Sehelai Rindu Untukmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 20 March 2017

Bahagia rasanya saat kulihat senyum hangat di wajah manismu. Kau terlihat bersinar. Wajah cantikmu yang selalu membayangiku. Aku mengagumimu, aku menyukaimu, dan aku mencintaimu.

Hyul sedang sibuk dengan buku-bukunya, besok adalah ulangan matematika, Ia harus belajar agar mendapatkan nilai yang bagus.

Hyul, siswa SMA Haewon, dia adalah siswa yang memiliki otak cerdas, Ia selalu menempati rangking teratas di sekolahnya, namun Ia tak populer karena dandanan cupunya yang sangat tak menarik dengan kacamata minusnya itu.

“Hyullie-ah, kemarilah. Ayo makan, jangan terlalu keras belajar nanti kau sakit kepala.” Ibu Hyul memanggil Hyul dari meja makan.
“Nanti, eomma. Aku sedang sibuk. Makanlah tanpa aku.” jawab Hyul kemudian Ia melanjutkan belajarnya kembali dengan serius.
“Ya ampun, anak ini. Mengapa dia belajar begitu keras? Dia selalu membuatku khawatir.” gumam ibu Hyul.

Udara pagi yang begitu dingin menemani langkah panjang Hyul. Hyul berjalan sambil membaca bukunya. Dia benar-benar anak yang rajin.

Hyul telah sampai di sekolahnya, Ia duduk di kursinya yang berada di barisan kedua, kembali… Ia belajar sambil menunggu Pak Han datang.
“Halo.. anak-anak. Selamat pagi!”
Pak Han datang ke kelas dan menyapa murid-muridnya.
“Selamat pagi, Pak.”
Pak Han segera membagikan kertas ulangan, sebagian besar siswa di kelas itu terlihat gugup dan cemas mereka mulai mengeluh.
“Stts.. harap tenang. Jangan ada kerja sama. Bapak akan potong nilai kalian jika ketahuan.”
Para siswa semakin tak semangat karena ucapan Pak Han, guru matematikan yang cukup ganas dan tak segan-segan memotong nilai muridnya yang melakukan kecurangan.

Kembali ke Hyul. Hyul terlihat tenang, Ia melihat soal dan bersiap untuk menjawab. Namun, sesuatu mengusiknya.
“Hei Hyul, bisakah kau meminjamkanku bolpoinmu? Milikku ketinggalan, kumohon.” seorang siswi yang duduk di depannya menengok ke belakang, ke Hyul sambil melihat kotak pensil Hyul yang memiliki banyak bolpoin di sana.
Hyul melihat wajah gadis di hadapannya, ini pertama kalinya gadis itu berbicara padanya.
Hyul mengangguk tanda bersedia membantu gadis itu, melihat anggukan Hyul gadis itu terlihat begitu senang. “Terima kasih.” kata gadis itu sambil menunjukkan senyumnya, senyum yang sangat manis.

Semuanya berawal dari bolpoin miliknya. Hyul mengingat dengan jelas bagaimana senyuman manis Yeri yang ditujukan padanya. Pertama kalinya bagi Hyul mendapatkan senyuman dari wanita selain ibunya. Hyul mulai merasakan sesuatu yang aneh dari dirinya, jantungnya selalu berdetak hebat saat berada di dekat gadis cantik itu, senyuman gadis itu yang mampu meluluhkan hati kakunya, Hyul sering mencuri pandang pada gadis cantik itu, rasa yang berbeda pertama kali untuk Hyul, “Mungkinkah Hyul jatuh cinta?”

“Yeri-ah minggu ini apa kau punya janji?” tanya Jae Yeol, “Mm.. kurasa tidak. Ada apa?”
“Bagaimana jika kita pergi jalan-jalan?”
Yeri berpikir sejenak kemudian mengangguk setuju, Jae Yeol sangat senang.
Hyul mendengar percakapan Yeri dan Jae Yeol, rasa yang aneh kembali muncul, Hyul merasa terluka.

Hyul tengah berada di perpustakaan kota, Ia sedang membaca sebuah buku, bukan buku yang biasa Ia baca, namun buku tentang cinta.
“Cinta begitu besar tertanam untukmu, begitu besar. Ingin aku ungkapkan, tapi apa daya aku tak berani. Rasa takut yang membuatku selalu ciut, aku hanya berani memandangmu dari kejauhan, tapi tak berani saat kau berada tepat di hadapanku. Aku begitu pengecut. Pengecut yang terlalu takut untuk keluar dari persembunyiannya.”
Kalimat yang sungguh menyayat hati namun terasa seperti menggambarkan isi hatinya dan dirinya sendiri.

“Halo, Hyul.”
Hyul tersentak, Ia begitu kaget, Yeri berada di hadapannya. Hyul mematung, tak percaya Yeri benar-benar berada di hadapannya. Apa ini mimpi?
Yeri tertawa lepas saat melihat ekspresi kaget Hyul yang menurutnya sangat lucu.
“Kau sangat imut, Hyul.” kata Yeri tak bisa menyembunyikan tawanya.
Hyul memandang Yeri yang sedang tertawa, Ia meragukan apa yang dilihatnya. Hyul masih tak bisa mempecayai apa yang dilihat oleh matanya.
“Apa kau sungguhan?” tanya Hyul.
Yeri terkejut mendengar ucapan Hyul, Ia terdiam.
Hyul memandang Yeri yang diam, perasaan khawatir pun muncul di benaknya, Ia merasa takut akan apa yang dilihatnya, dari lubuk hatinya Ia berharap gadis dihadapannya ini adalah nyata bukan hanya imajinasi mayanya. Ia takut Yeri menghilang dari pandangannya. Wajah Hyul berubah, khawatir dan sedih.
Yeri kembali tertawa.
“Kau… sungguh sangat lucu, Hyul-ah. Kamu membuatku tertawa. Kau seorang pelawak yang berbakat.”
“Apa ini? Ini nyata? Yeri sungguhan? Dia di hadapanku.”
Yeri memandang buku yang sedang dibaca Hyul.
“Wah… kelihatannya menarik. Aku tak tau kau menyukai buku seperti ini? Aku kira kau hanya menyukai pelajaran.” ucap Yeri.
Hyul hanya diam, Ia merasakan sulit bernapas, tak bisa bergerak dan merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.
Yeri kemudian memandang Hyul yang hanya diam tanpa gerakan seperti patung. Ia memandang wajah Hyul.
Yeri menyentuh pipi kanan Hyul.
“Kamu memiliki kulit yang putih dan sangat lembut.” puji Yeri.
Pujian dan sentuhan tangan Yeri semakin membuat Hyul tak bisa bernapas.
Yeri memandang mata Hyul lekat-lekat, Ia melepas kacamata Hyul dan merapikan rambut Hyul.
“Wah.. kau juga sangat tampan, Hyul. Kamu harus melepas kacamatamu dan menggantinya dengan soft lens dan memotong rambut dengan rambut yang lagi trend sekarang. Kamu terlihat seperti idol. Sangat tampan. Kau akan populer jika kamu mengubah dandananmu.”

Hyul memikirkan kembali perkataan Yeri, merubah penampilan? Hyul berdiri di depan cermin, Ia melepas kacamatanya dan merapikan rambutnya. Benar kata Yeri terlihat lebih baik.

Keesokan harinya…
“Wah siapa dia? Apa dia murid pindahan? Dia sangat tampan.”
Para siswi saling berbisik saat Hyul berjalan di depan mereka, Hyul telah berubah. Ia mengubah penampilannya, Hyul kini terlihat tampan dan keren. Dengan hati yang bahagia, Ia ke kelasnya dan mencari sosok Yeri, Ia ingin menunjukkan penampilan barunya.
“Halo, Yeri.” Hyul menyapa Yeri.
Yeri memandang Hyul dengan wajah senang, “Wah.. kau keren Hyul-ah.”

Hyul dan Yeri semakin dekat, benih-benih cinta Hyul telah mekar, Ia mencoba menguatkan hatinya untuk menyatakan cintanya hari ini untuk Yeri. Hari ini, Hyul dan Yeri akan bertemu di sebuah taman yang indah. Sangat cocok.
Hyul telah menunggu Yeri lebih dari tiga jam, namun Yeri tak kunjung datang. Hyul mencoba menghubungi Yeri, namun sayangnya tak ada respon.

Hari pun beranjak malam, malam begitu dingin, Hyul masih dengan setia menunggu kedatangan Yeri. Hyul merasakan dirinya mulai menggingil dan salju juga tiba-tiba turun membuat malam ini semakin dingin.

Keesokan harinya…
Hyul merasakan kepalanya musik badannga pun panas karena demam. Namun, Hyul menckba sekuat tenaga untuk tetap pergi ke sekolah, Ia ingin bertemu Yeri dan mendengar alasan Yeri yang tak kunjung datang kemarin.
Raut kecewa menghiasi wajah Hyul yang lemah, Ia tak menemukan sosok Yeri dan kabar buruknya Yeri telah pergi meninggalkan Korea. Yeri pergi ke Kanada untuk tinggal di sana. Hyul kecewa dan begitu sedih, Yeri bahkan tak mengabari apa-apa padanya.

Hyul menjalani hari-hari dengan tak semangat. Hidupnya berasa hampa sekarang. Yeri yang telah membuatnya patah hati, Hyul dan Yeri kini lost contact, nomer Yeri pun tak aktif lagi, line juga sama. Perasaan bercampur aduk Hyul, rasa kecewa, marah, sedih, kehilangan, rindu bercampur satu

“Apa aku membuatmu marah? Aku menyakitimu? Hingga kau meninggalkanku tanpa mengatakan apa-apa. Rasanya hidupku hampa saat aku disini tanpa dirimu. Benar-benar menyakitkan. Aku bahkan tak sempat mengatakan aku mencintaimu. Yeri.. aku merindukanmu, sangat. Semoga kau selalu baik-baik saja. Hanya ini.. sehelai rinduku untukmu yang ingin kukirimkan lewat deburan angin. Yeri-ah, dimana pun kamu, semoga Tuhan selalu melindungimu. Aku mencintaimu selalu.
Salam cinta dan rindu,
Jung Hyul.”

Cerpen Karangan: Rossydatul Hasanah
Facebook: rossydatul hasanah
Nama panggilan Rossy/Occy umur 17 tahun. Menyukai menulis dan bercita-cita menjadi seorang dokter bedah.

Cerpen Sehelai Rindu Untukmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita Beda

Oleh:
Selesai salat Jumat, aku kembali menuju sekolah. Di sekolah memang tidak ada masjid, hanya musala saja. Tapi, bagiku semuanya sama. Soal tempat tidak penting, yang terpenting adalah keadaan kita

Hikmah Cinta

Oleh:
Nama gue Andri, gue anak smk yang mungkin bisa dikatakan sedikit pintar, jujur gue belum pernah pacaran tapi gue suka begadang malem keluyuran gak jelas. Kisah ini adalah sebuah

Senyummu Mengalihkan Duniaku

Oleh:
Aku tidak pernah bisa berbuat dengan benar jika tugas dan kesibukan menghampiriku. Yang aku tahu, hanya bagaimana caranya aku bisa menyelesaikan pekerjaanku ini. Tapi pagi menjelang siang itu adalah

Kejutan Darimu

Oleh:
Pada tanggal 15 Desember 2012 tampak semua anak murid SMPN 1 bersuka ria atas selesainya ulangan semester 1. Begitu pula yang dirasakan olehku dan Amellia. “Amellia, yuk kita makan

Aku Yang Mengalah

Oleh:
Aku mengalami kisah ini dimasa putih abu-abuku yang penuh dengan suka dan duka. Perkenalkan namaku adalah putri yani ginting anak dari 3 bersaudara dan anak terakhir dari ayahku yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *