Secret Admirer

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 23 April 2013

Relis melihat cahaya terang menelusuri lorong sekolah tempat ia duduk dengan teman-teman akrabnya. Cahaya itu semakin dekat dan semakin membuat Relis tak kuat menahan detakan jantungnya. Aroma cahaya itu seperti aroma malaikat yang akan memberikannya wahyu. Mulutnya tak dapat tertutup dan matanya tak bisa berkedip untuk berpaling dari cahaya itu. Cahaya itu semakin terang dan membuat matanya silau, tiba-tiba…
“Lis, bengong aja loe, ayo temenin gue ke kantin” sapa Arman.
“aahh loe ganggu aja, lagi gossip nih” jawab Relis sambil memalingkan mukanya.
“aahh ayo” Arman pun menarik tangan Relis dan membawanya ke kantin.
Jantung Relis berdetak sangat kencang seperti sedang bertemu dengan artis idolanya Zayn Malik. Penglihatan Relis di depan pun hanya seperti kertas putih yang ada gambaran arman disitu. Tangan Relis pun menjadi dingin membeku. Dengan pikiran yang kosong ia terbang mengikuti kemana arah angin Arman.

Arman adalah sahabat dekat Relis sejak SMP. Dari dulu sampai sekarang pesona Arman gak pernah bisa padam dan membuat Relis terus tergila-gila dengannya. Walaupun sahabatan, tapi Relis juga belum berani mengungkapkan perasaannya terhadap Arman. Alih-alih Relis takut mengusik persahabatan mereka dan membuat kesempatannya dekat dengan Arman tidak ada lagi.

Lima tahun sudah Relis hanya mengagumi Arman dengan mengirimkan surat-surat beramplop pink dengan isi kata-kata cinta yang tidak ada nama pengirimnya. Ia selalu memberi kode Arman untuk mencari tau siapa pengirim surat itu, namun Arman merasa itu semua tidak penting.
Saat di kantin Arman memberikan surat-surat cinta yang ia dapat setiap harinya di dalam laci kepada Relis.
“nah Lis ini gue dapat lagi nih surat dari fans gue” dengan PD berbicara dan merangkul Relis sambil meminum satu botol minuman ringan.
“aahhh PD banget loe Man, kayak punya fans aja” jawab Relis sambil melepas rangkulan Arman dan merebut minuman Arman.
“weess weesss santai bro, gue bingung kenapa tu cewek ga bosen-bosennya bikin surat buat gue, dan kenapa ya dia ga pernah kasih tau namanya”
“kan udah gue kasih tau, coba loe cari tau soal surat ini, siapa tau setelah orangnya ketemu loe bisa suka juga sama dia” ucap Relis sambil berharap dalam hatinya Arman bakal ngerespon.
“mmmm gimana ya? ahh malas ah, mending nunggu ceweknya ngaku ke gue” jawab acuh Arman sambil meminum lagi minumannya.
Mendengar perkataan Arman tadi Relis mempunyai niatan untuk jujur kepada Arman. Dan akhirnya Relis berinisiatif untuk membuat scrap book yang berisi foto-foto ia dengan Arman dan surat-surat yang selama ini telah ia buat. Relis pun berniat menjauhi Arman sementara, agar jika nanti Arman menolak dan menjauhinya ia telah terbiasa.

Selama dua minggu Relis menjauhi Arman. SMS, telfon, BBM, dan mention dari Arman tak ia respon. Sampai akhirnya tiba di hari Relis akan mengaku. Relis menyamperi Arman yang sedang di kantin dengan membawa scrap book di dalam tasnya.
“hey Man, apa kabar?” sapa Relis sambil memukul pundak Arman dan meremas erat tali tasnya.
“iihh sombong banget loe sekarang, dari mana aja loe?” Tanya Arman sambil nyolot dan memencet-mencet keypad bb nya.
“hehehe maklum sob lagi banyak tugas akhir-akhir ini” jawab Relis dengan salah tingkah.
“sok sibuk loe, presiden aja ga sibuk-sibuk amat” jawab Arman sinis.
“mmm Man gue mau ngomong nih. Sebenarnya…”
“eeiitttsss stop dulu, gue mau ngomong duluan ke loe” pembicaraan Relis dipotong Arman.
“oohh apa? ngomong sudah” jawab Relis agak sedikit berharap Arman mau menembaknya.
“Lis, gue punya cewek baru, nih liat nih, cantikkan” ucap Arman sambil memperlihatkan foto ceweknya yang menjadi wallpaper bbnya.
Hati Relis sangat kacau dan hancur. Ia tak percaya akan semua ini. Ia menyesal tidak mengungkapkan perasaannya dari awal kepada Arman. Namun karena ia tidak mau Arman tau perasaannya, maka ia mengurungkan niatnya untuk memberikan scrap book yang telah ia buat selama ini. Relis mencoba berpura-pura senang di depan Arman.
“selamat ya Man, semoga langgeng” ucap Relis sambil menahan air mata dan berpura-pura tersenyum.
“makasih ya Lis, oh iya tadi loe mau ngomong apa?” Tanya Arman sambil merangkul Relis.
“oh ga apa-apa Man, sudah lupa mau ngomong apa, hehehe”
”dasaar loe Lis pelupa. Enggak berubah dari dulu sampe sekarang. Tapi yang penting gue sayang loe sebagai sahabat gue” kata Arman sambil memeluk Relis.
Setelah mendengar perkataan Arman tadi, Relis pun sadar dan mencoba untuk menyimpan perasaannya sendiri. Dan sampai sekarang Arman dan Relis masih bersahabat.

Cerpen Karangan: Divana Anggitiani
Twitter: @divanaanggie
Nama divana anggitiani. Lahir di Balikpapan tanggal 9 juli 1996. Sampai sekarang masih tinggal di Balikpapan. Sekolah di SMAN 1 Balikpapan. Hobi nulis, nyanyi. Bisa follow di twitter @divanaanggie . Mention buat share 🙂

Cerpen Secret Admirer merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sapu Tangan Merah

Oleh:
Sore itu aku bersiap-siap akan mengikuti turnamen di daerah tempat tinggalku, kebetulan aku membawa motor sendiri mengikuti rombongan anggota kesebelasanku. Di tengah perjalanan, kira-kira di dekat perbatasan masuk kota

Kamu! Titik!

Oleh:
“Kenapa sih ngeliatin aku begitu banget”, tanya Putra dengan wajah yang malu-malu dan senyuman mautnya yang menurutku itu sangatlah indah dan selalu membuatku terpaku jika melihatnya. Sedikit terkejut, “hah,

Caroline

Oleh:
“Aku menghindar bukan karena aku seorang yang penakut atau pecundang yang takut ketika aku melihat mukamu. Aku menghindar untuk menahan emosiku yang mengebu-gebu tiap aku mendengar kata-kata itu dari

Persahabatan Yang Adanya Cinta

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama aku menggunakan pakain abu-abu putih. Sungguh sangat menyenangkan karena masa SMA adalah masa dimana kedewasaan itu dimulai, masa dimana akan mengalami indahnya percintaan dan

Miss You, Crying

Oleh:
Aku tetap menunggu di sini, di tempat di mana kita selalu bertemu dan mengenang masa-masa bersamamu. Aku ingat saat kita pertama kali menyapa satu sama lain. Dengan perasaan gugup

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *