa aja, gak tau nih gue dapet dari Agis. Katanya ada yang nitipin ini buat gue”
“Rara punya secret admirer nih. Hahaha” ledek Rinda lagi.
“apaan si lo Rin, udah ah yuk masuk kelas”
“ya secara gitu kan siapa sih yang gak kenal Aliyyah Nabila Zahra, duta sekolah yang cantik pinter jago nyanyi pula. Seisi sekolah juga tau kali Ra, so wajar aja kalo lo punya secret admirer gitu. Haha” ledek Rinda kepada sahabatnya itu.

Setibanya di kelas, Rara dan Rinda langsung menempati tempat duduk di depan. Sementara anak-anak yang lain masih terlihat sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Sampai akhirnya Indah si ratu centil di sekolah masuk kelas dengan membawa berita heboh.
“guys guys guys… tau gak tau gak?” tanya Indah dengan nafas tersengal.
“apaan ndah apaaaa?” tanya anak-anak penasaran.
“di kelas kita bakal ada anak baru, cowok. Cakep sumpah gue gak boong”
“serius?” tanya anak-anak yang semakin penasaran.
“iya serius, namanya …”
“selamat pagi anak-anak” suara Ibu Dita memotong pembicaraan Indah.
“selamat Pagi buuu” jawab anak-anak serempak.
“pagi ini kalian kedatengan temen baru, Namanya Adhys. Silahkan Adhys perkenalkan dirimu” ucap bu Dita mempersilahkan.
“Hay guys, nama gue Adhyastha Prasraya Mahanipuna. Gue pindahan dari Jogja. Gue biasa dipanggil Adhys” sapa Adhys dengan senyuman manisnya.
“Adhys silahkan kamu boleh duduk di tempat yang masih kosong”
“baik Bu, terimakasih”

Setelah mempersilahkan Adhys, bu Dita lalu menjelaskan tentang kurikulum dan mata pelajaran yang baru. Saat Bu Dita menjelaskan kurikulum yang baru, Rinda menyenggol tangan Rara dan berbisik kepadanya.
“Ra, Ra liat deh si Adhys dari tadi ngeliatin lo terus” bisik Rinda,
“tchh apaan sih Rin, dia gak mungkin ngeliatin gue. Dia ngeliatin lo kali”
“enggak Raaa, coba lo liat bentar dehh. Raaa” bujuk Rinda.
Dan akhirnya Rinda pun melihat Adhys, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Adhys tersenyum kepadanya. Rara yang semula biasa saja kini menjadi salah tingkah. Ia merasakan ada yang berbeda di dalam dirinya, bukan ini dari hatinya. Ya ia merasakan semacam ada getaran di dalam hatinya. Apakah ini cinta? Apakah Rara jatuh cinta kepada Adhys? Jatuh cinta pada pandangan pertama?
“auuuu, Rinda sakit tau” senggolan tangan Rinda mengagetkan lamunannya.
“ya abis lo ngelamun gitu, gue bener kan Adhys ngeliatin lo? Tuh liat dia senyum ke lo” ledek Rinda.
“ah tau ah Rin udah diem, nanti Bu Dita marah” kata Rara mengalihkan pembicaraannya.

Tetttt…
Bel sekolah tanda berakhirnya jam pelajaran berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar kelas. Mereka seolah berlomba untuk sampai kantin dengan cepat.
“Hay Ra, makan bareng yuk.” ajak Adhys.
“hmmm gak usah deh Dhys, gue mau ke kantin sama Rinda aja” jawab Rara dengan nada cuek.
“eh Ra gak papa kali kan biar rame. Ayok Dhys bareng aja, Rara orangnya emang suka gitu,” kata Rinda yang sedikit meledek.
“Rindaaaaa” bisik Rara.

Di kantin Rinda dan Adhys mengobrol dengan asyiknya. Namun tidak dengan Rara, ia hanya terdiam sambil membaca novel kesayangannya. Sampai akhirnya Adhys berpamitan untuk pergi ke kelas duluan.
“eh guys gue ke kelas duluan yaa, enakin makannya”
“ohh oke Dhys, kenapa gak dari tadi aja” ucap Rara dengan nada cuek.
Ya Rara memang dikenal cuek di sekolahnya. Banyak cowok yang berusaha mendekati Rara, namun tak ada seorang pun yang nyangkut di hatinya. Alasannya sih belum ada yang pas buat dia.
“eh iya Dhys, maafin Rara ya. Dia suka jutek gitu, tapi aslinya baik kok” kata Rinda dengan lembut kepada Adhys.

Hari berganti hari, sudah satu bulan sejak hari pertama masuk sekolah. Dan sudah sebulan pula Rara selalu mendapat kiriman bunga dan coklat. Bahkan sampai hari ini pun ia masih menerima kiriman itu yang entah dari siapa.
“kalian tau gak siapa yang naruh ini di meja gue?” tanya Rara kepada teman-temannya yang ada di kelas.
“enggak tau Ra, dari tadi gue berangkat itu bunga udah ada di meja lo”
“tchhh, siapa sih ini orang? Bikin gue penasaran aja” ucap Rara yang mulai sedikit kesal.

-Setiap hari gue selalu merhatiin lo, setiap waktu gue selalu mikirin lo. Gue sayang sama lo Ra, Aliyyah Nabila Zahra-

“dapet kiriman dari secret admirer lagi bu?” ledek Rinda.
“iya nih, gue sebel lama-lama. Kalo emang dia suka sama gue kenapa gak ngomong langsung sama gue”
“lo sadar Ra? Lo lagi gak sakit kan?” kata Rinda sembari memegang kepala Rara. “yakali lo nya aja cuek bebek setiap dideketin lo. Mana ada sih cowok yang berani ngadepin lo gitu” ejek Rinda lagi.

Masih penasaran dengan secret admirer tersebut, akhirnya Rara membuat strategi untuk meringkus siapa orang yang sering memberinya kiriman coklat dan bunga itu. Hari ini ia sengaja datang lebih pagi untuk menyelidiki siapa secret admirernya tersebut. Sudah hampir satu jam ia menunggu di bangku belakang, namun orang itu tak juga menampakkan wajahnya. Sampai akhirnya …
“nahhh, kena lo!” sergap Rara kepada laki-laki berjaket hitam.
“sekarang lo kena! Coba sini balik badan, gue pengen tau. Sebenernya lo itu siapa”
Dan ketika laki-laki itu membalikkan badannya, alangkah terkejutnya Rara ketika mengetahui wajah laki-laki itu. Wajah yang sangat tidak asing buatnya.
“Adhys?!! Jadi lo…”
“iya Ra, gue yang selama ini jadi secret admirer lo. Gue yang selalu ngirim lo bunga sama coklat setiap hari. Gue laki-laki pengeceut yang gak berani ngomong langsung sama lo” jawab Adhys dengan cepat.
“tapi kenapa Dhys?”
“gue sayang lo Ra, gue jatuh cinta sama lo saat gue ngeliat lo. Lo inget waktu kita tabrakan di depan kantin sekolah? Waktu itu lo marah besar sama gue, lo maki-maki gue. Tapi saat itu lah gue merasa gue jatuh cinta sama lo Ra”
Tabrakan? Kantin? Yah mereka memang sebelumnya telah bertemu. Pertemuan yang tidak mengenakan. Pertemuan itu terjadi ketika Adhys masih mengurus surat kepindahannya di sekolah ini.
“oke mungkin lo nganggep gue lebay atau apalah itu, tapi gue jujur Ra gue sayang sama lo. Gue mau lo jadi pacar gue” kata Adhys sambil bertekuk lutut di hadapan Rara dengan bunga dan coklat kesukaan Rara.
“terimaaa… terimaaaa …” terdengar suara teman-temannya yang ternyata sudah dikontak oleh Adhys untuk memberi kejutan ini.
“kaliannn” ucap Rara kepada teman-temannya.
“udah Ra terima aja, gue udah capek tau denger curhatan lo tentang Adhys” ucap Rinda dengan mata genitnya.
“Rinda… apaan sih lo bikin gue malu aja” ucap Rara sambil tersipu malu.
“sory Dhys, gue gak bisa”
Mendengar pernyataan Rara ini sontak saja teman-teman kelasnya kaget dan tak percaya. Begitupun dengan Adhys, setelah mendengar jawaban dari Rara Adhys perlahan berjalan mundur dan meninggalkan Rara.
Baru saja berjalan beberapa langkah, langkah Adhys terhenti dengan teriakan Rara.
“jadi, Cuma segini aja mental secret Admirer gue? Baru gue jawab gitu udah main pergi aja. Terus gimana nanti mau ngelindungin gue kalo ada cowok-cowok yang gangguin gue?”
“maksud lo Ra?” tanya Adhys yang kembali mendekati Rara.
“gue gak bisa kalo gak nerima lo Dhys! Dhys, sebenernya gue juga suka sama lo, bahkan mungkin sayang. Gue inget banget pas lo pertama masuk kelas ini, lo senyum ngeliatin gue. Gue gak bisa ngomong apa-apa, selama ini gue cuek sama lo karena gue gengsi. Gue gak mau lo tau tentang perasaan ini. Tapi berhubung lo nembak gue, jadi …”
“jadi lo nerima gue Ra?”
“menurut lo?”
“wooo, suit suittt”
Dan Akhirnya seisi kelas pun bersorak soria mendengar jawaban Rara. Mereka seolah menjadi saksi dua insan yang saling mencintai. Mereka ikut merasakan kebahagiaan pasangan baru ini. Rara masih tak menyangka bahwa secret admirernya selama ini adalah laki-laki yang juga diam-diam ia sayangi.

Cerpen Karangan: Mentari Fatmawati
Facebook: facebook.com/mentarii.fatma
Mahasiswa tingkat 3 yang mencintai dunia menulis sejak kecil, namun baru sekarang mencoba menulis lagi.

Cerpen Secret Admirer merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sandiwara Cinta

Oleh:
“Sudahlah, bunuh saja aku sekarang, daripada aku harus membunuh diriku sendiri dan aku berdosa. Sudah bunuh saja aku, aku tak lagi berarti dalam hidupmu!” pekik Anne membahana. “Jangan sampai

Perpisahan Termanis

Oleh:
Hujan deras telah membasahi sekumpulan anak yang sedang bercanda gurau di taman dan sedang menunjukkan kebebasannya itu, mereka bernama Lina, Wina, Ifah, Jihan dan Zahra. Mereka telah bebas dari

Dinda (Cinta Yang Terpendam)

Oleh:
Bel bunyi masuk kuliah berbunyi, aku lari pontang-panting karena memang aku telat memasuki kelas dari dosen killer yang bisanya cuma pasang wajah masam yang membuat jengkel seisi kelas. Hari

Operasi Outlone (Part 1)

Oleh:
Ia di sana, menatapnya penuh kasih sayang, jaket hijau dan jeans biru yang dipakainya menambah kesan tomboi. Ia begitu tinggi hingga Tasim selalu mendongak ke atas setiap kali berbicara

Untuk Garuda

Oleh:
Namaku joko, aku berumur 18 tahun. Aku memang menyukai sepak bola. Aku berada di tim yang cukup besar. Aku bermain di posisi kiper. Banyak teman yang baik kepadaku terutama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *