Segelas Susu Chocolate

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 25 July 2015

Arien bangkit dari tempat tidurnya ia beralih ke dapur untuk membuat segelas susu panas sambil mengaduk aduk susu tersebut ia duduk di ruang tamu. Keadaan rumah sudah sepi. Papa dan mama jam segini pasti sudah tidur. Yah maklum arien anak satu satunya di keluarga ini. Kadang arien merasa kesepian saat mama dan papa pergi atau sudah tidur ia sering membayangkan andai aku memiliki kakak andai… Oh andai… Pemikiran seperti itu tak pernah lepas dari benak gadis ini.

Sambil mengaduk aduk aduk susu, tiba tiba arien teringat akan sosok muammar. Hey apa kabar cowok nyebelin itu yah?!!, udah seminggu ini aku tak melihat sosoknya di kampus. Tiba tiba arien kangen akan sosok itu. Sosok yang selalu membuat arien marah, tapi kadang kadang ia berubah menjadi sosok manis dan romantis.

Tiga hari lagi valentine day. Arien tak punya rencana khusus untuk kemana mana. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, yang dilaluinya dengan muammar. Ia mencoba mengambil telepon selulernya dan mencoba menelepon muammar namun nada kecewa yang keluar dari panggilan tersebut. Rasa cemas tiba-tiba menghantui gadis ini. Jangan… Jangan… Muammar… Oh tidak mungkin… Tidak…!!!

Keesokan harinya arien mencoba mencari muammar di kelasnya, ruang perpustakaan hingga lapangan basket. Tempat muammar menyalurkan hobinya. Namun yang ada hanya rasa sesal kecewa karena tak menemukan sosok itu. Ia mencoba ke ruang konsultan pribadi muammar. Yah bisa dibilang seperti dosen penasehat akademik (pa), namun lagi lagi arien tak mendapatkan jawaban sama sekali.

Sepulang dari kampus arien memberanikan diri mendatangi rumah muammar. Namun hanya ada sepucuk surat yang diberikan seorang mbak yang bekerja disitu. Ia seperti mengunci rapat rapat bibirnya akan suatu rahasia saat ditanya tentang muammar. Arien pamit pulang di sudut jalan ia membuka sepucuk surat itu yang berisi:

Arienku sayang 2 tahun kita saling mengenal karakter masing masing aku kagum akan sosok dirimu. Kelak ku ingin kau mengisi relung hatiku, ku ingin kau menjadi pendampingku. Maafkan aku meninggalkanmu tanpa sebab. Aku pergi sebentar, kelak jika ku pulang di hari valentine ku ingin kau memakai baju putih dengan segelas susu kesayangan buatanmu yang akan kau sediakan untukku di pinggir danau.

Seseorang yang mencintaimu
Muammar

Arien menangis ia berlari ke sebuah danau disana ia menjerit sekuat kuatnya. Yang ada di benaknya hanya muammar
“kenapa muammar meninggalkanku?”
“kenapa ia tak pernah memberitahuku?”
“jika ia meninggalkanku kenapa tidak memberi alasan yang jelas”.
Ia menangis tanpa arah, hingga waktu menjelang magrib ia beranjak dari tempat itu.

Esok malam valentine day, arien ragu akan kedatangan muammar, jam 8 ia pergi ke danau sesuai dengan janji muammar dengan segelas susu chocolate di tangannya.

Langit malam itu seolah ikut menangis seperti apa yang dirasakan arien, hujan turun dengan derasnya ia diguyur hujan namun, arien tetap menunggu di tempat ini. Ia mencoba bertahan. Hingga tubuhnya terkulai lemas dan ia jatuh pingsan. Untung ada seseorang yang mengenal gadis manis itu dan mengantarkanya pulang.

Hingga beberapa saat arien tersadar dari tidurnya. Ia sudah bisa mengingat apa yang terjadi padanya. Mama berusaha menenangkanku dan bertanya apa yang terjadi padaku. Aku hanya diam seribu bahasa tak mau menceritakanya. Seolah mama sudah mengerti akan hal itu. Mama menutup pintu kamarku aku mencoba tidur sejenak menghilangkan rasa sakit di kepala ini.

Keesokan harinya aku merasa baikan rasa sakit di kepala ini agak mendingan. Aku melakukan aktivitas seperti biasa, aku menjalani photografer untuk tugasku.

Tanpa terasa waktu terus bergulir 3 kali hari valentine day ku lalui tanpa muammar tapi aku tetap mencoba menunggu di tempat dan benda yang sama. Walaupun hasilnya dari tahun ke tahun tetap sama namun aku akan tetap menunggunya.

Hingga suatu saat aku diperkenalkan dengan anak teman mama di sebuah restoran. Ia seorang eksekutif muda yang bernama reza pahlevi mereka merencanakan agar reza dan aku akan segera bertunangan. Di malam itu reza mengutarakan perasaanya kepadaku, namun aku tak pernah memendam rasa sedikit pun pada pria tersebut yang ada di benakku hanya sosok muammar.

Waktu cepat berlalu 2 minggu kemudian aku bertunangan dengan reza ini kulakukan seolah ingin membahagiakan hati mama walau hatiku sama sekali tak menerimanya.

3 hari lagi valentine day ini tahun ke-4 dimana arien ingin terakhir kalinya mendatangi tempat ini, dan melupakan segalanya tentang muammar dan menjalani hidup yang baru dengan reza. Hingga malam yang ditunggu pun tiba. Arien datang dengan baju putih dan segelas susu chocolate di tanganya untuk terakhir kalinya. Namun sosok itu tak hadir juga. Saat arien ingin pulang dan membalikkan badan ada sosok seseorang pria dengan kursi roda memanggil namanya. Sosok itu terlihat sehat, dengan rambut botak di kepalanya namun ia memakai kursi roda. Awalnya arien takut akan sosok itu namun setelah beberapa menit memandangi sosok itu arien tersadar bahwa itu adalah sosok muammar ia berlari dan langsung memeluk tubuh muammar dengan erat, hingga tangisnya pun pecah saat muammar berkata “aku takkan pernah meninggalkanmu sayang, aku mencintaimu untuk selamanya” sambil mencium dan membelai rambut arien dengan lembut.

Malam itu janji muammar terpenuhi arien memberi segelas susu chocolate buatanya kepada muammar.
“susunya manis, semanis yang buatnya”, ucap muammar sambil tersenyum
Namun beberapa saat arien terdiam. Yang ada di benaknya ingin kembali pada muammar yang sangat dicintainya. Namun di sisi lain ia sudah memiliki tunangan.
“muammar sebenarnya aku?” dengan nada lirih “aku…”
“aku apa sayang, kamu kenapa?”
“sebenarnya aku sudah bertunangan…”
Dengan perasaan hancur seolah tubuh muammar jatuh ke jurang ia merasakan tangis yang amat dalam. Ia berkata “ini semua salahku, karena aku tak memberikan alasan yang pasti mengapa aku pergi meninggalkanmu. Aku ikhlas jika kau bahagia denganya. Jika permata dalam cicin ini bisa bersinar terang, aku akan rela melepasnya”, muammar mencoba tersenyum sambil memegang jari arien.
“tapi aku mencintaimu 4 tahun aku mendatangi tempat ini hanya untuk menunggumu hujan badai akan aku tempuh demi menunggumu. Tapi apa sekarang kau telah hadir di depan mataku kau suruh aku melupakan segalanya, kau suruh aku berpaling denganya. Itu tidak bisa muammar.. Tidak bisa…”
“aku tau arien aku juga sangat menyanyangimu tapi bagaimana dengan tunanganmu. Aku tidak mungkin merusak hubungan kalian, aku hanyalah sosok yang tak berdaya, aku hidup di kursi roda. Dia sosok yang sempurna untukmu arien” ucap muammar sambil memegang wajah arien
“cukup muammar… Cukup…! Selama ini aku bertahan untukmu, aku tak perduli kau hidup di kursi roda kau tak bisa bangkit pun aku tetap menyayangimu” ucap arien dengan nada sedih “tapi kenapa sekarang kau tak bisa memperjuangkan cintamu, cinta kita”. Dengan nada yang agak marah arien kesal terhadap sikap muammar.
Muammar dengan tegas mengatakan “arien aku akan memperjuangkan cinta kita 2 minggu lagi aku akan melamarmu, aku akan datang ke orangtuamu”.
Dengan airmata di pipinya arien memeluk tubuh muammar.

Sepulang dari tempat itu arien mencoba menemui mamanya ia berkata ingin memutuskan pertunanganya dengan reza.
“arien kamu ini apa apaan sih?, perkawinan tinggal 3 bulan lagi kenapa kamu memutuskanya. Sekali tidak… Mama bilang tidak arien..”
Sambil bersujud ia memegangi kaki mamanya.. “ma… Arien mohon maa… Arien gak sayang sama reza ma selama ini arien hanya ingin membahagiakan mama…”
“tapi arien, reza itu anak dari sahabat mama mama malu… Mau diletakkan dimana harga diri mama memutuskan pertunangan seenaknya”.
“tapi maa arien mohon ma arien sayang sama muammar ma..”
“apa kamu bilang muammar arien?, muammar yang penyakitan itu? Tidak arien tidak… Mama tidak setuju”
“ma, arien mohon ma selama ini arien gak pernah minta yang aneh aneh sama mama. Arien hanya ingin hidup bahagia dengannya ma. Minggu depan ia akan melamar arien, arien harap mama mau menerimanya ma” ucap arien dengan lirih

Akhirnya hati mama luluh, ia ingin melihat anaknya dengan bahagia. Pertunangan telah diputuskan, untung tante rini menerimanya dengan ikhlas.

Minggu ini lamaran akan dilaksanakan. Dengan senyum merekah di bibir dan wajah mreka berdua terlihat. Akhirnya lamaran pun berjalan dengan khidmat. Dan rencana perkawinan mereka pada tanggal 14 februari 2015 dimana saat hari valentine day, awal dimana mereka dipersatukan kembali dan dengan segelas susu chocolate di tangan mereka masing masing.

Jika kau mencintai seseorang maka pertahankanlah cinta itu
Walau sakit, walau perih, hadapilah dengan senyuman.
Yakin lah bahwa kebahagiaan itu akan datang untukmu

Cerpen Karangan: Novita Letisha
Facebook: Novita Letisha

Cerpen Segelas Susu Chocolate merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanda Tanya

Oleh:
Tuhan seakan mempunyai rencana terhadap jalan cinta yang Ia berikan, berawal dari senyuman dan hanya sekedar sapa-menyapa, tak ada niat untuk menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman berkenalan.

One Day to Remember

Oleh:
“Are you ready?” Aku melemparkan tatapan sengit pada Nathan. Cowok itu seperti tidak mendengarkan kata-kataku. “WOI NATH!” Dia baru menatapku ingin tahu. “Are you ready?” “Are you ready apaan?”

One Time

Oleh:
“Felly! Gue tunggu di studio, ya?!,” ucap Bram dengan semangat saat mereka telah menjalani mid-semester di hari terakhir. Felly hanya dapat mengangguk mantap dengan senyuman yang lebar. Dan juga,

Inikah Cinta

Oleh:
Pernah ngerasa jatuh cinta? Gimana sih rasanya? Kalau aku tanyakan ini pada teman-temanku yang jelas aku pasti sudah dibully habis-habisan. Dan mungkin sahabat paling dekatku. Jean akan nyeletuk, “Helooo

Ku Pilih Sahabat di Banding Dia

Oleh:
Pagi yang cerah menyapa. Burung yang indah kian bersiul, layaknya sedang membisikkan suatu kiasan kata. Geby, seorang gadis penghuni kota ‘Bandung’ terbangun karena sang mentari begitu menyorotnya. “Huaah… Ngantuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *